
Pagi hari Niko sudah mencarikan sarapan untuk Ehan, biar bagaimana pun iya adalah bosnya jadi iya berinisiatif sendiri.
Setelah berhasil mencari sarapan untuknya dan sang majikan Niko pun membangunkan sang majikan
Tok.... Tok... Tok... Tok...
" Ehan bangun sudah siang " ucap Niko
" Bentar lagi bunda " ucap Ehan teringat yang selalu membangunkannya adalah sang bunda
" Bangun Woy.... bangun " ucap Niko mengencangkan suaranya
" Iya... iya... berisik banget " ucap Ehan
Ceklek,,
" Apa... " ucap Ehan dengan wajah kesalnya
" Sudah Siang... cepat mandi kita harus meninjau pembangunan " ucap Niko
" Em... " ucap Ehan langsung segera masuk kedalam kamar mandi nya
lima belas menit kemudian Ehan sudah rapi dan wangi. iya pun segera menghampiri sang asisten yang sedang menunggunya diruangan tengah sembari meyiapkan sarapan yang sudah iya beli tadi
" Widih... enak tuh kayanya " ucap Ehan
" Ini namanya Nasi uduk... gue beli barusan didepan " ucap Niko
" Wah.. kamu memang asisten yang bisa diandalkan " puji Ehan
" Kamu mah kalau ada maunya puji aku kalau ga ada maunya suka hina-hina aku " ucap Niko
" Yaelah.. kamu baperan jadi cowok... udah cepat makan aku dah ga sabar mau memakannya " ucap Ehan
" Ok kita makan sekarang " ucapnya Niko
Mereka akhirnya memakan nasi uduk tersebut dan rasanya pun enak, mereka sampai ketagihan dan semua nasi itu habis tak tersisa
" Enak banget tuh nasi uduk " ucap Ehan
" Iya bener... aku jadi ketagihan " ucapnya Niko
" Besok Lu beli lagi " ucap Ehan
" Tenang aja...besok kita makan seperti itu terus " ucapnya sambil terseyum
Merekapun segera bersiap-siap menuju proyek pembangunan yang akan dipantau oleh Ehan selama beberapa bulan kedepan.
.
****************
.
Niko mengendarai mobilnya menuju Proyek tersebut. setelah sampai merekapun segera Kesana dan menemui mandornya.
" Halo pa rijal " ucap Ehan
" Tuan Ehan apa kabar " ucapnya
" Kabar Baik... gimana pembangunannya... lancar " tanya ehan
" Alhamdulillah pa lancar semoga semua sesuai dengan target yang sudah ditentukan " ucap sang mandor
" Kalau begitu Kami akan melihat-lihat... " ucap Ehan
" Mau saya temani " tawarkan sang mandor
" Tidak usah.. biar saya sendiri... lanjutkan pekerjaan anda " ucap Ehan
" Baik.. " ucap Sang mandor
" Kalau begitu saya permisi " ucap Ehan
" Silahkan Tuan " ucapnya
Merekapun berjalan melihat-lihat semua pegawai yang sedang sibuk melakukan pekerjaannya.
__ADS_1
" Lu yakin... ini akan beres sesuai target " ucapnya Niko
" Gue yakin... tapi entah mengapa... gue ragu sama mandornya... jadi kita harus awasi dia terus " ucap Ehan
Ehan pergi ke warung kecil yang berada dipinggir pembangunan disana. Niko pun mengikutinya dari belakang
" Bu... Air mineralnya satu.. " ucap Ehan
" Baik Tuan " ucap Sang pedagang
" Kamu mau apa .. pilih aja sendiri " ucap Ehan
" Aku mau kopi aja deh Bu .. kopi Hitam tapi " ucap Niko
" Baik Tuan " ucap Sang pedagang
" Pa ini air mineralnya " ucapnya Sang pedagang
" Simpan saja disana " ucap Ehan
" Pa ini kopinya " ucap Sang pedagang
Merekapun meminum minumannya dengan beberapa gorengan yang ada disana. Niko pun mulai mengajak bicara sang pedagang
" Ibu sudah lama jualan disini " tanya Niko
" Lumayan sih... sebenarnya dulu Ayahku yang berdagang disini.. tapi semenjak ayah meninggal ibu dan aku bergantian jualan disini... tapi ibu sekarang lagi sakit jadi aku saja yang menjaga warung ini " ucap Sang pedagang dengan wajah sedih
" Ya elah... tinggal bilang dia yang dagang malah berbelat-Belit juga... menceritakan masa jaman dahulu " ucap Ehan
" Bos jangan gitu kasian " Bisik Niko
" Kamu ya... ga ada belas kasihan sedikitpun " ucap Sang pedagang itu mulai kesal
" Kamu... " ucap Sang pedagang itu ternyata Marni temannya Rena yang kemarin bertemu dengan Ehan
" Ih.. gadis rese " ucap Ehan
" Si cowo tengil " ucapnya
" Sory nih ya... ga guna juga aku ngintilin kamu... mending juga ngintilin renaku... " ucapnya
" Renaku " ucap Marni heran
" Iya Rena bidadari surga gue... " ucap Ehan
" Heh sadar diri... Rena itu bagaikan langit dan kamu tanah... jauh beda banget " ucap Marni
" Walaupun jauh... akan ku gapai " ucapnya
" Sudah-sudah bos... sebaiknya kita kembali ke proyek... jangan ribut disini " ucap Niko menenangkannya
" Nih uangnya... ambil kembaliannya " ucap Ehan melangkah pergi kedalam
Sesampainya didalam iya melihat semua pekerja tampak bekerja dengan giat dan tekun.
