
Datanglah suster membawakan anak Ehan dan juga anak satria dengan senyum bahagia mereka segera masuk kedalam ruangan Rena dan Ina
Tok... Tok... Tok...
" Masuk " ucap Ehan
" Selamat siang semuanya, saya kesini ingin mengantarkan bayi-bayi lucu ini " ucap sang suster
" Itu bayi siapa sus " ucap Ina
" Ini bayi Nona Rena dan Tuan Ehan " ucap sang suster
" Alhamdulillah... bayi ku " ucap Rena senang
Sisil dan Leo segera menghampiri box tersebut dilihatnya cucu pertama dan kedua mereka begitu tampan dan cantik
" Mas mereka lucu-lucu sekali " ucapnya Sisil meneteskan air matanya
" Iya sayang, aku jadi ingat dulu kamu melahirkan " ucap Leo memeluk sisil
" Waktu cepat berlalu ya sayang " ucap Sisil sambil tersenyum
" Sekarang kamu akan menjadi Oma dan aku opa " ucap Leo sambil tersenyum
" Iya sayang " ucap Sisil
" Rena boleh bunda gendong cucu bunda " ucap Sisil
" Silahkan Bunda " ucapnya Rena sambil tersenyum
" Kalau begitu ayah juga mau gendong " ucap Leo
" Terus aku gendong siapa " ucap Ehan
" Gendong baby ku saja " ucap Satria sambil membawa box babynya bersama kedua suster
" Aku kesal sama mereka " ucap Ehan
" memangnya kenapa sayang " tanya Rena
" Masa mereka dalam perut saja mau keluar tadi sudah Jambak rambutku, remas-remas tanganku " ucap Ehan kesal
" Kamu kena karma, kamu kan sering mengerjai Satria " ucap Sisil
" ih Bunda ko begitu " ucap Ehan
" iya nih ka Ehan suka jahat sama kita, jadi yang balas baby kita " ucap Ina sambil tertawa-tawa
" Kalian ini " ucap Ehan
" Ayolah ka gendong baby ku kasian dia ga ada yang gendong " ucap Ina dengan tersenyum jahat
" Iya sayang gendong saja " ucap Rena
" Baiklah, ini karena kamu yang mint sayang " ucap Ehan pada sang istri
Lalu digendong lah putra satria dan Ina, awalnya semua tampak baik, bahkan bayi kecil itu tersenyum pada Ehan tapi tiba-tiba baby kecil itu mengompol dan baju Ehan basah dibuatnya
" Astaga,, kamu ya kenapa ga bilang kalau mau pipis " ucap Ehan semakin kesal
__ADS_1
" Ehan masa bayi ngomong mau pipis gimana sih kamu " ucap Sisil
" Lihat bunda, bayinya ga sopan " ucap Ehan
" Sayang ga boleh marah-marah " ucap Rena
" Pasti kalian sekongkol dengan ayah dan ibumu ya... ngerjain pamanmu " ucap Ehan
" Lah ka, masa iya bayi bisa kita pengeruhi " ucap Ina tertawa
" Kamu anak yang berbakti pada orang tua nak " ucapnya Satria sambil tertawa-tawa
" Ish... " ucap Ehan dengan wajah kesalnya
" Kamu yang sabar y ehan " ucap Leo
" Kalian ga ada yang dukung aku " ucap Ehan
Mereka tertawa-tawa melihat tingkah Ehan yang dibuat kesal oleh bayi Ina dan Satria, namun bukan hanya itu yang bayi lakukan iya juga pup tepat ditangan Ehan, karena sang baby tidak pakai pemper maka Ehan merasakan hangat dan bau saat iya menggendong bayi tersebut
" ish... bau apa ini " ucap Ehan
" Ga bau ko " ucap mereka hern
" Astaga baby nya pup " ucap Ehan merasa jijik
" Benar-benar ini bayi ya " batin Ehan
" Bayi ya benar-benar membencimu ka " ucap Ina sambil tersenyum
" Bunda, gimana ini " ucap Ehan
" Sini baby nya biar bunda ganti celananya, sebaiknya kamu kekamar mandi sana, bau sekali " goda sang bunda
" Sudah sayang ke toilet dulu gih " ucap Rena
" Baiklah sayang aku ketoilet dulu " ucap Ehan melangkah pergi dari sana
Sementara kelima bayi itu ditidurkan kembali kedalam box yang ada disana, setelah Sisil mengganti celana bayi Ina, iya langsung menelepon Farel dan Mey-mey, Sisil juga mau tau kabar mereka kapan akan lahiran
" Aku mau telepon dulu Farel dan Mey-mey " ucap Sisil
" Iya sayang " ucap Leo
Sisil segera mengambil handphonenya didalam tasnya dan langsung menelepon sang putranya
Tut... Tut...Tut...
" Halo assalamualaikum bunda " ucap Farel
" Waalaikum salam nak, kamu apa kabar " tanya Sisil
" Alhamdulillah kami baik dan sehat, bunda apa kabar " tanya Farel
" Alhamdulillah Bunda juga sehat sayang.. " ucap sisil
" Syukurlah kalau begitu " ucap Farel senang
" Oh iya nak, kapan diperkirakan oleh dokter Mey-mey melahirkan " tanya Sisil
__ADS_1
" Lima hari lagi bunda " ucap Farel
" Sebentar lagi ya, kamu jaga baik-baik Mey-mey " ucapnya Sisil
" Iya bunda sayang " ucap Farel
" Oh iya, Rena dan Ina sudah melahirkan " ucap Sisil
" Alhamdulillah, terus sekarang bagaimana keadaan mereka " ucapnya Farel
" Alhamdulillah, bayi dan ibunya sehat " ucap Sisil
" Aku ikut senang, aku pengen Kesana tapi keadaan Mey-mey tidak memungkinkan " ucapnya Farel
" Kamu lebih baik jaga Mey-mey, takutnya jatuh atau perutnya kontraksi ditengah malam " ucap sisil
" Iya bunda aku juga takut " ucap Farel
" Insya Allah, bunda nanti setelah Ina dan Rena keluar rumah sakit akan segera menuju Surabaya " ucap Sisil
" Iya bunda, farel dan Mey-mey kangen bunda " ucap Farel
" Bunda juga kangen kalian " ucap Sisil
" Yaudah kamu sebaiknya menyuruh Mey-mey banyak istirahat " Sisil
" Iya Bunda, dokter juga menyuruh begitu " ucap Farel
" Yasudah bunda doakan Mey-mey lahirannya lancar " ucap Sisil
" Aamiin bunda, terima kasih " ucap Farel
" Sama-sama nak " ucap Sisil menutup teleponnya
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung....
Aku percepat ya part nya...
Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......
Biar saya lebih semangat nulisnya..
Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......
So... Ikuti terus kisahnya...
__ADS_1
Jangan bosen-bosen ya .....
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz