Kisah Cinta Anak Kembar CEO

Kisah Cinta Anak Kembar CEO
Episode 57


__ADS_3

Kini mereka pulang bersama-sama menuju rumah kontrakan itu, sesampainya disana mereka terduduk lelah diruang tv.


Ina dengan senyum senangnya duduk diantara Ehan Satria, namun satria malah menjauh dan pergi kekamarnya langsung membersihkan diri dan tak lupa menggosok gigi agar mulutnya tidak bau jengkol


" Ka " lirih ina


" Apa " ucap Ehan dengan lelah


" Hari ini aku cape banget rasanya enak kalo kita ke spa dan dipijit " keluh Ina


" Ini didesa dek, mana ada spa kalau tukang pijit ada " ucap Ehan


" Badanku serasa remuk " keluh Ina kembali


" Harusnya yang ngeluh begitu kakak kamu bukan kamu " cibir Ehan


" Tetep saja aku juga cape " keluhnya


" Cepat mandi kamu bau ketek Dek " cibir Ehan pada ina


" Masa sih ka, sebau apa sih " ucapnya Ina kesal dan pergi kekamarnya lalu segera membersihkan tibuhnya


" Kamu pesankan dulu makanan, aku mau mandi dulu " ucap Ehan melangkah pergi kekamarnya untuk mandi


" Baik bos " jawab Niko


Makanan pun sudah datang mereka berkumpul untuk memakan makanan nya bersama-sama, setelah selesai makan barulah Ina bercerita dan menyuruh mereka mendengar rekaman yang iya sudah rekam


" Aku kenyang banget " ucap Ehan wajah kekeyangan


" Sama aku juga " ucap Niko


" Pengumuman.... Kalian semua harus mendengarkan aku " ucap ina


" Apa sih Dek, berisik " ucap Ehan


" Ish kaka " ucapnya Ina tidak terima


" Ina cantik memangnya kenapa " tanya satria


" Aku mau kalian dengarkan ini dengan baik-baik " ucap Ina dengan senang


" Ok " ucap mereka


Rekaman pun diputar Ina, keadaan menjadi hening dan sangat serius, satu demi satu percakapan pun didengarkan mereka hingga rekaman itu habis.


" Ina apa yang Kau lakukan " ucap Ehan dengan wajah kesal


" Kaka aku bantu kaka " ucapnya


" Ini terlalu berbahaya.. " bentak Ehan


" Han, jangan keras-keras ngomong sama Ina kasian " bela satria


" Diam kamu " bentak lagi


" Bukanya terima kasih malah gitu " cibir Ina kesal menghentakkan kakinya dan melangkah menuju kamarnya namun langkahnya terhenti saat Ehan memeluknya


" Maafkan Kaka, jika terlalu kasar padamu, Kaka hanya tak mau jika Kau melakukan itu, itu terlalu berbahaya, mandor itu sangat licik " ucap Ehan memeluknya dan mengusap rambut Ina


" Tapi aku mau bantu kaka " ucapnya kekeh


" Jangan libatkan dirimu seperti itu " ucap Ehan masih membujuk sang adik


" Tapi ka selangkah lagi kita bisa menghancurkan dia " ucap Ina


" Sebaiknya kita gabung bos, dia sangat licik mana bisa ditangani sama kita " ucap protes Niko


" Aku bantuin kamu Han " ucap Satria

__ADS_1


" Please kak, Ina mohon mau ya Ina janji tidak akan terjadi apa-apa pada ina " ucap Ina dengan wajah memelas


" Apa ini benar, melibatkan Ina dalam bahaya " batin ehan


" Ayolah kak " rengek Ina


" Tapi janji kamu ga boleh ketahuan dan terluka " ucapnya Ehan dengan wajah ragu


" Kamu tenang aku akan jagain dia " ucap Satria sambil tersenyum


" Jagain sama hantu aja takut " cibir Ehan


" Ya kan hantu bukan manusia, lagian wajahnya seram-seram " ucap Satria sambil cengengesan


" Ish Koi ini " ucapnya Ehan dengan kesal


" Ka, lebih baik Kaka cek rekening satria, hari ini dia kan transfer aku Dua puluh juta, Kaka cek buku tabungan mandor itu kan kemampuan Haker Kaka bagus " ucap ina


" Bener juga " ucap Niko


" Kita siapkan Laptopnya kota selesaikan malam ini juga " ucapnya Ehan


" Maksudnya kita lembut " ucap Niko


" Ide yang bagus .." ucap Ehan


" Yes semuanya sedang pada sibuk sebaiknya aku bawa Ina cantik jalan-jalan " batin Satria


" Waduh.. si bos benar-benar sampai pagi nih " batin Niko


" Kita beli bakso yu " Bisik satria pada Ina


" Tapi nanti kalau aku gendut gimana " ucap Ina bingung


" Aku Nerima kamu apa adanya ko Ina cantik " rayu Satria


" Em gimana ya " ucap Ina bingung


" Yaudah deh " ucap Ina pergi menuju tukang bakso yang berada di daerah itu lumayan jauh dari kontrakan itu.


