Kisah Cinta Anak Kembar CEO

Kisah Cinta Anak Kembar CEO
Episode 160


__ADS_3

Ceklek,


" Surprise " ucap Mereka


" Ibu " ucap Farel segera menghampiri Bu Ida dan memeluknya


" Apa kabar Nak Farel " ucap Bu Ida membalas pelukannya sambil tersenyum


Mereka pun kaget dengan kehadiran Bu ida, mereka kira Bu Ida adalah tetangga yang baik membawakan banyak makanan untuk menyambut kedatangan Farel.


" Dia siapa Farel " tanya Sisil


" Dia.. Ibuku.. bunda " ucap Mey-mey sambil tersenyum


" Jadi dia ibunya Mey-mey penampilannya biasa saja.. ternyata ucapan Dona kalau keluarga Mey-mey matre itu salah " batin Leo


" Ini bundanya Farel penampilannya pasti orang kaya, saya jadi minder.. kalau Mey-mey dapat mertua yang jahat bagaimana " batin Bu ida


" Selamat siang Ibu, perkenalkan nama saya Sisil saya bundanya Farel " ucap Sisil ramah


" Siang juga Nyoya.. saya Bu Ida.. saya ibunya Mey-mey " ucapnya sambil tersenyum


" Aku suka penampilan ibu Ida, terlihat sederhana dan aku lihat dia baik hati " batin Sisil


" Semoga Ayah dan bunda bisa menerima Bu Ida " batin Farel


" Ko aku jadi tegang ya... " batin Mey-mey


" Ehem.. Ehan lapar kapan kita makannya kalau cuma berdiri disini terus " ucapnya mencairkan suasana


" Oh iya saya lupa.. saya sudah buatkan beberapa makanan, semoga semuanya suka " ucap Bu ida


" Rendangnya enak loh Bun " ucap Ehan langsung menuju ruang makan


" Masa sih " ucap Sisil sambil tersenyum


Mereka segera duduk dikursi meja makan, dan makan bersama meskipun rasanya canggung namun Bu Ida bersikap setenang mungkin meskipun dalam hatinya iya sangat gugup, iya takut salah bicara atau salah bersikap akan mempengaruhi restu kedua orang Tua Farel.


" Enak kan bunda " tanya Ehan


" Em.. iya benar enak " ucap Sisil memuji calon besannya


" Bu Ida perkenalkan saya salsa, saya Kakanya Sisil.. makanan anda luar biasa enak " ucapnya


" Salsa bisa saja... salsa cantik sama kaya Nyonya Sisil " ucap Bu ida


" Bu Ida, jangan panggil saya Nyoya, nama saya sisil " ucapnya


" Eh iya.. Sisil " ucapnya canggung


" Terasa sangat canggung saat menyebutkan nama bundanya Farel " batin Bu Ida


" Nanti boleh minta resepnya " ucap Yesi sambil tertawa


" Kalau itu saya setuju " ucap Renal


" Kalau kalian mau nanti saya ajarin cara membuatnya " ucap Bu Ida


" Bagaimana kalau Bu Ida mengelola restoran milik saya " ucap Sisil


" Jangan bunda.. Ehan lebih dulu yang mau menawari Bu ida " ucapnya

__ADS_1


" Biar Bu Ida yang menentukan " ucap Sisil


" Kalau saya gimana Mey-mey saja " ucap Bu Ida


Lalu semua mata mengarah kearah Farel dan Mey-mey yang sedang asik saling menyuapi satu sama lain.


" Ada apa " tanya Farel melihat kearah semua mata yang memandanginya


" Astaga dunia serasa milik bersama yang lain ngontrak " cibir Ehan


" Biarin aja dong Ka jangan usil jadi orang " ucap Ina


" Bukan usil tapi risih saja lihatnya " ucap Ehan


" Risih seperti ini " ucap Satria menyuapi Ina dengan mesra


" Astaga kalian ya.. bukan muhrim juga " ucap Ehan sambil menggeleng-gelengkan kepalanya


" Pasti Ehan Iri melihat kemesraan ku dengan ina, secara dia tidak ada pacar mau mesra-mesraan " batin Satria


" Seandainya ada Rena... aku Takan segalau ini melihat kemesraan mereka " batin Ehan


" Ibu tadi bicara apa " tanya Mey-mey malu-malu


Bukannya menjawab yang lainnya malah menertawakan kelakuan Mey-mey dan Farel.


