
Waktu sahur sudah tiba, Yesi sibuk mempersiapkan makan sahur untuk semua anggota keluarganya.
Setelah selesai dengan masaknya lalu Yesi mencoba untuk membangun mereka namun, ternyata mereka sudah bangun duluan.
" Kalian sudah bangu " ucap Yesi heran
" Iya mah " ucap Satria
" Ayah tadi bangunkan kita semua " ucap Siska dengan wajah masih mengantuk
" Tadi aku mencium aroma masakan mu membuatku lapar ya sudah aku bangunkan saja semuanya " ucapnya sambil tersenyum
" Yasudah kalian makan yang banyak " ucap Yesi
" Iya mah " ucap mereka
" Sayang, kamu makan yang ini ya, sama yang ini juga biar kamu sehat karena banyak vitaminya " ucap Satria mengambilkan beberapa lauk pauk
" Ka satria lebay deh, biarkan ka Ina makan sediri kasian " ucapnya Siska
" Biarin orang aku sayang sama Ina ga mau Ina kurang gizi " jawabnya membuat Yesi dan Renal senyum-senyum karena tingkahnya
" Sudah kalian jangan bertengkar, Ina ayo makan yang banyak " ucapnya Yesi sambil tersenyum
" Iya mah " jawabnya
" Oh iya Ina katanya Tuan Leo dan Nyoya Sisil akan segera pulang " ucap Renal
" Iya ayah, sepertinya hari ini mereka pulang " jawab ina
" Yah aku sedih " ucap satria
" Sedih kenapa " tanya ina
" Kamu kan sudah ga tinggal disini... " ucap dengan wajah sedihnya
" Jarak antara rumah kita kan ga jauh... " ucap ina sambil tersenyum
" Tetep aja.... " ucapnya
" Sudah kalian makan yang banyak nanti keburu imsyak " ucap Yesi mengalihkan pembicaraan mereka
" Baik mah " ucap mereka
Mereka segera menyantap makanannya dengan lahap sebelum imsyak, setelah selesai makan, Siska seperti biasa kembali ke kamarnya sedang kan Renal berbicara serius dengan Ina.
" Siska pergi dulu kekamar ya " pamitnya
" iya " ucap Yesi
" Ina, ayah mau bicara sama kamu " ucap Renal dengan wajah serius
" Bicara Soal apa ayah " tanya Ina dengan rasa degdegan
" Ayah cuma mau tanya apa Satria udah lamar kamu " ucap Renal
" Iya ayah, tapi Ina tolak soalnya Aku dan satria masih terlalu muda kalau harus nikah, pacaran kita juga baru beberapa bulan " jawabnya
" Tapi kamu mencintai satria .. " tanyanya lagi
" Ayah Ko bicara begitu " ucap Satria
" Diam kamu, ayah lagi bicara serius sama Ina " bentaknya
__ADS_1
" Aku mencintai satria ayah " ucap Ina
" Kalau kamu tunangan dulu sama satria apa kamu mau " tanya lagi Renal
" Bilang mau dong Ina cantik " batin Satria
" Semoga Ina mau sama satria " batin Yesi merasa degdegan
" Em.. " ucap Ina bingung
" Kalau kamu ga mau, tolak saja ayah ga maksa ko " ucapnya Renal
" Ayah jangan bilang begitu " Ucap Satria kesal
" Loh kenpa " ucap Renal cuek
" Aku maunya kita tunangan Ina cantik " ucap Satria memandang Ina dengan wajah memelas
" Kita tidak bisa memaksakan kehendak kita, kita hargai keputusan Ina " ucapnya Renal sambil tersenyum
" Pokonya aku mau tunangan, aku ga mau kamu dideketin orang lain " ucap Satria memegang tangan Ina dan mencoba meyakinkannya
" Satria jangan begitu, benar kata ayahmu jangan memaksa Ina " ucap Yesi
" Ina Sudah mau pacaran saja sama kamu harusnya bersyukur satria " batin Yesi kesal
" Satria biarkan Ina memutuskan, dan kita hargai setiap keputusannya " ucap Renal
" Mau ya sayang aku mohon " ucap Satria dengan wajah serius
" Sebenarnya aku mau Ayah, mamah satria tapi Ina belum berunding sama keluarga Ina " ucap Ina sambil tersenyum
" Kan semua keputusan ada sikamu " ucap Satria
" Tapi ayah " ucapnya dengan wajah menunduk
" Kalau kamu pria sejati dan memang mencintai Ina kamu harus dapatkan restu dari ayah dan bundanya ina " ucap Renal
" Betul itu nak, mamah setuju " ucap Yesi
" Baiklah aku akan berjuang demi kamu.. " ucap Satria meyakinkan Ina
" Makasih sudah mengerti.. " ucap Ina sambil tersenyum
" Nanti Ina juga mau bicara sama ayah dan bunda Ina " ucapnya
" Aku temenin sekalian aku juga bicara sama ayah dan bunda " ucap Satria
" Kalau kalian saling mencintai, berjuanglah bersama-sama " ucap Renal
" Baik ayah " ucap Mereka
" kalau kalian tidak direstui jangan meyerah dan melakukan hal-hal yang tidak baik " nasehat yesi
" iya mmaah " ucap Mereka
" Disini ayah sama Mamah mu akan berdoa yang terbaik untuk kalian " ucap Renal
" Makasih ayah.. " ucap Ina
" Mamah sangat merestui kalian, mamah nanti juga akan bicara sama Bunda Sisil " ucapnya sambil tersenyum
" Iya mah "
__ADS_1
" Yaudah kalian kalau mau tidur silahkan nanti mamah bangunin kalian " ucap Yesi
" Mamah jangan bangunin Ina ya, hari ini Ina libur " ucapnya
" Kamu libur ko ga bilang aku " tanya satria
" Mulai anakku itu posesif sama Ina " bisik Renal pada Yesi
" Soalnya aku mau jemput bunda dan ayah di bandara " ucapnya
" Yaudah aku ikut " ucap Satria
" Kamu kerja aja.. nanti pulang kerja kerumah ku kalau Bunda dan ayah sudah sampai " ucapnya
" Tapi.. tapi.. " ucap Satria kesal
" Aku kekamar dulu ya, permisi semuanya " ucap Ina melangkah pergi kekamarnya
" Ina tunggu " teriakannya
" Satria tunggu " ucap Yesi
" Ada apa mah " ucapnya
" Kamu jangan terlalu posesif sama Ina, biarkan dia ada waktu bersama ayah dan bundanya, sebaiknya kamu kerja saja, Ina hanya akan melepas rindu pada kedua orang tuanya " ucap Yesi
" Tapi mah "
" Kamu jangan posesif nanti kalau Ina ga suka terus mutusin kamu bagaimana " ucap Renal
" Amit-amit ayah "
" Makanya selama iya bersama orang yang kamu kenal biarkan saja dia, beri dia ruang kebebasan " ucap Renal menasehati satria
" iya ayah " jawabnya
Merekapun kembali kekamar masing-masing sebelum melakukan aktifitasnya kembali.
.
.
.
.
Bersambung....
Apa Satria akan direstui Leo apa tidak...
Tim Ina dan Satria mana suaranya....
Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ...... belum
Biar saya lebih semangat nulisnya..
Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......
So... Ikuti terus kisahnya...
Jangan bosen-bosen ya .....
Marhaban ya Ramadhan
__ADS_1
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... dan selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan, jangan lupa jaga kesehatan ya guyz