Kisah Cinta Anak Kembar CEO

Kisah Cinta Anak Kembar CEO
Episode 115


__ADS_3

" Terima kasih Bapak sudah merestui kami " ucap Farel dengan senyum bahagianya


" Tapi sebelumnya bebaskan saya dari sini " ucap Pa Edi


" Aduh gimana ini Tuan Farel, apa dia akan bebaskan Pa Edi " batin Riki


" Jangan Tuan " bisik Riki


" Kamu tenang saja " ucap Farel berbisik pada Riki


" Maaf Pa kalau soal itu, ibu yang menentukan Bapak keluar atau tidaknya " ucap Farel


" Sialan wanita tua itu, kenapa kemarin aku ga habisi saja dia " batin Pa Edi kesal


" Kalau begitu sewakan saya seratus pengacara agar saya keluar dari sini, kan kamu orang kaya " ucap sinis Pa Edi


" Astaga Pa Edi benar-benar ya, minta di robek yu mulut " ucap Riki tambah kesal namun hanya bisa protes dalam hati


" Percuma jika saya sewakan seratus pengacara pun tapi ibu tak mau mencabut kasusnya pada bapak " sindir Farel


" Lalu saya harus gimana " ucap Pa Edi


" Berubah dan bertaubat lah pa, sesungguhnya ibu orang yang sangat baik, saya yakin jika bapak memang benar-benar berubah ibu akan luluh hatinya " ucap Farel mencoba mendekati Pa Edi


" Farel benar juga, Ida kan gampang dikibulin " batin Pa Edi


" Ini ada sedikit rezeki, mohon diterima " Ucap Farel sambil memberikan amplop coklat berisi uang


" Apa ini " ucap Pa Edi


" Itu sih jumlahnya sedikit tapi jika bapak mau saya akan tambahkan asalkan bapak berjanji di atas kertas perjanjian yang bapak tanda tangani, bahwa bapak tidak akan meyakiti dan bahkan akan pergi jauh meninggalkan ibu dan Mey-mey " ucapnya Farel dengan senyum liciknya


" Gila satu miliar banyak banget, tapi aku tak boleh tergoda aku akan dapat lebih jika Mey-mey bisa aku gengam " batin Pa Edi


" Maaf Nak Farel, Bapak sudah berubah bapak tidak akan meyakiti Mey-mey dan ibu lagi, bapak ga bisa jika jauh dari mereka, Ambil kembali uangnya " ucap Pa Edi memberikan uang itu pada Farel


" Apa yang sebenarnya direncanakan Pa Edi " batin Farel


" Loh Ko uangnya ditolak, tidak seperti biasanya mata duitan " batin Riki


" Bapak Yakin tidak mau uangnya " celetuk Riki


" Saya tidak mata duitan seperti yang kamu kira " ucap Marah pada Riki


" Maaf Pa jika itu menyinggung perasaan bapak saya minta maaf, saya akan simpan uangnya jika bapak butuh hubungi saya kembali " ucap Farel mengambil uangnya dan menaruhnya disaku jasnya


" Uang aku, tapi itu pengorbanan karena kelak uangmu akan ku ketuk lebih dalam lagi bukan hanya satu miliar " batin Pa Edi


Datanglah sang petugas dan memberikan jika jam besuknya sudah habis


" Maaf Tuan jam besuknya sudah habis, anda bisa kemari besok jika masih mau bertemu dengan Pa Edi " ucap sang petugas


" Baiklah " ucap Farel


" Aku kan lagi asik ngomongin duit " batin Pa Edi


" Yaudah Pa saya Pamit kalau begitu Assalamualaikum " ucap Farel mencium tangan Pa Edi


" Eh iya, hati-hati dijalan " ucap Pa Edi ramah


" Pa Saya juga Pamit " ucap Riki


Pa Edi segera dibawa kembali kedalam penjara, sedangkan Farel dan Riki segera pergi dari sana dan segera kekantor polisi dimana Daniel dan Danu dipenjara.


.


...****************...

__ADS_1


.


