Kisah Cinta Anak Kembar CEO

Kisah Cinta Anak Kembar CEO
Episode 150


__ADS_3

" Sekarang ayah bingung siapa yang punya darah golongan A dan akan mendonorkan darahnya pada Farel " ucap Leo


" Tuan, bagaimana kalau satria yang mendonorkan darahnya pada Tuan Farel, kebetulan Satria golongan darahnya sama dengan Tuan Farel yaitu golongan darah A" ucap Renal


" Alhamdulillah, ini kabar bagus " ucapnya Ehan senang


" Kamu cepat hubungi satria dan suruh dia kemari dan bawa Ina sekalian " ucapnya Leo


" Baik Tuan " ucap Renal


" Farel... cepat bangun sayang.. aku merindukanmu " ucap Mey-mey dalam hatinya


" Sekarang kamu bisa lega karena Farel sebentar lagi akan sembuh " ucap Ehan dengan wajah pucatnya


" Iya Ehan terima kasih " ucapnya Mey-mey sambil tersenyum


" Nak wajahmu pucat, kamu tidak apa-apa " tanya Leo


" Tidak ayah Ehan Kuat ko " ucap Ehan sambil tersenyum


" Jaga kesehatan ya nak, kita harus punya tenaga ekstra merawat bunda dan Farel " ucap Leo


" Iya ayah, tenang saja " ucapnya Ehan


" Ehan sudah makan " tanya Mey-mey


" Aku belum lapar " ucapnya Ehan


" Tunggu disini saya kekantin dulu tuan " ucap Renal melangkah pergi dari sana


" Saya Lupa kalau semuanya belum pada makan termasuk saya, sebaiknya saya membelikan mereka makan " batin Renal sambil membelikan makanan


Sedangkan Ehan duduk dengan tubuhnya yang lemah, tak lama kemudian Renalpun datang dengan membawa bungkusan pelastik dan segera memberikan sekotak makanan untuk Ehan


" Silahkan Tuan Muda " ucap Renal


" Apa ini Ayah Renal " tanya Ehan


" Itu makanan untuk anda Tuan " ucap Renal sambil tersenyum


" Tapi untuk sekarang saya belum lapar " ucap Ehan


" Mungkin anda tidak nafsu makan karena masih khawatir kondisi Tuan Farel dan Nyoya sisil tapi anda juga harus ingat anda harus punya tenaga untuk merawat Tuan Farel dan Nyoya Sisil nanti " ucap Renal


" Ayah Renal benar aku harus makan yang banyak agar tubuhku tak lemas dan penuh energi tidak seperti sekarang tubuhku terasa sangat lemah " batin Ehan


" Makasih Ayah Renal " ucap Ehan sambil tersenyum


" Sama-sama Tuan Ehan " ucapnya sambil memberikan makanan pada yang lainnya


" Tuan " ucap Renal

__ADS_1


" Apa " ucap Leo


" Ini untuk anda " ucap Renal


" Saya tidak mau makan karena saya tidak lapar " ucapnya Leo Sambil membuka kotak makanan itu


" Anda harus makan Tuan, agar anda punya tenaga yang kuat untuk menjaga Tuan Farel dan Nyoya Sisil " ucap Renal


" Ya kamu benar Renal, terima kasih " ucap Leo menerima makananya


Sedangkan Mey-mey yang diberikan nasi box yang sama langsung menerimanya tanpa menolaknya karena memang iya sedang lapar dan tenaganya juga sudah berkurang, iya berharap jika iya makan yang banyak iya bisa kuat mendampingi Farel.


Mereka makan dengan sangat lahap, karena drama yang terjadi menguras tenaga dan air mata mereka sehingga mereka mengumpulkan tenaga kembali dengan cara makan makanan yang bergizi.


