
Keesokan harinya,,
Ehan pagi-pagi sekali iya sudah rapi dan wangi, dengan senyum diwajahnya iya segera pergi menuju mobilnya dengan mengendap-endap takut Lala bangun.
Ehan membuka terlebih dahulu pagar lalu iya segera membuka pintu mobil dan menghidupkan mobilnya lalu iya segera pergi dari sana menuju hotel dimana keluarganya disana.
Sementara dirumah kontrakan Lala begitu mendengar suara mobil keluar dari halaman rumah, iya segera bangun dan berlari menuju garasi mobil.
Namun ternyata Lala tidak bisa mengejar mobil yang dikendarai Ehan, iya berteriak-teriak pun Ehan tidak mendengarnya.
" Ehan... tunggu Ehan.. " panggil Lala
" Ehan... " Teriakannya sambil menangis
Tiba-tiba Niko menghampirinya dengan wajah kesal karena iya terbangun oleh Teriakan Lala
" Berisik " ucap Niko
" Biarin " ucap Lala marah
" Ye.. harusnya aku yang marah, ganggu orang tidur saja " ucap Niko
" Ehan pergi barusan pake mobil.. " ucap Lala panik
" Ya biarin aja... udah gede ini " ucap Niko ketus
" Tapi.. tapi... " ucap Lala terpotong karena Niko meninggalkannya
" Tunggu kasih tau aku dimana Ehan " tanya Lala
" Aku Ga tau " ucap Niko
" aku ga percaya " Ucap Lala menarik tangan Niko
" Terserah " ucap Niko cuek
" Niko... " bentak Lala
" Apa " ucap Niko mulai marah
" Kasih tau dimana Ehan "
" Ga tau " ucapnya langsung menutup pintu kamarnya dan mencoba berbaring kembali
Sementara Lala tak henti-hentinya mengetuk pintu kamar Niko dengan kencang
Tok.... Tok... Tok... Tok...
" Niko " ucap panggil Lala
Tok.... Tok... Tok... Tok...
" Buka pintunya " teriakan Lala namun tak didengar oleh Niko
Tok.... Tok... Tok... Tok...
Tok.... Tok... Tok... Tok...
Kini iya mulai lelah sudah berteriak-teriak lalu iya segera mandi dan bersiap-siap iya rencananya akan kerumah Rena
Sementara Niko bangun setelah Lala berhenti mengetuk pintu kamarnya lalu iya mandi dan tampil rapi untuk menghadiri lamaran Ehan.
Niko sengaja mengunci pintu kamar Lala agar iya tidak keluar dari kamarnya dan tidak mengacaukan acara sang majikan.
" Sudah beres... tinggal hubungi Bos Ehan kalau Lala sudah aku kunci dikamar " ucapnya Ehan sambil memegang handphonenya
.
...****************...
.
Sementara ditempat lain Ehan sedang berkumpul dengan ayah bundanya dan Ina, mereka senang karena Ehan sudah menemukan seseorang yang baik untuk menemani Sepenjang hidupnya
" Ayah harap kamu jangan lukai Rena " ucap Leo
__ADS_1
" Ayah tenang aja " ucapnya Ehan dengan senyum manisnya
" Yang lagi bucin " sindir ina
" Aku ga bucin, satria tuh yang bucin " protes Ehan
" Biarin " ucap Ina sambil menjulurkan lidahnya
Tiba-tiba handphone Ehan berbunyi tanda ada pesan masuk
" Siapa " tanya Ina penasaran
" Dari Niko " ucap
" Kenapa dia " tanya Sang bunda
" Dia ngasih tahu kalau dia sudah mengunci Lala di kamarnya " ucap Ehan
" Loh kenpa " tanya Sisil heran
" Biarkan saja ka, Ina kurang suka sama dia " ucap Ina dengan wajah cuek
" Eh kamu ga boleh begitu " ucap Sang bunda
" Kenapa kamu masih mempertahankan dia, malah kamu mau mengajaknya kerja diperusahaan " tanya Leo
" Biar bagaimanapun dia sudah berjasa diperusahaan kita ayah " ucap Ehan
" Tapi Nak, bunda takut nanti dia malah jadi penghancur hubungamu dengan Rena " ucap Sang bunda
" Iya nanti Rena cemburu lagi " ucap Ina
" Ina ga akan secemburu itu, kalian tenang saja nanti aku akan kasih dia pelajaran agar dia kapok " ucap Ehan sambil tersenyum
" Terserah apa yang kamu pikirkan tapi jangan sampai Lala malah jadi mengganggu dan merusak Rencanamu dengan Rena " ucap Leo
" Makasih ayah nasehatnya " ucap Ehan
" Yu kita berangkat sekarang, kasian keluarga Rena nungguin kita " ajak Leo
" Ehan semuanya sudah siap " tanya sang bunda
" Sudah bunda " ucap Ehan sambil tersenyum senang
" Ya udah kita berangkat sekarang " ucap sang bunda
" Bismillahirrahmanirrahim " ucap Ehan kini wajahnya mulai gugup
Ehan dan keluarganya segera menaiki mobil, lalu Ehan yang menyetir segera melajukan mobilnya menuju rumah Rena yang berada di pesantren
Sesampainya Ehan disana, Ehan disambut oleh para santri dan para staf pesantren disana membuatnya tambah gugup.
