Kisah Cinta Anak Kembar CEO

Kisah Cinta Anak Kembar CEO
Episode 47


__ADS_3

Kini mereka menunggu pesanan itu datang, yang pertama datang adalah pesanan Farel dan Riki, Riki segera memanggang daging sapi dengan kualitas bagus itu.


" Kamu bantu saya buat masukin itu " ucap Farel


" Baik Tuan " ucapnya



" Tuan apakah akan habis makanan sebanyak ini " tanya Mey-mey sambil membulak-balikan dagingnya


" Kan ada kamu yang habiskan " ucap Farel sambil tersenyum


" Tapi Tuan, saya kan sudah pesan makanan juga " ucap Mey-mey


" Terserah itu urusanmu " ucap Farel dengan senyum jahatnya


" Tapi Tuan "


" Saya bilang saya tidak suka penolakan " ucapnya


" Tuan dagingnya sudah ada yang matang, saya simpan di mangkuk ya " ucap Mey-mey


" Jangan kamu Sini saya cobain siapa tau buatanmu tidak enak " Cibirnya


" Tapi Tuan, kan saya hanya memasukan Kesana saja lagian kan bumbunya ada disini " ucap Mey-mey sedikit kesal


" Saya " ucap Farel membuka mulutnya


" Am... emmm enak sekali " ucapnya menguyah daging itu


" Ko aku seperti nyamuk melihat kemesraan Tuan dan Mey-mey, nasib .. nasib " batin Riki


Pelayan pun datang membawakan Ramen pesanan Mey-mey dan Yayu.


" Mba ini pesananya, selamat menikmati " ucap pelayan itu


" Tunggu mba " ucap Mey-mey menghentikan langkah sang pelayang


" Ada yang bisa saya bantu mba "


" Saya ga pesan yang ini, ini topingnya pake udang " Ucapnya


" Itu punya ku " ucap Yayu yang datang dan segera duduk dikursinya


" Kalau begitu saya permisi " ucap sang pelayan pergi


" Makasih mba " ucap Mey-mey


" Sama-sama nona "


" Tuan saya akan makan Ramen terlebih dahulu " ucap Mey-mey


" Suapin saya " ucap Manja Farel


" Tapi Tuan " ucapnya terhenti saat Farel melototinya


" Lagian itu masih panas, jangan dimakan dulu " ucap Farel


" Bisa gagal rencanaku " batin Yayu


" Tuan, biarkan Mey-mey makan Ramen ya, Tuan kalau mau di Suapin biar sama saya saja " ucapnya dengan nada manja


" Ga usah kamu makan saja yang banyak, lihat badanmu kurus sekali seperti tiang listrik " Cibirnya kesal


" Farel jahat, lihat saja kau suatu saat akan mengejar-ngejar ku nanyi " batin Yayu kesal


" Baik Tuan, "


Kini Mey-mey menyuapi Farel, Farel pun senang iya pun memakan makananya dengan lahap dan banyak tidak seperti biasanya, Yayu hanya bisa kesal dalam hatinya melihat kemesraan Farel dan Mey-mey


" Lihat saja, sekarang Mey-mey bisa bahagia menyuapi Farel tapi nanti jangan harap kamu bisa seperti itu lagi " batin Yayu

__ADS_1


" Sekarang giliran kamu yang saya suapi.. buka mulutnya " ucap Farel


" Tapi Tuan... " ucap Mey-mey canggung


" Buka mulutnya " ucap Farel


Dengan terpaksa Mey-mey pun menerima makanan yang disuapi Farel, dan benar-benar rasanya lezat, Mey-mey menjadi ketagihan


" Gimana rasanya " tanya Farel


" Em.. enak Tuan " ucapnya


" Enak apa enak " ucap Farel menggoda Mey-mey


" Maksud Tuan " tanya Mey-mey


" Karena aku yang menyuapi jadi rasanya enak " goda Farel


" Tidak Tuan Bukan begitu " ucap Mey-mey menggeleng-gelengkan kepalanya


" Sudah jujur saja " ucap Farel kepedean


" Aku sudah tidak tahan dengan mereka " batin Yayu


" Tuan kenapa, suka sekali menggoda aku, aku jadi deg-degankan " batin Mey-mey


" Menggemaskan sekali Dia kalau sedang tersipu malu " batin Farel


" Satu jam makan bersama Tuan dan Mey-mey bagaikan seribu tahun, dunia milik mereka berdua sedangkan aku seperti tembok yang tak dianggap, Tuan hargai aku yang jomblo " batin Riki


