Kisah Cinta Anak Kembar CEO

Kisah Cinta Anak Kembar CEO
Episode 234


__ADS_3

Mereka susah berada di bandara lalu segera masuk kedalam salah satu mobil yang Farel punya karena sebelumnya Farel menyuruh supir pribadinya untuk menjemputnya di bandara.


Sisil, Leo dan Ehan hanya membuntuti Farel dalam belakang Tidak banyak bicara karena raut wajah Farel yang sangat cemas dan gelisah.


Mereka sudah berada didepan rumah sakit, lalu dengan segera Farel keluar dari mobil dan berlari menuju ruang ICU karena perasaannya sudah tak menentu.


Dilihatnya ada seorang wanita didepan ruang ICU tersebut dengan wajah yang kacau dan tak henti-hentinya menangis.


" Sayang " ucap Farel berlari menuju sang istri


" Mas... " ucap Mey-mey memeluk Farel


Mereka berpelukan erat satu sama lain, Mey-mey kini sedikit lebih tenang meskipun perasaannya masih sedih dan khawatir.


" Sayang, kamu tenang ya... " ucap Farel mengusap rambut Mey-mey dan masih enggan melepaskan pelukan mereka


" Ibu mas... hiks.. hiks... hiks.. " Ucap Mey-mey masih menangis diperlukan sang suami


" Aku percaya ibu Takan terjadi apa-apa " ucap Farel menguatkan sang istri meskipun dalam hatinya iya merasakan jika sang ibu mertua akan meninggalkan mereka


" Ya Allah, perasaan apa ini.. Bu.. cepat sadar kami khawatir " ucapnya Farel dalam hatinya


Sedangkan Leo, Sisil dan Ehan segera menghampiri Mey-mey, disana mereka melihat Farel masih memeluk Mey-mey dengan erat


" Aku kasian pada Mey-mey " batin Sisil melihat kondisi menantunya yang berpenampilan kacau


" Semoga Bu Ida tidak apa-apa " batin Ehan


" Hiks .. hiks... hiks... bunda " ucap Mey-mey melepaskan pelukannya


" Sayang Bagaimana keadaan Ibumu " ucap Sisil dengan wajah sedihnya menghampiri Mey-mey


" Ibu masih belum sadar... ibu masih koma " ucap Sang Mey-mey kembali menangis


Sisil yang melihat hal itu segera memeluk sang menantu dan mencoba menenangkanya


" Kamu yang sabar ya nak " ucap Sisil memeluk erat Mey-mey


" Iya bunda.. " ucap Mey-mey merasakan ketenangan saat sang mertua memeluknya

__ADS_1


" Aku takut terjadi apa-apa dengan ibu " kini Mey-mey mencurahkan isi hatinya yang selama ini ia pendam sendirian


" Bunda yakin ibumu kuat, dia akan cepat bangun dan sembuh " ucap Sisil masih memeluk Mey-mey


" Iya Bunda.. Mey-mey sudah tidak punya ayah dan Mey-mey tidak mau kehilangan ibu.. " ucap Mey-mey membuat Sisil meneteskan air matanya


" Ada bunda disini ya nak, kamu harus tenang.. " bisik sang bunda membuat Mey-mey tenang


Sedangkan air mata lolos dari mata Farel ketika melihat sang istri yang terus-terusan menangis, seakan Farel pun merasakan apa yang Mey-mey rasakan namun ia tahan, ia tak mau jika sang istri semakin khawatir


" Ibu cepat sadar, jangan membuat kami khawatir " batin Farel


Sang dokter keluar dari ruangan ICU itu, mereka kini segera menghampiri sang dokter.


" Dok bagaiman keadaan ibu saya " ucap Farel pada sang dokter


" Apa ibuku baik-baik saja dok " ucap Mey-mey melepaskan pelukannya dan menghampiri sang Dokter


" Keadaan Bu Ida masih koma, ada kemungkinan Bu Ida terkena stroke tapi saya juga harus memeriksanya kembali ketika Bu Ida sadar " ucapnya Sang Dokter


" Apa ibu saya terkena stroke " ucap Mey-mey kaget dan sang suami segera memeluknya


" Mas.. ibu.. mas " ucap Mey-mey meneteskan air matanya kembali


" Kamu yang sabar ya nak " ucap Sisil mencoba menenangkannya


" Hiks... Hiks... hiks... " ucap Mey-mey menangis kembali


" Sebaiknya kita pergi solat dan berdoa untuk kesembuhan Bu ida " ucap Ehan


" Tapi aku tidak bisa meninggalkan ibu sendirian " ucap Mey-mey


" Jangan khawatir, Musholanya tidak jauh dari ruangan ini " ucap Leo


" Baiklah kalau begitu kita solat dulu dan berdoa " ucap Ehan


" Aku tunggu disini saja sayang, kamu pergi saja dengan ayah, Bunda dan Ehan " ucap Farel


" Tapi mas... " Ucapnya Mey-mey seperti enggan meninggalkan ruangan ICU itu

__ADS_1


" Sayang,, percaya padaku.. jika terjadi apa-apa aku pasti menelepon kaliam " ucap Farel sambil memeluk sang istri


" Baiklah kalau begitu " ucap Mey-mey mengerti dan melepaskan pelukannya


Kini mereka berempat pergi ke Mushola yang tidak jauh dari ruangan itu untuk melakukan solat dan meminta doa agar Bu Ida disembuhkan, karena keajaiban doa itu sangat di harapkan oleh mereka terutama Mey-mey sebagai seorang anak satu-satunya.


Kini mereka susah selesai melaksanakan solat lalu segera mengangkat tangannya dan berdoa di dalam hati masing-masing


" Ya Allah, sembuh ibu seperti sebelumnya aku mohon ya Allah, jangan Kau ambil ibu dariku.. rasanya aku belum sanggup " batin Mey-mey


" Ya Allah, berikan hidup lebih lama pada Bu Ida, berikan juga Bu Ida kesembuhan, Engkau maha kuasa berikan mukjizat mu pada Bu Ida.. hamba mohon " ucap Sisil dalam hatinya


" Ya Allah sembuhkan Bu Ida.. " batin Leo


" Ya Allah, berikan kesembuhan pada Bu Ida, Karena Engkau maha segalanya " ucap Ehan


.


.


.


.


Bersambung....


Ada yang mau melihat tingkah lucu Putra dan putri ketiga anak CEO. Apalagi Leo dan Oma yang mereka dikerjai mereka.. atau aku end saja ceritanya...


Komen ya Guys...


Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......


Biar saya lebih semangat nulisnya..


Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......


So... Ikuti terus kisahnya...


Jangan bosen-bosen ya .....

__ADS_1


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz


__ADS_2