Kisah Cinta Anak Kembar CEO

Kisah Cinta Anak Kembar CEO
Episode 88


__ADS_3

Ehan tampak sibuk dengan Laptop ditangannya , iya memeriksa semua laptop karyawan Farel, tampak memang beberapa unit laptop itu laporannya semua ganda, entah mana yang sudah dirubah atau tidaknya.


" Ini lebih Rumit dari rumus matematika " cibir Ehan


Sementara dari tadi hu Ida memperhatikan Ehan, tampak Ehan sangat mirip dengan Farel namun kepribadian mereka sangat berbeda, meski Bu Ida baru kenal dengan Ehan namun Ehan mampu membuat Bu Ida Yaman dengan sikapnya.


" Ibu, terganggu ya dari tadi saya ngoceh mulu " ucap Ehan


" Tidak nak, ibu hanya sedang memperhatikanmu " ucapnya


" Apa Aku ganteng Bu " tanya Ehan menghampiri Bu Ida ditempat tidur


" Kamu ganteng dan baik pula " jawab Bu Ida sambil tersenyum memuji Ehan


" Tapi sayang Bu, aku ga suka emak-emak.. maaf-maaf ya Bu " ucap Farel langsung membuat Bu Ida tertawa


" Astaga... siapa juga yang suka sama kamu.. " ucapnya masih tertawa


" Tadi ibu puji-pujian saya " cibir Ehan


" Suka disini maksudnya bukan seperti orang pacaran " ucap Bu Ida menjelaskan


" Kirain bu " jawabnya


" Ada-ada saja, memangnya Kamu sudah punya pacar " ucap Bu Ida


" Belum sih bu " jawabnya


" Mey-mey jomblo loh " ucap sang Ibu


" Tidak ah Bu, dihatiku sudah ada Rena.. bidadari surgaku " ucapnya sambil tersenyum


" Apa Mey-mey kurang cantik " tanya Bu Ida


" Em.. tidak juga " ucap Ehan membuat Bu Ida heran


" Lalu apa.. " tanya Bu ida


" Abang Farel yang suka Mey-mey bukan aku " jawabnya


" Ibu sudah tahu "


" Ibu tahu dari mana, apa ibu ini dukun ya tau segalanya " cibir Ehan


" Hus.. sembarangan...aku lihat dari cara Farel memperlakukan Mey-mey berbeda " jawabnya


" Apa ibu merestuinya " tanya Ehan


" Ibu ga pernah larang Mey-mey mau pacaran sama siapapun.. asalkan Mey-mey bisa bahagia " ucap Bu Ida raut wajahnya menjadi sedih


" Ibu kenapa sedih " tanya Ehan


" Mey-mey selama ini tak pernah bahagia, Dari dulu Ayahnya tak pernah menyayangi nya, dia selalu disiksa, hidupnya menderita " ucap Bu Ida dengan nada sedih


" Terus kenapa ibu masih bertahan dengan ayah Mey-mey yang begitu orangnya " tanya Ehan


" Dia selalu mengancam ku, akan membunuh Mey-mey hidupnya nekat ibu dulu tak bisa berbuat apa-apa, ibu terlalu takut jika. mengatakan pada orang lain " jawabnya meneteskan air matanya


" Aku jamin jika Mey-mey menikah dengan Abang Farel hidupnya kan bahagia " ucap Ehan

__ADS_1


" Siapa pun jodoh Mey-mey ibu hanya minta yang terbaik dan menyayangi Mey-mey tulus " ucap Bu Ida masih meneteskan air matanya


" Bu maaf ya aku bertanya sensitif sama ibu, apa yang membuat seperti ini pada ibu adalah ayahnya Mey-mey " tanya Ehan


" Iya " ucapnya menangis tersedu-sedu


" Ibu bingung.. harus bagaimana.. ibu hanya ingin hidup tenang dengan Mey-mey " ucap Bu Ida


" Kita laporkan pada polisi " ucap Ehan


" Ibu takut " ucap Bu ida


" Ibu ga perlu takut.. ibu aman ditangan kami " ucapnya


" Tapi " ucap Bu ida


" Ibu tenang saja, jika ibu memenjarakan suami ibu, dia akan di tahan dengan hukuman berat " ucap Ehan


" Ibu ga berani.. ibu takut " ucapnya


" Demi kebaikan Ibu dan Mey-mey "


" Yang dikatakan Ehan memang benar.. tapi apakah aku sanggup jika melakukan hal itu pada Mas edi " ucap Bu Ida dalam hatinya


Bu Ida hanya menangis tersedu-sedu bingung dia berada dikeadaan takut dan masih mencintai. Ehan mencoba menenagkanya, iya tau betul sekarang posisi Bu Ida memang serba salah.


