Kisah Cinta Anak Kembar CEO

Kisah Cinta Anak Kembar CEO
Episode 152


__ADS_3

Setelah nafas buatan yang dilakukan Pa Budi akhirnya Dona sadar dan memuntahkan air yang masuk kedalam tubuhnya


Uhuk... Uhuk.. Uhuk...


" Kamu tidak apa-apa " ucap Pa Budi


" Anda siapa " ucapnya Dona heran


" Dia orang yang telah menyelamatkan mu " ucap Renal


" Lihat saja, akan ku jahili Kau Dona " batin Renal


" Oh terima kasih Pa " ucapnya Dona pada pa Budi


" Sama-sama " ucap Pa Budi


" Dia menyelamatkan mu dengan cara memberikan nafas buatan padamu " ucap Renal dengan tersenyum tipis


" Apa " ucap Dona kaget


" Sialan Pa Polisi gendut ini berani-beraninya menyentuh bibirku yang seksi ini " batin Dona kesal


" Kenapa " ucapnya pa Budi


" Em.. tidak apa-apa " ucap Dona dengan senyum dipaksakan


" Pa Budi nafas buatannya langsung mahir itu berkas Pete yang anda makan " ucapnya Renal sambil tersenyum jahat


" Apa.. " ucap Dona semakin kaget


" Sialan mereka, tapi aku harus tetap tenang.. dan kabur dari mereka tanpa ketahuan " ucap Dona dalam hati


" Aku tau akal busukmu, pasti Dona merencanakan Sesuatu untuk kabur dari polisi ini " batin Renal


" Ah Pa Renal bisa saja " ucap Pa Budi sambil tertawa lepas


" Nona Dona maafkan saya ya " ucap Pa Budi


" Tidak usah minta maaf Pa Budi, kalau pa Budi tidak memberikan nafas buatan pa Budi mungkin Dona sudah mati, benarkan Dona " ucap Renal dengan nada bicara yang sinis


" Terus aku harus berterimakasih karena dia sudah menyelamatkan aku dengan nafas bau petenya itu " batin Dona semakin marah


" Iya Terima kasih pa " ucap Dona malas dan kesal


" Aku mau ketawa tapi takut dosa " batin Renal


" Sekarang bawa dia kekantor polisi Pa Budi " ucap Renal


" Apa kantor polisi " ucap Dona kaget


" Kamu harus mempertanggung jawabkan perbuatan mu " ucapnya Pa Budi


" Memangnya saya salah apa " ucap Dona


" Kamu sudah menabrak Tuan Farel.. " ucap Renal dengan wajah sinis

__ADS_1


" Apa Renal aku tabrak " ucap Dona sambil meneteskan air matanya


" Iya apakah kamu puas " ucap Pa Renal


" Tapi... Tapi... yang saya tabrak pekerja Restoran itu yang sedang memakai baju hitam putih seperti pegawai baru " jelaskan Dona sambil gugup


" Tuan Farel baru bekerja di restoran milik Tuan Ehan, memang iya menggunakan pakaian seperti itu karena iya akan bekerja sebagai pelayan baru disana " Jelaskan Renal


" Terus bagaimana keadaan Farel sekarang " ucap Dona merasa bersalah


" Tidak usah pedul pada Tuan Farel.. Kamu sudah jahat padanya " ucap Renal


" Padahal yang aku mau tabrak cuma Ehan.. kenapa jadi Farel " ucapnya sambil menangis


" Pa polisi tangkap saja dia " ucapnya Renal


" Jangan-jangan saya tidak mau dipenjara " ucapnya Dona sambil meronta-ronta saat Renal memegang tangannya


Pa Budi memberikan borgol pada tangan mulus Dona.


" Maafkan saya ya Nona cantik dengan terpaksa harus memborgol kamu, habisnya kamu cantik-cantik ko jahat " ucapnya pa Budi sambil tersenyum menggoda Dona


" Lepaskan... " ucap Dona


" Sialan, tangga ku di borgol lagi aku harus bagaimana.. aku punya ide " batin Dona


Tiba-tiba Dona pingsan seketika Pa Budi panik tapi tidak dengan Renal


" Pa Renal bagaimana ini " ucap Pa Budi


" Pa Budi sepertinya Dona harus diberikan nafas buatan lagi " ucap Renal


" Benarkah itu " ucap Pa Budi dengan senanh


" Sialan mereka malah mengambil kesempatan dalam kesempitan.. rasanya mau aku Jambak kedua laki-laki itu " batin Dona pura-pura pinsan


" Ayo Pa Budi lakukan lagi seperti tadi " ucap Renal sambil tersenyum jahat


" Baiklah jika anda memaksa Tuan " ucap Pa Budi


" Saya hitung ya pa " ucapnya Renal


" Baik Pa renal " ucapnya


" Satu... Dua... Ti... " ucap Renal terpotong karena Dona langsung bagung


" Aduh kepala saya pusing " ucap Dona pura-pura kembali


" Benarkan yang aku pikirkan, Aku tidak akan mudah tertipu lagi " ucap Renal dalam hati


" Baru saja Pa Budi mau memberikan ciuman mautnya lagi " ucapnya Renal sambil tersenyum


" Em.. memangnya aku kenapa " ucap Dona dengan pura-pura


" Kamu pingsan " ucap Pa Budi

__ADS_1


" Pingsan kenapa " ucap Dona


" Karena Dona sudah sadar sebaiknya kita bawa dia cepat kekantor polisi " ucap Renal


" Tidak... aku tidak mau " ucap Dona


" Ayo pa seret dia " ucap Renal


" Itu terlalu kasar pa Renal " ucapnya Pa Budi


" Lalu apa rencana Pa Budi " ucap Renal dengan senyum jahatnya


" Saya akan menggendongnya " ucap Pa Budi


" Silahkan pa " ucap Renal


" Jangan-jangan... Aku tidak mau " ucap Dona


sesampainya didalam mobil Renalpun masuk kedalam mobil itu bersama pa Budi mereka menghimpit Dona agar tidak kabur


" Kenapa anda disini Pa Renal " tanya dona


" Bolehkan aku menumpang disini " ucap Renal


" Tentu saja boleh Renal.. " ucapnya Pa Budi


" Sialan Renal aku tau dia menghimpit ku agar aku tak bisa kabur... tapi nanti aku akan pikiran caranya agar keluar dari sini " ucap Dona dalam hatinya kesal


" Mau lari kemana pun akan ku cari Kau Dona, aku Takan membiarkanmu lolos begitu saja, kau harus diberi pelajaran agar tidak jahat lagi sama Keluarga Tuan Leo " batin Renal


" Sebenarnya aku kasian sama Dona itu, dia cantik ko kelakuannya jahat sekali.. " batin Pa Budi


Mereka segera melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi agar cepat sampai kekantor polisi untuk memberikan hukuman pada Dona.


.


.


.


.


Bersambung....


Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......


Biar saya lebih semangat nulisnya..


Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......


So... Ikuti terus kisahnya...


Jangan bosen-bosen ya .....


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz

__ADS_1


__ADS_2