Sesampainya disana Farel segera masuk kedalam dan menemui sang petugas disana


" Selamat siang Tuan " ucap sang petugas


" Siang, bagaimana dengan Pa Daniel dan Pa danu " tanya Farel pada salah satu petugas


" Mereka sedang diintrogasi oleh penyidik " jawabnya


" Lalu Bu Risa bagaimana " Tanya Farel


" Bu Risa, Yayu dan semua yang terlibat sudah kami tangkap dan sebentar lagi kami interogasi untuk diminta keterangannya " ucap Sang petugas


" Bagus.. " ucap Farel seneng


" Kalau begitu saya permisi ke kantor dulu, jika bapak ada apa-apa hubungi saya " ucap Farel pada sang petugas


" Baik Tuan " ucap mereka


Kini Farel kembali lagi pergi dari sana menuju kantor namun diperjalanan iya tak lupa untuk makan siang terlebih dahulu


" Nanti didepan kita berhenti dahulu, saya lapar mau makan " ucap Farel


" Baik Tuan "


Mereka sudah berhenti direstoran terdekat lalu keluar dari mobil dan segera masuk kedalam, mereka segera memesan makananya


" Tuan " ucap Riki


" Iya " jawab Farel


" Sebenarnya Tuan akan membebaskan Pa Edi atau bagaimana " tanya Riki


" Aku tidak akan membebaskan, aku hanya basa basi tadi " ucap Farel meneguk minumannya yang baru saja datang dimejanya


" Kamu tenang saja, aku kira Mey-mey sudah muak dengan bapaknya sendiri " ucap Farel kini memotong daging steak kesukaannya


" Semoga Pa Edi memang berubah benaran " ucap Riki


" Sudahlah sebaiknya kamu makan saja tidak usah dipikirin " ucap Farel


" Baik Tuan "


Merekapun segera menghabiskan makanannya dengan lahap entah karena lapar atau memang karena dagingnya enak.


Sesudah mereka selesai dengan makanan lalu mereka memutuskan untuk segera pergi kekantor agar Mey-mey tak curiga.


Sesampainya dikantor Farel segera menuju raungannya sambil membawakan burger kesukaan sang kekasih


" Sayang " panggil Farel sambil tersenyum


" Kamu sudah kembali " ucap Mey-mey senang


" Ini untukmu " ucap Farel memberikan paper bag berisi makanan itu


" Apa ini " tanya Mey-mey


" Cium baunya pasti enak " ucap Farel mengusap rambut Mey-mey


" Seperti aku kenal dengan baunya " ucap Mey-mey tersenyum senang


" Makanlah " ucap Farel mencium kening Mey-mey


" Makasih sayang " ucapnya Mey-mey senang


" Aku masuk dulu keruangan ku, banyak Laporan yang harus ku tanda tangani " ucap Farel

__ADS_1


" Baiklah "


Farel segera masuk kedalam ruangannya dan menyelesaikan pekerjaannya sedangkan Mey-mey tampak lahap memakan burger kesukaannya apalagi yang memberikannya sang kekasih


Setelah memakan Burgernya kini Mey-mey melanjutkan pekerjaannya.


.


...****************...


.


Apartemen Mey-mey, sang ibu sedang memasukan makanan kesukaan sang putri satu-satunya. namun tiba-tiba telepon di handphonenya berbunyi.


Kring.... Kring....


" Nombernya aku ga kenal " ucapnya Bu Ida mematikan kompornya


" Apa aku angkat saja " ucap nya langsung mengangkat teleponnya


" Halo " ucap Bu Ida


" Halo apa benar ini keluarganya Pa Edi " ucap seseorang diteleponnya


" Iya benar, saya istrinya "


" Pa Edi sekarang keadaanya kritis, bisakah anda datang kedalam penjara " ucap Sang petugas polisi mengabarkan


" Apa kritis " ucapnya kaget


" Benar ibu, sepertinya Pa Edi mencoba bunuh diri tadi iya meminum racun " ucap sang petugas


" Racun " ucapnya kaget


" Iya Bu, jika ibu mau tau lebih lanjut keadaan ibu sekarang datang kepenjara "


" Baik saya akan kesana " ucap Bu Ida menutup teleponnya


.


.


.


.


Bersambung....


Aku buat mereka sudah lebaran satu Minggu ya.. jadi bisa makan minum sepuasnya


Aku mau mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri..


Minal Aidzin wal Paidin..


Mohon maaf lahir dan batin semuanya..


Mey-mey dan Farel mana suaranya...


Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......


Biar saya lebih semangat nulisnya..


Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......


So... Ikuti terus kisahnya...


Jangan bosen-bosen ya .....

__ADS_1


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua


__ADS_2