Kisah Cinta Anak Kembar CEO

Kisah Cinta Anak Kembar CEO
Episode 148


__ADS_3

Leo segera menelepon Mey-mey untuk segera datang kerumah sakit dan mengabarkan tentang kondisi Farel


Tut... Tut... Tut....


" Halo " ucap Mey-mey


" Halo, ini saya Leo " ucapnya dingin


" Tuan Leo.. ada yang bisa saya bantu " ucapnya Mey-mey dengan gugup


" Bisakah kamu datang ke Rumah sakit A " ucap Leo


" Memangnya ada apa ya Tuan " ucap Mey-mey heran


" Pokoknya Kamu segera datang kesini ke ruangan Ugd " ucap Leo


Deg,,


" Baik Tuan " ucapnya dengan tubuh yang gemetar takut terjadi sesuatu


" Ada apa ya sebenarnya kenapa perasaanku jadi tak enak begini ... ada apa dengan Farel.. " batin Mey-mey


Leo pun segera menutup teleponnya dan kembali duduk dikursi yang disediakan di luar ruangan UGD tersebut, sedangkan Mey-mey sedang berada dijalan menuju rumah sakit yang Leo perintahkan


Sesampainya disana Mey-mey langsung menuju ruangan Ugd, Iya melihat Calon mertuanya dengan pa Renal disana, iya segera menghampiri mereka


" Tuan Leo " ucap Mey-mey


" Duduk " ucap Leo meyuruh Mey-mey duduk disebelahnya


" Baik Tuan " ucapnya Mey-mey segera duduk disebelah Leo


" Ada apa Tuan meyuruh saya kesini " tanya Mey-mey


" Saya akan mempertemukan kamu dengan bundanya Farel " ucapnya Leo dengan tersenyum jahat


" Ini kesempatan ku untuk mendapatkan maaf dari Sisil.. aku ga mau Sisil marah terus padaku " batin Leo


" Bunda Farel dimana Tuan.. " ucapnya bingung


" Dia ada diruangan UGD, tadi dia pingsan dan keadaannya belum stabil " ucap Leo dingin


" Oh ternyata bundanya Farel yang sakit bukan Farel... tapi dimana Farel " batin Mey-mey


" Baik Tuan saya mau bertemu dengan bundanya Farel " ucap Mey-mey sambil tersenyum


" Kamu tunggu disana, biar aku bicara memberitahukannya bahwa kamu sudah datang " ucap Leo


" Baik Tuan... " ucap Mey-mey


" Semoga aku bisa diterima oleh bundanya Farel " batin Mey-mey


Leo pun masuk kembali keruang UGD tersebut dilihatnya disana Sisil sudah lebih tenang dari tadi


" Sayang " ucap Leo


Sisil dan Ehan pun menatap asal suara itu, mereka melihat wajah Leo sedih dan merasa bersalah


" Ada apa mas kesini " ucapnya Sisil dengan sinis


" Aku mau berbicara empat mata sama kamu sayang " ucap Leo mendekati Sisil


" Mau bicara apa, bicaralah " ucap Sisil

__ADS_1


" Tapi sayang ada Ehan " ucapnya Leo


" Cepat katakan atau aku tidak mau berbicara lagi padamu " ucapnya Sisil kesal


" Bunda Ehan pergi keluar dulu " ucap Ehan merasa tak enak jika mendengarkan pembicaraan ayah dan bundanya


" Kamu diam disini saja Ehan " ucap sang Bunda


" Tapi bunda... " ucap Ehan terpotong


" Ehan, bunda minta kamu disini " pinta Sisil pada Ehan


" Baik Bunda.. " ucap Ehan


Leo pun dengan terpaksa harus berbicara dihadapan Ehan, mau tidak mau karena kondisi Sisil yang masih marah padanya.


" Aku mint maaf sayang, aku menyesal telah melakukan itu pada Farel, Aku hanya ingin yang terbaik untuk Farel " ucap Leo dengan wajah sedihnya


" Yang terbaik untukmu belum tentu yang terbaik untuk Farel " ucap Sisil sinis


" Aku tau aku salah.. aku minta maaf sayang " ucapnya Leo merasa bersalah


" Kalau sudah begini bagaimana.. Farel sudah terbaring tak berdaya.. baru kamu menyesalinya " ucap Sisil


" Aku memang salah karena sudah termakan oleh ucapan busuk Dona " ucap Leo


" Orang seperti Dona kamu percayai, mana Leo yang aku kenal dulu yang selalu menggunakan fakta bukan hanya omongan semata " ucap Sisil marah


" Aku sudah menyelidiki tentang Mey-mey, dan omongan Dona hampir sama dengan informasi yang aku dapatkan tapi setelah aku berbicara dengan ayahnya Mey-mey yang ada di penjara aku baru menyadari jika Mey-mey hanya korban dia bukan wanita matre yang aku kira selama ini " ucapnya Leo panjang lebar


Sisil pun menangis dengan terisak-isak


" Kenapa kamu ga pernah bilang masalah Farel.. kenapa mas.... apa aku sudah tidak berarti lagi di matamu " ucap Sisil


" Bukan maksudku begitu sayang, kamu lagi sakit.. aku sengaja tidak membawa mu kesini karena aku tau kamu akan tambah sakit jika mendengar permasalahan Farel " ucap Leo meyakinkan sang istri


" Jangan bela ayahmu itu " ucapnya Sisil menatap Ehan sinis


" Bukan membela ayah bunda, sekarang Ehan tanya.. dengan bunda marah sama ayah bisa mengubah keadaan seperti semula tidak " ucap Ehan


" Maksud kamu " ucapnya Sisil kesal


" Harusnya kita saling menguatkan bunda agar Abang Farel punya semangat hidup lagi bukanya kita saling salah-salahan " ucap Ehan


" Betul juga yang dikatakan Ehan, aku juga merasa ga tega melihat Mas Leo begitu merasa bersalah " batin Sisil


" Aku akan memaafkan Mu mas jika kamu merestui hubungan antara Farel dengan Mey-mey " ucap Sisil tegas


" Baiklah sayang, memang aku sudah merestuinya sejak aku pulang dari penjara menemui ayahnya Mey-mey, dan sekarang aku punya kejutan buat kamu... kamu tunggu disini ya " ucap Leo segera pergi dari sana dan membawa Mey-mey kedalam ruangan dimana Sisil berada


Leo segera menghampiri Mey-mey dan menuntunnya kedalam ruangan UGD tersebut


" Mey-mey " ucap Leo


" Iya Tuan " ucapnya


" Saya Antarkan keruangan Bundanya Farel " ucap Leo


" Baik Tuan " ucap Mey-mey


Mereka pun melangkahkan masuk kedalam ruangan Sisil


" Sayang ini kejutan untukmu " ucap Leo

__ADS_1


Sisil menatap Mey-mey dari atas sampai bawah, iya pun merasa heran dengan gadis yang dibawa Leo namun Ehan langsung menyapa Mey-mey


" Hai Mey-mey " sapa Ehan


" Hai Ehan " ucap Mey-mey


" Jadi ini yang namanya Mey-mey " batin Sisil


" Ehan kita keluar dahulu, dan biarkan Bunda sama Mey-mey bicara " ucapnya Leo


" Baik ayah " ucapnya Ehan langsung melangkah pergi dari sana bersama Leo, sedangkan Mey-mey dan Sisil saling bertatapan


" Sini duduk nak.. " ucap Sisil pada Mey-mey


" Baik Nyoya " ucap Mey-mey sopan


" Jangan panggil Nyoya kan sebentar lagi kamu akan menjadi calon menantu ku, panggil saja aku Bunda " ucap Sisil tersenyum


" Ternyata bunda Farel ramah juga, tidak seperti Tuan Leo " batin Mey-mey


" Em.. Iya Nyo.. eh Bunda.. " ucap Mey-mey


" Kamu manis juga " ucapnya Sisil menggoda Mey-mey


" Bunda bisa saja... " ucapnya sambil tersenyum


" Mey-mey maafkan perlakuan ayah Leo padamu ya " ucap Sisil sambil memegang tangan Mey-mey


" Bunda tenang saja Mey-mey sudah memaafkan Tuan Leo " ucapnya


" Kamu panggil ayah Leo saja ya " ucap Sisil


" Tapi Bunda... baiklah Mey-mey akan panggil dengan sebutan Ayah Leo " ucap Mey-mey merasa tidak enak melihat tatapan Sisil


" Bunda tau ini berat untukmu, tapi bunda mau kamu tegar menghadapinya " ucap Sisil


" Maksud bunda apa ya " ucap Mey-mey bingung


" Farel... " ucap Sisil menangis kembali


" Farel kenapa bunda " tanya Mey-mey heran


" Farel kecelakaan " ucap sang bunda menangis tersedu-sedu


" Apa " ucap Mey-mey kaget dan meneteskan air matanya


.


.


.


.


Bersambung....


Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......


Biar saya lebih semangat nulisnya..


Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......


So... Ikuti terus kisahnya...

__ADS_1


Jangan bosen-bosen ya .....


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz


__ADS_2