Kisah Cinta Anak Kembar CEO

Kisah Cinta Anak Kembar CEO
Episode 244


__ADS_3

Mereka segera menuju pemakaman Bu Ida, sebagai tanda perpisahan. Sisik dan Leo juga pamit pada Bu Ida sebagai bentuk iya melaksanakan amanahnya menjaga Mey-mey.


Mereka segera berdoa bersama untuk Bu Ida, setelah selesai Mey-mey Segera menaburkan bunga di atas kuburan sang ibu dan berkata " Bu Mey-mey pamit, mau ikut dan tinggal di Jakarta bersama bunda dan ayah, ibu baik-baik disini insya Allah nanti Mey-mey akan sering nengok ibu disini " ucap Mey-mey sambil meneteskan air matanya


" Bu, saya mau bawa Mey-mey ke Jakarta agar Mey-mey disana banyak yang memperhatikan ketika saya bekerja, mohon doa restunya.. tapi aku janji akan sering-sering kesini menjenguk ibu " ucap Farel sambil tersenyum


" Ia Bu Ida, sesuai dengan amanat ibu, saya akan menjaga dan menyayangi Mey-mey maka dari itu saya akan membawa Mey-mey ke Jakarta " ucap Sisil


" Ibu ida jangan khawatir, Mey-mey akan aman di tangan kami " ucap Leo sambil tersenyum


" Ibu yang tenang ya disana, disini sudah ada Bunda ayah dan yang lainnya yang sayang sama Mey-mey, Mey-mey sayang ibu selamanya.. " ucap Mey-mey


" Yu sayang sekarang kita berangkat " ucap Farel


" Iya Mas " ucapnya Mey-mey


Mereka segera pergi dari sana menuju bandara, da rasa senang dari Mey-mey namun disisi lain iya berat meninggalkan kenangan bersama sang ibu.


" Sayang jangan sedih ya " ucap Farel sambil tersenyum


" Iya sayang " ucap Farel


" Aku senang sekali Bunda dan ayah sayang sama aku " batin Mey-mey


" Seperti janjiku, aku akan selalu membuatmu bahagia sayang " batin Farel


Mereka segera menaiki pesawat menuju Jakarta.


.


...****************...


.


Sore hari mereka sudah sampai di bandara, Leo menyuruh Renal untuk menjemput mereka dengan dua mobil karena takut tidak akan cukup jika satu mobil.


" Sore Tuan " ucap Renal


" Sore " ucap Leo sambil tersenyum


" Mobilnya sudah siap " ucap Renal sopan


" Kita ini besan kenapa kamu panggil mas Leo dengan sebutan Tuan " ucap Sisil sambil tertawa


" Maaf Nyoya sudah kebiasaan " ucap Renal

__ADS_1


" Ah kamu ya ...terserah dia mau panggil apa sayang " ucap Leo


" Mari silahkan " ucapnya Renal sopan


" Terima kasih Ayah Renal " ucap Ehan


" Eh ada Farel " Ucapnya Renal


" Iya kami akan tinggal di mansion Ayah.." ucap Farel


" Wah seru sekali, pasti bakal rame disana " ucap Renal


" Iya kamu benar, mansion akan rame " ucap Sisil dengan bersemangat


" Ayo sayang " ajak Leo


" Iya sayang " ucap Sisil


Mereka segera masuk kedalam mobil dan segera menuju mansion Leo. Disana sudah disediakan beberapa makanan untuk menyambut mereka.


Sesampainya disana , mereka segera masuk kedalam terutama Ehan iya segera menghampiri sang istri yang sangat iya rindukan.


" Sayang " Panggil Ehan sambil tersenyum


" Iya sayang " ucap Rena sambil tersenyum senang


" Lebay " Ledek ina sambil tersenyum


" Biarin we " ucap Ehan kesal


" Loh ada Ka Mey-mey juga " ucap Ina kaget


" Terus abang mu ini tidak kau anggap " ucap Farel kesal


" Biarkan Abang aku ga peduli " ucap Ina sambil tertawa-tawa


" Astaga " ucap Farel kesal


" Kami akan tinggal disini, apa Kamu keberatan " ucap Mey-mey sambil tersenyum


" Aku senang disini jadi rame.. " ucap Ina memeluk Mey-mey


" Terima kasih " ucap Mey-mey sambil tersenyum dan membalas pelukan Ina


" Ka, Maf aku belum bisa melihat keadaan Ibu Ida, kaka yang tabah ya sabar " ucap Ina

__ADS_1


" Tidak apa-apa, sekarang aku sudah ikhlas " ucap Mey-Mey


" Lepaskan aku mau peluk Ka Mey-mey " ucap Rena pada sang suami yang masih memeluknya


" Ko begitu.. " ucap Ehan heran


" Mafkan aku juga ya ka Mey-mey, Kaka jangan sedih ya, kalau Kaka butuh apapun kasih tau kami " ucap Rena memeluk Ina dan Mey-mey


" Terima kasih kalian sudah menyayangi dan peduli padaku " ucap Mey-mey senang


" Sama-sama " ucap Mereka sambil tersenyum


" Wah-wah, Oma ga di ajak nih " ucapnya


" Oma, apa kabar " ucap Mey-mey


" Kabar baik nak " jawabnya sambil tersenyum


" Ayo kita makan aku sudah lapar dan rindu masakan istriku " ucapnya Ehan membuat mereka heran dan tersenyum


" Mas, malu " ucap Rena


" Biarlah kita memang harus banyak romantis-romantisan biar cepat bikin Dede bayi lagi buat Lio dan Lia " jawab Ehan membuat semua orang tertawa


" Mas mereka masih bayi loh " protes Rena


.


.


.


.


Bersambung....


Tunggu beberapa part lalu aku akan menceritakan tingkah lucu delapan anak kecil dengan tingkah yang lucu ya..


Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......


Biar saya lebih semangat nulisnya..


Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......


So... Ikuti terus kisahnya...

__ADS_1


Jangan bosen-bosen ya .....


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz


__ADS_2