
Sekarang Ina sudah memakai gaun yang dipilihkan Ehan, dan segera menunjukannya pada Sang Kaka dan sang Kekasih
Tap... Tap... Tap
" Hai.. " ucap Ina
" Sayang kamu cantik sekali " ucapnya Satria melihat Ina tanpa kedip
" Yang begitu dibilang cantik, lihat belahan dadanya kelihatan apa kamu mau Ina dilihat oleh orang dengan pakaian begitu.. agak seksi " ucap Ehan
" Betul juga... " ucap Satria melihat kearah Ehan
" Aku ga suka kamu begitu.. " ucap Satria
" Tadi katanya suka " ucap Ina
" Ganti... sama baju warna hijau itu " ucap Satria
" Baiklah " ucap Ina sedikit kesal
" Mari silahkan Nona " ucap Sang pelayang mengantarkan Ina kekamar gantinya
" Iya " ucapnya Ina
Ina segera ganti baju dan mengenakan baju yang dipilihkan Satria, meskipun agak kesal namun iya mencoba sabar.
Ina sudah mengenakan baju warna hijau itu dan langsung menunjukannya kehadapan Ehan dan Satria
" Yang ini bagaimana " ucap Ina
" Nah ini aku suka bagus, dadanya tertutup dan lengan pendek " ucap Satria
" Bagus sih, tapi kamu ga lihat gaunnya terlalu pendek diatas lutut Ina, jika Ina berjalan kaki ada angin besar bisa keangkat tuh baju apalagi kalau Ina duduk pahanya kelihatan, apa kamu mau jika paha Ina yang mulus itu dilihat oleh orang-orang " ucap Ehan dengan senyum jahatnya
" Ka Ehan maunya apa sih " batin Ina
" Kamu benar, aku ga mau paha Ina ditonton orang banyak, cukup aku aja yang nonton " Ceplos Satria
" Dasar mesum " ucap Ehan
" Maksudku nanti kalau sudah menikah " ucap Satria sambil tersenyum dilaksakan
" Ganti lagi pake baju yang berwarna biru " ucap Ehan
" Astaga.. awas aja kalau nanti disuruh ganti baju lagi " batin Ina
" Mari silahkan Nona " ucapnya Sang pelayan
" Baiklah " ucap Ina sambil menghentakkan kakinya karena iya kesal dengan sikap sang Kaka dan sang kekasih
" Dikira aku apa harus bulak balik mengganti baju " ucapnya Ina sendiri kesal
Sekarang Ina sudah mengenakan baju warna Biru dan langsung iya tunjukan kepada Ehan dan Satria
" Ehem " ucapnya Ina dengan wajah kesal
" Nah kalau yang ini aku suka " ucapnya Satria sambil tersenyum lebar
" Hadeh.. kamu ini ya " ucap Ehan
" Memangnya kenapa " ucap Satria heran
" Menghadap kebelakang " ucapnya Ehan pada ina
" Maksud kaka " tanya ina
" Cepat menghadap kebelakang " ucap Ehan dengan wajah kesal
Ina pun segera menuruti apa yang dikatakan Ehan, tak disangka Satria malah melotot saat punggung Ina yang mulus terekspose
" Lihat punggungnya bolong " ucap Ehan
" Bukan bolong tapi kurang bahan " ucap Satria
" Kamu mau semua orang melihat punggung Ina yang putih bersih itu " ucapnya Ehan
__ADS_1
" Takan ku biarkan " ucap Satria
" Ini kenapa sih ka Ehan sama satria bikin kepalaku pusing saja " batin ina
" Lalu aku harus bagaimana.. aku sudah bulak balik ganti tapi masih saja salah lihatlah jam sudah jam berapa " ucapnya Ina kesal
" Yasudah mba, bungkus yang tadi aku pilihkan satu set ya " ucapnya Ehan dengan senyum jahatnya
" Apa, jadi Kaka sudah memilih tapi kenapa Kaka ngerjain aku " ucap Ina
" Sayang sabar " ucap Satria menenangkan emosi Ina
" Diam kamu, kamu juga sama aku cape tau " ucapnya ina
" Yasudah aku lapar " ucap Ehan cuek
" Ka Ehan awas ya " ucap Ina semakin kesal
.
...****************...
.
Mereka sudah selesai memberi baju tas sepatu dan peralatan lainnya, mereka pergi kerestoran untuk mengisi perutnya yang lapar.
