
Leo segera menelepon Mey-mey untuk segera datang kerumah sakit dan mengabarkan tentang kondisi Farel
Tut... Tut... Tut....
" Halo " ucap Mey-mey
" Halo, ini saya Leo " ucapnya dingin
" Tuan Leo.. ada yang bisa saya bantu " ucapnya Mey-mey dengan gugup
" Bisakah kamu datang ke Rumah sakit A " ucap Leo
" Memangnya ada apa ya Tuan " ucap Mey-mey heran
" Pokoknya Kamu segera datang kesini ke ruangan Ugd " ucap Leo
Deg,,
" Baik Tuan " ucapnya dengan tubuh yang gemetar takut terjadi sesuatu
" Ada apa ya sebenarnya kenapa perasaanku jadi tak enak begini ... ada apa dengan Farel.. " batin Mey-mey
Leo pun segera menutup teleponnya dan kembali duduk dikursi yang disediakan di luar ruangan UGD tersebut, sedangkan Mey-mey sedang berada dijalan menuju rumah sakit yang Leo perintahkan
Sesampainya disana Mey-mey langsung menuju ruangan Ugd, Iya melihat Calon mertuanya dengan pa Renal disana, iya segera menghampiri mereka
" Tuan Leo " ucap Mey-mey
" Duduk " ucap Leo meyuruh Mey-mey duduk disebelahnya
" Baik Tuan " ucapnya Mey-mey segera duduk disebelah Leo
" Ada apa Tuan meyuruh saya kesini " tanya Mey-mey
" Saya akan mempertemukan kamu dengan bundanya Farel " ucapnya Leo dengan tersenyum jahat
" Ini kesempatan ku untuk mendapatkan maaf dari Sisil.. aku ga mau Sisil marah terus padaku " batin Leo
" Bunda Farel dimana Tuan.. " ucapnya bingung
" Dia ada diruangan UGD, tadi dia pingsan dan keadaannya belum stabil " ucap Leo dingin
" Oh ternyata bundanya Farel yang sakit bukan Farel... tapi dimana Farel " batin Mey-mey
" Baik Tuan saya mau bertemu dengan bundanya Farel " ucap Mey-mey sambil tersenyum
" Kamu tunggu disana, biar aku bicara memberitahukannya bahwa kamu sudah datang " ucap Leo
" Baik Tuan... " ucap Mey-mey
" Semoga aku bisa diterima oleh bundanya Farel " batin Mey-mey
Leo pun masuk kembali keruang UGD tersebut dilihatnya disana Sisil sudah lebih tenang dari tadi
" Sayang " ucap Leo
Sisil dan Ehan pun menatap asal suara itu, mereka melihat wajah Leo sedih dan merasa bersalah
" Ada apa mas kesini " ucapnya Sisil dengan sinis
" Aku mau berbicara empat mata sama kamu sayang " ucap Leo mendekati Sisil
" Mau bicara apa, bicaralah " ucap Sisil
__ADS_1
" Tapi sayang ada Ehan " ucapnya Leo
" Cepat katakan atau aku tidak mau berbicara lagi padamu " ucapnya Sisil kesal
" Bunda Ehan pergi keluar dulu " ucap Ehan merasa tak enak jika mendengarkan pembicaraan ayah dan bundanya
" Kamu diam disini saja Ehan " ucap sang Bunda
" Tapi bunda... " ucap Ehan terpotong
" Ehan, bunda minta kamu disini " pinta Sisil pada Ehan
" Baik Bunda.. " ucap Ehan
Leo pun dengan terpaksa harus berbicara dihadapan Ehan, mau tidak mau karena kondisi Sisil yang masih marah padanya.
" Aku mint maaf sayang, aku menyesal telah melakukan itu pada Farel, Aku hanya ingin yang terbaik untuk Farel " ucap Leo dengan wajah sedihnya
" Yang terbaik untukmu belum tentu yang terbaik untuk Farel " ucap Sisil sinis
" Aku tau aku salah.. aku minta maaf sayang " ucapnya Leo merasa bersalah
" Kalau sudah begini bagaimana.. Farel sudah terbaring tak berdaya.. baru kamu menyesalinya " ucap Sisil
" Aku memang salah karena sudah termakan oleh ucapan busuk Dona " ucap Leo
" Orang seperti Dona kamu percayai, mana Leo yang aku kenal dulu yang selalu menggunakan fakta bukan hanya omongan semata " ucap Sisil marah
" Aku sudah menyelidiki tentang Mey-mey, dan omongan Dona hampir sama dengan informasi yang aku dapatkan tapi setelah aku berbicara dengan ayahnya Mey-mey yang ada di penjara aku baru menyadari jika Mey-mey hanya korban dia bukan wanita matre yang aku kira selama ini " ucapnya Leo panjang lebar
Sisil pun menangis dengan terisak-isak
" Kenapa kamu ga pernah bilang masalah Farel.. kenapa mas.... apa aku sudah tidak berarti lagi di matamu " ucap Sisil
" Bukan maksudku begitu sayang, kamu lagi sakit.. aku sengaja tidak membawa mu kesini karena aku tau kamu akan tambah sakit jika mendengar permasalahan Farel " ucap Leo meyakinkan sang istri
" Jangan bela ayahmu itu " ucapnya Sisil menatap Ehan sinis
" Bukan membela ayah bunda, sekarang Ehan tanya.. dengan bunda marah sama ayah bisa mengubah keadaan seperti semula tidak " ucap Ehan
" Maksud kamu " ucapnya Sisil kesal
" Harusnya kita saling menguatkan bunda agar Abang Farel punya semangat hidup lagi bukanya kita saling salah-salahan " ucap Ehan
" Betul juga yang dikatakan Ehan, aku juga merasa ga tega melihat Mas Leo begitu merasa bersalah " batin Sisil
" Aku akan memaafkan Mu mas jika kamu merestui hubungan antara Farel dengan Mey-mey " ucap Sisil tegas
" Baiklah sayang, memang aku sudah merestuinya sejak aku pulang dari penjara menemui ayahnya Mey-mey, dan sekarang aku punya kejutan buat kamu... kamu tunggu disini ya " ucap Leo segera pergi dari sana dan membawa Mey-mey kedalam ruangan dimana Sisil berada
Leo segera menghampiri Mey-mey dan menuntunnya kedalam ruangan UGD tersebut
" Mey-mey " ucap Leo
" Iya Tuan " ucapnya
" Saya Antarkan keruangan Bundanya Farel " ucap Leo
" Baik Tuan " ucap Mey-mey
Mereka pun melangkahkan masuk kedalam ruangan Sisil
" Sayang ini kejutan untukmu " ucap Leo
__ADS_1
Sisil menatap Mey-mey dari atas sampai bawah, iya pun merasa heran dengan gadis yang dibawa Leo namun Ehan langsung menyapa Mey-mey
" Hai Mey-mey " sapa Ehan
" Hai Ehan " ucap Mey-mey
" Jadi ini yang namanya Mey-mey " batin Sisil
" Ehan kita keluar dahulu, dan biarkan Bunda sama Mey-mey bicara " ucapnya Leo
" Baik ayah " ucapnya Ehan langsung melangkah pergi dari sana bersama Leo, sedangkan Mey-mey dan Sisil saling bertatapan
" Sini duduk nak.. " ucap Sisil pada Mey-mey
" Baik Nyoya " ucap Mey-mey sopan
" Jangan panggil Nyoya kan sebentar lagi kamu akan menjadi calon menantu ku, panggil saja aku Bunda " ucap Sisil tersenyum
" Ternyata bunda Farel ramah juga, tidak seperti Tuan Leo " batin Mey-mey
" Em.. Iya Nyo.. eh Bunda.. " ucap Mey-mey
" Kamu manis juga " ucapnya Sisil menggoda Mey-mey
" Bunda bisa saja... " ucapnya sambil tersenyum
" Mey-mey maafkan perlakuan ayah Leo padamu ya " ucap Sisil sambil memegang tangan Mey-mey
" Bunda tenang saja Mey-mey sudah memaafkan Tuan Leo " ucapnya
" Kamu panggil ayah Leo saja ya " ucap Sisil
" Tapi Bunda... baiklah Mey-mey akan panggil dengan sebutan Ayah Leo " ucap Mey-mey merasa tidak enak melihat tatapan Sisil
" Bunda tau ini berat untukmu, tapi bunda mau kamu tegar menghadapinya " ucap Sisil
" Maksud bunda apa ya " ucap Mey-mey bingung
" Farel... " ucap Sisil menangis kembali
" Farel kenapa bunda " tanya Mey-mey heran
" Farel kecelakaan " ucap sang bunda menangis tersedu-sedu
" Apa " ucap Mey-mey kaget dan meneteskan air matanya
.
.
.
.
Bersambung....
Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......
Biar saya lebih semangat nulisnya..
Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......
So... Ikuti terus kisahnya...
__ADS_1
Jangan bosen-bosen ya .....
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz