Kisah Cinta Anak Kembar CEO

Kisah Cinta Anak Kembar CEO
Ekstra Part 3


__ADS_3

Mereka Sudah berkumpul bersama, Leo dan Sisil pun ada disana berserta Oma dan opa.


" Pagi Oma buyut, opa buyut, Nene sama kake " Sapa Lia


" Pagi Lia " ucap Mereka


" Aku cantik tidak " ucapnya sambil centil


" Cantik dong, cucu Nene " ucap Sisil sambil sambil tersenyum


" Makasih Nene " ucapnya sambil tersenyum malu-malu


" Astaga cucu Oma sama kaya Abinya " ucapnya Sang oma


" Ia dong Oma kan aku anaknya " ucap Lia


" Ayo sayang duduk " ucap sang Umi


Mereka duduk dan menunggu yang lainnya, tak lama kemudian Rifa, Rafa dan Refa datang saling berlarian.


" Hore aku menang " ucap Refa


" Refa curang " ucap Rafa


" Kalian curang " ucap Rifa


" Astaga, Kalian kenapa lari-lari " ucap Sisil kaget


" Kita lomba Nene " ucap Refa


" Nanti kalau jatuh bagaimana " ucap Oma


" Berdarah Oma buyut " ucapnya Lia tersenyum senang


" Kalian kenapa lari-lari, Momi cape tau ngejarnya " ucap Ina kesal


" Heheh maf kan kami Momih.. " ucapnya Rafa sambil tersenyum


" Refa, Rifa dan Rafa jangan lari-lari ya " ucap Rena sambil tersenyum


" Iya Umi Rena, maafkan kami " ucapnya Mereka sambil menundukkan kepala pertanda mereka menyesal


" Janji " Ucapnya Rena


" Iya janji " ucap Mereka


Datanglah Reza, Rezi dan Leya bersama Farel dan Mey-mey.


" Ko kalian lama sekali " ucap Lia


" Lia ga boleh begitu sayang " ucapnya Rena


" Ia Umi maaf " ucapnya


" Ka Rezi lama banget mandinya " ucap Leya dengan wajah kesal


" Ih, aku ga lama cuma keramas dulu " ucapnya Rezi

__ADS_1


" Keramas sambil berendam " Sindir Reza


" Biarin aja " ucap Rezi


" Sudah kalian cepat duduk kita segera sarapan " ucap Sisil sambil tersenyum


" Baik Nene " ucapnya mereka


Mereka makan dengan sangat lahap tanpa suara, memang Sisil dan Oma membuat aturan jika sedang makan dan di meja makan tidak boleh bersuara.


Mereka sudah selesai makan, lalu kedelapan cucu-cucu Leo dan Sisil segera masuk kedalam kamar masing-masing untuk membawa tas untuk sekolah Paud.


Sementara Ina dan Rena menunggu mereka di meja makan, sementara Mey-mey dan Farel pamit pergi ke kantor.


" Semuanya kami pamit pergi ke kantor " ucap Mey-mey sambil tersenyum


" Apa kamu tidak mau melihat putra dan putrimu di hati mereka bersekolah " Sindir sang Oma


" Mereka harus belajar mandiri oma " ucapnya Mey-mey


" Tenang Oma ibu kedua mereka kan Ka Rena " Sindir Ina


" Aku juga bekerja begini untuk mereka " ucapnya Mey-mey


" Sebel banget aku sama ka Mey-mey, lebih mentingin perusahaan dari pada anak-anaknya " batin Ina


" Bisa Ribut ini, aku juga sebenarnya tidak memaksa Mey-mey untuk bekerja namun Mey-mey memaksaku untuk menemaninya bekerja, padahal aku ingin Mey-mey seperti Rena diam di rumah mengurus putra dan putrinya " batin Farel


" Semuanya kami permisi " ucapnya Farel sambil tersenyum dan menggandeng sang istri cepat-cepat pergi dari sana


" Ka Mey-mey kira kita akan bangkrut jika dia tidak bekerja di perusahaan milik ayah " jawabnya Ina kesal


" Benar kata Rena, Kamu diam saja jangan memperkeruh keadaan " ucap Leo


" Tapi ayah " ucap Ina semakin kesal


" Sayang, aku pamit pergi dulu ya.. kamu jaga kesehatanmu dan jaga putra-putri kita " ucapnya Sambil mencium kening ina


" Hati-hati di jalan sayang " ucap Ina mencium tangan sang suami


" Iya sayang, semuanya Aku pamit " ucapnya Satria sambil tersenyum


" Hati-hati di jalan " ucapnya Oma


" Siap Oma.. assalamualaikum " ucap Satria


" Waalaikum salam " ucapnya Mereka


Tinggal Ehan yang belum berangkat semua yang ada disana pun memandanginya.


" Ada apa kalian memandangi ku, apa aku ganteng " ucap Ehan sambil tersenyum


" Tingkahnya tidak berubah " ucap Sang Oma sambil menggelengkan kepalanya


" Sayang, kamu ga mau berangkat ini sudah jam berapa.. " tanya Rena


" Aku masih kangen sama kamu " ucap Ehan dengan senyum nakalnya

__ADS_1


" Astaga Ehan " ucap Sisil


" Kenapa Bunda " ucap Ehan sambil tersenyum


" Kamu hari ini bukanya ada Meting " ucap Leo


" Ah nanti sekretaris ku yang mengaturnya " ucap Ehan


" Kalau kamu sampai ga mendapatkan kontrak besar dengan klien itu, Ayah ga akan ijinkan satu bulan kamu mengambil libur " ancam Leo


" Apa, ini tidak adil " jawab Ehan


" Tapi kalau kamu bisa mendapatkan kontrak kerja itu, Ayah ijinkan besok kamu mengambil cuti sehari " ucap Leo membuat Ehan tersenyum


" Cuti satu Minggu aja ya Ayah " ucap Ehan


" Ga, Cuma satu hari " ucap Leo


" Empat hari deh " ucap Ehan dengan tatapan memohon


" Satu hari " ucap Leo


" Tiga hari deh ya.. Ehan mohon " ucapnya dengan wajah memelas


" Dua hari saja " ucap Leo


" Asik.. makasih ayah ... " ucap Ehan senang


" Yaudah Kamu semangat kerjanya sayang " ucap Rena


" Pasti sayang , aku pamit ya semuanya.. assalamualaikum " ucap Ehan


" Waalaikum salam " jawab Rena sambil mencium tangan sang suami


Ehan segera pergi dari sana menuju kantornya dengan semangat membara, ia memang ingin sekali libur dan membawa keluarga kecil mereka pergi berlibur karena akhir-akhir ini Ehan sangat sibuk.


.


.


.


.


Bersambung....


Satu Episode lagi aku end ya...


ganti sama judul baru...


Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......


Biar saya lebih semangat nulisnya..


Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......


So... Ikuti terus kisahnya...

__ADS_1


Jangan bosen-bosen ya .....


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz


__ADS_2