Kisah Cinta Anak Kembar CEO

Kisah Cinta Anak Kembar CEO
Episode 225


__ADS_3

Sisil dan Leo sudah memberitahukan ketiga anaknya tentang berita meninggalkannya Oma Natalia, dan mereka juga sudah menyiapkan kepulangan antara mereka dan jenazah Natalia yang akan dimakamkan di Jakarta.


Rena da Ina yang baru keluar dari rumah sakit syok mendengar kabar tersebut, apalagi mereka sudah jarang menemui Oma mereka.


Kini Mansion Sisil dipenuhi dengan bunga ucapan turut berduka cita dari beberapa klien perusahaannya.


Umi Rahmi dan Abi Ismail pun sudah tiba di mansion milik besan mereka, disana juga susah ada salsa dan Ujang tidak ketinggalan juga Renal dan Yesi yang ada disana juga.


Para baby sister sedang menidurkan bayi yang mereka asuh didalam satu kamar di mansion itu agar memudahkan para keluarga jika mau melihat bayi


Sang Ayah Leo pun baru tiba dari Jepang, iya melihat banyak karangan bunga dari para klien perusahaannya.


" Opa " Ucap Ehan memeluk sang opa


" Kamu harus sabar dan ikhlas ya sayang " ucapnya


" Iya Opa " ucap Ehan


" Dimana ina " tanyanya


" Ada didalam mari Ehan antarkan " ucap Ehan


Ehan pun mengantarkan sang opa menemui Ina yang tengah duduk di sofa bersama istrinya.


" Opa ini istri Ehan, namanya Rena " ucapnya Ehan memperkenalkan Sang istri kepada sang opa karena waktu pernikahan mereka sang opa tidak bisa datang karena menunggu sang Oma Natalia yang sakit


" Opa " ucap Ina sambil memeluknya


" Cucu opa sudah dewasa dan punya baby ya.. mafkan Opa belum bisa memberikan kado untuk Bayi kalian " ucapnya


" Tidak apa-apa ko opa " ucap Ina sambil tersenyum


" Kalian harus mengikhlaskan nya, mungkin ini yang terbaik untuk Oma natalia " ucap sang opa memberikan nasehat


" Iya Opa " ucap mereka


" Apa ayah dan bunda kalian belum datang " tanya sang opa


" Satu jam lagi mereka akan tiba " ucap Ehan


" Opa sudah makan " tanya Ina


" Sudah nak... " jawabnya


" Opa jika opa mau istirahat dikamar atas saja " ucap Ehan


" Baiklah Opa mau mandi dulu... " ucapnya melangkah pergi kekamar yang dulu ditempati olehnya

__ADS_1


Sedangkan Pa Anwar dan Bu Ida baru tiba disana, iya langsung masuk kedalam. Disana mereka disambut oleh Ehan.


" Nene, kakek, kalian sudah datang " ucap Ehan menyalami mereka


" Bunda sama ayahmu mana " ucap Bu Ida ibunya Sisil


" Bunda satu jam lagi akan sampai kesini masih dijalan " ucapnya Ehan


" Dimana anak-anak mu " ucap Pa Anwar


" Ada di kamar sebelah sana Kakek " ucap Ehan


" Mah sebaiknya kita melihat cicit-cicit kita " ucap Pa Anwar pada sang istri


" Baiklah " ucapnya


Ehan pun mengantarkan kakek dan neneknya keruangan dimana putranya dan putri berada.


" Kakek, Nene ini putra dan putri Ehan " ucapnya


" Wah lucu sekali " ucap Bu Ida sambil tersenyum


" Namanya Lia dan Lio " ucap Ehan


" Kalau yang ini anak siapa " tanya Pa Anwar


" Ini anaknya ina " ucap Ehan


" Namanya siapa Ehan " ucap Bu ida


" Namanya Rafa, Refa dan Refi " ucap Ehan


" Kalian melahirkan anak kembar ruaanya " ucap Pa Anwar bahagia


" Abang Farel pun mempunyai bayi kembar ke... " ucap Ehan


" Wah, cicit kita jadi banyak... tapi sayang salsa belum menikahkan putra dan putrinya " ucap Pa Anwar


" Ya Mas, mau gimana lagi... Mereka memang belum menemukan jodohnya " ucap Bu ida


" Nene, Kake jika masih kangen dengan baby-baby ini.. kalian tunggu disini Ehan masih harus menyambut para tamu .. " ucap nya pamit


" Baiklah Ehan, kalau ada apa-apa hubungi Kakek nya " ucap Pa Anwar


" Baik Ke " ucap nya pergi dari ruangan itu, sedangkan Bu Ida menggendong bayi kembar itu


Ehan kembali kedepan halaman menyambut para tamu dan tetangga yang berdatangan ke mansion mereka.

__ADS_1


.


...****************...


.


Sisil sudah tiba di bandara bersama dengan sang suami dan Oma, meskipun mereka berbeda pesawat dengan jenasah Natalia namun bisa dipastikan mereka mendarat bersama-sama.


Renal sudah menyiapkan ambulance di parkiran bandara. Leo segera menelepon sang supir ambulance agar mendekat membantunya mengangkat peti berisi jenasah Natalia.


Kini mereka sudah berada didalam ambulance, sang supir pun segera melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi agar cepat sampai dan tak lupa membunyikan sirine agar orang-orang mempermudah jalanya.


" Sayang sudah jangan bersedih terus " ucap Leo


" Aku merasa begitu cepat kepergian Momi Natalia " ucap Sisil


" Mungkin ini yang terbaik untuk momi, sekarang iya tidak merasakan sakit lagi.. " ucap Leo


" Kuatkan aku ya Allah, aku tak mau jika keluarga ku bersedih jika aku bersedih " batin Leo yang merasakan sakit hati ditinggal sang ibu


" Ada rasa sedih dihati mas Leo, namun iya tak menampakkan ya.. " batin Sisil


" Leo sungguh hebat iya mampu menutupi kesedihannya " batin Sang Oma


Kini Ambulance tiba di Mansion mereka, Ehan segera menghampiri ambulance itu, dan iya langsung membuka pintu mobil itu dilihatnya wajah sang bunda dan Oma yang masih menangis namun tidak dengan sang ayah.


Meskipun Leo tidak menangis namun iya memperlihatkan wajah yang sedang sedih dan merasa bersalah.


" Ada apa dengan ayah " batin Ehan


.


.


.


.


Bersambung....


Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......


Biar saya lebih semangat nulisnya..


Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......


So... Ikuti terus kisahnya...

__ADS_1


Jangan bosen-bosen ya .....


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz


__ADS_2