.


...****************...


.


Mereka berjalan bersama dengan dihiasi bintang-bintang di langit yang berkelap-kelip, Sepanjang perjalanan kesana satria sangat bahagia iya pun memberikan jekeynya pada Ina, takut Ina masuk angin


" Akai ini dulu " ucap Satria memakaikan jaketnya pada Ina


" Tai nanti kamu kedinginana " ucap ina


" Lebih baik aku yang sakit dari pada kamu " ucap Satri sambil tersenyum


" Gombal " ucap Ina tersipu malu


" Ini ungkapan dari hati yang terdalam " ucapnya Satria mengandeng tangan ina


" Apaan sih kamu " ucap Ina hendak melepaskan gandengan tangan satria namun satria malam mempererat gandenganya


" Jangan dilepas " ucap Satria


" Memangnya kenapa " tanya Ina


" Karena aku Takan melepaskan mu sampai kapanpun " ucap Satria dengan tulus


" Tapi dokter Dinda bagimana " tanya Ina


" Seribu wanita didunia ini tak ada yang bisa gantiin kamu dihatiku.. " ucap Satria masih menggenggam tangan Ina

__ADS_1


" Kamu yakin " tanya ina lagi


" Dari dulu sampai sekarang aku Takan berpaling " jawabnya


" Aku ga akan maksa kamu buat Nerima aku jadi istriku, tapi yang harus kamu tau aku akan selalu berada di sampingmu dalam keadaan apapun " ucap Satria mencium tangan ina


" Hatiku sangat tergugah dengan apa yang satria katakan, apa yang harus aku lakukan, aku pun tak mau membohongi diriku sendiri " tanya hati Ina pada diri sendiri


Merekapun sudah sampai diwarung bakso tersebut, mereka segara memesan dua mangkuk bakso. lima menit kemudian bakso pun datang terlihat satria memperlakukan Ina dengan istimewa


" Biar aku yang Suapin kamu " ucap Satria


" Tapi aku bisa sendiri " tolak ina


" Aku akan buat kamu adalah wanita istimewa saat bersamaku " ucap Satria dengan terseyum senang


" Sepertinya Satria Tulus " batin Ina


" Kamu mau pakai pedas " Satria pada ina


" Tidak " jawab ina


" Coba cicipi enak tidak " ucap Satria menyodorkan baksonya pada ina


Dengan lahap Ina memakan baksonya sampai habis tanpa sisa, satria senang melihatnya namun Ina malah malu, padahal iya tadi sudah makan nasi sekarang makan bakso banyak pula


" Kamu ternyata suka bakso " ucap Satria


" Iya enak baksonya " ucap Ina


" Kalau kamu suka aku bisa sediakan bakso tiap hari, atau kalau kamu mau aku bisa bikinkan pabrik bakso khusu buat kamu " ucapnya dengan terseyum senang


" Ya kali, nanti badanku kaya bakso " ucap Ina


" Sekarang giliran kamu makan " ucap Ina


" Siapin dong calon suaminya " goda satria


" Maksud kamu " ucap Ina


" Ya aku lah calon suamimu siapa lagi " ucap Satria menggodanya


" Ish.. aku belum bilang iya atau tidak juga " ucap Ina pipinya jadi memerah


.


.


.


.


.


Bersambung....


Ina sama Satria Dibikin jadian sekarang atau nanti ayo coba minta pendapatnya..


Hayo tim Satria Sama Ina mana suaranya...


sudah dipencet belum tombol Like....Komen..... dan Vote ......


Biar saya lebih semangat nulisnya..


Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......


So... Ikuti terus kisahnya...


Jangan bosen-bosen ya .....

__ADS_1


Marhaban ya Ramadhan


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... dan selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan, jangan lupa jaga kesehatan ya guyz


__ADS_2