Kisah Cinta Anak Kembar CEO

Kisah Cinta Anak Kembar CEO
Episode 91


__ADS_3

Lalu Farel mendekatkan wajahnya lebih dekat dengan Mey-mey, lalu iya mencium bibir Mey-mey tanpa aba-aba, namun Mey-mey yang terbawa suasana tak menolaknya, ciuman itu semakin dalam lalu tiba-tiba ciuman itu terhenti saat lampu ruangan itu dihidupkan


Ceklek,,


" Astaga seperti melihat adegan dalam Flem Korea ya Bu, pasti ujung-ujungnya ciuman " Ledek Ehan


" Kalian bukan muhrim malah berbuat begitu " ucap Sang ibu marah


" Ibu.. " ucap Mey-mey dan Farel gugup dan salah tingkah


Seakan dilempar lumpur dimuka Farel dan Mey-mey, betapa malunya mereka saat ketahuan berciuman tepat didepan sang ibu.


" Kamu harus tanggung jawab Farel " ucap sang ibu


" Betul Bu, beraninya ciuman didepan calon mertuamu " ucap Ehan mengompori Ibu Ida


" Betul kata Ehan " ucap Bu Ida sinis


" Kasih Mereka hukuman Bu " ucap Ehan semakin mengopor-ngompori mereka


" Tapi apa hukuman untuk mereka.. " tanya Bu Ida pada Ehan


" Suruh mereka menikah " ucap Ehan berbisik pada Bu Ida


" Ide bagus... " ucap Bu Ida mengangguk tanda setuju


" Kalian harus menikah secepatnya.. " ucap Bu Ida membuat keduanya kaget


" Apa " ucap Farel dan Mey-mey berengan


" Kenapa kaget, tadi bilangnya Jika kita diberi kesempatan untuk hidup lagi aku akan memilih untuk menikahimu dan Takan melepasakan mu seumur hidupku.. mana buktinya " cibir Ehan


" Diam kamu Ehan " ucap Farel kesal


" Kamu yang diam Farel bukan Ehan " ucap Bu Ida membela Ehan


" Yaudah Bu kalau Abang Farel ga mau nikahin Mey-mey.. biar aku saja yang menikahi Mey-mey " ucap Ehan mampu membuat Farel kesal dan marah


" Ibu setuju " ucap Bu Ida dengan cuek


" Tunggu bu " ucap Farel


" Apa " ucap Bu Ida sinis


" Aku akan menikahi Mey-mey secepatnya " ucap Farel sambil tersenyum


" Palingan bohong bu " ucap Ehan


" Aku serius Bu " ucap Farel


" Ok ibu kasih waktu kamu satu bulan " ucap Bu Ida


" Saya mohon kebijaksanaan ibu kalau satu bulan saya belum bisa karena pekerjaan saya banyak dan Saya harus membuktikan dahulu pada ayah saya jika saya layak diposisi CEO menggantikan beliau " ucapnya


" Berarti Dia bohong Bu " ucap Ehan


" Saya minta waktu enam bulan " ucap Farel pada Bu Ida


" Gimana Ehan.. " ucap Bu Ida meminta saran Pada Ehan


" Kalau dia bohong Mey-mey akan ibu jodohkan padaku... bilang begitu saja Bu " bisik Ehan


" Ok.. saya kasih waktu kamu enam bulan kalau dalam waktu tersebut kamu bohong makan Ehan lah yang akan menikah dengan Mey-mey " Ucap Bu ida

__ADS_1


Kini Mereka semua kembali keruangan Bu Ida, sedangkan Riki sedang membeli beberapa makanan untuk mereka buka puasa


Riki pun datang diwaktu yang tepat, karena setelah kedatanganya keruangan Adzan Magrib pun berkumandang, mereka segera memakan makananya untuk membatalkan puasanya.


Setelah selesai memakan makananya, Bu Ida menyuruh Farel untuk menjadi imam mereka karena Bu Ida mau melaksanakan terawih bersama.


