Kisah Cinta Anak Kembar CEO

Kisah Cinta Anak Kembar CEO
Episode 12


__ADS_3

Sang Satpam pun membawa kedua sang pelamar itu keruangan Farel. Sesuai apa yang di ucapkan sang majikan.


Tok... Tok... Tok...


" Masuk "


Ceklek,,


" Tuan.. maf mengganggu ... saya membawakan para pelamar ... " ucapnya sedikit gugup


" Suruh mereka masuk " ucapnya yang masih sibuk dengan laptop dihadapannya


" Silahkan masuk " ucap Satpam tersebut


" Makasih pa " ucapnya


" Tuan... maaf .. saya yang tadi mengirimkan lamaran pekerjaan pada anda lewat email " ucap Salah satu pelamar tersebut


" Baik perkenalkan diri anda satu persatu " ucapnya yang masih melihat laptop dan Engan berpaling


" Baik.. "


" Perkenalkan nama Saya Deni Firmansyah, saya lulusan S1 di universitas negeri didaerah jogja, Saya berumur dua puluh sembilan tahun dan saya sudah berkeluarga " ucapnya Sambil berdiri


Kini tinggal peserta satu lagi seorang perempuan cantik yang mampu membuat Farel menghentikan jarinya yang masih berada di laptopnya dan berpaling memandangnya


" Selamat Siang Tuan, perkenalkan nama Saya Melinda Juwita, saya lulusan S1 di universitas negri Surabaya, saya berumur dua puluh dua tahu, saya masih singel dan Saya baru lulus wisuda " ucap Melinda


" Suara itu... " batin Farel kaget dan langsung melihat wajahnya


" Kamu " ucap Farel masih dengan raut wajah kaget


" Ka..mu " Melinda tak kalah kagetnya


" Dia lagi " batin Riki heran


Kini Farel menatap Melinda dengan wajah sinis ya namun jika mengingat kejadian kemarin itu iya pun menjadi kasihan padanya.


" Maaf Deni untuk sekarang saya sedang membutuhkan seorang sekretaris wanita yang masih singel karena jadwal kerjanya sangat sibuk, tapi jika nanti sayang membutuhkan seorang karyawan dan anda masuk dalam kriteria tersebut , saya akan pangil kembali " ucap Farel menolak halus pelamar kesatu


" Baik Tuan.. terima kasih atas waktunya, saya permisi " ucap Pelamar itu langsung meninggalkan ruangan tersebut


" Jadi aku diterima kerja " Ucap Mey-mey dengan senyum senangnya


" Saya akan mencoba kinerjamu, namun jika dalam satu Minggu Kau tak mampu membuktikan kemampuanmu dengan terpaksa saya akan mengeluarkan mu kembali " ucap Farel dengan ketus


" Baik Tuan saya akan melakukan pekerjaan saya dengan semaksimal mungkin " ucapnya


" Saya Akan mengawasi cara kerjamu "


" Baik Tuan "


" Kau bisa mulai bekerja besok pagi dan jangan sampai telat, saya kurang suka dengan karyawan yang kurang menghargai waktu " ucapnya


" Baik Tuan "


" Kalau begitu Kamu boleh pergi " usirnya


" Baik Tuan kalau begitu saya permisi " ucapnya melangkah pergi dari ruangan tersebut dan menuju rumahnya untuk memberikan kabar bahagia pada sang Ibu.


" Tuan.. " ucap Riki


" Em "


" Tuan Yakin, memberikan pekerjaan padanya " tanya Riki

__ADS_1


" Kenapa tidak " ucap Farel


" Tuan hari ini.. Kita ada meeting dengan pa Andri di cafe B " ucap Riki


" Ya sudah kita berangkat sekarang " jawbnya


Merekapun segera bergegas dari sana dan menuju Cafe B untuk melakukan meeting dengan Klien penting.


Merekapun sudah berada didalam Cafe , dan segera menemui Pa Andri lalu segera melakukan meeting nya, Dua jam berlalu dan mereka baru beres melakukan meeting nya. Riki pun mengantar sang majikan menuju apartemen untuk beristirahat.


.


...****************...


.


Kini Mey-mey sudah berada dirumahnya, iya pun segera menuju kamar sang ibu, Dilihatnya sang ibu terlihat sedang tiduran di kasurnya


Ceklek,,


" Ibu " ucap ucap Mey-mey


" Sini nak " ucapnya


" Ibu kenapa sakit " ucap Mey-mey


" Tidak Nak.. ibu hanya ingin membaringkan tubuh ibu " ucapnya sambil tersenyum


" Ibu sudah makan " tanyanya


" Ibu tidak lapar " ucapnya


" Ibu harus makan.. kalau ibu tidak makan nanti ibu sakit, aku maunya ibu sehat terus " ucap Mey-mey