" Kadang dalam hidup kita harus mengorbankan salah satu dan memilih hanya satu, sama seperti ibu.. ibu harus mengorbankan Antara Suami ibu atau Mey-mey.. sebaiknya ibu bijak.. " ucapnya Memberikan segepok tisu pada Bu ida


" Apa Ibu sanggup " ucap Bu Ida sambil menangis


" Mau tidak mau harus Bu, ibu saatnya melupakan suami ibu dan hidup bahagia dengan Mey-mey " ucap Ehan


" Ibu boleh sayang dan kasian padanya, tapi tidak dengan cara begini, ini alasan dia menyakiti ibu dan Mey-mey terus karena ibu kurang tegas dengan suami.. lepaskan jika menurut ibu sudah tidak nyaman bersama bukan memaksakan.. " ucap tegas Ehan


Tiba-tiba ada seseorang laki-laki langsung masuk keruangan Bu Ida dengan wajah kesal dan marah.


" Diam Kau anak kecil " bentaknya


" Mas " lirih Bu Ida


" Jangan mentang-mentang Kau kaya terus Kau bisa meracuni pikiran istriku " ucap Pa Edi


" Apa Istri " tanya Farel


" Iya Dia istriku " ucapnya dengan wajah kesal


" Dia istrimu dan Kau tega mencekiknya hingga dia mau mati " bentak Ehan menyadarkan Bu Ida akan perbuatan suaminya memang sangat keji


" Kamu tidak tahu apa-apa jangan ikut campur " ucap Pa Edi


" Tapi benarkan yang aku katakan Pa Edi lah yang sudah mencekik istrinya sendiri " ucapnya sambil tersenyum jahat


" Diam... " Bentak pa Edi marah


" Kenapa.. ga mau ngaku... dasar pengecut " cibir Ehan


" Aku tak seperti yang bilang " ucapnya hendak menampar Ehan namun tangan Ehan menahanya


" Katakan padaku jika Pa Edi yang mencekik Bu ida " ucapnya sambil tersenyum jahat kembali

__ADS_1


" Memangnya jika aku yang mencekik Istriku sendiri Kau mau apa " ucap pa Edi memegang kerah baju Ehan


" Mas jangan " teriakanya ditempat tidur pasien


" Ibu, diam saja.. jangan beranjak dari tempat tidur " ucapnya Ehan


" Banyak Bacot " ucapnya langsung meninju Ehan


" Kamu memukulku " ucap Ehan sambil tersenyum meledek Pa Edi


" Kalau aku memukulmu memangnya kenapa hah.. " bentak Pa Edi


" Bibirku berdarah loh " ucap Ehan masih tersenyum meledek


" Sialan Kau " ucapnya memukul pipi kanan Ehan.


" Mas... jangan.. kasian Ehan " ucap Bu Ida


" Aku akan membunuh dia sekalian... Biar dia tau rasa " ucap Pa Edi


Tiba-tiba segerombolan polisi langsung masuk keruangan Bu Ida dan menodongkan pistol pada Pa Edi, sementara Ehan tersenyum senang rencanya berhasil


" Pa Edi, bapak Kami tanggap atas tuduhan pemukulan, penganiayaan dan ancaman membunuh pada saudara Farhan " ucap salah satu polisi langsung memborgol Pa Edi


" Tapi... tapi Pa... saya.. " ucapnya terbata-bata


" Bapak bisa jelaskan nanti di kantor polisi.. sekarang bapak ikut kami "


" Saya tidak salah pa.. lepaskan saya.. Ida... tolong aku.. Ida... tolong " Teriakannya yang sedang diseret sang Polisi


Bu Ida hanya terdiam, dan kaget dengan apa yang telah terjadi didepannya. seumur hidupnya iya beluk pernah berhadapan dengan polisi


Sementara Ehan mengobati lukanya sendiri dengan memerintah Suster mengambilkannya kompresan agar pipinya tidak bengkak.


.


.


.


.


Bersambung....


Siapa yang bacanya gregetan hayo...


Hayo mana tim Farel dan Mey-mey mana suaranya...


Jangan mau kalah sama tim Satria Sama Ina.. dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......


Biar saya lebih semangat nulisnya..


Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......


So... Ikuti terus kisahnya...


Jangan bosen-bosen ya .....


Marhaban ya Ramadhan

__ADS_1


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... dan selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan, jangan lupa jaga kesehatan ya guyz


__ADS_2