
Setelah nafas buatan yang dilakukan Pa Budi akhirnya Dona sadar dan memuntahkan air yang masuk kedalam tubuhnya
Uhuk... Uhuk.. Uhuk...
" Kamu tidak apa-apa " ucap Pa Budi
" Anda siapa " ucapnya Dona heran
" Dia orang yang telah menyelamatkan mu " ucap Renal
" Lihat saja, akan ku jahili Kau Dona " batin Renal
" Oh terima kasih Pa " ucapnya Dona pada pa Budi
" Sama-sama " ucap Pa Budi
" Dia menyelamatkan mu dengan cara memberikan nafas buatan padamu " ucap Renal dengan tersenyum tipis
" Apa " ucap Dona kaget
" Sialan Pa Polisi gendut ini berani-beraninya menyentuh bibirku yang seksi ini " batin Dona kesal
" Kenapa " ucapnya pa Budi
" Em.. tidak apa-apa " ucap Dona dengan senyum dipaksakan
" Pa Budi nafas buatannya langsung mahir itu berkas Pete yang anda makan " ucapnya Renal sambil tersenyum jahat
" Apa.. " ucap Dona semakin kaget
" Sialan mereka, tapi aku harus tetap tenang.. dan kabur dari mereka tanpa ketahuan " ucap Dona dalam hati
" Aku tau akal busukmu, pasti Dona merencanakan Sesuatu untuk kabur dari polisi ini " batin Renal
" Ah Pa Renal bisa saja " ucap Pa Budi sambil tertawa lepas
" Nona Dona maafkan saya ya " ucap Pa Budi
" Tidak usah minta maaf Pa Budi, kalau pa Budi tidak memberikan nafas buatan pa Budi mungkin Dona sudah mati, benarkan Dona " ucap Renal dengan nada bicara yang sinis
" Terus aku harus berterimakasih karena dia sudah menyelamatkan aku dengan nafas bau petenya itu " batin Dona semakin marah
" Iya Terima kasih pa " ucap Dona malas dan kesal
" Aku mau ketawa tapi takut dosa " batin Renal
" Sekarang bawa dia kekantor polisi Pa Budi " ucap Renal
" Apa kantor polisi " ucap Dona kaget
" Kamu harus mempertanggung jawabkan perbuatan mu " ucapnya Pa Budi
" Memangnya saya salah apa " ucap Dona
" Kamu sudah menabrak Tuan Farel.. " ucap Renal dengan wajah sinis
__ADS_1
" Apa Renal aku tabrak " ucap Dona sambil meneteskan air matanya
" Iya apakah kamu puas " ucap Pa Renal
" Tapi... Tapi... yang saya tabrak pekerja Restoran itu yang sedang memakai baju hitam putih seperti pegawai baru " jelaskan Dona sambil gugup
" Tuan Farel baru bekerja di restoran milik Tuan Ehan, memang iya menggunakan pakaian seperti itu karena iya akan bekerja sebagai pelayan baru disana " Jelaskan Renal
" Terus bagaimana keadaan Farel sekarang " ucap Dona merasa bersalah
" Tidak usah pedul pada Tuan Farel.. Kamu sudah jahat padanya " ucap Renal
" Padahal yang aku mau tabrak cuma Ehan.. kenapa jadi Farel " ucapnya sambil menangis
" Pa polisi tangkap saja dia " ucapnya Renal
" Jangan-jangan saya tidak mau dipenjara " ucapnya Dona sambil meronta-ronta saat Renal memegang tangannya
Pa Budi memberikan borgol pada tangan mulus Dona.
" Maafkan saya ya Nona cantik dengan terpaksa harus memborgol kamu, habisnya kamu cantik-cantik ko jahat " ucapnya pa Budi sambil tersenyum menggoda Dona
" Lepaskan... " ucap Dona
" Sialan, tangga ku di borgol lagi aku harus bagaimana.. aku punya ide " batin Dona
Tiba-tiba Dona pingsan seketika Pa Budi panik tapi tidak dengan Renal
" Pa Renal bagaimana ini " ucap Pa Budi
" Pa Budi sepertinya Dona harus diberikan nafas buatan lagi " ucap Renal
" Benarkah itu " ucap Pa Budi dengan senanh
" Sialan mereka malah mengambil kesempatan dalam kesempitan.. rasanya mau aku Jambak kedua laki-laki itu " batin Dona pura-pura pinsan
" Ayo Pa Budi lakukan lagi seperti tadi " ucap Renal sambil tersenyum jahat
" Baiklah jika anda memaksa Tuan " ucap Pa Budi
" Saya hitung ya pa " ucapnya Renal
" Baik Pa renal " ucapnya
" Satu... Dua... Ti... " ucap Renal terpotong karena Dona langsung bagung
" Aduh kepala saya pusing " ucap Dona pura-pura kembali
" Benarkan yang aku pikirkan, Aku tidak akan mudah tertipu lagi " ucap Renal dalam hati
" Baru saja Pa Budi mau memberikan ciuman mautnya lagi " ucapnya Renal sambil tersenyum
" Em.. memangnya aku kenapa " ucap Dona dengan pura-pura
" Kamu pingsan " ucap Pa Budi
__ADS_1
" Pingsan kenapa " ucap Dona
" Karena Dona sudah sadar sebaiknya kita bawa dia cepat kekantor polisi " ucap Renal
" Tidak... aku tidak mau " ucap Dona
" Ayo pa seret dia " ucap Renal
" Itu terlalu kasar pa Renal " ucapnya Pa Budi
" Lalu apa rencana Pa Budi " ucap Renal dengan senyum jahatnya
" Saya akan menggendongnya " ucap Pa Budi
" Silahkan pa " ucap Renal
" Jangan-jangan... Aku tidak mau " ucap Dona
sesampainya didalam mobil Renalpun masuk kedalam mobil itu bersama pa Budi mereka menghimpit Dona agar tidak kabur
" Kenapa anda disini Pa Renal " tanya dona
" Bolehkan aku menumpang disini " ucap Renal
" Tentu saja boleh Renal.. " ucapnya Pa Budi
" Sialan Renal aku tau dia menghimpit ku agar aku tak bisa kabur... tapi nanti aku akan pikiran caranya agar keluar dari sini " ucap Dona dalam hatinya kesal
" Mau lari kemana pun akan ku cari Kau Dona, aku Takan membiarkanmu lolos begitu saja, kau harus diberi pelajaran agar tidak jahat lagi sama Keluarga Tuan Leo " batin Renal
" Sebenarnya aku kasian sama Dona itu, dia cantik ko kelakuannya jahat sekali.. " batin Pa Budi
Mereka segera melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi agar cepat sampai kekantor polisi untuk memberikan hukuman pada Dona.
.
.
.
.
Bersambung....
Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......
Biar saya lebih semangat nulisnya..
Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......
So... Ikuti terus kisahnya...
Jangan bosen-bosen ya .....
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz
__ADS_1