Kisah Cinta Anak Kembar CEO

Kisah Cinta Anak Kembar CEO
Episode 18


__ADS_3

Pagi ini seperti biasa Ehan bangun lebih awal dari biasanya, karena iya sedang semangat pergi ke proyek, sedangkan Niko iya sangat tak bersemangat pergi kesana, karena semenjak Ehan memerintahkannya memata-matai kepala mandor, pekerjaannya lebih berat.


Niko sekarang sudah memberikan sarapan untuk sang majikan dan dia sendiri. Iya segera menuju kamar sang majikan untuk membangunkannya.


Tok... Tok... Tok...


" Bos... bangun sudah kesal " ucap Niko


Ceklek,,


" Bos sudah bangun Saya kira masih tidur " tanyanya


" Gimana penampilanku keren tidak " ucapnya


" Keren bos " ucapnya heran


" Kamu sudah beli sarapan untukku " Tanyanya


" Sudah Bos " ucapnya


" Ayo kita makan " ucapnya bersemangat


Kini Ehan dan Niko sedang sarapan bersama


" Gimana tugas baru kamu, kamu suka " ucapnya dengan terseyum jahat


" Cape bos.. ternyata kuli itu pekerjaan yang berat " ucapnya jujur


" Apa Kamu melihat sesuatu yang aneh " tanyanya dengan antusias


" Belum sih bos, semua masih normal, namun semua pegawai takut pada mandor itu " jawanya


" Kamu terus awasi dia " ucap Ehan


" Siap Bos, jangan khawatir.. oh iya bos bos gimana sama wanita yang bos bilang Rese itu .. apakah Dia sekarang sudah tidak Rese " tanya Niko penasaran


" Cie yang nanyain Marni " goda Ehan


" Bukan begitu bos... Saya hanya " ucapnya terpotong


" Sudahlah, Aku tau kamu suka sama Marni kan.. dia orangnya baik .. aku setuju " ucap Ehan membuat Niko salah tingkah


" Tapi Tuan " ucapnya dengan menahan malunya


" Cepat makannya, kita harus segera menuju proyek.. aku mau tau pagi-pagi karyawan pasti saling bertemu dan mengobrol jadi aku tau apa yang mereka keluh kan " ucap Ehan


" Baik Tuan "


Mereka segera menyelesaikan makanan nya dan segera bersiap-siap menuju Proyek dengan penampilan yang terlihat santai dan menyamar.


Mereka telah tiba diproyek dan sekarang segera melaksanakan tugas masing-masing untuk menyamar dan mencari informasi.


Niko segera berangkat kedalam proyek sedangkan Ehan pergi ke warung Marni.


" Baru datang kamu " ucap Marni


" Pagi... bukanya bilang baru datang kamu " protesnya


" Terserah aku dong " jawabnya


" Pepatah mengatakan awali harimu dengan senyuman agar harimu lebih indah " ucap Ehan sambil terseyum manis


" Astaga senyumnya... tidak.. tidak... Dia kan Rese " batin Marni


" Kamu mau coba rayu aku " ucapnya menjadi salah tingkah


" kepedean.. siapa juga Yanga rayu kamu " ucap Ehan ketus


" Sudah lupakan " ucap kesal dan meninggalkan Ehan

__ADS_1


" Permisi " ucap salah satu karyawan disana


" Iya pa, ada yang bisa dibantu " ucap Ehan


" Kamu siapa " ucap sang karyawan heran


" Aku... Aku.. " ucapnya bingung


" Kamu pasti pacarnya Neng Marni " goda karyawan satu lagi


" Wah, ganteng sekali.. beruntung neng Marni punya pacar seperti kamu " ucapnya mereka sambil tersenyum


" Eh, dia bukan pacar saya pa " ucap Marni langsung datang dan menjelaskannya pada semua karyawan disana


" Aduh Neng Marni jangan pura-pura "


" Beneran pa " ucapnya bingung menjelaskannya


" Bapak-bapak Semua nya saya bukan pacarnya Marni tapi saya sepupunya marni " ucapnya Ehan bohong


" Oh sepupu ya a, kirain Pacarnya Marni, "


" Padahal Cocok loh neng " goda mereka


" Ah bapak bisa aja " ucap Marni tersipu malu


" Bapak-bapak mau pesan apa " tanya Ehan pada karyawan tersebut


" Bapak mau kopi satu "


