
Sedangkan sang mandor tampak sibuk menghubungi seseorang.
" Halo... kirim aku uang satu miliar ke rekening BCA sekarang juga, saya lagi butuh dana sekarang " ucapnya
" Sudah pakai saja uang upah karyawan, nanti soal upah biar jadi urusanku.. lagian upah mereka hanya sedikit tidak sesuai dengan prosedur "
" Pokonya saya mau kirim sekarang "
" Yasudah kamu ambil sebagian dari dana pembelian kayu, nanti saya akan hubungi supplier kayu yang harganya murah "
" Pokonya kamu tidak perlu tahu untuk apa uangnya cukup kamu kirimkan sekarang juga, saya tunggu " ucap sang mandor mematikan teleponnya
Sedangkan ujung ruangan ada Ina dan Marni yang menguping semua pembicaraan sang mandor ditelepon, Marni dan Ina segera bersembunyi mereka takut ketahuan.
setelah sang mandor pergi barulah Ina dan Marni keluar dari persembunyiannya dan mereka saling memandang satu sama lain
" Ya ampun berarti dugaan ka Ehan benar terbukti " ucap Ina
" Ternyata Pa Rijal Korupsi " ucap Marni
" Ssttt jangan bilang siapa-siapa cukup kita yang tahu " ucap Ina
" Iya " ucap Marni
Merekapun melanjutkan pekerjaannya merapikan warung tersebut.
Hingga Waktu makan siang pun tiba, Ehan, Niko dan Satria kini beristirahat di warung Marni meskipun mereka tidak makan hanya sekedar duduk-duduk saja
Ina segera menghampiri Ehan dan berbicara padanya.
" Ka Ehan " panggilnya
" Apa " ucapnya
" Kaka belum bilang sama Marni kalau temen Kaka akan datang kesini gantiin Marni " ucap Ina
" Astaga aku lupa " ucapnya
" Cepat Kaka bilang sama Marnia " ucap Ina
" Iya nanti aku bicara tapi tunggu dulu aku mau nelepon temen aku dulu yang mau gantiin Marni " ucapnya
" Kaka teleponnya disana jangan disini takut ada orang yang dengar " ucapnya ina
" Benar apa yang dikatakan Ina cantik " ucap Satria memandangi wajah ina
" Jangan dipandang terus nanti batal puasanya " ucap Niko
" Ye.. sirik " ucap Satria
Ehan pun segera menuju ruangan disana dan segera menelepon temannya itu.
Tut... Tut... Tut... Tut...
" Halo " ucap seseorang diserang sana
" Halo, ini aku Ehan " ucapnya
" Aku tau, ada apa "
" Kamu jadi kan mau bantuin aku " ucapnya Ehan memastikan Sang teman akan datang
" Iya cerewet aku pasti kesana " ucapnya
__ADS_1
" Terus kapan kamu kesini " tanya ehan
" Nanti sore Gue Kesana... Gue baru beres bimbingan sama dosen " ucapnya
" Gimana hasilnya.. " tanya Ehan
" Gue sanggup susah banget... " ucapnya kesal
" Aku bantu kamu, tapi kamu harus bantu aku " ucapnya membuat kesepakatan
" Dosen gue kiler, Pasti Gue ga akan lulus taun sekarang " ucapnya
" Kamu percayakan padaku... semuanya akan beres " ucap Ehan dengan senyum sinisnya
" Ok, gue akan Kesana selama seminggu, kalau Dosen Gue ACC judul skripsi Lu.. gue lanjut bantuin Lu disana la " ucapnya
" Ok, no Problem " ucap Ehan
" Gue tunggu nanti sore, apa mau Gue jemput " ucap Ehan
" Ga usah lah, masih banyak grab disini.. nanti aja Lu share kok ya "
" Siap gue tunggu " ucap Ehan
" Ok "
" Thanks ya sebelumnya " ucap Ehan
" Sama-sama " ucapnya mematikan teleponnya
" Bagus satu persatu semua akan terungkap " batin Ehan
Kini Ehan mencari keberadaan Marni di dapur, iya melihat Marni sedang mencuci piring, Ehan pun segera menghampiri Marni
" Astaga Ehan, gimana kalau gue jantungan " ucapnya Marni kesal
" Emang kamu punya penyakit jantung gitu " tanya ehan
" Ya ga juga " ucap Marni
" Kalau begitu bagus deh " ucap Ehan
" Mau apa kamu kesini " tanyanya Marni
" Aku mau berbicara penting sama kamu " ucapnya sambil tersenyum manis
" Astaga kenapa jantung aku degdegan begini " ucap Marni
" Sok aja ngomong " ucap Marni menyembunyikan kegugupanya
" Kamu kan mau tutup warung selama sebulan, bagaimana jika aku sewa warungmu " ucap Ehan
" Sewa " tanya marni
" Atau begini deh, Kamu sediakan makanan disini yang ringan-ringan saja, seperti mie, kopi dan cemilan nah nanti hasil penjualannya untukmu semia " ucap Ehan
" Tapi kan Aku ga cape, ga boleh kaya begitu " tolak marni
" Ya ga papah itung-itung keuntungan dari makananya untuk menyewa warung ini " ucap Ehan
" Aku ga mau " ucapnya
" Lalu kamu maunya gimana " ucap Ehan bingung
__ADS_1
" Kita bagi hasil saja " ucapnya
" Baiklah " ucap Ehan Sambil tersenyum
" Turuti saja kemauan Marni agar Rencanamu berhasil " batin ehan
" Sebenarnya siapa yang akan dibawa Ehan kesini " batin Marni heran
" Ya udah kalau begitu aku balik dulu Kesana ya " ucap pamit Ehan
" Iya " ucap Marnia
Kini Ehan menghampiri mereka dan duduk disamping Ina.
" Gimana ka , Marni setuju " ucap Ina penasaran
" Setuju dong " ucap Ehan terseyum
" Terus siapa yang akan Kau bawa kesini " tanya Satria
" Kalian Kepo ya " ucap Ehan
" Aku juga kepo kali ka " ucap ina
" Sore ini dia akan datang " ucap Ehan
" Cantik Tidak " Niko
" Tak ada yang lebih cantik dari Ina cantik ku " ucap Satria sambil memandang wajah ina
" Hem " ucap Ehan dan Niko kesal
" Makasih ya pacar " ucap Ina
" Sama-sama pacar " jawabnya
" Bukit iri saja " ucap Niko
.
.
.
.
.
Bersambung....
Hayo tim Satria Sama Ina mana suaranya...
sudah dipencet belum tombol Like....Komen..... dan Vote ......
Biar saya lebih semangat nulisnya..
Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......
So... Ikuti terus kisahnya...
Jangan bosen-bosen ya .....
Marhaban ya Ramadhan
__ADS_1
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... dan selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan, jangan lupa jaga kesehatan ya guyz