
Sementara Ehan mengobati lukanya sendiri dengan memerintah Suster mengambilkannya kompresan agar pipinya tidak bengkak.
" Ehan... " ucap Bu Ida menghampiri Ehan sambil membawa selang infusannya
" Ibu ngapain disini, ibu lebih baik diam ditempat tidur " ucap Ehan kaget
" Ibu obati lukamu " ucapnya
" Tidak usah Bu, ini tidak sakit ko " ucap Ehan sambil tersenyum
" Kamu yakin " jawab Bu Ida dengan wajah khawatir
" Aku kuat Bu,.. ibu tenang saja " ucap Ehan
" Maafkan suami ibu ya.. " ucapnya bersalah
" Tidak apa-apa ah Bu, Lagian aku tadi sengaja tidak melawan. karena sudah beberapa hari aku lihat bapak yang tadi mengamati kamar ini " ucapnya sambil tersenyum
" Apa ini rencanamu " tanya Bu Ida
" Rencana tanpa diduga " ucap Ehan membuat Bu Ida heran
" Maksudnya.. " tanya Bu ida
" Abang Farel Bantu Aku tadi, dia yang mengirim polisi kesini " jawabnya
" Kamu nekat, bagaimana jika suamiku melukaimu lebih dari ini " ucap Bu Ida sambil meneteskan air matanya
" Sudah Bu, jangan menangis .. orang Ehan ga papah " jawabnya
" Makasih ya Nak Ehan, sudah mau berkorban begini pada ibu " ucap Bu Ida memeluk Ehan
" Bu lepaskan jangan memeluk, aku ga tertarik sama ibu " ceplos Ehan membuat Bu Ida kesal namun iya sendiri malah tertawa
" Bisa-bisa nya disaat begini kamu malah bercanda " ucap Bu Ida cemberut
" Ibu tenang saja .. Oh iya Bu hari ini rencananya Abang Farel menyatakan cintanya pada Mey-mey " ucap Ehan
" Yang benar kamu " tanya Bu Ida
" Serius Bu, aku belum punya ide untuk membuat membuat acaranya " ucap Ehan
" Ibu bantu " jawabnya
" ok " ucap Ehan
.
...****************...
.
Flash Back
Mey-mey dengan sikap tenangnya mulai mempresentasikan materi yang iya telah siapkan, iya menjelaskan semua proyeknya dengan detail dan Pa Yohan menyukai cara presentasi Mey-mey.
Setelah selesai mempresentasikan Mey-mey kembali Duduk dikursi bersama-sama mereka, tanpa iya duga ternyata ada seseorang yang memperhatikan nya.
" Mey-mey " panggil seseorang
Semua yang ada disana tampak heran saat Rizwan memangil nama Mey-mey namun Mey-mey hanya membalasnya dengan senyuman tanpa berbicara sepatah katapun.
" Kalian sudah saling kenal " ucap Pa Yohan
" Dia itu teman aku Pah dulu pas kuliah " ucapnya
" Apakah memang dia hanya sekedar teman dengan Mey-mey, kenapa perasaanku menjadi kesal begini " batin Farel
__ADS_1
" Gawat tatapan Tuan Farel terlihat dia seperti sedang marah " batin Riki
" Kenapa harus ketemu dia disini sih " batin Mey-mey
" Beruntungnya aku hari ini bisa bertemu dengan mu Mey-mey " batin Rizwan
" Wah ternyata dunia sempit ya " ucap pa Yohan
" Jadi bagaiman Pa Yohan, masalah Proyek ini ... saya menunggu keputusan dari anda " ucap Farel mengalihkan perhatiaan
" Kalau saya sih ok, cuma saya harus tanya putra saya dulu " ucapnya
" Kalau Rizwan sih mau " ucapnya
" Karena semua sudah deal dengan proyek ini, ini kontrak kerjanya Bapak bisa membaca nya terlebih dahulu sebelum menandatanganinya " ucap Riki memberikan file kontrak kerja
Pa Yohan dan Rizwan pun menandatangani kontrak itu, setelah itu Farel memberikan salinan kontrak kerja itu pada mereka.
Tiba-tiba Farel dapat pesan dari handphone nya tidak lain dari Ehan, namun Farel sedikit heran dengan isi pesan itu
Ting...
" Maaf Pa, saya terima dulu pesan penting dari saudara saya " ucap menjauh dari meja itu
" SOS.. POLISI "
" ini Ehan maksudnya apa coba, Dia dalam bahaya kenapa " ucapnya heran. Dan segera melacak handphone Ehan
" Posisinya di rumah sakit " ucap masih heran
" Aku telepon saya polisi dari pada terjadi sesuatu.. di telepon juga ga diangkat soalnya " ucapnya segera menelepon polisi
Tut... Tut... Tut...
" Halo dengan kepolisian daerah Surabaya, ada yang bisa saya bantu " ucap sang penerima telepon
" Maaf anda siapa ada masalah apa " tanya polisi
" saya Farel anak dari Tuan Leo Wiratmaja, saya mau melaporkan bahwa telah terjadi bahaya di rumah sakit B, Ada seseorang yang mau melakukan pembunuhan pada Ehan adik saya, mohon bapak polisi semuanya langsung menuju tkp " ucap Farel
" Apa Anda yakin " tanya sang polisi
" Yakin sekali pa, Barusan Ehan kirim pesan pada saya " ucapnya
" Baik pa Kalau begitu saya akan segera menuju ke TKP sesuai dengan yang bapak informasikan "
" Siap pa, kalau begitu terima kasih " ucap Farel
" Sama-sama pa, selamat siang " perbincangan diakhiri dan Farel segera duduk kembali di kursi bersama-sama dengan mereka.
" Tuan Farel, terima kasih untuk semuanya, karena sudah selesai saya pamit " ucap Pa Yohan
" Baik pa, harusnya saya yang berterima kasih karena Bapak sudah mau bekerjasama dengan perusahaan yang saya pimpin " ucapnya ramah
" Kalau begitu saya permisi " ucap Pa Yohan
" Mari pa silahkan " ucap Farel tersenyum
Akhirnya mereka sudah selesai dengan Meetingnya, dan hasilnya sangat memuaskan, iya pun segera mengajak Mey-mey kerumah sakit terkait penangkapan sang ayah.
Mereka semua bergegas menuju rumah sakit itu dengan perasaan khawatir. Didalam mobil tampak Mey-mey sangat cemas dan khawatir apa lagi ketika sang ibu ditelepon handphonenya mati
" Bagaimana ini, aku takut Ayah berbuat nekad dan berbuat macam-macam pada ibu " ucapnya sambil menangis
" Kamu tenang ya " ucap Farel
" Kita berdoa supaya ibumu dan Ehan tidak kenapa-kenapa " ucapnya
__ADS_1
" Semoga ya Tuan " ucapnya dengan wajah sedih.
.
...****************...
.
Kini Farel, Mey-mey dan Riki segera menuju kamar sang Ibu namun ketika mereka Kesana tampak Ruangannya berantakan Mey-mey pun menangis, iya membayangkan sesuatu terjadi pada sang ibu.
" Tuan, ibuku mana " ucap sambil menangis
" Kamu tenang ya, kita tanya pada suster dan dokter " ucap Farel
Mereka segera menemui suster dan bertanya padanya tentang keberadaan Bu Ida.
" Permisi Suster saya mau tanya Pasien atas nama Bu Ida kemana ya, ko tidak ada diruanganya " ucap Farel
" Oh Bu Ida.. tadi dia dipindahkan keruangan sebelah sana yang ujung " ucapnya Sang suster
" Kenapa di pindahkan Sus " ucap Mey-mey kaget
" Saya kurang tahu, soalnya saya baru tukar sif " ucap sang suster
" Bagaimana ini Tuan " lirih Mey-mey
" Sudah jangan menangis sebaiknya kita kesana " ucapnya Farel
" Tuan " ucap Riki menghentikan langkah mereka
" Saya izin ke toilet boleh " ucap Riki dengan ekspresi kebelet
" Disaat seperti ini Kau malah kebelet bisa-bisanya " cibir Farel
" Maafkan saya Tuan.. " ucapnya terbata-bata
" Yaudah saja.. jangan lama-lama " ucap Farel melangkah pergi
Farel dan Mey-mey pun segera menuju ruangan yang ditunjukan sang suster dengan perasaan was-was takut terjadi sesuatu pada Bu Ida.
.
.
.
.
Bersambung....
Siapa yang penasaran hayo.....
Hayo mana tim Farel dan Mey-mey mana suaranya...
Jangan mau kalah sama tim Satria Sama Ina.. dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......
Biar saya lebih semangat nulisnya..
Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......
So... Ikuti terus kisahnya...
Jangan bosen-bosen ya .....
Marhaban ya Ramadhan
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... dan selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan, jangan lupa jaga kesehatan ya guyz
__ADS_1