" Astaga... aku gugup sekali " batin Ehan
" Tenang ya Nak, bunda ada disini " ucap sang bunda menenangkan Ehan karena wajahnya sudah mulai gugup dan bercucuran keringat.
" Iya Bunda " jawabnya
" Tuan Leo, selamat datang dirumah kami ini " ucap Pa Ismail
" Makasih Pa Ismail " ucap Leo menjabat tangannya
" Mari silahkan " ucap Pa Ismail dengan senyum mengembang
Kini mereka masuk kedalam rumah Rena, dengan hiasan yang sederhana namun menimbulkan kesan yang bagus. tak lupa banyak cemilan juga yang disuguhkan.
Sedangkan santri pesantren itu membantu Ehan membawakan seserahan untuk Rena.
" Terima kasih semuanya ini untukmu dan yang lainnya " ucap Ehan memberikan amplop berisi uang pada mereka
" Tidak usah repot-repot " ucap mereka
" Tidak apa-apa anggap saja rezeki kalian " jawab Ehan
" Makasih ya Tuan " ucapnya Mereka
__ADS_1
" Sama-sama "
Ehan segera masuk kedalam rumah Rena dengan senyum mengembang bibirnya.
Kini acarapun dimulai, Leo tampak berbicara serius kepada keluarga Rena terutama pa Ismail.
" Selamat siang semuanya, saya Leo ayahnya Ehan, kedatangan kami kesini untuk lebih memformalkan acara lamaran yang kemarin Ehan lakukan pada Rena, jujur kemarin saya tidak tau jika Ehan melamar Rena.. saya sendiri setuju dengan pilihan Ehan.. kalau dari pihak keluarga Rena bagaimana maukah Pa Ismail dan Bu Rahmi menerima Ehan sebagai calon menantu ibu dan bapak " ucapnya Leo
" Saya maupun istri saya sangat setuju jika nak Ehan menjadi menantu kami.. kami tau betul bagaimana kepribadian Nak Ehan, dan kami yakin nak Ehan akan membahagiakan Rena dunia dan akhirat.. " ucapnya Pa Ismail
" Alhamdulillah " ucap Keluarga Ehan
Keluarga Rena pun membawa Rena kehadapan keluarga Ehan, dengan memakai baju kebaya yang sederhana namun tak mengurangi kecantikan
Ehan pun melihat Rena berdandan cantik terpana dan tak berkedip
" Masya Allah... " Ucap Ehan
" Ya ampun Rena cantik sekali " ucapnya Sisil dengan senyum manisnya
" Rena Calon bidadari surgaku bunda " ucap Ehan masih memperhatikan Rena
Rena pun Duduk disamping Bu Rahmi, lalu mereka membicarakan tentang acara pernikahan Ehan dan Rena
" Rena apakah kamu sudah siap menjadi istri Ehan " tanya Leo
" Siap Ayah " ucap Rena sambil malu-malu
" Alhamdulillah " ucap Ehan merasa lega
" Ehan apakah kamu juga sudah siap menjadi suami Rena " tanya Pa Ismail
" Sangat siap Pa " ucapnya dengan bersemangat
" Bagaimana jika acara pernikahan Ehan dilakukan tiga bulan lagi " ucap Leo sambil tersenyum
" Kalau saya bagaimana Rena saja " ucap Pa Ismail
" Bagaimana Rena " tanya Leo
" Kalau Rena sih Gimana baiknya saja " ucapnya
" Ehan, apa kamu tidak keberatan " tanya Leo
" Tidak ayah " ucap Ehan
" Alhamdulillah kita sudah menemukan bulan yang cocok tinggal kita tentukan tanggalnya " ucap Leo
" Kalau masalah tanggal dari pihak kami bagaimana " ucap Pa Ismail
.
.
.
.
Bersambung....
Ayo siapa yang mau pernikahan ketiga anak kembar Leo dilakukan bersama-sama atau terpisah
Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......
Biar saya lebih semangat nulisnya..
Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......
So... Ikuti terus kisahnya...
Jangan bosen-bosen ya .....
Marhaban ya Ramadhan
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... dan selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan, jangan lupa jaga kesehatan ya guyz
__ADS_1