
Farel membawa sang istri duduk dikursi makannya dan memberikannya teh hangat untuk meredakan mualnya.
" Sayang minum ini dulu supaya meredakan mualnya " ucap Farel memberikan teh hangat pada sang istri
" Makasih sayang " ucap Mey-mey meminum Minumannya
" Sayang kita kedokter saja yu " ajak Farel merasa khawatir dengan keadaan sang istri
" Iya betul nak ibu juga setuju seperti yang dikatakan suamimu " ucap sang ibu
" Aku ga papah ko Sayang, ibu.. ini hanya mag ku lagi kambuh saja " ucap Mey-mey
" Sayang nurut sama suami ya.. biar aku ga khawatir kalau kamu sudah ditangani dokter " ucap Farel dengan wajah paniknya
" Tapi Sayang... " ucap Mey-mey menolak
" Pokonya ibu ga mau tau kamu harus kedokter sekarang.. " ucap sang ibu tegas, jika membujuk sudah tidak bisa didengar mungkin berkata tegas akan lebih didengar
" Sebentar aku siapkan dulu mobil, Bu titip Mey-mey dahulu " ucap Farel mencari kunci mobilnya dan menghidupnya
" Kamu sebenarnya kenapa nak " tanya sang ibu menghampiri sang putri kesayangannya
" Kepala ku pusing dan mual saja ko Bu, sebenarnya ga perlu kedokter " rengek Mey-mey
" Mual, pusing, tadi juga Mey-mey tidak suka bau-bauan apa dia sedang hamil " batin sang ibu
" Sayang kamu terakhir datang bulan kapan " tanya sang ibu
" Datang bulan.. kapannya lupa lagi " ucap Mey-mey
" Bulan kemarin apakah kamu datang bulan " tanya sang ibu
" Sepertinya tidak bu " ucap Mey-mey heran dengan pertanyaannya
Tiba-tiba Farel datang dan segera menghampiri Mey-mey
" Sayang, yu kita rumah sakit mobilnya sudah siap " ajak Farel
__ADS_1
" Tapi sayang " ucap Mey-mey enggan
" Ayo sayang " ucap Sang ibu
" Ibu mau ikut " tanya Mey-mey heran
" Iya ibu ikut " jawabnya
Mereka segera menuju mobil dan berangkat kerumah sakit untuk memastikan penyakit Mey-mey yang sebenarnya kerena akhir-akhir ini sering mual-mual.
Tiga puluh menit mereka sudah sampai disana, mereka segera masuk kedalam dan Farel mencarikannya Kursi roda untuk Mey-mey, awalnya Mey-mey tak mau namun karena sang ibu terus memaksanya iya pun segera menuruti perkataan sang ibu dan suaminya.
" Sayang tunggu sebentar, Bu titip dulu sebentar ya " ucap Farel
" Iya nak " ucap sang ibu
" Sayang mau kemana " tanya Mey-mey namun sang suami malah berlari pergi meninggalkannya didalam mobil bersama sang ibu
" Sayang ayo duduk " ucap Farel membawakan kursi roda yang sudah susah payah iya cari
" Aku tidak mau pakai ini " ucap Mey-mey menolaknya
" Tapi Bu aku tidak sakit parah, aku masih bisa jalan kaki " ucapnya kesal
" Ini untuk kebaikan mu agar kamu ga cape masuk kedalam " ucap Sang ibu
" Ayolah nak " ucap Bu ida
" Yaudah aku mau " ucap Mey-mey dengan terpaksa menuruti kemauan sang Suami
Farel segera membawa sang istri keruang UGD untuk segera ditangani oleh dokter. Beberapa Suster pun menolong dan membawa Mey-mey kedalam ruangan UGD.
" Maaf Tuan, anda tidak boleh masuk " ucap salah satu Suster
" Tapi saya Suaminya sus " ucap Farel dengan wajah khawatirnya
" Maaf Tuan, ini sudah menjadi prosedur rumah sakit, pasien akan segera diperiksa oleh dokter " ucap Sang suster
__ADS_1
" Sudah nak Farel tunggu disini saja " ucap Bu ida
" Tapi Bu... " ucap Farel
" Sudah duduk " ucap Bu Ida memegang tangan Farel dan menyuruhnya duduk didepan ruang UGD
" Bu aku khawatir, bagaimana keadaan Mey-mey " ucap Farel
" Mey-mey akan baik-baik saja, lebih baik kita berdoa semoga Mey-mey tidak terjadi apa-apa " ucap Sang mertua menenangkannya
" Iya bu " ucap Farel
Merekapun menunggu Mey-mey didepan ruang UGD dengan perasaan cemas dan gelisah menunggu Mey-mey diperiksa oleh sang dokter
.
.
.
.
.
.
Bersambung....
Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......
Biar saya lebih semangat nulisnya..
Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......
So... Ikuti terus kisahnya...
Jangan bosen-bosen ya .....
__ADS_1
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz