
Sementara ditempat lain, Ina sudah memparkirkan mobilnya dipinggir jalan. Ina dan Rena segera keluar dari mobil dan menuju pedagang kaki lima tersebut.
Suasana disana sedang penuh dan banyak sekali pengunjung, Ina dan Rena bingung dibuatnya
" Yah ko banyak banyak sekali pengunjungnya " ucap Rena kesal
Ya mau gimana lagi Ka, ini bakso yang lagi viral " ucap ina
" Mana kursinya pun penuh " ucap Rena semakin kesal
" Iya ya ka gimana ini " ucapnya ina
" Kamu saja yang pesan " ucap Rena
" Aku bisa saja pesan tapi kita duduk dimana, atau mau dibungkus saja " ucap Ina
" Aku maunya duduk di kursi itu " ucap Rena
" Tapi kan itu sempit mana banyak orang lagi " ucap Ina menolak permintaan sang Kaka ipar
" Bagaimana kalau kita makannya di dalam mobil " ucap Rena
" Ga mau " ucap Ina masih menolaknya
" Lalu bagaimana " tanya Rena
" Aku dengar didekat sini ada taman yang pemandangannya bagus sekali " ucap Ina sambil tersenyum
" Wah ide bagus " ucap Rena senang
" Aku Pesankan dulu ya.. " ucap Ina pergi menghampiri sang pedagang bakso tersebut
" Apa yang harus aku lakukan agar antriannya sedikit " batin Ina
Ina segera mengambil handphone didalam tasnya lalu mulai mencari ide, setelah ide didapatkan iya segera melakukannya
Dut......
" Suara apa itu " ucap Ina pura-pura memencet hidungnya
" Iya siapa nih jorok tau " mereka saling tuduh
" Bagus rencanaku berhasil " batin Ina senang
" Pasti kamu ya " ucap Ina menuduh pada orang yang ada didepannya
" bukan... " ucapnya
" Atau kamu " ucap Ina maju sedikit-sedikit sambil menuduh satu persatu
" Bukan saya, saya tidak kentut mba, apalagi saya bukan, aku tidak kentut " itulah jawaban mereka hingga akhirnya Ina sampai ditempat iya tuju yaitu pedangan baksonya
Ketika mereka saling tuduh menuduh barulah Ina menghampiri sang pedagang dengan bicara berbisik-bisik
" Mang tukang bakso, aku persen bakso dua tapi mau sama mangkuknya dan air tehnya " ucapnya Ina berbisik
" Maksudnya nona apa " ucap sang pedagang bakso
" Saya beli mangkuk, gelas, bakinya juga " ucap Ina
" Tapi Neng, harusnya ngantri " ucapnya Adang pedagang
" Apa ini uangnya cukup " ucap Ina memberikan uang seratus ribuan lima lembar
__ADS_1
" Cukup-cukup nona, tunggu sebentar " ucap sang pedagang langsung melayani Ina
" Loh ko si mbaknya ada disini.. " ucap seseorang yang mengantri curiga melihat ina
" Saya itu anaknya bapak ini " ucap ina berbohong
" Masa anaknya cantik begini " ucap pembeli yang lain
" Emang ga boleh cantik anaknya tukang bakso " ucap Ina dengan wajah kesalnya
" Sudah selesai kan pa " ucap Ina langsung mendahului ucapan tukang bakso takutnya iya ketahuan
" Iya " ucapnya Sang pedagang sambil tersenyum
" Pa saya pamit dulu ya, assalamualaikum " ucapnya ina sambil tersenyum gembira
" Waalaikum salam " ucap sang pedagang sambil tersenyum
Ina segera membawa baki yang berisi bakso dan air lalu mengajak sang Kaka ipar ke taman yang dekat dari sana
Sesampainya ditaman mereka langsung duduk dikursi yang ada disana, Seperti suasana piknik mereka merasakan senang.
" Angin dan pemandangannya indah sekali " ucap Rena sambil tersenyum
" Ditambah ini baksonya enak sekali sumpah " ucap Ina langsung melahap baksonya
" Aku juga berpikiran begitu, baru kali ini makan bakso seperti ini " ucap Rena
Tiba-tiba handphone Rena berbunyi pertanda ada telepon masuk dari sang suami, iya segera melihatnya namun tak mengakatnya
Tut... Tut... Tut...
" Dari Ehan " ucap Rena sambil melihat wajah Ina
" Nanti kalau dia nyuruh kita pulang bagaimana " tanya Rena
" Bilang saja lagi dijalan " ucap Ina
" Aku ga mau bohong " ucap Rena
" Sini biar aku yang angkat " ucap Ina merebut Handphone milik sang Kakak ipar
" Halo kakak ku yang ganteng " ucap Ina langsung menjawab telepon milik Rena
" Kenapa kamu yang angkat teleponnya " ucap Ehan heran
" Kenapa ga boleh " ucap Ina sambil tersenyum
" Ga boleh, cepat kembalikan pada Rena aku mau bicara padanya " ucap Ehan dengan wajah kesalnya
" Kami lagi dijalan, kalian tunggulah kami pulang " ucap Ina langsung menutup teleponnya
Ina dan Rena segera melanjutkan makan baksonya sementara ditempat lain Ehan tampak begitu kesal
.
...****************...
.
" Aku akan lacak Rena dari GPS di handphonenya " ucap Ehan dengan wajah kesalnya
" Apa Rena sudah bisa dihubungi " ucap Satria
__ADS_1
" Sudah dan yang angkat ina " ucap Ehan
" Bagaimana keadaan ina " ucap Satria panik
" Entahlah katanya mereka sedang dijalan " ucap Ehan
" Sebaiknya kita menunggu di mansion saja " ucap Satria
" Aku tidak percaya mereka sedang dijalan " ucap Ehan
" Lalu bagaimana " tanya satria
" Kita lacak mereka " ucap Ehan dengan senyum jahatnya
Setelah lima menit memainkan handphonenya barulah iya mendapatkan alamat dimana sang istri berada
" Aku sudah temukan lokasinya " ucap Ehan pada satria
" Dimana " tanya Satria dengan antusias
" Cepat kita ke taman ini, sebelum mereka menghilang kembali " ucap Ehan dengan tersenyum senang
" Baiklah " ucap Satria langsung melajukan kendaraannya dengan kecepatan tinggi
sepuluh menit kemudian mereka sudah sampai ditaman itu, mereka segera mencari kedalam taman tersebut, dilihatnya istri mereka tengah asik mengobrol dan tertawa-tawa
" Ehem " ucap ucap Satria dan Ehan
Mereka langsung menoleh dan berkata " Kalian, ngapain disini " ucap Rena dan ina
" Enak-enak disini.. kita cariin dari tadi " ucap Ehan pada Rena dan ina
" Ga tau apa kita panik " ucap Satria
Rena dan Ina saling pandang lalu memandangi suaminya masing-masing dengan senyum dipaksakan.
.
.
.
.
.
.
Bersambung....
Hai Semua,, aku mau minta maf untuk sementara aku up 1 kali sehari, karena kondisi kesehatan ku sedang drop
Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......
Biar saya lebih semangat nulisnya..
Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......
So... Ikuti terus kisahnya...
Jangan bosen-bosen ya .....
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz
__ADS_1