Kisah Cinta Anak Kembar CEO

Kisah Cinta Anak Kembar CEO
Episode 153


__ADS_3

Waktu malam tiba Satria dan Ina sudah sampai dikota Surabaya, mereka langsung menaiki taksi menuju rumah sakit dimana sang Abang Farel berada


" Akhirnya kita sampai juga " ucap Satria


" Ayo cepat.. kita kerumah sakit " ucapnya Ina dengan wajah khawatir


" Sayang Kamu tenang ya, sebentar lagi kita akan sampai disana " ucap Satria menaiki taksi tersebut


" Iya sayang " ucap Ina


Satu jam berlalu mereka sudah sampai dirumah sakit tersebut, Ina dan Satria segera menuju ruangan UGD yang ada disana, dilihatnya sang ayah sedang duduk didepan ruangan UGD.


" Ayah " ucapnya Ina langsung menghampiri Leo


" Ina sayang " ucap Leo memeluk sang putri


" Bagaimana keadaan Abang Farel " ucap Ina melepaskan pelukannya


" Keadaanya masih kritis " ucap Leo dengan wajah sedih


" Ayah saya keruangan tempat mendonorkan darah dulu ya " ucapnya Satria


" Ok " ucapnya Leo


" Sayang aku tinggal dulu ya " ucap Satria pamit pada sang kekasih


" Iya sayang " ucapnya Ina sambil tersenyum


Satria pun melangkah menuju ruangan pendonor darah dan segera mendonorkan darahnya, sedangkan Ina dan Leo menunggunya didepan ruangan UGD tersebut


" Dia siapa Ayah " ucapnya Ina melihat kearah Mey-mey


" Dia... " ucap Leo melihat kearah Mey-mey


" Saya Mey-mey Nona " ucapnya


" Jangan panggil Nona panggil saja Ina " ucap Ina sambil tersenyum


" Baik Ina " ucapnya


" Sebenarnya wanita ini siapanya Abang Farel, dia kelihatannya baik " batin Ina


" Wanita cantik ini siapa, tapi dia bilang ayah sama Tuan Leo... apa dia salah satu adiknya Farel " batin Mey-mey


" Sebenarnya aku sudah janji sama Sisil untuk merestui Mey-mey dan Farel tapi entah mengapa hatiku masih ragu sama Mey-mey " batin Leo


Sepuluh menit kemudian Satria menghampiri sang kekasih kembali dan duduk didepan UGD bersama-sama.


" Sayang " ucap Satria


" Sayang sudah donor darahnya " Tanya Ina


" Sudah sayang " ucap Satria sambil tersenyum


" Kalian sudah makan " ucap Leo


" Belum ayah " ucap Satria


" Kalian makan dahulu, setelah itu temui bundamu dikamar perawatan " ucap Leo


" Memangnya Bunda kenapa " ucap Ina heran


" Bunda hanya kecapean sayang jangan khawatir " ucap Leo menenangkan Ina


" Lebih baik kita kekamar bunda Sisil dahulu " ucap Satria


" Jangan bundamu sedang beristirahat.. lebih baik kalian makan saja dahulu nanti sakit " ucap Leo


" Baiklah ayah " ucap mereka

__ADS_1


" Mey-mey yu kita makan " ajak Ina


" Tidak, aku mau menunggu Farel hingga sadar " ucap Mey-mey


" Apakah dia pacarnya Farel " batin Satria


" Yaudah kalau Kamu tidak mau, nanti saya bawakan saja makanan untukmu " ucap Ina sambil melangkah pergi


.


...****************...


.


Ina segera menuju kantin dan makan malam disana bersama kekasih. Sedangkan diruangan Sisil, Farel sudah bangun dari tidurnya dan langsung menuju ruangan UGD dimana sang Abang dirawat


" Ayah " ucap Ehan


" Apa Nak " ucap Leo


" Ayah sekarang jagain bunda ya, giliran " ucap Ehan


" Baiklah, kalau ada apa-apa langsung hubungi ayah atau datang keruangan bundamu ya " ucap Leo


" Iya ayah " ucapnya Ehan sambil tersenyum


" Yasudah ayah keruangan bundamu dulu " ucap Leo pamit


" Iya ayah " ucap Ehan duduk disampingnya Mey-mey sedangkan Leo segera menuju ruangan sisil


" Bagaimana keadaan Abang Farel " ucap Ehan pada Mey-mey


" Belum ada perkembangan " ucap Mey-mey wajahnya masih sedih


Tiba-tiba sang dokter segera membuka pintu ruangan UGD, dokter itu adalah dokter yang menangani Farel diruangan UGD tersebut.


" Keluarga Tuan Farel " ucap Sang dokter


" Saya Pacarnya dok " ucap Mey-mey menghampiri sang Dokter


" Bagaimana keadaan Abang saya " ucap Ina menghampiri sang dokter karena iya kebetulan dekat dengan ruangan UGD dan segera berlari ketika Dokter berbicara dengan Ehan dan Mey-mey


" Masih belum ada perkembangan " ucapnya Sang Dokter dengan wajah sedih


" Apa " ucapnya Mereka kaget senang


" Dok apakah Abang saya bisa sadar kembali " tanya Ehan


" Saya tidak bisa menentukan, karena itu kuasa Tuhan, kita harus banyak berdoa supaya Tuan Farel kembali sadar dan bisa pulih secepatnya " ucap Sang dokter


" Dok Tolong Abang saya, berapapun biayanya Kami pasti bayar " ucap Ina sambil meneteskan air matanya


" Saya akan melakukan tugas saya sebisa dan semampu saya Nona tidak usah khawatir " ucap sang dokter


" Sayang tenang ya... Farel akan baik-baik saja " ucap Satria memeluk Ina


" Tapi Abang... " ucap Ina menangis di pelukan Satria


" Dok apakah saya boleh menemui Farel " ucapnya Mey-mey dengan wajah penuh harap sambil menangis


" Tentu saja Boleh, bergantian ya satu orang, dan kalau bisa pasien Diajak bicara ya, karena meskipun matanya tertutup tapi telinganya mendengar " ucap Sang dokter


" Baik Dok " ucap Mereka


" Kalau begitu saya permisi " ucap sang dokter pamit


" Terima kasih dok " ucap Mereka


" Sama-sama " ucapnya

__ADS_1


Kini sang dokter pergi dari sana sedangkan Mey-mey segera masuk kedalam ruangan itu


" Aku masuk duluan " ucap Mey-mey bersemangat


" Silahkan " ucap Ehan sambil tersenyum


Mey-mey masuk kedalam ruangan itu, betapa hancur hatinya ketika orang yang iya sayangi terbaring tak berdaya dengan alat yang menempel ditubuhnya


" Farel " lirih Mey-mey segera mendekati sang kekasih hati


" Farel... cepat bangun " ucap Mey-mey sambil meneteskan air matanya


" Farel, mana janjimu tidak akan membuatku menangis dan menyakiti aku.. hiks... hiks.. keadaanmu seperti ini sudah menyiksaku " ucapnya mendekatkan wajahnya ke wajah Farel


" Aku mohon bangun.. jangan tinggalkan aku...hiks... hiks... hiks.. Farel... Farel " ucapnya Mey-mey terisak-isak


" Maaf Nona, jangan terlalu berisik " ucap salah satu Suster


" Iya sus " ucapnya masih menangis


" Farel... Farel... Farel.. " ucapnya lirih sambil menangis


Bruk,,


Mey-mey terjatuh pingsan, dengan sigap suster menangkapnya dan mencoba membangunkanya


" Nona... nona.. bangun " ucap suster


" Tolong... tolong " ucapnya Suster


Ehan segera masuk kedalam ruangan UGD tersebut karena mendengar suara teriakan sang suster.


" Mey-mey " teriakan Ehan


" Dia pingsan Tuan " ucap sang suster


" Pingsan kenapa " tanya Ehan heran


" Tidak tahu " ucap Suster itu


" Mey-mey bangun... kamu kenapa... " tanya Ehan tampak panik


" Tuan ayo kita bawa dia keruang UGD sebelah sana " ucap Suster


" Baik Sus " ucapnya Ehan segera menggendong Mey-mey menuju ruangan sebelah ruangan Farel


Sesampainya diruangan tersebut Mey-mey segera diperiksa dan diberikan selang infus oleh sang dokter.


" Tuan maaf pasien harus diperiksa terlebih dahulu, sebaiknya anda keluar dahulu " ucap Sang suster


" Baik sus, saya akan menemui pasien atas nama Farel " ucap Ehan


" Silahkan Tuan " ucap Salah satu Suster


.


.


.


Bersambung....


Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......


Biar saya lebih semangat nulisnya..


Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......


So... Ikuti terus kisahnya...

__ADS_1


Jangan bosen-bosen ya .....


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz


__ADS_2