Kisah Cinta Anak Kembar CEO

Kisah Cinta Anak Kembar CEO
Episode 63


__ADS_3

Niko sudah memasang semua alat diwarung Marni, setelah selesai Niko segera menuju proyek untuk bekerja, disana sudah ada Niko dan Ehan yang menunggu mereka.


Meskipun puasa mereka masih semangat bekerja, meskipun awalnya rencana mereka bukan untuk bekerja namun untuk memata-matai


Ina dan Marni sedang membersihkan warungnya, Karena mulai besok iya Tidak akan jualan karena iya menghargai bulan puasa.


Tiba-tiba sang mandor itu datang lagi kewarung Marni karena iya mendengar jika Marni tidak akan lagi berdagang, namun tujuan utamanya Kesana bukan karena itu tapi karena iya mau melihat Ina.


" Hai ina " sapa sang mandor mengagetkan ina


" Astagfirullah pa saya kaget " ucap Ina kaget karena iya terlalu Fokus dengan pekerjaannya


" Kenapa kamu kaget, sini duduk " ucap sang mandor


" Ada apa pa " ucapnya duduk saling berhadapan dengan sang mandor


" Kamu kenapa melamun.. em " ucapnya Sang mandor melihat wajah ina


" Terpaksa deh bohong, padahal lagi puasa.. maafkan aku ya Allah " ucap Ina dalam hatinya


" Ibu saya pa " ucapnya dengan wajahnya pura-pura sedih


" Ibu kamu kenapa lagi " ucapnya


" Butuh biaya lagi " ucap Ina sambil menundukkan kepalanya


" Kalau kamu mau kamu bisa pinjam lagi dari saya " ucap sang mandor


" Tapi pa nanti saya ga bisa bayarnya bagaimana " ucapnya


" Kalau mau kamu kamu bisa pergunakan semua uangku asal kamu mau jadi istriku yang ke lima " ucapnya dengan menggenggam tangan Ina


" Najis sekali ini tua bangka " keluh dalam hati Ina kesal


" Tapi saya belum siap untuk nikah pa " ucapnya memandang wajah si mandor


" Aku akan menunggu kamu siap jika kamu mau " ucap dengan terseyum senang


" Astaga ini tua Bangka bukanya ingat umur malah begini ga habis pikir " batin ina


" Kamu butuh uang berapa lima puluh juta, atau seratus juta " ucap Sang mandor


" Em itu... aku.. " ucapnya pura-pura gugup


" Katakan saja, Kamu ga usah sungkan " ucapnya


" Aku butuh satu miliar " ucapnya Ina hanya ingin tahu apakah iya memang punya banyak uang


" Kalau segitu mah ada, kamu ga usah khawatir " ucapnya


" Alhamdulillah kalau begitu pa " ucapnya pura-pura senang


" Aku harus transfer kapan " ucap sang mandor

__ADS_1


" Kalau siang ini bagaimana pa, aku sore mau pulang ke kampung " ucap Ina


" Kamu mau ninggalin aku " tanya sang mandor


" Tidak pa, aku hanya akan membawa ibu saya kesini, kan disini rumah sakitnya alat-alat kumplit kalau dikampung saya kan terbatas " ucapnya agar sang mandor tak curiga jika memang iya besok akan pergi ke Jakarta


" Perlu saya antar " ucap Sang mandor


" Tidak pa, saya takut mamah saya curiga sama saya " ucap Ina


" Tapi kamu janji jika kamu sudah berada disini kau harus telepon saya, biar saya bisa ketemu kamu " ucap genit sang mandor


" Baik pa " ucap Ina sambil tersenyum


" Bagus deh jika dia terpancing " ucap Ina merasa lega dalam hatinya


Sang mandor pun memangil Marni dan berbicara padanya.


" Marni " pangilnya


" Iya pa, ada yang bisa saya bantu " ucapnya


" Duduk sini " ucap sang mandor


Marni pun duduk disebelah sang mandor, merekapun berbicara penting disana


" Katanya kamu mau nutup ini warung selama sebulan " tanya sang mandor


" Betul pa " ucap Marni sambil tersenyum


" Ini bulan puasa pa, saya menghormati orang yang puasa " ucapnya tampak gugup


" Tapi saya butuh warung ini, untuk menyediakan makan untuk para pegawai saya " ucap Sang mandor


" Mungkin maksud Marni begini pa, nanti bakal ada saudara saya yang akan jualan disini " ucap Ina memandang wajah Marni seakan menyetujui perkataanya.


" Benar itu Marni " tanya sang mandor


" Betul pa " ucapnya singkat


" Siapa yang akan berjaga di warung ini, apakah Ehan merencanakan sesuatu kenapa tidak bilang kesaya " batin Marni


" Ka Ehan kan bilang Dia akan bawa temannya perempuan kesini, apa dia tidak bilang sebelumnya pada marni " batin Ina


" Syukurlah lah kalau begitu, saya jadi lega " ucap sang mandor


" Iya pa, " ucap Mereka


" Pa kalau begitu kami permisi kedalam dulu, masih banyak pekerjaan didalam " ucap pamit ina


" Iya silahkan " ucapnya


" Ayo marni " ajak ina

__ADS_1


" Iya "


Merekapun segera masuk kedalam diruangan tersembunyi mereka berbicara penting


" Ina, maksud kamu apa orang yang akan gantikan aku diwarung ini " ucap Marni heran


" Ka Ehan sepertinya lupa berbicara sama Kamu ya " ucap Ina


" Ehan ga ada ngomong apa-apa" jawab


" Jadi gini loh ka selama sebulan, bakal ada temennya ka Ehan disini gantiin Kaka, rencananya sih mau godain yu mandor karena besok aku sama satria sudah harus pulang, cuti kami sudah habis " ucap Ina


" Oh begitu ya, kalau aku sih ga keberatan tapi Ehan harusnya ngomong dulu sama saya " ucap Marni dengan wajah kesal


" Mungkin ka Ehan lupa.. nanti deh aku suruh ka Ehan kesini dan jelaskan sama kamu " ucapnya Ina


" Yasudah kalau begitu, kita hanya akan merapikan warung ini, kalau besok dipake lagi " ucap Marni


" Siap bos " godanya


" Apaan sih " ucap Marni


" Marni, aku minta maaf selama disini aku sering nyusahin kamu.. aku juga minta maaf jika aku banyak salah " ucapnya langsung memeluk marni


" Aku sudah memaafkan kamu, kamu juga harus maafkan aku ya... sering-sering main kesini.. kamu sudah ku anggap sahabatku " ucap Marni balas memeluk Ina


" Siap nanti aku akan sering kesini dan nanti kamu harus main kerumah ku juga.. biar tau ibu kota kaya gimana " ucap Ina


" Siap "


.


.


.


.


.


Bersambung....


Hayo tim Satria Sama Ina mana suaranya...


sudah dipencet belum tombol Like....Komen..... dan Vote ......


Biar saya lebih semangat nulisnya..


Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......


So... Ikuti terus kisahnya...


Jangan bosen-bosen ya .....

__ADS_1


Marhaban ya Ramadhan


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... dan selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan, jangan lupa jaga kesehatan ya guyz


__ADS_2