" Tuan, waktu tinggal lima belas menit lagi, kasian Mey-mey belum memakan makananya " ucap Yayu


" Dari tadi dia makan " ucap Farel dingin


" Tuan, saya cobain Ramennya ya " ucap Mey-mey sambil tersenyum


" Baiklah jika kamu mau " ucap Farel


Kini Mey-mey memakan makananya, dengan lahap iya merasa kepedesan namun rasa ramen itu sangat lezat iya belum pernah memakan makanan itu sebelumnya, sayang jika harus melewatkan ya pemikiran Mey-mey


" Saya tidak apa-apa Tuan " ucapnya


" Tapi kamu seperti kepedesan " ucap Farel heran


" Tidak Tuan ini rasanya enak " jawabnya


Farel menggambil tisu dan mengelap keringat Mey-mey yang bercucuran.


" Kalau kepedesan jangan dimakan " ucap Farel lembut


" Tidak Tuan ini enak " jawabnya yang masih memakan Ramenya


" Rasain sebentar lagi kamu akan menderita " batin Yayu


" Iya Mey, kamu terlihat sangat kepedesan, sebaiknya jangan diteruskan " ucapnya Yayu pura-pura baik dihadapan Farel


" Tidak apa-apa " ucap Mey-mey


Mey-Mey sudah menghabiskan makananya dan Farel mencoba memberikan minum yang banyak pada Mey-mey


" Aku kan sudah bilang jangan di makan kalau kepedesan " ucapnya Farel


" Makan ini, biar pedesnya hilang " ucap Farel menyuapi daging kepada Mey-mey


" Makasih Tuan " ucapnya sambil melihat wajah Farel


" Sama-sama " ucap Farel sambil menyuapi Mey-mey lagi


" Kalau ini mimpi aku ga mau bangun, Apakah Tuan Farel tau jika aku menyukainya.. tapi aku sadar diri perbedaan kita terlalu jauh, namun sikap Tuan yang membuat aku tak bisa melupakan Tuan " batin Mey-mey


" Senyumannya yang mampu menghilangkan Dona dalam pikiran ku, terus seperti ini agar aku bisa melupakan semua kenangan dengan dona " batin Farel

__ADS_1


" Kamu sudah tidak kepedesan lagi " tanya Farel


" Tidak Tuan " ucap Mey-mey


" Sekarang kita kembali kekantor " ucap Farel


" Baik Tuan " ucap mereka serempak


.


...****************...


.


Farel dan yang lainnya segera menuju mobil, Riki langsung melajukan mobilnya menuju Kantor, sesampainya disana mereka langsung keruangan mereka masing-masing dan melanjutkan pekerjaannya


" Aduh Perutku " ucap Mey-mey


" Gawat, aku sudah tahan lagi " ucapnya langsung pergi kekamar mandi


Setalah selesai dengan urusannya dikamar mandi iya pun segera menuju ruangannya lagi, namun ditengah jalan iya merasa perutnya sakit kembali, akhirnya iya kembali kedalam kamar mandi lagi


" Aku kenapa sih sebenarnya " ucapnya keluar dalam kamar mandi


Baru beberapa langkah iya merasa perutnya sakit lagi iya kembali lagi kekamar mandi


" Masa aku harus diam dikamar mandi " ucapnya kesal


Sedangkan disisi lain Farel mencoba memangil Mey-mey namun Mey-mey sedang tidak ada di ruanganya


" Kemana dia, tidak seperti biasnaya" ucap Farel heran


" Aku sebaiknya telepon Dia " ucapnya memegang handphonenya dan segera menelepon Mey-mey namu tidak diangkat


" Dia kemana sih, apa keluyuran keruangan yang lain, tapi kan disini cowo gantengnya cuma aku seorang " ucapnya kesal


.


.


.


.


.


.


Bersambung....


Bikin penasaran tidak...


Aku up lagi sesudah teraweh ya,


Tungguin...


So... Ikuti terus kisahnya...


Insya Allah selama bulan puasa saya up nya akan banyak, saya lagi bersemangat nulisnya, menurut kalian mana yang harus didahulukan part nya..


coba mana tim Rena dan Ehan, mana Tim Satria dan Ina, dan mana tim Farel dan Mey-mey


Komen dibawah ya ditunggu !!!


Tapi jangan lupa Like....Komen..... dan Vote ......


Biar saya lebih semangat nulisnya..


Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku


Jangan bosen-bosen ya .....

__ADS_1


Marhaban ya Ramadhan


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... dan selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan, jangan lupa jaga kesehatan ya guyz


__ADS_2