
Mey-mey dan Farel Sudah selesai menyelesaikan administrasi, Kini sang Suster membawa Bu Ida kedalam Ruang oprasinya.
Dengan perasan hancur Mey-mey mengantarkan sang ibu sampai depan ruangan oprasi, dengan wajah yang terus-menerus menangis
" Ibu... " lirihnya sambil mengikuti sang suster mendorong ranjang Rumah sakit tersebut
" Kuat ya Bu " ucapnya masih mengikuti sang ibu dari belakang dan Farel menggandengnya.
" Hapus air matamu nanti ibumu sedih " ucap Farel
" Iya Tuan " ucapnya
Sesampainya di depan ruang oprasi, Mey-mey dan Farel pun menunggu diluar, Dengan perasaan tegang dan khawatir Yang ada di dalam hati Mey-mey
" Ibu harus kuat demi Aku, aku ga sangup jika harus kehilangan ibu " batin Mey-mey
Riki pun datang menemui sang majikan dan membawanya Minuman dan nasi kotak, meskipun tidak disuruh sang majikan namun Riki hanya takut Mereka lupa makan apalagi seharian berpuasa
" Tuan ... " ucap Riki
" Apa "
" Saya bawakan makanan dan minuman untuk Tuan dan Mey-mey " ucapnya
" Aku tak lapar " ucap Mey-mey
" Kamu harus buka puasa, ini sudah lebih dari jam buka puasa " ucap Riki pada Mey-mey
" Tapi aku ga lapar " ucap Mey-mey
" Makanlah, kamu harus kuat agar bisa menjaga ibumu nanti " ucap Farel dengan raut wajah datar
" Tuan benar.. aku harus kuat demi ibu " batin Mey-mey
" Baiklah, " ucap Mey-mey membawa makanan dan minumannya meskipun dengan kondisi sekarang siapapun tak akan lapar jika diposisi Mey-mey namun Mey-mey mencoba agar dia juga tidak sakit dan dia bisa menunggu sang ibu dirumah sakit.
" Makasih Pa Riki " lirihnya
" Sama-sama " ucap Riki
" Sebenarnya dari tadi aku ga kuat melihat Mey-mey yang begitu hancur ketika melihat sang ibu tak berdaya tapi apakah dia sanggup jika tau bahwa ayahnya sendiri yang tega melakukan ini padanya " ucap Batin Riki
Kini Farel dan Mey-mey sedang makan makanan yang diberikan oleh Pa Riki.
Mereka sekarang Sudah selesai makannya lalu memutuskan untuk solat berjamaah di mesjid rumah sakit yang berada di lantai bawah.
Farel pun menyuruh Riki untuk berdiam di depan ruangan oprasi sedangkan iya dan Mey-mey bergegas menuju masjid untuk solat dan berdoa pada Allah
Merekapun menunaikan solat magrib terlebih dahulu, namun dengan ruangan yang terpisah, mereka melakukan sholatnya dengan khusu.
__ADS_1
Setelah selesai menyelesaikan solat Magribnya merekapun berdoa pada Allah SWT Agar Bu Ida cepat sadar dan sembuh.
" Ya Allah, tolong selamatkan Bu Ida, dia orang baik, Angkatlah penyakitnya dan berikan dia kesembuhan " ucap Farel berdoa dengan sungguh-sungguh
" Aku mohon kabulkan doaku Ya Allah karena aku tak tega melihat Mey-mey hancur hatinya seperti tadi " ucapnya dalam hatinya
Sedangkan diruang berbeda tampak Mey-mey berdoa dengan meneteskan air matanya tak henti.
" Ya Allah.. tolong selamatkan ibu, aku ga bisa tanpa ibu, Aku mohon Ya Allah.. buat Ibu kembali lagi sehat agar Aku bisa berkumpul dengan hamba lagi.." ucapnya sambil menangis
" Ya Allah hanya ibu yang menyayangi hamba tulus, Ibu bagiku segalanya ya Allah, Jangan Kau ambil nyawa ibu, kalau mau ambil saja nyawaku tapi jangan ibu.. " ucap menangis tersedu-sedu
Tak lama Kemudian handphone Mey-mey berbunyi, Riki menelepon dengan perasaan was-was iya segera membereskan mukenanya dan segera keluar masjid tersebut.
Disana sudah ada Farel yang sedang duduk di teras menunggu Mey-mey selesai berdoa.
Kring... Kring... Kring...
" Siapa " tanya Farel yang menghampiri Mey-mey
" Riki Tuan " ucapnya
" Cepat angkat " ucap Farel dengan segera Mey-mey mengangkat teleponnya
" Halo Pa Riki ada apa " ucapnya Mey-mey dengan perasaan yang tak menentu
" Kamu cepat kesini dokter mau bicara sama kamu " ucapnya Riki
" Ada apa " ucap Farel dengan wajah khawatir
" Ibu... " ucap Mey-mey
" Ibu kenapa " ucap Farel
" Aku ga tau, tapi kata Pa Riki Aku harus cepat Kesana dokter mau berbicara padaku " ucap Mey-mey
" Ya udah cepat kita kesana " ucap Farel menuntun Mey-mey dengan segera menuju ruang Operasi
Sesampainya disana Dokterpun segera berbicara serius pada Mey-mey.
" Dok ada apa dengan ibu saya " ucap Mey-6 dengan wajah khawatir
" Pasien mengalami pendarahan yang cukup hebat dan harus ditambah darah, kebetulan stock diruamah sakit kami ini sedang Tidak ada bisakah anda mencari pendonor darah atau anda bisa mencari stock darahnya Ke PMI " ucap sang dokter
" Bagaimana ini " ucap Mey-mey terlihat bingung
" Dok bawa saja darah saya " ucap Mey-mey
" Suster Mira, tolong cek darah Nona ini apakah sama dengan Pasien dan sesuai untuk calon pendonor darah, Kalau cocok bisa ambil darah Nona ini " ucap Sang Dokter
__ADS_1
" Baik Dok " ucap sang suster
" Riki kamu Dicek juga siapa tau kamu cocok " ucapnya Farel
" Loh Tuan kenapa saya " ucap Riki
" Ayo cepat lakukan " titah Farel
" Baik Tuan "
Riki dan Mey-mey pun segera dicek darahnya apa sudah sesuai atau belum untuk menjadi pendonor darah,
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung....
Mau tetap Farel sama Mey-mey dulu atau mau ke Ina satria hayo...
Hayo mana tim Farel dan Mey-mey mana suaranya...
Jangan mau kalah sama tim Satria Sama Ina
Aku up lagi sore... tungguin ya...
sudah dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ...... belum
Biar saya lebih semangat nulisnya..
Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......
So... Ikuti terus kisahnya...
Jangan bosen-bosen ya .....
Marhaban ya Ramadhan
__ADS_1
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... dan selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan, jangan lupa jaga kesehatan ya guyz