" Nak Farel " panggil Bu Ida


" Iya Bu " ucap Farel menghampiri sang calon mertuanya


" Ibu mau kamu jadi imam, soalnya ibu mau melaksanakan terawih bersama " ucapnya


" Tapi Bu " ucap Farel terpotong karena Ehan pun menghampiri Bu Ida


" Biar Ehan yang jadi imannya bu " Ehan sambil tersenyum senang


" Menangnya kamu mau.. " ucap Bu ida


" Dengan senang hati hu " 'ucapnya Ehan dengan senyum jahatnya pada Farel


" Kamu memang calon menantu idaman " ucap Bu ida


" Bu Ida biar saya saja yang jadi imam " ucapnya Farel kesal


" Loh bukanya tadi kamu nolak " tanya Bu Ida


" Saya mana mungkin menolak keinginan calon mertua saya " ucapnya sambil tersenyum


" Harus aku mengkompori begini baru kamu mau berjuang, dasar punya Abang gini amat.. ga ada inisiatif nya dasar manusia Es " batin Ehan


" Aku sekarang lebih lega.. karena Farel bisa menjaga Mey-mey dari ancaman dan siksaan Ayahnya.. " batin Bu Ida


Mereka semua pun mengambil wudhu, tampak Bu Ida solat dengan berbaring ditempat tidur, sedangkan yang Jadi iman adalah Farel, dan tak lupa Ehan dan Riki pun mengikuti gerakan ya dari belakang


...****************...


Dona langsung mengangkat teleponnya, dan anak buah Dona langsung melaporkan informasi jika Pa Edi dipenjara.


Kring... Kring... Kring....


" Halo.. " ucap Dona dengan nada masih mengantuk


" Maaf Nona mengganggu anda, saya hanya ingin melaporkan jika pa Edi dipenjara " jawabnya


" Apa " ucap Dona kaget matanya melotot dan langsung bangun


" Iya Nona, tadi sore kejadian "


" Ko bisa begitu " tanya Dona heran


" Kalau istri dan anaknya ga mungkin laporkan dia ke polisi secara mereka kan lemah banget.. " ucap Dona dalam hatinya


" Jadi kemarin sore Dia mendengar percakapan antara satu orang laki-laki dengan Bu Ida, iya terpancing emosi lalu menghajarnya dan mengancam akan membunuhnya, namun entah mengapa polisi datang kekamar itu lalu menangkapnya " ucap sang anak buah Dona


" Siapa laki-laki itu " ucapnya dengan nada kesal


" Saya sempat dengar namanya Ehan "


" Ehan " jawab Dona semakin heran


" Ehan ngapain dia kesini " batin Dona


" Ehan atau Farel " tanya Dona

__ADS_1


" Yang saya dengar Bu Ida memanggilnya dengan sebutan Farel "


" Apa Mey-mey ada disana " ucap Dona


" Tidak, sepertinya dia sedang bekerja dan tidak tahu kejadian itu "


" Sialan.. apa benar dia Ehan " batin Dona kesal


" Yasudah nanti siang kita ke penjara untuk menjenguk Pa Edi " ucapnya Dona


" Tapi Nona... ada hal penting juga yang saya katakan lagi " ucapnya


" Apa " ucap Dona ketus


" Saya tadi mendengar bahwa Tuan Farel dan Mey-mey sudah berpacaran bahkan Bu Ida memaksa mereka segera menikah.. "


" Apa " teriakanya


" Sabar Dona.. sabar ... tahan Emosimu " batinnya


" Terus lanjutkan... " ucap Dona pada anak buahnya


" Tuan Farel meminta waktu enam bulan untuk menikah dengan Mey-mey "


Seketika ucapan itu bagaikan petir dipagi hari, hati Doan tak bisa menahan emosinya lagi, iya langsung memutuskan teleponnya.


" Aaaahhghhhhhhh...... " teriakanya dalam kamar Apartemen yang iya sewa


Dona mengacak-acak semua barang disana, gelas piring semua iya hancurkan karena iya kesal bahkan iya berteriak-teriak dan menangis sendiri


" Mungkin Bu Ida bisa memberi restu pada Mu Farel, tapi apakah bisa Ayah Leo memberimu restu.. aku akan buat Ayah Leo membenci Mey-mey wanita sialan itu " ucap ya sambil menangis histeris


" Jika Farel tak bisa aku miliki maka siapapun tak boleh memiliki nya " teriakanya lagi


" Aaaahhghhhhhhh...... "


Dona terlihat sangat kacau dengan informasi yang iya dapatkan karena tak sesuai dengan harapannya.


.


.


.


.


.


Bersambung....


Mana tim Satria dan Ina..


hayo tungguin nya aku up Sore...


Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......


Biar saya lebih semangat nulisnya..


Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......


So... Ikuti terus kisahnya...


Jangan bosen-bosen ya .....

__ADS_1


Marhaban ya Ramadhan


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... dan selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan, jangan lupa jaga kesehatan ya guyz


__ADS_2