" Ibu juga maunya ibu sehat selalu, biar bisa jagain anak ibu ini " ucap sambil tersenyum menyembunyikan sakit dikakinya karena ulah sang suami


" Iya nak " ucap Sang ibu


Kini Mey-mey segera ke dapur dan meyiapkan makanan untuk sang ibu, iya tahu jika sang ibu sedang menyembunyikan sesuatu namun iya pun tak mau melihat sang ibu menangis. Setelah selesai memasak iya pun segera membawanya kekamar sang ibu


" Bu " ucapnya


" Iya nak " jawabnya


" Makanannya sudah siap " ucap Mey-mey


" Biar ibu saja makan sendiri tidak usah disuapi " ucap sang ibu menolak ketika Mey-mey menyuapinyal


" Ga papah ko Bu, malah Mey-mey senang bisa Suapin ibu.. oh iya Bu Mey-mey udah keterima di perusahaan yang tadi Mey-mey masukin lamaran pekerjaan " ucap Mey-mey senang


" Alhamdulillah Nak " ucap Sang ibu senang


" Aku juga senang Bu.. biar aku yang bekerja sudah waktunya ibu diam dirumah jangan bekerja lagi " ucapnya


" Maafkan ibu ya nak " ucap dengan wajah sedih


" Ibu ga salah sama sekali, memang sudah kewajiban Mey-mey membahagiakan ibu sekarang " ucapnya


Brukk,,


" Mey-Mey dimana Kau " teriakan sang ayah


" Astaghfirullah .. ibu itu ayah kenapa " ucap Mey-mey merasa takut


" Dimana Kau keluar " teriakannya lagi

__ADS_1


" Disini rupanya Kau.. mana uang untukku " ucap sambil membentak sang Anak


" Ayah.. Hari ini Mey-mey baru diterima kerja jadi mana mungkin Mey-mey langsung punya gaji " ucapnya


" Aku ga peduli.. yang penting ada uang " ucapnya menjambak rambut sang anak


" AW.. sakit ayah " ucap lirihnya


" Mas lepaskan " ucap sang ibu mencoba menolong sang anak


" Lepaskan " ucap sang ayah mendorong tubuh lemah sang istri hingga jatuh kebawah


" Ibu " Teriak Mey-mey


" Diam kamu " ucap Sang ayah


" Mas... lepaskan Mey-mey kasian " ucap sang istri memegang kaki sang Suami


" Lepaskan.. Aku akan lepaskan jika dia memberiku uang" ucap mencoba melepaskan tangan sang istri dari kakinya


" Ayah beri aku waktu " ucap sambil menangis


" Aku maunya sekarang " ucapnya melepaskan rambutnya Mey-mey namun iya malah mendorong Mey-mey hingga Mey-mey jatuh kepalanya terbentuk meja dan berdarah


" Mey-Mey " teriakan Sang Istri


" Aku tidak apa-apa Bu " ucap mencoba tidak membuat sang ibu khawatir


" Kalau kamu tidak mau memberiku uang, Maka ibumu akan menerima akibatnya " ucapnya membawa cambuk


" Jangan sakiti ibu Yah.. Aku mohon " ucap Mey-mey sambil menangis dan memohon pada sang ayah


" Lepaskan anak tak berguna " bentaknya


" Sini Kamu istri lemah dan selalu meyusahkan " ucapnya marah dan menyeretnya


" Ayah lepaskan ibu.. aku mohon.. " ucap dengan menangis


" Tak akan aku lepaskan " ucapnya


" Jangan Sakiti ibu " bentaknya


" Kamu berani bentak ayahmu " ucap langsung menyeret Mey-mey


" Ayah lepaskan Mey-mey.. sakit " ucapnya masih menangis


" Rasakan ini " ucapnya membawa cambuk dan mencambuk sang anak


" AW.. ayah.. sakit " lirihnya sambil menangis


" Sudah Mas... lepaskan Mey-mey ucap Sang ibu mencoba menghalangi sang suami


" Ini balasan karena Kau tak mencoba melawanku " ucapnya mencambuk kedua kaki Mey-mey


" Ampun ayah Ampun " ucapnya sambil menangis


" Mas .. Sudah mas " ucap sang istri mampu menghentikan cambukan yang suami


" Ayah jahat " ucapnya langsung berdiri dan bergegas pergi dari kamar sang ibu namun langkahnya terhenti saat sang ayah menampar kedua pipinya hingga sudut bibirnya berdarah


Plak,,


" Anak kurang ajar.. " bentaknya


" Sudah mas " ucap Sang istri

__ADS_1


" Dasar manusia ga berguna semua... " ucapnya marah dan langsung pergi dari rumah tersebut


Kini Kaki Mey-mey pun sudah dikompres oleh air dingin agar tidak bengkak, dan iya pun segera beristirahat karena tak mau melihat sang ibu sedih melihat kondisinya.


__ADS_2