Kisah Cinta Anak Kembar CEO

Kisah Cinta Anak Kembar CEO
Episode 69


__ADS_3

Sekarang Riki sudah berada didalam ruangan sang majikan, iya sedang mempersiapkan materi yang akan dia presentasi pada klien besar.


Sama halnya dengan Riki, Farel mempersiapkan materi yang iya akan diskusikan bersama sang klien karena ini pengalaman pertama menangani klien besar


Farel pun menelpon Mey-mey segara keruangannya karena ada hal penting yang iya akan bicarakan.


Kring.... Kring... Kring....


" Halo Tuan, ada yang bisa saya bantu " ucap Mey-mey


" Keruanganku sekarang juga " ucap tegas Farel


" Baik Tuan "


Mey-mey segera melangkah menuju ruangan sang majikan dengan wajah gugupnya.


Tok.... Tok... Tok... Tok..


" Masuk "


Ceklek


" Tuan " ucapnya Mey-mey terseyum


" Duduk " ucap Farel


" Baik Tuan " dengan cepat Mey-mey segera duduk dihadapan sang majikannya


" Hari ini kita ada meeting penting di Cafe A, bersama klien penting " ucap Farel


" Baik Tuan, kalau begitu saya akan persiapkan materinya " jawab Mey-mey


" Tidak usah " ucapnya


" Loh kenapa Tuan " tanya Mey-mey heran


" Riki yang akan mempresentasikan materinya, cukup kamu pahami ini " ucap Farel memberikan map berisi kertas pada Mey-mey


" Baik Tuan Kalau begitu saya permisi " ucap Mey-mey


" Tidak usah, baca disini saja " ucapnya Farel


" Tapi Tuan " ucap Mey-mey


" Baca sekarang juga " bentak Farel


" Baik Tuan " ucapnya Mey-mey dengan kesal


" Kenapa juga bawa-bawa aku, kalau Meetingnya sama pa Riki " batin Mey-mey kesal


" Dia terlihat mengemaskan ketika sedang kesal " batin Farel


Kini Mey-mey sedang mempelajari isi dari materi itu setelah iya yakin dan hafal lalu iya memberitahukannya pada sang majikan


" Tuan, Saya. sudah hapal materinya " ucap Mey-Mey


" Bagus " ucapnya Farel


" Tuan " panggil Riki


" Ada apa " tanya Farel

__ADS_1


" Setengah jam lagi kita akan melakukan Meetingnya " ucap Riki


" Kita berangkat sekarang " ucap Farel langsung pergi dan diikuti oleh Mey-mey dan Riki


Mereka langsung menuju mobilnya dan Riki mengendarai mobil itu dengan kecepatan tinggi. sesampainya disana mereka duduk dikursi yang sudah dipesan terlebih dahulu oleh Riki


.


...****************...


.


Sedangkan ditempat berbeda Bu Ida adalah ibunya Mey-mey terlihat sedang belanja di pasar tradisional, karena iya akan membuat masakan kesukaan Farel.


Bu Ida terlihat sangat menyayangi Farel, karena Farel anaknya baik dan sopan dia juga kelihatannya menyukai Mey-mey.


Bu Ida sedang memilah-milah daging sapi yang segar dan bagus untuk iya masak.


" Bang ini daging berapa sekilonya " ucap Bu Ida


" Seratus empat puluh perkilo bu " ucap sang pedagang


" Ko mahal " ucapnya


" Iya Bu, lagi naik lagi harganya " ucap sang pedagang


" Seratus tiga puluh aja ya "


" Aduh Bu jangan segitu, seratus tiga puluh lima saja lah " ucap sang pedagang itu


" Lah Abang, kita kan langganan jangan mahal-mahal... " Rayu Bu Ida agar dagingnya tidak terlalu mahal


" Yasudah lah Bu.. tapi jangan bilang-bilang sama yang lainnya " ucap sang pedagang


Sang pedagang itu dengan segera menimbang daging tersebut, dan membungkusnya lalu memberikannya pada Bu Ida


Di sudut yang lain seorang pria sedang mengintip dan mengikuti Bu Ida.


" Enak-enak kamu beli daging, pasti kamu dan anak kamu sudah kaya jadi makananya daging " ucap seseorang itu


Sementara Bu Ida sudah semua membeli kebutuhannya iya segera bergegas pergi dari sana.


Langkah Bu Ida terus diikuti oleh laki-laki itu, hingga suasananya terlihat agar sepi barulah iya muncul dihadapan Bu Ida


" Mau kemana kamu " ucapnya marah sambil menarik-narik tangannya Bu Ida


" Mas " ucap Bu Ida kaget


" Aku kira kamu lupa sama aku hem " ucapnya sambil terus menarik tangan Bu Ida


" Lepaskan Mas sakit " ucapnya


" Kamu Takan bisa lepas dariku.. " ucap kesal suami Bu Ida


" Mas... Lepaskan " ucap Bu Ida terus menangis dan meringis kesakitan


" Teriak saja Takan ada yang memperdulikan mu lagian disini sepi " ucapnya sambil Tertawa jahat


" Tolong.... Tolong..., " ucap abu Ida sambil menangis


" Kamu akan tau akibatnya jika kamu kabur denganku " ucap sang suami

__ADS_1


" Mas... lepaskan aku " ucap Bu Ida meronta-ronta


" Biar anakmu tau rasa, dia pikir sudah memberikan aku uang bisa lepas dariku... " ucap sang suami


" Mas anakmu bukan sapi yang terus kau peras uangnya, kasian Mey-mey harusnya kamu sadar " ucapnya Bu Ida masih menangis


" Aku memberinya makan, dan merawatnya hingga besar.. harusnya Dia membalasnya.. bukan seperti ini.. salah jika sekarang Dia sudah besar dan Aku menuntutnya untuk membayar semua uang yang aku sudah aku habiskan untuknya , " bentak sang suami


" Mas, jangan bicara seperti itu.. Dia anak mu juga " ucap Bu Ida mulai geram


" Ya dia Anakku dan harus nurut padaku.. dasar ibu ga becus didik anak makanya dia berontak padaku begini " bentaknya lagi dan mencekik sang ibu Ida


" Tolong.... " ucap Bu Ida dengan meringis kesakitan


" Takan ada yang menolongmu " ucapnya dengan tertawa jahat kembali


" Tolong... " ucap Bu Ida


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung....


Kalau kalian di posisi Mey-mey punya bapak kaya begitu apa yang akan kalian lakukan...


Apakah Bu Ida ada yang menolong


Ikutin terus nya aku up lagi malam biar kalian pada penasaran heheheh selamat buka puasa bagi yang menjalankan


Hayo mana tim Farel dan Mey-mey mana suaranya...


Jangan mau kalah sama tim Satria Sama Ina


Aku up lagi sore... tungguin ya...


sudah dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ...... belum


Biar saya lebih semangat nulisnya..


Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......


So... Ikuti terus kisahnya...


Jangan bosen-bosen ya .....


Marhaban ya Ramadhan

__ADS_1


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... dan selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan, jangan lupa jaga kesehatan ya guyz


__ADS_2