" Udah Bos... jangan diladeni orang kaya begitu mah " ucap Niko
" Gue cuma kesal aja sama tuh cewe... " ucapnya
" Mending Bos fokus sama Kerjaan kita agar cepat selesai dan kembali ke kota Jakarta.. " ucap Niko
" Tapi aku ga akan kembali ke kota sebelum bisa ambil hatinya Renaku " ucapnya
" Bos banyakin berdoa ya... biar dikabulkan doanya " ucap Niko
" Siap... kita ngobrol sama para pekerja dulu " ucap Ehan menghampiri salah satu pekerja
" lancar pa... kerajaannya... " ucap Ehan
" Lancar Tuan... "
" Jika ada kendala hubungi saya ya... kalau ada apa-apa kasih tau Mandornya " ucap Ehan
" Baik Tuan " ucapnya melangkah pergi menghindari Ehan
" Aku jadi curiga sama pekerja disini.. seperti yang ketakutan " ucap Ehan
__ADS_1
" Aku juga setuju Bos " ucap Niko
" Kamu harus selidiki tentang ini " ucap Ehan
" Bos bagaimana jika kita besok kesini mengunakan baju berbeda... seperti menyamar.. agar kita tahu yang sebenarnya terjadi " ucap Ehan
" Bener juga... kadang Kau cerdik juga " ucap Ehan
" Terus sekarang kita mau kemana " tanya Niko
" Bentar hp aku bunyi " ucapnya
Ehan segera mengangkat teleponnya karena yang menelepon adalah orang yang iya sayangi yaitu bunda Sisil.
Kring.... Kring
" Bunda.... " ucapnya manja
" Gimana keadaanmu sayang " ucap Sisil
" Baik Bunda... kangen masakan bunda " ucap Ehan
" Anak manja... bunda lagi di rumah sakit tempat Oma Natali dirawat " ucap Sisil
" Bagaimana keadaanya sekarang " tanya Ehan
" Belum sadarkan diri... " ucap Sang bunda dengan nada sedih
" Ehan doain semoga Oma Natali cepat sembuh " ucap Ehan
" Makasih ya nak... kamu jaga diri baik-baik ingat jangan balapan lagi... " ucap sang bunda
" Ehan sekarang sudah berubah bunda... lagian dikampung begini tidak ada balap-balapan... " ucapnya sambil tertawa
" Ayah sedang marah besar... katanya Abang membeli sebuah wanita di Club malam.. " ucap sang bunda
" Apa Abang Farel sebegitu Frustasinya sehingga iya masuk kedalam Club malam " ucap Ehan
" Bunda jadi khawatir sama Dia " ucap Sisil
" Bunda jangan khawatir nanti aku telepon Abang deh... " ucap Ehan
" Kamu nasehati Abang ya... jangan dimarahi bunda mohon " ucap Sisil
" Siap Bunda... Ehan janji ga marah-marah sama Abang Farel " ucap Ehan
" Yasudah bunda tutup dulu teleponnya ... assalamualaikum " ucap Sisil
" Waalaikumsalam " ucap Ehan
Ehan pun memutuskan untuk segera pulang ke rumahnya kontrakannya karena dirasa waktu sudah semakin sore.
.
.
.
.
Bersambung....
Halo Semua,.
Apa yang akan terjadi pada mereka...
So... Ikuti terus kisahnya...
Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan Dukung Aku dengan cara
Like....Komen..... dan Vote ......
Jangan bosen-bosen ya .....
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua....
Karena Doa yang baik akan kembali kepada orang memberi Doa.... 😁😁😁
__ADS_1