
Sang ibu Mey-mey pun datang keruangan Mey dengan Riki.
Ceklek,,
" Mey " ucap sang ibu dengan wajah sedih dan khawatir segera menghampiri Mey dan memeluknya
" Ibu " ucapnya
" Kamu kenapa bisa kaya begini nak, coba cerita ke ibu " ucap sang ibu yang masih penasaran
" Aku baik-baik saja, hanya saja perutku sakit " ucapnya sambil tersenyum karena tak mau melihat sang ibu sedih dan khawatir
" Memangnya perut mu kenapa, apa Kau jatuh " Tanya sang ibu
" Tidak Bu, Mey-mey hanya terlalu banyak makan makanan yang pedas " ucap Farel sambil tersenyum
" Ya ampun Nak, kamu itu paling ga kuat kalau makan makanan yang pedas kenapa bisa seperti ini, pasti kamu nakal hem " ucapnya tambah khawatir
" Tidak Bu, aku tadi makan ramen dengan pedas sedang, tapi yang datang cukup pedas aneh juga sih " ucapnya heran
" Aku curiga seperti itu " ucap Farel
" Tapi tetap kamu salah nak, kenapa harus pesan makanan yang pedasnya sedang, harunya kamu makan makanan yang ga boleh pedes " ucap Sang ibu
" Iya Bu maafkan Mey " ucap dengan wajah terseyum dan cengengesan
" Kamu jangan bikin ibu khawatir, hanya kamu penyemangat ibu satu-satunya " ucap sang ibu sambil memeluk Mey kembali
" Iya Bu, sudah jangan nangis, nanti Mey ga sembuh-sembuh lagi " ucapnya
" Mey-Mey, ibu Saya permisi dulu sebentar nanti saya kesini lagi " ucap Farel sopan
" Iya nak, sebelumnya ibu mau mengucapkan terimakasih yang sebanyak-banyaknya sudah nolongin Mey-mey.. makasih ya nak " ucap sang Ibu memeluk Farel
" Sama-sama bu " ucap Farel sambil terseyum dan melepaskan pelukannya
" Ini mah Tuan,tak ada kendala ibu Mey seperti merestui mereka " batin Riki
" Saya permisi " ucap Farel mengajak Riki pergi dari ruangan itu
Kini Sang ibu menyuapi sang anak bubur yang masih panas, sedangkan Farel dan Riki segera pergi dari rumah sakit tersebut
.
...****************...
.
Kini Farel dan Riki sudah didalam mobil, Riki segera mengendarai mobil dengan kecepatan sedang.
" Tuan Mau kemna " ucapnya Riki
" Kita restoran yang tadi siang makan disana" tanya Riki
" Tuan bukankah tadi sudah makan, kenapa makan lagi " tanya Riki heran
" Jangan banyak tanya jalan saja " ucap Farel dengan wajah tegangnya
" Sepertinya perasaanku tidak enak akan hal ini " batin Riki
Kini mereka sudah sampai di restoran yang tadi siang mereka makan bersama.
" Silahkan Tuan " ucap Riki membuka pintu mobil itu
__ADS_1
" makasih " Ucap Farel segera keluar dari mobil itu
Merekapun segera masuk kedalam Restoran itu. dan duduk dimeja yang tadi mereka makan karena kebetulan meja itu kosong
" Tuan mau makan apa " tanya Sang Pelayang
" Bisakah saya bertemu dengan manager restoran ini " ucap Farel
" Tapi Untuk apa Tuan " ucap Sang pelayan
" Panggilkan saja dia, bilang Anak dari Tuan Leo mau bicara " ucapnya dengan wajah serius
" Baik Tuan " ucapnya ketakutan
Sang pelayan itu segera menemu managernya dan bilang apa yang dikatakan Farel, sang manager itu pun dengan tergesa-gesa datang ke meja Farel
" Tuan pangil saya " ucapnya dengan gugup
" Duduk " titah Farel
" Tuan, Anda putranya Tuan Leo, ada yang bisa saya banyu " ucapnya masih gugup
" Kamu managernya " tanya Farel
" Iya Tuan "
" Bisakah saya melihat Cctv direstoran ini " ucapnya dengan terseyum jahatnya
" Baik Tuan, saya ambilkan laptopnya dulu " ucap langsung kebelakang membawa laptopnya dan segera kembali kemeja dimana Farel duduk
" Tuan sebentar ya, " ucapnya
" Saya ingin melihat Cctv dari jam Dua belas sampai jam satu siang " ucap Farel
" Baik Tuan, saya cari dahulu Filenya " ucapnya dengan wajah serius
" Ini Tuan " ucapnya menyodorkan Cctv itu
" Ini disemua sudut " Tanya Farel
" Iya Tuan kecuali didalam Toilet " ucapnya
" Gawat kalau sampai ketahuan siapa pelakunya Tuan bisa marah besar " batin Riki
Kini mereka bertiga melihat rekaman Cctv satu persatu, dari dapur dan tempat-tempat yang mereka curigai
" Stop Disini " ucap Farel
" Kenapa Tuan "
" Dia siapa " tanya Farel
" Dia Wati Tuan " ucapnya
" Apakah pelayan ini masih ada " tanya Farel
" sepertinya ada Tuan, saya penggilkan terlebih dahulu " ucap Sang Manager langsung menuju dapur dan karyawannya
" Wati mana " ucap sang Manager
" Wati dibelakang Tuan, di gudang sepertinya iya mau pulang, soalanya sipnya abis "
" Panggilkan Dia sekarang juga " ucapnya
__ADS_1
" Baik Bos " ucapnya sang salah karyawan
Tidak lama kemudian Wati datang menemui sang Manager tersebut
" Bos ada apa " ucap wati
" Ikut saya " ucapnya
" Baik Bos "
Kini sang manager segera membawa Wati kemeja tempat Farel duduk disana,
" Tuan ini wati " ucap sang manager
" Masih ingat dengan saya " ucap Farel membuat Wati Heran
" Iya Tuan, Tuan yang tadi siang makan disini " ucapnya
" Bagus masih ingat, duduk " ucap Farel dengan senyum jahatnya
" Baik Tuan "
" Kamu kenal dia, Dia sekarang masuk rumah sakit karena perutnya sakit setelah kamu kasih makanan kedia " ucapnya Farel dengan tatapan mata tajam mengarah pada sang pelayan
" Tapi Tuan saya tidak tahu apa-apa, bukan saya yang masak saya hanya diberi tugas untuk memberikan makanan kepada anda dan pelanggan yang lain " ucapnya
" Bohong.. kamu masukan apa kedalam makanan wanita ini jujur " bentaknya
" Sumpah Tuan saya tidak tahu apa-apa " ucapnya sambil meneteskan air matanya karena kaget
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung....
So... Ikuti terus kisahnya...
Insya Allah selama bulan puasa saya up nya akan banyak, saya lagi bersemangat nulisnya, menurut kalian mana yang harus didahulukan part nya..
coba mana tim Rena dan Ehan, mana Tim Satria dan Ina, dan mana tim Farel dan Mey-mey
Komen dibawah ya ditunggu !!!
Tapi jangan lupa Like....Komen..... dan Vote ......
Biar saya lebih semangat nulisnya..
Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku
Jangan bosen-bosen ya .....
__ADS_1
Marhaban ya Ramadhan
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... dan selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan, jangan lupa jaga kesehatan ya guyz