" Kita makan direstoran Sunda ya " ucap Ehan sambil tersenyum jahat
" Terserah " ucapnya Ina masih kesal
" Perasaanku takut Ehan mengerjai aku lagi " batin satria
" Baiklah kalau kalian tidak protes " ucap Ehan dengan senyum penuh arti
" Lihat saja ka akan ku balas Kau sudah mengerjaiku " batin Ina sambil tersenyum jahat
Ehan, Ina dan Satria masuk kedalam Restoran Sunda yang ada di mall tersebut, dengan senangnya Ehan langsung duduk dimeja lesehan yang tersedia disana.
" Ayo jangan sungkan-sungkan " ucap Ehan pada Ina dan Satria
" Silahkan Tuan dan Nona, mau pesan apa " ucap Sang pelayan menghampiri meja Mereka
" Tidak biasa saja " ucap Satria melihat kearah Ina yang masih kesal pada Ehan
" Aku jangan sampai salah ngomong nanti Ina semakin marah padaku " ucap Satria dalam hatinya
" Awas saja dia lirik-lirik wanita lain " batin Ina
" Mba say mau pesan, Nasi putih tiga porsi jengkol, Pete, ikan asin, sambal, tumis kangkung, tahu tempe " ucap Ehan
" Baik Tuan, ini saja " ucap Sang pelayan
" Saya mau " ucap Satria terpotong oleh omongan Ehan
" Itu saja cukup jangan lupa minumnya lemon tea hangat tiga " ucap Ehan dengan senyum jahatnya
" Baik Tuan, Tunggu sebentar pesanan anda akan segera tiba " ucapnya Sang pelayan
" Terima kasih " ucap Ehan dan sang pelayanpun segera pergi dari sana dan segera menyiapkan pesanan yang dipesan Ehan
" Kaka " ucap Ina kesal
" Apa " ucap Ehan
" Kenapa ga biarkan kami memesan makananya " ucap Ina kesal
" Itu juga enak, nanti kamu cobain pasti ketagihan, iya kan satria " ucap Ehan melihat kearahnya
" Iya.. sayang " ucapnya dengan gugup
" Aku kesal sama kalian " ucap Ina melangkah pergi ketoilet
" Sayang Kamu mau kemana " tanya satria
" Mau kabut " ucap Ina dengan wajah marahnya
__ADS_1
" Biarkan saja dia ga tau kota ini " ucap Ehan dengan senyum jahatnya
" Kalian ya.. " ucap Ina segera melangkah pergi
" Sayang tunggu... " ucap Satria
" Dia hanya ketoilet kamu diam saja disini " ucap Ehan
" Tapi... " ucap Satria
" Aku mau bicara penting padamu " ucap Ehan
" Ada apa " ucap Satria ketakutan
" Kamu benar-benar mencintai Ina " tanya Ehan
" Demi Tuhan aku sangat mencintai Ina, kamu tau kan Dari dulu Ina yang aku sayangi dan cintai " ucap Satria
" Benar juga.. aku lihat dari dulu satria tidak pernah berpacaran dengan wanita lain " batin Ehan
" Apa buktinya kalau kamu mencintai Ina " tanya Ehan
" Apapun akan aku lakukan pada Ina, bahkan nyawa sekalipun akan aku berikan untuk Ina " ucap Satria dengan tulus
" Tapi kamu melupakan satu hal " ucap Ehan
" Maksud kamu " tanya Satria
" Coba kamu ingat-ingat kembali apa yang kamu lupakan " tanya Ehan balik
" Maksud Ehan apa sih aku tidak mengerti " batin Satria
" Ehan " panggil satria
" Apa " jawab satria
" Katakan maksudmu apa " tanya Satria
" Kamu ini lelaki kurang peka.. " cibir Ehan
" Katakan Ehan " ucap Satria sambil penasaran
" Kamu belum melamar Ina " ucap Ehan
" Astaga Aku lupa " ucap Satria
" Persiapkan lamaranmu yang romantis dan bahagiakan Ina " ucap Ehan sambil tersenyum
" Aku janji akan membahagiakan Ina sampai kapanpun " ucap Satria tersenyum senang
" Meskipun Ehan jahitnya minta ampun tapi sebenarnya dia baik hati " batin Satria
.
.
.
.
Bersambung....
Semoga kalian terhibur...
Aku up jam 16 : 00
Tungguin ya...
Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......
Biar saya lebih semangat nulisnya..
Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......
So... Ikuti terus kisahnya...
__ADS_1
Jangan bosen-bosen ya .....
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz