
Flash Back
Operasi pun sudah berakhir, dengan perasaan kecewa Ina keluar dari ruang oprasi, iya tak bisa lagi membendung perasaan sedihnya karena yang bisa iya selamatkan hanyalah sang bayi karena sang ibu kondisinya terus menurun.
Ina keluar ruangan itu dan segera memberitahukan hasil Operasi nya pada pihak keluarga pasien.
" Keluarga Bu santi " ucap Ina dengan nada sedih
" Saya suaminya dok.. bagaimana keadaan istri saya " ucapnya
" Maafkan Kami pa, Kami sudah berusaha dengan semaksimal mungkin namun sang ibu tak bisa tertolong" ucap Ina sambil meneteskan air matanya
" Apa Dok " ucap suami pasien histeris
" Maafkan saya pa.. bapak yang kuat ya dan tabah " ucap Ina menundukkan kepalanya
" Ini tidak mungkin dok "
" Bapak Kuat demi anak bapak, dia sudah lahir anak laki-laki sehat dengan berat 3 kg " ucap Ina segera meyerahkan bayi itu untuk segera diadzani oleh sang ayah
" Dok... tolong saya.. saya ga mau istri saya meninggalkan saya dan anak kami " ucapnya sambil meneteskan air matanya
" Mohon maaf Pa " ucap Ina segera pergi dari sana karena tak kuat melihat wajah Suami pasien yang tampak kacau
Sedangkan Ina kembali keruangan operasi itu, tampak suster membawa jenazah Bu Santi kekamar Mayat
" Tunggu... " ucap Ina menghentikan para suster itu
" Ada apa " ucap Salah satu pasien
" Aku ingin berbicara dahulu denganya " ucap Ina pada jenazah itu
" Silahkan "
" Bu maafkan saya tidak bisa menyelamatkan Ibu, Ibu yang tenang di alam sana " ucap Ina berbisik pada mayat tersebut
Tiba-tiba Dokter Andi datang dan menghampiri Ina, iya pun merasa sedih dengan keadaan Ina sekarang
" Dokter Ina " panggilnya
" Suster silahkan bawa mayatnya kekamar mayat... " ucap Dokter Andi
Dokter Andi pun melihat wajah Ina yang tampak kacau dan merasa bersalah karena sebelum-sebelumnya iya belum pernah diposisi itu.
" Dokter Ina apa Kau baik-baik saja... " ucap Dokter Andi melihat Ina menangis
" Ini semua salahku.... " ucap Ina sambil berderai air matanya
" Ini kehendak Tuhan, Kita sudah berusaha semampu kita.. jangan merasa bersalah " ucap Dokter Andi memeluk Ina dan mencoba menenangkannya
" Rasanya hatiku sakit " ucap Ina
__ADS_1
" Jangan begitu, Kamu tenangnya... semua akan kembali seperti dulu " ucap Dokter Andi
.
...****************...
.
Tampak wajah Satria menjadi marah dan kesal, iya pun segera menghampiri Ina.
" Apa-apa ini " ucap Satria kesal dan marah
" Satria " ucap Ina kaget
" Lepaskan tanganmu dari ina cantikku" ucap Satria kesal
" Ina cantik kamu tidak apa-apa kenapa matamu sembab dan wajahmu seperti habis menangis " ucap tanya Satria
Kini Ina tak bisa memendung kesedihan nya lagi, dengan berderai air matanya iya menatap wajah satria
" Ina cantik kamu kenapa " lirih satria
" Aku... Aku .. " Tanya langsung memeluk satria
" Kamu tenang ya sayang, aku disini selalu menjagamu dan melindungi mu " ucap Satria sambil tersenyum
" Sebenarnya apa hubungan mereka saat ini " batin Dokter Andi
" Sekarang lebih baik kita keruanganmu " ucapnya Satria menuntun Ina keruangan ina
" iya "
Kini Satria dan Ina menuju ruangan Ina, sesampainya disana iya mencoba menenangkan Ina yang masih menangis
" Ada apa sebenarnya dengan Ina, mau bertanya tapi keadaanya seperti ini batin satria
" Ina cantik coba jelaskan padaku ada apa sebenarnya " ucap Satria terlihat ragu-ragu menanyakan hal itu
" Aku mengoperasi pasien korban tabrak motor namun Pasien itu meninggal.. ini untuk yang pertama kalinya aku gagal.. " ucapnya sambil menangis
" Sudah jangan menangis.. ini semua bukan salah kamu.. ini semua takdir dari Tuhan " Ucap satria memeluk kembali Ina dan membelai rambut nya mencoba menenangkannya
" Aku merasa kasian sama baby nya " ucap Ina sudah sedikit tenang
" Kan ada bapaknya.. ada keluarga nya.. jadi kamu jangan khawatir. yang ada kaku harus pikirkan nanti baby kita " goda satria
" Nikah aja belum udah mikirin baby " ucapnya ketus
" Terus kapan dong kita nikah " ucap Satria yang masih menggoda ina
" Aku belum berpikir kearah sana " ucapnya Ina dengan wajah cemberut
__ADS_1
" Loh kenapa sayang " ucapnya heran
" Kita masih muda.. " ucap ina
" Kamu tenang aku bisa bertanggung jawab padamu dan anak kita nanti, aku bahkan akan menjadi suami yang baik dan ayah yang bertanggung jawab pada anak kita nanti " ucap Satria dengan sorot mata menatap Ina serius
" Apakah Kau mau menjadi istri ku " ucap Satria pada ina
" Aku mau tapi tidak sekarang " jawab Ina
" Kenapa sayang " ucap Satria memeluk kembali ina
" Aku belum siap " ucap jujur Ina namun satria hanya tersenyum mendengar apa alasan ina
" Aku Takan memaksamu sekarang.. tapi kalau kita tunangan kamu mau kan " ucapnya penuh harap membelai rambut Ina
" Emang Kamu berani bilang mau tunangan pada Ayahku " ucap Ina sambil tersenyum
" Kamu tenang saja, meskipun ayahmu galak tapi aku Takan meyerah mendapatkan restu darinya... percayalah padaku " ucap Satria meyakinkan ina
" Aku percaya padamu Satria.. " ucap Ina sambil tersenyum
" Terima kasih ya sayang " ucap Satria
" Sama-sama " ucap Satria
" Sebenarnya dalam hatiku aku cemburu melihatmu dengan dokter Andi Meskipun aku tau hatimu hanya untuk ku, namun kita tak pernah tau akan banyak rintangan yang kita akan hadapi untuk mempertahankan hubungan ini, makanya aku mengajakmu minimal tunangan agar tidak ada lagi yang memisahkan kita.. meski aku maunya menikah denganmu " keluh kesah satria dalam hatinya..
.
.
.
.
Bersambung....
Tim Ina dan Satria mana suaranya....
Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ...... belum
Biar saya lebih semangat nulisnya..
Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......
So... Ikuti terus kisahnya...
Jangan bosen-bosen ya .....
Marhaban ya Ramadhan
__ADS_1
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... dan selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan, jangan lupa jaga kesehatan ya guyz