Kisah Cinta Anak Kembar CEO

Kisah Cinta Anak Kembar CEO
Episode 229


__ADS_3

Kini Mereka sudah berkumpul di ruang makan kecuali Sisil dan Leo,


" Ayah dan bunda kemana ya " tanya Ina


" Mungkin Kita harus makan duluan, gimana menurut mu Marco " Ucap Sang Oma


" Terserah Oma saja " ucapnya Marco dengan raut wajah sedih


" Yasudah Aku panggilkan Ayah dan bunda dahulu " ucapnya Ehan


" Jangan.. " ucap Marco


" Loh kenapa Opa.. " Tanya Ehan


" Nanti juga mereka akan kesini, kita tunggu beberapa menit lagi " ucapnya Marco


" Apa yang terjadi dengan Leo " batin Sang Oma


" Apa Leo sudah memaafkan Natalia.. nanti aku harus bicara padanya " batin Marco


Tiba-tiba Leo dan Sisil pun datang menghampiri mereka yang sudah berkumpul diruang makan.


" Selamat malam semua " sapa Sisil pada mereka


" Malam Bunda " ucapnya Mereka senang dengan kehadiran Sang bunda namun ketika melihat keadaan sang ayah, hati mereka seketika tidak tega, Leo seperti bukan ayah mereka ada banyak kesedihan di mata dan wajahnya.


" Aku jadi tidak tega melihat kondisi ayah.. " batin Fatel


" Maf sedikit terlambat.. " ucap Sisil mencairkan suasana


" Tidak apa-apa Dil, sebaiknya kita makan sekarang " ucap Oma


" Baik Oma " ucapnya Mereka


" Kasian Leo, pasti iya sedih kehilangan Natalia, biar bagaimanapun Natalia adalah ibu kandungnya meskipun Leo sangat membencinya " batin sang Oma


Kini mereka makan malam bersama, mereka makan tanpa sepatah kata pun bahkan suasana sangat sepi dan hening. Ada kesedihan yang ditunjukkan Leo pada Mereka sehingga merek tidak berani untuk berbicara.


Setelah Makan Malam selesai, Leo memutuskan untuk berbicara dengan ketiga anaknya yang di saksikan Sisil, Oma, Marco dan para menantunya.


" Bisakah ayah berbicara pada kalian.. " ucap Leo pada ketiga anaknya


" Mas ada apa... " ucap Sisil kaget mendengar sang suami berkata begitu


" Aku hanya ingin menyampaikan sesuatu l " ucap Leo


" Ada apa Ayah " ucapnya Farel bingung

__ADS_1


" Ada apa dengan Ayah ..." batin mereka mulai bingung


" Ayah hanya ingin berkata jika, Ayah sudah membelikan Rumah untuk Ehan dan Farel, Tinggal Ina yang belum di berikan rumah oleh ayah " ucapnya


" Ah ayah, tidak usah... Rumah yang menjadi mas kawin saja belum ditempati " ucap Satria merasa canggung


" Tidak apa-apa, Ini bentuk kasih sayang ayah pada kalian anak-anak ayah " ucapnya Leo


" Apa Mas Leo akan menghadiahi Ina sebuah Rumah " batin Sisil


" Aku harap Oma dan Ayah tidak keberatan... " ucapnya Leo pada Kedua orang yang sangat iya contai


" Oma tidak keberatan " ucap sang Oma sambil tersenyum


" Emang Oma tau apa ayang akan dibicarakan ayah.. " tanya Ehan


" Sayang... ssstttt sudah diam.. " ucap Rena mengetahui situasi sangat serius


" Iya sayang " jawab Ehan


" Ku harap Putra-putri ayah tidak iri dan Tidka keberatan " ucap Leo


" Memangnya ada apa sih " Batin Marco merasa deg-degan


" Leo sebenarnya ada apa.... " tanya Marco yang bingung


" Baiklah, silahkan lanjutkan... " ucap Marco


" Aku akan memberikan Mansion ini pada Ina " ucap Leo membuat mereka kaget


" Apa... " ucap Mereka termasuk Sisil


" Maksudnya ayah Mansion ini " ucap Ina dengan gugup


" Iya nak, kamu bisa miliki Mansion ini setelah ayah, Opa, Oma buyut dan bunda meninggal " ucap Leo


" Apa yang direncanakan Mas Leo " Batin Sisil


" Kenapa harus mansion ini " batin satria masih kaget


" Bagus lah.. ini Mansion menjadi milik Ina.. Aku kan sudah punya di Surabaya rumah, lagian mana bisa aku bawa Mey-mey ke Jakarta " batin Farel


" Hidup mandiri dengan Rena sungguh mengasyikkan di banding tinggal di mansion ini " batin Ehan


" Apa kalian tidak keberatan " tanya Leo


" Kalau untuk Ayah tidak, lagian sekarang rumah kita pasti ramai dengan cucu-cucuku " Ucap Marco sambil tersenyum

__ADS_1


" Apalagi Oma, Oma bisa membawa mereka jalan-jalan dan santai-santai di taman sambil melihat lelaki tampan " celetuk Oma membuat keadaan sedikit mencair dan mereka menertawakan tingkah Oma


" Oma mau cari suami baru.. " goda Ehan


" Ehan.. jangan ejek Oma.. Oma sebenarnya di sukai banyak Lelaki muda gagah dan tampah hanya saja.. Oma lagi mencari yang sesuai dengan Tipe Oma " ucapnya


" Emang tipe Oma yang bagaimana Oma " tanya Satria Penasaran


" Ssttt.. Sayang " ucap Ina kesal dengan pertanyaan Sang suami karena jika membahas itu pasti urusannya panjang apalagi nanti ketika Oma bercerita tentang masa mudanya bisa-bisa sampai pagi.


" Maf Sayang " ucap Satria


" Ina tidak udah marahi suamimu.. nih dengar ya kalian semua.. tipe suami Oma itu yang giginya rapi dan masih utuh " ucapnya membuat semuanya tertawa. Perkataan Oma memang bikin keadaan hangat kembali Leo pun sedikit tersenyum dengan ucapan sang Oma


" Berarti semua sudah beres.. dan tidak ada protes maka mansion ini sudah resmi menjadi milik Ina.. namun Ina bisa mendapatkan utuh ketika Ayah, Bunda, Oma buyut dan Opa meninggal " ucap Leo


" Iya ayah " jawab mereka


" Kalau begitu Ayah permisi " ucap Leo melangkah pergi kekamarnya, iya masih merasakan kehilangan.


" Aku tau rasa kehilangan itu menyakitkan apa lagi ini seseorang yang berarti di hidupmu " batin Marco


" Aku yakin kamu kuat... Kamu hanya butuh waktu dan semoga itu tidak lama " batin Oma


Sisil pun dengan segera menyusul sang suami dengan langkah tergesa-gesa.


" Semuanya Bunda pamit, kasian ayah kalian " ucap Sisil segera melangkah pergi


Sedangkan semua yang ada disana bubar dan masuk kedalam kamar masing-masing.


.


.


.


Bersambung....


Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......


Biar saya lebih semangat nulisnya..


Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......


So... Ikuti terus kisahnya...


Jangan bosen-bosen ya .....

__ADS_1


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz


__ADS_2