
Bu Ida segera menelepon Mey-mey dan memberitahukan keadaan sang Ayah.
Kring.... Kring....
" Halo Bu " ucap Mey-mey
" Halo sayang, ada kabar buruk " ucap Sang ibu sambil menangis
" Kabar buruk apa Bu, coba ibu bicara pelan-pelan " ucap Mey-mey tampak panik
" Ayahmu nak " ucap Bu Ida
" Ayah kenapa bu " ucap Mey-mey kaget
" Ayahmu sekarang keadaanya keritis " ucap Ibu
" Ko bisa bu " tanya Mey-mey
" Ibu ga tau, baru saja petugas yang ada dipenjara telepon ibu dan bilang bahwa ayah mu mencoba membunuh diri " ucap Sang ibu panik
" Sekarang ibu tenang, aku akan segera menjemput ibu dan kota sama-sama kepenjara menjenguk ayah " ucap Mey-mey mencoba menenangkan sang ibu
" Ibu tunggu sekarang juga ya nak " ucap sang ibu
" Iya bu " ucapnya
Mey-mey langsung menuju ruangan Sang kekasih untuk meminta izin pulang lebih awal karena ada urusan yang mendesak
Tok.. Tok.. Tok...
" Masuk "
Ceklek,,
" Sore Tuan " ucap Mey-mey
" Ada apa Sayang " ucap Farel heran melihat wajah Mey-mey seperti sedang panik
" Saya mohon izin pulang lebih awal " Ucap Mey-mey
" Memangnya kenapa sayang " ucap Farel
" Barusan ibu telepon katanya Ayah keadaanya kritis, Aku dan ibu mau menemui bapak dipenjara " ucapnya Mey-mey meneteskan air matanya
" Sudah jangan sedih, lebih baik kita jenguk bapak sama-sama " ucap Farel memeluk Mey-mey
" Iya sayang " ucap Mey-mey membalas pelukan Farel
" Hapus air matanya jangan menangis, kamu terlihat jelek jika menangis " goda Farel
" Ish kamu jahat " ucap Mey-mey kesal
" Yu kita berangkat "
Akhirnya mereka segera menuju parkiran tak lupa juga membawa Riki untuk mengemudikan mobilnya, lalu mereka pergi ke apartemen untuk menjemput Bu Ida.
Setelah mereka sampai di apartemen Bu Ida pun turun kebawah dan masuk kedalam mobil itu, dan mereka sama-sama menuju penjara.
" Ibu jangan khawatir ya " ucap Mey-mey menenagkan sang Ibu
" Iya sayang " ucap sang ibu dengan wajah terlihat khawatir
Kini mereka sudah berada didalam penjara, namun sebelum menemui Pa Edi, Bu Ida meminta Mey-mey mengantarkannya ketoilet terlebih dahulu.
" Nak Farel, dan nak Riki tunggu sebentar Ibu mau ke toilet dahulu " ucap Bu ida
__ADS_1
" Silahkan bu " ucap Farel
" Pa " ucap Farel memanggil sang petugas
" Iya Tuan "
" Dimana Toiletnya ibu dan calon istri saya mau pergi ketoilet dahulu " ucap Farel Sopan
" Sebelah sini, mari saya tunjukan " ucap sang petugas ramah
Mey-mey dan Bu Ida segera menuju toilet sedangkan Farel dan Riki menunggu mereka sebelum bersama-sama dengan menemui pa Edi.
Setelah Bu Ida dan Mey-mey selesai dari toilet barulah mereka memberitahu sang petugas jika mereka ingin menemui Pa Edi
" Sore Pa, kami keluarganya Pa Edi mau menjenguk pa Edi yang sedang sakit " ucap Riki
" Kamu yang tadi kan " ucap sang petugas mengenali Riki
" Eh masa sih pa.. bapak salah liat kali " ucap Riki gugup takut ketahuan oleh Mey-mey
" Tapi benar, bajunya saja sama " ucap Sang petugas
" Baju banyak kali pa Ditoko, cepat saya mau bertemu dengan pa Edi " ucap Riki
" Kalian tunggu sebentar " ucap Sang petugas
" Baik Pa " ucap mereka
Sang petugas pun menghampiri petugas diruangan khusus ketika sakit selama didalam penjara, Iya memberitahukan jika keluarga Pa Edi sudah datang dan mau menemuinya
Tok.. Tok.. Tok...
" Masuk "
Ceklek,,
" Bae mereka kesini " ucap Sang perawat disana
" Baik "
Sang petugas yang tadi segera menghampiri mereka yang sedang duduk diruang tunggu
" Keluarga Pa Edi silahkan masuk, lewat sini " ucap Snag petugas
" Terima kasih " ucap Ibu Ida
Mereka pun mengikuti langkah sang petugas menuju ruang perawatan
Tok.. Tok.. Tok...
" Masuk "
Ceklek,,
" Astaga " ucap Bu Ida kaget
lalu pa Edi pun sadar dari masa kritisnya begitu mendengar suara Bu ida
" Sayang " ucap Pa Edi lirih
" Kamu sudah sadar Mas " ucap Bu Ida menghampiri sang suami
" Maafkan aku Ida... maaf " ucapnya sambil meneteskan air matanya
" Mey-mey maafkan ayah " ucap melihat kearah wajah Mey-mey
__ADS_1
" Apa kali ini Pa Edi tulus " ucap Farel dalam hatinya
" Pasti Drama-drama lagi " batin Riki
" Aku sudah memaafkan mu mas " ucap Bu Ida
" Alhamdulillah " ucap Pa Edi senang
" Aku juga sudah memaafkan Ayah " ucapnya Mey-mey
" Terima kasih kalian sungguh baik sekali " ucap Pa Edi senang
" Aku sudah memaafkan kamu, tapi kamu harus tanda tangani surat ini " ucap Bu Ida meyerahkannya pada Pa Edi
" Kamu jahat, aku sedang sakit dan kamu malah menyuruhku untuk menandatangani berkas perceraian kita " ucapnya Pa Edi dengan raut wajah marah
" Ini yang terbaik untuk kita " ucap Bu Ida meneteskan air matanya lalu Mey-mey segera memeluk sang ibu
" Aku ga mau pisah sama kalian " ucap Pa Edi dengan wajah memelas
" Maaf keputusanku sudah bulat " ucap Bu Ida
" Tidak akan pernah terjadi " ucap Pa Edi menyobek kertas itu
" Terserah kamu mau setuju atau tidak tapi berkasnya sudah masuk ke pengadilan tunggulah surat perceraian kita resmi sebentar lagi " ucap Bu Ida
" Tahan Emosi Edi.. kamu harus membuat Edi kasian padamu " batin Pa edi
" Aku mohon jangan ceraikan aku " ucap Pa Edi Bagun dari tempat tidur dan segera bersujud di kaki Bu Ida
" Lepaskan, saya sudah muak dengan kamu " ucapnya Bu Ida membuat semua orang kaget karena sebelumnya Bu Ida belum pernah begitu
" Maafkan saya Ida.. maafkan saya... saya berjanji tidak akan mengulanginya lagi "
" Ayo kita pulang Nak " Ajak Bu Ida pada Mey-mey
Farel dan Riki pun segera pergi.dari ruangan itu dan merasa heran dengan sikap Bu Ida. namun merekapun tak banyak bicara takut salah
.
.
.
.
Bersambung....
Aku mau mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri..
Minal Aidzin wal Paidin..
Mohon maaf lahir dan batin semuanya..
Mey-mey dan Farel mana suaranya...
Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......
Biar saya lebih semangat nulisnya..
Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......
So... Ikuti terus kisahnya...
Jangan bosen-bosen ya .....
__ADS_1
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua