
Sedangkan ditempat Ehan, mereka bertiga sedang melakukan sahur bersama, Lala sengaja masak untuk Ehan, Mereka menikmati masakanya dengan lahap.
Setelah sahur Ehan pun membicarakan tentang rencananya selanjutnya untuk menjebak sang mandor.
" Nik, sampai mana kamu bisa mengakses data di handphone Pa Rijal " ucap Ehan
" Datanya banyak sekali Tuan, saya jadi bingung " ucapnya
" Terus selidiki siapa saja yang suka iya hubungi.. sebenarnya kita juga butuh orang untuk membantumu " ucap Ehan pada Niko
" Gimana kalau gue aja " ucap Lala
" Kamu kan tugasnya ngawasin Pa Rijal " titah Ehan
" Aku malas sama dia, Dia genit banget " ucapnya
" Makanya kalau berpakaian sopan pake baju dan celana panjang, kamu pakaiannya begitu, pake dres selutut ya gimana dia ga genit... Dia kan normal " cibir Ehan
" Ya kan Lu tau .. kebiasaan gue gini " ucap Lala
" Kalo di kota ok.. tapi dikampung kaya begini tuh mengundang orang buat cibir kamu " ucap Ehan
" Ya udah nanti aku ganti deh bajunya sesuai yang kamu mau " ucap Lala
" Padahal aku pengen terlihat anggun didepan mu.. kamu malah tak mengganggap ku seperti teman saja " batin Lala
" Bagus " ucap Ehan sambil tersenyum
" Bos gimana kalau Marni yang bantuin aku, biar aku tambah semangat gitu " ucap Niko
" Ok, entar aku tanya dulu Marni ya mau ga nya " ucap Ehan
" Siap Bos " ucap Niko senang
Dengan kesal Lala pun segera pergi kekamarnya dan mengunci pintunya, dia kesal bukan karena sang mandor karena Ehan yang tak pernah mengagangap dia lebih dari teman,
Iya pun mengambil Foto mereka sewaktu di wisuda S1 nya. dengan wajah kesal dan sedih iya terus memandang Foto itu.
" Kapan Sih Ehan sadar aku tuh menyukainya " ucap Lala
" Tapi aku tak boleh menyerah.. aku harus perjuangkan dia, salah Ehan kenapa membuatku nyaman dan suka padanya.. " ucap Lala
Iya pun membaringkan tubuhnya dan mengambil selimutnya, iya juga meletakan Foto itu disampingnya.
Sementara Ehan dan Niko masih diruang makan, mereka sedang berbicara penting.
Hari ini rencananya Ehan berencana untuk pergi ke Surabaya menuju Perusahaan sang Abang, sesuai dengan permintaannya. Namun Dari kemarin sore Ehan mencoba menelepon sang Abang namun tak diangkat, akhirnya iya pun menelepon Riki.
" Niko, hari ini aku akan kesurabaya " ucap Ehan
" Ko mendadak Bos, memangnya ada apa " tanya Niko
" Abang memintaku membuatkan beberapa alat, dan iya juga menyuruhku datang kesana " ucap Ehan
" Terus Aku gimana Bos " ucapnya
__ADS_1
" Kamu seperti biasa saja, kamu jangan ke proyek.. kamu disini kerjakan semua data-data itu " ucap Ehan
" Kalau Lala bagaimana Bos " tanya Niko
" Lala akan tetap ke Proyek untuk mengawasi mandor itu buka " ucap Ehan
" Bos tidak mau aku temani " ucapnya Niko
" Tidak usah " ucap Ehan
" Terus Bos kapan pulang " tanya Niko kembali
" Aku disana tidak lama satu atau dua hari " ucapnya
" Syukurlah " jawab Niko
" Kenapa Kamu ga mau ditinggal aku, takut kangen ya " goda Ehan
" Ish.. Bos aku masih normal " ucapnya
" Ya udah kita siap-siap dahulu solat subuh berjamaah sebelum aku pergi " ajaknya
" Siap Bos "
Mereka langsung mengambil wudhu, setelah selesai mereka segera pergi ke mesjid terdekat disana. Dilihatnya ada Marni dan Rena disana juga
Waktu solat sudah dimulai, mereka melaksanakan Solatnya dengan khusu, setelah selesai mereka bergegas pulang kerumah masing-masing, namun Ehan malam menghadang langkah Rena dan Marni
" Tunggu " ucap Ehan
" Ada apa " tanya Marni dengan senyum-senyum
" Apa Ehan akan nembak kita bersua sekaligus " batin Marni
" Katakanlah " ucap Rena
" Saya Butuh bantuan kalian " ucapnya
" Bantuan apa " ucap Marni heran
" Apa kalian bisa menggunakan laptop " tanya Ehan
" Memangnya kenapa " ucap Marni kesal karena ucapan Ehan tidak sepeti yang iya harapkan
" Aku akan pergi kesurabaya " ucap Ehan sambil memandang wajah Rena
" Apa Surabaya, mau kemana Dia " batin Marni
" Sebenarnya Ehan ke Surabaya mau ngapain " batin Rena
" Rasanya berat aku meninggalkan Rena meskipun hanya sebentar " batin Ehan sambil memandang wajah Rena
" Terus " ucap Marni sinis
" Aku ingin kalian gantiin aku bantu Niko mengerjakan pekerjaan nya " ucapnya Ehan sambil tersenyum
__ADS_1
" Menurutmu bagaimana Ren " tanya Marni pada Rena
" Kalau aku sih gimana kamu saja, soalnya aku ga sibuk tapi jam tiga aku sudah harus pulang, " ucap Rena
" Ok tidak masalah " ucap Ehan
" Makasih ya, kalian berdua memang yang paling cantik disini " goda ehan
" Astaga Ehan muji aku cantik " ucapnya Marni kegeeran
" Apa Ehan..juga menyukai. Marni.. " batin Rena
" Kapan kamu akan berangkat " tanya Rena
" Aku berangkat setengah jam lagi " ucapnya Ehan
" Bos kita cepat pulang, Bos belum bawa perlengkapan untuk pergi " ucapnya Niko
" Yaudah bentar aku pamit duku " ucapnya
" Rena, Marni .. aku pamit Assalamualaikum " ucap Ehan
" Waalaikumsalam " jawab Ehan dan Marni
" Jangan kangen ya, tunggu aku kembali bidadari seugaku " ucap Ehan berbisik ke telinga Rena hingga Rena pipinya merah.
" By " ucap Ehan segera pergi dari sana dan menuju rumah kontrakan dan membawa beberapa baju kedalam tasnya, lalu Niko pun mengantarkan sang majikan ke bandara.
Riki pun sudah meyiapkan Pesawat pribadi untuk Ehan terbang ke Surabaya, Ehan rencananya setelah Sahur iya akan pergi ke Surabaya
.
,
.
.
.
Bersambung....
Mau tetap Farel sama Mey-mey dulu atau mau ke Ina satria hayo...
Hayo mana tim Farel dan Mey-mey mana suaranya...
Jangan mau kalah sama tim Satria Sama dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......
Biar saya lebih semangat nulisnya..
Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......
So... Ikuti terus kisahnya...
Jangan bosen-bosen ya .....
__ADS_1
Marhaban ya Ramadhan
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... dan selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan, jangan lupa jaga kesehatan ya guyz