Setelah selesai makan, Ehan pamit untuk sembahyang dan mendoakan sang Abang dan sang Bunda agar kondisinya membaik


" Ayah, Ehan pamit kemesjid dahulu " ucap Ehan


" Apa aku boleh ikut " ucap Mey-Mey ragu-ragu


" Mau apa kamu ikutin Ehan " tanya Leo sinis


" Aku mau mendoakan untuk kesembuhan Farel, Tuan " ucap Mey-mey dengan guguo


" Tuan, sebaiknya anda juga ikut bersama Ehan agar bisa mendoakan kesembuhan Farel dan Nyoya " ucap Renal


" Renal benar juga, dia selalu mengingatkan ku bahkan dalam keadaan begini pun " batin Leo


" Kalian pergi saja, biar saya disini menunggu Tuan Farel dan Nyoya sisil " ucap Renal


Merekapun segera pergi kemesjid yang ada disana dan Renal menunggu Farel dan Sisil yang sedang berada di ruangan UGD.


.


...****************...


.


Sementara ditempat lain Dona sedang bersembunyi di rumah kosong yang bangunannya sudah tua dan jelek


" Sialan, Om Leo menyuruh orang dan semua polisi mencari aku.. bagaimana aku bisa keluar dari sini " ucap Dona kesal


" Aku harus menyamar bagaimana lagi, keamanannya semakin ketat bahkan wajahku ditempal dimana-mana agar semua orang menemukan ku " ucapnya tambah kesal


" Tapi seingat ku yang aku tabrak adalah seorang laki-laki pekerja restoran seperti orang yang sedang magang disana, tapi kenapa Om Leo begitu murka seakan aku yang menabrak Keluarganya " ucap Dona semakin kesal


Perut Dona pun bunyi tanda perutnya minta diisi oleh makanan dan minuman


" Bagaimana ini, kalau aku pakai mobil membeli makanan nanti ketahuan tapi kalau tidak pakai mobil jauh sekali " ucap Dona gelisah


Akhirnya Dona memutuskan untuk memakai mobilnya untuk membeli makanan agar iya tak kelaparan.

__ADS_1


Awalnya dia lolos saat menuju restoran itu dan sudah membayar makananya iya langsung naik mobil kembali untuk pulang, tapi ternyata salah satu polisi ada yang tau keberadaan Dona dengan nomor plat mobil yang Dona kendarai


" Hey.. tunggu " ucap sang petugas


" Sialan aku ketahuan " ucapnya Dona langsung naik mobilnya sang mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi


" Kejar dia " ucap salah satu polisi disana segera menaiki mobil mereka masing-masing dan kejar-kejaran pun terjadi,


Dona bisa menghindari mereka lalu sang polisi yang lainnya mengambil jalan tikus agar bisa mengepung mobil Dona. Dan benar saja mobil Dona sebentar lagi akan terkepung


" Sialan.. Aku dikepung.. apa yang harus aku lakukan " ucap Dona sendiri kesal


Dona pun langsung menghindar polisi yang lainnya, iya langsung melewati jalan kampung agar polisi bisa iya kelabui


" Hahahaha kalian tertipu dasar polisi bodoh " cibir Dona merasa senang


Hingga akhirnya dua mobil polisi menghadang Dona, Dona yang kaget langsung mengerem mendadak, mobil seketika berhenti namun apa yang terjadi iya langsung mundur dan putar arah


" Brengsek wanita itu licin seperti ular " ucap Sang polisi langsung mengejar Dona kembali


Sang polisi punn langsung menembak kedua ban mobil Dona dengan tepat. Dona yang menyadari hal itu langsung menambah kecepatan mobilnya dan iya berhenti di jalan yang banyak pohonnya bahkan iya melihat pinggir jalan itu ada sungai namun tak terlihat oleh Semak-semak


Dona punya ide iya langsung memarkirkan mobilnya dipinggir jalan dan iya langsung menceburkan diri kedalam sungai


" Sialan wanita itu menceburkan diri ke sungai " ucap salah satu petugas polis


" Kita telusuri sepanjang jalan sungai " ucap salah satu dari mereka


Mereka langsung berpencar untuk menemukan Dona, mereka menelusuri sepanjang sungai namun belum ada tanda-tanda Dona ditemukan


.


.


.


.


Bersambung....


Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......


Biar saya lebih semangat nulisnya..


Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......


So... Ikuti terus kisahnya...


Jangan bosen-bosen ya .....


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz

__ADS_1


__ADS_2