" Saya juga kopinya satu "


" Saya Kopi satu ya "


" Gorengannya ada " tanya salah satu karyawan


" Wah neng Marni enak nih " ucap salah satu Karyawan tersebut


" Heem neng cocok sama kopinya " ucapnya


" Kita berhasil " bisik Ehan


" Berhasil apa " Tanya Marni


" Mereka suka dengan makanan yang kita jual " ucapnya sambil tersenyum


" Aku benar-benar sudah gila jika aku suka ketika dia terseyum " batin Marni


" Ternyata begini bahagianya, ketika kita bisa membuat mereka suka dengan makanan yang kita buat .. setelah proyek selesai aku mau buka restoran di Jakarta tanpa bantuan ayah dan bunda " batin Ehan


Setelah Karyawan tersebut sarapan di warung Marni, Mereka pun kembali bekerja seperti biasanya.


.


...****************...


.


Sang Karyawan kembali lagi bekerja, kini giliran Niko yang mencari informasi pada mereka tentang apa yang sebenarnya terjadi di proyek ini hingga pembangunannya tidak selesai-selesai.


" Aduh pinggangku " ucap Niko pura-pura sakit


" Kamu kenapa " ucap salah satu karyawan tersebut


" Pinggangku sakit " ucap Niko berbohong


" Kamu masih muda ko letoy " ucapnya Karyawan lainnya


" Aku manusia biasa juga kali pa, bapak punya obat tidak " ucapnya dengan wajah kesal

__ADS_1


" Kirain anak muda tidak akan encok " cibir karyawan itu


" Bapak untuk obat untukku " tanyanya


" Tidak "


" Loh ko ga ada sih pa, terus aku bagaimana " ucapnya pura-pura kesal


" Kamu jangan cari gara-gara, kamu mau dimarahin kepala mandor " ucapnya


" Dimarahin apa, orang saya sakit "


" Percuma kamu mau sakit atau pura-pura sakit Takan ada yang peduli yang ada kamu akan dimarahi mandor.. mau kamu dipecat " ucapnya


" Ko mandornya jahat " ucapnya Niko


" Stttt nanti ada yang dengar kamu dan kita pasti akan kena masalah.. ingat itu " ucap sang karyawan itu


" Benar, kamu kerjanya disini aja cuma mengaduk semen dan pasir disatukan. Biar aku yang aku angkut kedalam " ucap Salah satu karyawan yang kasihan pada nikk


" Ya ampun bapak baik sekali " ucapnya sambil terseyum.


" Sudah kamu jangan lebay.. lakukan tugasmu sebelum ada orang yang lihat dan kamu akan kena masalah " jawabnya


" Makasih ya pa " ucap Niko sambil tersenyum


" Iya sama-sama " jawabnya


" Ternyata ada orang baik juga " batin Niko


Tepat pukul dua belas siang semua pekerja meninggalkan bangunan proyek dan makan siang diwarung Marni. Ehan sedang sibuk melayani karyawan-karyawan itu.


" Neng Bapak pesan mie instan pake telor ya " ucap Salah satu karyawan lalu Ehan pun melayaninya


Sedangkan Marni melayani karyawan yang membeli nasi dan lauk di warungnya, sedangkan Ehan melayani mereka yang membeli kopi, mie instan dan minuman dingin.


" Kalau melihat bos melayani karyawan seperti ini, terlihat lucu namun dari wajah bisa terlihat senang melakukannya " batin Niko yang kebetulan sedang memesan makanan dengan karyawan lain


Kini baik Marni dan Ehan sedang sibuk dan kewalahan melayani semua karyawan itu, namun mereka tak pernah mengeluh dan merasa senang dengan apa yang dilakukan nya.


Setelah jam makan siang selesai semua karyawan kembali kedalam proyek untuk melakukan pekerjaannya kembali.


.


.


.


.


.


Bersambung....


Halo Semua,.


Aku sore up satu lagi... Tungguin ya ... Terima kasih


So... Ikuti terus kisahnya...


Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan Dukung Aku dengan cara


Like....Komen..... dan Vote ......


Jangan bosen-bosen ya .....


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua....


Karena Doa yang baik akan kembali kepada orang memberi Doa.... 😁😁😁

__ADS_1


__ADS_2