" Biasalah Anak muda.. kalau jatuh cinta ya begitu " ucap Yesi


" Benar banget Kaya kamu dulu ngejar-ngejar aku " ucap Renal membuat Yesi pipinya merah merona


" Mas.. kamu ko begitu bilangnya malu tau depan banyak orang " ucap Yesi dengan pipi merahnya


" Untung aku dulu ga ngejar-ngejar Mas Leo " ucap Sisil membuat Leo kini yang malu


" Tapi ini beda, menghina dulu aku baru kamu ngejar-ngejar aku mas " ucap Sisil


" Sayang itukan dulu.. sekarang Aku sudah cinta banget sama kamu... buktinya kita sudah punya tiga anak yang sebentar lagi akan menikah " ucap Leo membujuk sang istri agar tidak marah


" Iya-iya aku tau ... " ucapnya Sisil


" Saya masih teringat ketika Tuan Leo dikejar guguk " ucap Renal sambil tertawa


" Renal diam kamu " ucapnya Leo dengan tatapan tajam


" Memangnya kenapa Ayah Renal " tanya Ehan


" Kalau kamu ada disana pasti kamu akan tertawa " ucap Renal


" Renal diam " ucap Leo kesal


" Terus kenapa dulu ayah Renal ga hubungi aku atau ka Ehan " ucap Ina


" Karena kalian masih ada dalam kandungan Bunda " ucap Leo


" Oh jadi ceritanya Sisil dulu pas ngidam " ucap Salsa


" Betul Nona salsa " ucap Renal


" Renal awasnya kamu berani membuka aibku yang selam ini aku tutupi " batin Leo


" Bahkan aku tidak tahu " ucap Sisil

__ADS_1


" Tuan ga akan menunjukan kelemahannya Nyoya " ucap Renal


" Renal bisa kamu diam, atau mau aku lakban mulutmu " ucap Leo kesal


" Ayolah mas.. jangan seperti itu kasian Renal " ucap Sisil


" Kamu lebih belain Renal dari pada suamimu " ucap Leo


" Kan aku tidak tahu kejadian yang sebenarnya " ucap Sisil


" Aku senang keluarga Sisil terlihat harmonis, aku bahagia jika Mey-mey bersama dengan Farel karena keluarganya bisa menerima Mey-mey dengan keadaan seperti ini " Batin Bu ida


" Sudah-sudah aku mau ngomong serius dengan Bu ida " ucap Leo mengalihkan pembicaraan


" Ada apa Tuan " ucap Bu Ida


" Panggil saja saya Leo " ucapnya sambil tersenyum


" Eh iya Leo... " ucap Bu Ida masih canggung


" Nanti malam saya beserta keluarga saya rencananya mau kerumah ibu untuk melamar Mey-mey secara resmi " ucap Leo


" Apa " ucap Farel dan Mey-mey kaget


" Alhamdulillah, akhirnya ayah restuin aku dengan Mey-mey " batin Farel senang


" Terima kasih Tuhan sudah menjawab doa-doa ku dan sudah merestui hubungan kami, semoga jalan kami menuju pernikahan berjalan lancar " batin Mey-mey


" Aku bahagia melihat Farel dan Mey-mey terlihat senang.. " batin Bu Ida


" Dengan senang hati saya akan menyambutnya " ucap Bu Ida sambil tersenyum


" Terima kasih Bu ida " ucap Sisil senang


" Saya tau Farel anak yang baik dan bisa menyayangi, mencintai serta menjaga Mey-mey dengan baik " ucap Bu ida


" Ibu tenang saja, kalau masalah seperti itu aku akan selalu disamping Mey-mey " ucap Farel


" Ibu percaya padamu nak " ucap Bu Ida


.


.


.


.


Bersambung....


Ada yang mau aku up lagi...


Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......


Biar saya lebih semangat nulisnya..


Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......


So... Ikuti terus kisahnya...


Jangan bosen-bosen ya .....

__ADS_1


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz


__ADS_2