
Waktu malam tiba Satria dan Ina sudah sampai dikota Surabaya, mereka langsung menaiki taksi menuju rumah sakit dimana sang Abang Farel berada
" Akhirnya kita sampai juga " ucap Satria
" Ayo cepat.. kita kerumah sakit " ucapnya Ina dengan wajah khawatir
" Sayang Kamu tenang ya, sebentar lagi kita akan sampai disana " ucap Satria menaiki taksi tersebut
" Iya sayang " ucap Ina
Satu jam berlalu mereka sudah sampai dirumah sakit tersebut, Ina dan Satria segera menuju ruangan UGD yang ada disana, dilihatnya sang ayah sedang duduk didepan ruangan UGD.
" Ayah " ucapnya Ina langsung menghampiri Leo
" Ina sayang " ucap Leo memeluk sang putri
" Bagaimana keadaan Abang Farel " ucap Ina melepaskan pelukannya
" Keadaanya masih kritis " ucap Leo dengan wajah sedih
" Ayah saya keruangan tempat mendonorkan darah dulu ya " ucapnya Satria
" Ok " ucapnya Leo
" Sayang aku tinggal dulu ya " ucap Satria pamit pada sang kekasih
" Iya sayang " ucapnya Ina sambil tersenyum
Satria pun melangkah menuju ruangan pendonor darah dan segera mendonorkan darahnya, sedangkan Ina dan Leo menunggunya didepan ruangan UGD tersebut
" Dia siapa Ayah " ucapnya Ina melihat kearah Mey-mey
" Dia... " ucap Leo melihat kearah Mey-mey
" Saya Mey-mey Nona " ucapnya
" Jangan panggil Nona panggil saja Ina " ucap Ina sambil tersenyum
" Baik Ina " ucapnya
" Sebenarnya wanita ini siapanya Abang Farel, dia kelihatannya baik " batin Ina
" Wanita cantik ini siapa, tapi dia bilang ayah sama Tuan Leo... apa dia salah satu adiknya Farel " batin Mey-mey
" Sebenarnya aku sudah janji sama Sisil untuk merestui Mey-mey dan Farel tapi entah mengapa hatiku masih ragu sama Mey-mey " batin Leo
Sepuluh menit kemudian Satria menghampiri sang kekasih kembali dan duduk didepan UGD bersama-sama.
" Sayang " ucap Satria
" Sayang sudah donor darahnya " Tanya Ina
" Sudah sayang " ucap Satria sambil tersenyum
" Kalian sudah makan " ucap Leo
" Belum ayah " ucap Satria
" Kalian makan dahulu, setelah itu temui bundamu dikamar perawatan " ucap Leo
" Memangnya Bunda kenapa " ucap Ina heran
" Bunda hanya kecapean sayang jangan khawatir " ucap Leo menenangkan Ina
" Lebih baik kita kekamar bunda Sisil dahulu " ucap Satria
" Jangan bundamu sedang beristirahat.. lebih baik kalian makan saja dahulu nanti sakit " ucap Leo
" Baiklah ayah " ucap mereka
__ADS_1
" Mey-mey yu kita makan " ajak Ina
" Tidak, aku mau menunggu Farel hingga sadar " ucap Mey-mey
" Apakah dia pacarnya Farel " batin Satria
" Yaudah kalau Kamu tidak mau, nanti saya bawakan saja makanan untukmu " ucap Ina sambil melangkah pergi
.
...****************...
.
Ina segera menuju kantin dan makan malam disana bersama kekasih. Sedangkan diruangan Sisil, Farel sudah bangun dari tidurnya dan langsung menuju ruangan UGD dimana sang Abang dirawat
" Ayah " ucap Ehan
" Apa Nak " ucap Leo
" Ayah sekarang jagain bunda ya, giliran " ucap Ehan
" Baiklah, kalau ada apa-apa langsung hubungi ayah atau datang keruangan bundamu ya " ucap Leo
" Iya ayah " ucapnya Ehan sambil tersenyum
" Yasudah ayah keruangan bundamu dulu " ucap Leo pamit
" Iya ayah " ucap Ehan duduk disampingnya Mey-mey sedangkan Leo segera menuju ruangan sisil
" Bagaimana keadaan Abang Farel " ucap Ehan pada Mey-mey
" Belum ada perkembangan " ucap Mey-mey wajahnya masih sedih
Tiba-tiba sang dokter segera membuka pintu ruangan UGD, dokter itu adalah dokter yang menangani Farel diruangan UGD tersebut.
