
Riki sudah datang dan menghampiri Ehan, iya juga heran tadi melihat Dona diseret dan di usir oleh satpam
" Eha.. UPS maksudku Tuan.. itu Dona kenapa " tanya Riki
" Aku usir " ucap Ehan santai
" Apakah Tuan Farel nanti akan tau akan semua perbuatan mu pada Dona " ucap Riki
" Terserah lah aku hanya tak mau abangku memilih orang yang salah " ucapnya
" Tuan Farel sudah menunggu anda, sebaiknya Kita pergi sekarang " ucap Riki
" Ish.. Kau benar-benar kaku, tidak seperti Temanku " Ledek Ehan
" Ini di kantor Tuan, Anda harus Profesional " cibir Riki
" Ok, ayo kita pergi " ajak Ehan
" Mari Silahkan Tuan " ucapnya sopan
Riki dan Ehan pun segera menuju rumah sakit untuk menemui Farel dan membahas masalah pekerjaan.
.
...****************...
.
Dona segera pergi dari perusahaan itu, dan melajukan mobilnya ke suatu tempat yang kosong seperti gudang
Disana ada preman yang Dona bayar untuk menyekap seseorang, Dona sudah sampai ditempat itu langsung pergi kedalam
" Siang Nona " ucap Salah satu preman
" Dimana orang itu " ucap Dona dengan wajah kesla
" Ada Nona, Dia sedang makan " ucapnya
" Antarkan Saya padanya "
" Baik Nona.. "
Mereka menuju ruangan penyekapan itu, disana suasana sepi dan sedikit gelap. Dona segera masuk kedalam ruangan itu.
" Ini Orangnya Nona "
" Siapa kamu " tanya Pa Edi
" Tidak penting Nama saya, saya hanya ingin kita bekerja sama " ucap Dona
" Tolong lepaskan saya " ucap Pa Edi berteriak-teriak
" Berisik " bentak Dona
" Nona lepaskan saya.. tolong Nona " ucap Pa Edi
" Saya bilang Diam... kalau tidak diam saya robek mulutmu ancam Dona
__ADS_1
" Apa yang Nona mau dari saya " ucapnya
" Kamu turuti semua keinginan ku " ucap Dona
" Apa untungnya buat saya " ucap Pa Edi
" Kamu akan ku lepaskan dan akan saya beri imbalan jika rencana kita berjalan sesuai yang saya inginkan " ucap Dona dengan Senyum jahatnya
" Sebenarnya siapa dia, kenapa Dia mengurungku disini terus " batin Pa Edi
" Bagimana " Tanya Dona
" Berapa imbalanya " tanya balik Pa Edi
" Mata Duitan sekali dia, tapi ini satu-satunya cara " batin Dona
" Lima puluh juta " ucap Dona
" Apa Lima puluh juta... " ucap Pa Edi ragu
" Kenapa tidak mau " ucap Dona
" Kalau seratus juta aku mau " ucapnya
" Yasudah kalau tidak mau, tapi selamanya Kau akan terkurung disini " ucapnya Dona sambil tertawa senang
" Ini cewe gila apa, Aku ga mau jika terus-menerus disini " batin Pa Edi
" Bagaimana " ucap Dona
" Baik, lima puluh juta " ucap Pa Edi
" Tugas Kamu hanya memisahkan Farel dengan Mey-mey anakmu " ucapnya Sambil tersenyum jahat
" Farel siapa " tanyanya yang belum pernah mendengar nama itu
" Farel itu atasan Mey-mey di kantor, dia tunangan ku " ucap Dona
" Oh, Ok kalau soal itu nanti saya akan memisahkan mereka " ucap Pa Edi
" Aku ingin Mey-mey pergi jauh dari hidup Farel, entah menikah dengan orang lain atau Kau bawa pergi terserah.. yang jelas ini harus berhasil " ucapnya Dona
" Baik, " Ucap Pa Edi
" Kalau ini berhasil aku bayar dua kali lipat jadi seratus juta gimana " ucap Dona
" Baiklah tapi lepaskan saua " ucap Pa Edi
" Hey Kamu cepat lepaskan dia " ucap Dona pada salah satu preman suruhannya
" Baik Nona " ucapnya langsung melepaskan ikatanya
" Ini untuk DP diawal.. kalau sampai Kamu gagal aku akan buat kamu jadi santapan singa di kebun binatang " ancam Dona sambil tersenyum jahat
" Baik Nona. " ucap Pa Edi sedikit takut
" Seram sekali ini perempuan, aku harus berhasil memisahkan anak sialan itu " batin Pa Edi
__ADS_1
" Kamu boleh Pergi " ucap Dona
" Baik Nona " ucapnya Pa Edi
" Tunggu " ucap Dona
" Ada apa Nona " ucapnya Pa Edi heran
" Kamu Antarkan Dia kerumah sakit, B " ucap Dona pada salah satu Preman suruhannya
" Tapi Nona kenapa kerumah sakit " ucap Pa Edi heran
" Istrimu sedang dirawat disana, bersikap baiklah jika Ingin rencana ini berhasil, Mey-mey pasti memaafkanmu dan itu kesempatanmu untuk memisahkan Dia dengan Farel " ucap Dona
" Baik Nona " ucapnya
" Awasi Dia dari jauh " bisik Dona pada salah satu Preman itu
Pa Edi pun pergi bersama preman-preman itu kedalam sebuah mobil, dan preman itu menurunkan Pa Edi dirumah sakit itu
Pa Edi langsung menuju ruangan ICU sesuai yang disuruh Dona, iya melihat Mey-mey disana dengan pria. Iya langsung bersembunyi agar tidak ketahuan
" Apa itu yang namanya Farel " ucap Pa Edi
" Tapi Kenapa mereka begitu akrab, apa Mereka pacaran " tanya Pa Edi dalam hatinya
" Benar-benar wanita murahan, pantas saja perempuan yang tadi terlihat begitu benci dengan Mey-mey " ucapnya
" Sepertinya lelaki itu mau pergi dari sana " ucapnya yang terus mengamati Mey-mey dan Farel
" Bagus dia pergi, aku harus segera menemui Mey-mey dan berpura-pura didepan dia, agar dia iba " ucap jahatnya
Pa Edi langsung keluar dari tempat persembunyiannya ketika Farel pergi dari tempat itu, iya pun segera mendekatkan tubuhnya dengan Mey-mey dengan mata air matanya berlinanag
,
.
.
.
Bersambung....
Aku up lagi malam... tungguinya
Hayo mana tim Farel dan Mey-mey mana suaranya...
Jangan mau kalah sama tim Satria Sama Ina.. dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......
Biar saya lebih semangat nulisnya..
Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......
So... Ikuti terus kisahnya...
Jangan bosen-bosen ya .....
__ADS_1
Marhaban ya Ramadhan
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... dan selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan, jangan lupa jaga kesehatan ya guyz