
Renal segera mengambil dua koper itu lalu iya buka dan menaruh koper itu di meja depan tempat duduk Mey-mey seperti tadi.
" Aku yakin pasti dia tidak akan menolaknya " Batin Leo
" Bagus... sekarang tinggal waktunya menghubungi Farel agar dia kesini dan melihat bagaimana kelakuan Mey-mey " batin Dona
Dona langsung mengirim pesan ke Farel untuk segera datang ke Cafe dimana Leo, Dona, dan Mey-mey berada.
" Apa yang dipikirkan Tuan Leo Sekarang kenapa menawari aku banyak uang " ucap Mey-mey
" Anggap saja itu uang kompensasi jika Kau mau meninggalkan anakku farel maka semua uang itu menjadi milikmu " ucap Leo
" Wae, tiga miliar... " batin Dona kaget namun iya berpura-pura cuek
" Ambil saja uang itu cukup untuk hidupmu dan ibumu yang sakit-sakitan itu " cibir donay
" Sabar Mey-mey sabar... Dona lama-lama bikin aku naik darah " batin Mey-mey
" Kenapa diam.. terimalah " ucapnya Leo sambil tersenyum jahat menatap wajah Mey-mey
" So jual mahal Mey-mey " batin Dona kesal
" Sudah terima saja, itu lebih dari cukup " ucap Dona sini
" Maaf Tuan Leo saya tidak bisa " ucap Mey-mey
" Apa " ucapnya Dona kaget
" Kenapa tidak bisa " tanya Leo
" Karena aku mencintai Farel bukan karena uang " ucap Mey-mey sambil tersenyum
" Yaelah... coba kalau dikasih uang lebih banyak pasti dia mau " ucapnya Dona membuat Mey-mey menatapnya sinis
" Dona maaf aku bukan seperti mu " ucap Mey-mey kesal
" Apa ini tidak cukup " ucap Leo
" Bukan begitu.. Tuan " Ucap Mey-mey gugup
" Renal bawakan tujuh koper lagi " ucap Leo
" Gila, satu koper berisi satu miliar kalau sepuluh koper berarti sepuluh miliar... aduh.. jadi pengen melihat uang-uang itu " batin Dona
" baik Tuan " ucapnya Renal
Renal segera mengambil satu persatu koper itu lalu iya buka, lalu ditaruhlah koper tersebut di meja depan tempat duduk Mey-mey dan membariskan koper-koper itu dihadapan Mey-mey.
" Apakah ini uang semua " ucap Dona matanya berbinar melihat semua uang yang ada di koper
" Ini semuanya asli Dona " ucap Renal
" Tunggu apa lagi, cepat Kau ambil " ucap Dona pada Mey-mey
" Kuharap ini cukup, sepuluh miliar jika kau mau meninggalkan Farel " ucap Leo
" Maaf Tuan tetap tidak bisa " ucap Mey-mey
" So jual mahal lagi " cibir Dona
__ADS_1
" Dona, cinta aku ga bisa dibeli oleh uang.. " jawabnya Mey-mey
" Alasan..." ucap Dona
" Kenapa kamu tetap tidak mau menerima nya " ucap Leo
" Seperti yang sudah aku bilang Tuan, aku mencintai Farel tulus " ucap Mey-mey
" Meskipun Farel miskin " tanya Leo
" Iya Tuan, mau Farel miskin atau kaya tidak akan merubah rasa sayang aku ke dia " ucap Mey-mey
" Bohong, nanti kalau Farel jatuh miskin palingan dia akan ninggalin Farel " cibir Dona
" Mungkin untukmu iya, tapi tidak denganku.. aku tidak matre seperti mu " ucap Mey-mey kesal
" Apa maksudmu " bentak Dona kesal
" Kamu yakin dengan ucapan mu, jika Farel jatuh miskin kau akan tetap mencintai nya " ucap Leo
Tiba-tiba Datanglah seseorang dengan wajah kesal dan marah, menghampiri mereka
" Farel datang aku harus memperkeruh keadaan " batin Dona
" Mey-mey lebih baik kamu terima uang itu " ucap Dona
" Apa maksudmu " ucap Mey-mey
" Aku tau ibumu sakit-sakitan tapi haruskah mau menerima uang itu dan mengorbankan cintanya Farel " ucap Dona
" Tapi aku tidak... " ucapnya terpotong lagi
" Farel mencintai mu dengan tulus, masa kamu tega mau menukar cintanya dengan uang " ucap Dona
" Apa benar yang di ucapkan Dona " tanya Farel pada Mey-mey
" Dasar Dona manusia ular wanita licik " batin Leo
" Dona benar-benar licik, kasian Mey-mey " batin Renal
" Benar itu Farel " ucap Dona membuat Farel kesal
" Ayah apa-apaan ini " ucapnya Farel dengan nada marah
" Lihatlah Farel Mey-mey tadi mau menerima uang berisi koper tersebut " ucap Dona
" Dasar wanita ular dan licik, Takan ku biarkan Farel menikahi Dona " batin Leo
" Diam kamu " ucap Leo mulai kesal
" Coba jelaskan padaku sayang " ucap Farel pada Mey-mey
" Kita hanya mengobrol santai saja... " ucap Mey-mey bohong
" Apa ada yang terluka " tanya Farel
" Tidak ada, aku baik-baik saja " ucap Mey-mey
" Lebay " cibir Dona
__ADS_1
" Biarin " ucap Farel
" Ayah, apa-apaan ini .. " tanya Farel bingung melihat uang banyak diatas meja
" Ayah hanya menawarkan uang pada kekasihmu itu " ucap Leo
" Untuk apa ayah " tanya Farel dengan wajah marah
" Ayah hanya mau lihat apakah kekasihmu ini tulus atau hanya ingin mendapatkan uangmu saja " ucap Leo
" Ayah, Mey-mey tidak seburuk yang ayah kira " ucap Farel mencoba meyakinkan sang ayah
" Mey-mey bilang bahkan dalam keadaan miskin pun perasaan nya tidak akan berubah padamu " ucap Leo
" Apa yang direncanakan Om Leo " batin Dona
" Ayah aku sangat mencintai Mey-mey " ucap Farel
" Kamu yakin " tanya Leo
" Iya ayah " ucap Farel
" Jika aku mencoret mu dalam pembagian harta warisan dan aku akan memberikan semua asetku pada Ehan apa yang kamu lakukan " tanya Leo
" Apa " ucap Dona kaget
" Kasian Farel demi aku dia harus mendapatkan masalah seperti itu " batin Mey-mey
" Kalau Farel tidak mendapatkan apa-apa dan jatuh miskin lalu untuk apa pengorbanan ku selama ini bagaimana.. lebih baik aku harus deketin Ehan bagaimana pun caranya aku harus menjadi kaya, dan menikah dengan orang kaya.. " batin Dona
" Apa Mey-mey mau padaku jika aku jatuh miskin " batin Farel
" Aku mau tau apakah Mey-mey akan menerimamu jika kau jatuh miskin " batin Leo
" Apa Tuan Leo serius dengan ucapannya " batin Renal
.
.
.
Bersambung....
Aku gantung ya.. biar kalian lebih penasaran...
nanti aku up lagi jam empat sore....
Tungguin ya...
Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......
Biar saya lebih semangat nulisnya..
Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......
So... Ikuti terus kisahnya...
Jangan bosen-bosen ya .....
__ADS_1
Marhaban ya Ramadhan
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... dan selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan, jangan lupa jaga kesehatan ya guyz