" Keluarga Tuan Farel " ucap Sang dokter
" Saya Pacarnya dok " ucap Mey-mey menghampiri sang Dokter
" Bagaimana keadaan Abang saya " ucap Ina menghampiri sang dokter karena iya kebetulan dekat dengan ruangan UGD dan segera berlari ketika Dokter berbicara dengan Ehan dan Mey-mey
" Masih belum ada perkembangan " ucapnya Sang Dokter dengan wajah sedih
" Apa " ucapnya Mereka kaget senang
" Dok apakah Abang saya bisa sadar kembali " tanya Ehan
" Saya tidak bisa menentukan, karena itu kuasa Tuhan, kita harus banyak berdoa supaya Tuan Farel kembali sadar dan bisa pulih secepatnya " ucap Sang dokter
" Dok Tolong Abang saya, berapapun biayanya Kami pasti bayar " ucap Ina sambil meneteskan air matanya
" Saya akan melakukan tugas saya sebisa dan semampu saya Nona tidak usah khawatir " ucap sang dokter
" Sayang tenang ya... Farel akan baik-baik saja " ucap Satria memeluk Ina
" Tapi Abang... " ucap Ina menangis di pelukan Satria
" Dok apakah saya boleh menemui Farel " ucapnya Mey-mey dengan wajah penuh harap sambil menangis
" Tentu saja Boleh, bergantian ya satu orang, dan kalau bisa pasien Diajak bicara ya, karena meskipun matanya tertutup tapi telinganya mendengar " ucap Sang dokter
" Baik Dok " ucap Mereka
" Kalau begitu saya permisi " ucap sang dokter pamit
" Terima kasih dok " ucap Mereka
" Sama-sama " ucapnya
__ADS_1
Kini sang dokter pergi dari sana sedangkan Mey-mey segera masuk kedalam ruangan itu
" Aku masuk duluan " ucap Mey-mey bersemangat
" Silahkan " ucap Ehan sambil tersenyum
Mey-mey masuk kedalam ruangan itu, betapa hancur hatinya ketika orang yang iya sayangi terbaring tak berdaya dengan alat yang menempel ditubuhnya
" Farel " lirih Mey-mey segera mendekati sang kekasih hati
" Farel... cepat bangun " ucap Mey-mey sambil meneteskan air matanya
" Farel, mana janjimu tidak akan membuatku menangis dan menyakiti aku.. hiks... hiks.. keadaanmu seperti ini sudah menyiksaku " ucapnya mendekatkan wajahnya ke wajah Farel
" Aku mohon bangun.. jangan tinggalkan aku...hiks... hiks... hiks.. Farel... Farel " ucapnya Mey-mey terisak-isak
" Maaf Nona, jangan terlalu berisik " ucap salah satu Suster
" Iya sus " ucapnya masih menangis
" Farel... Farel... Farel.. " ucapnya lirih sambil menangis
Bruk,,
Mey-mey terjatuh pingsan, dengan sigap suster menangkapnya dan mencoba membangunkanya
" Nona... nona.. bangun " ucap suster
" Tolong... tolong " ucapnya Suster
Ehan segera masuk kedalam ruangan UGD tersebut karena mendengar suara teriakan sang suster.
" Mey-mey " teriakan Ehan
" Dia pingsan Tuan " ucap sang suster
" Pingsan kenapa " tanya Ehan heran
" Tidak tahu " ucap Suster itu
" Mey-mey bangun... kamu kenapa... " tanya Ehan tampak panik
" Tuan ayo kita bawa dia keruang UGD sebelah sana " ucap Suster
" Baik Sus " ucapnya Ehan segera menggendong Mey-mey menuju ruangan sebelah ruangan Farel
Sesampainya diruangan tersebut Mey-mey segera diperiksa dan diberikan selang infus oleh sang dokter.
" Tuan maaf pasien harus diperiksa terlebih dahulu, sebaiknya anda keluar dahulu " ucap Sang suster
" Baik sus, saya akan menemui pasien atas nama Farel " ucap Ehan
" Silahkan Tuan " ucap Salah satu Suster
.
.
.
Bersambung....
Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......
Biar saya lebih semangat nulisnya..
Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......
So... Ikuti terus kisahnya...
__ADS_1
Jangan bosen-bosen ya .....
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz