
" Sayang aku sudah tidak kuat " ucap Ina
" Dokter satria biar saya bantu " ucap Dinda
" Tidak usah, biar saya sendiri saya " ucap Satria
" Tapi Dok, apa dokter sanggup " tanya Dinda
" Iya saya sanggup, terima kasih untuk bantuannya barusan, silahkan dokter Dinda meninggalkan ruangan ini " ucapnya satria sopan
" Baiklah kalau begitu, dokter Ina saya pamit semoga lancar " ucap Dinda
" Iya terima kasih " ucap Ina
" Kamu yakin sanggup " tanya Ehan pada Satria
" Iya aku snaggup " jawabnya
" Suster, siapkan alatnya kita akan segera mengeluarkan bayi lagi " ucap satria
" Baik dok " ucapnya mereka
" Sayang aku sudah tidak kuat " ucap ina
" Kamu sabar ya sayang, lebih baik kamu tarik nafas lalu keluarkan... kamu harus tenang " ucap Satria dengan wajah pucat
" Ya Allah berikan aku kekuatan untuk mengeluarkan bayi ku didalam perut istriku " batin satria
" Ngeri juga ya, punya suami dokter istri lahiran sama di sendiri " batin Ehan
" Ya Allah kuatkan Ina, berilah kelancaran untuk Ina dan bayinya " batin Rena
" Ka Ehan " ucap Ina
" Ada apa " tanya Ehan
" Kakak disini ya.. pegang tanganku " ucap ina
" Perasaanku jadi tak enak " batin Ehan
" Baiklah, hanya dipegang ya.. jangan diapa-apain " ucap Ehan
" Iya ka " jawabnya
" Semuanya sudah siap " tanya satria pada sang suster
" Siap dok " ucap mereka
" Ina semangat ya " ucap Rena
" Iya ka terima kasih " jawab Ina
" Sebelum mengeluarkan bayi yang ada didalam perut istriku, lebih baik kita berdoa agar semuanya lancar " ucap Satria dengan wajah khawatir
" Baik dok " ucap Mereka
" Berdoa dimulai " ucap satria
Merekapun berdoa yang ada disana semua berdoa, menurut agamanya masing-masing.
" Berdoa selesai " ucap Satria
" Aamiin " ucapnya Mereka langsung menyiapkan alat dan memasangkan infusan ke tangan ina
" Ina, Kakak yakin kamu kuat dan harus kuat demi anak-anakmu " ucap Ehan
" Iya ka terima kasih " jawabnya
" Sayang, ikuti aba-aba dari aku " ucap Satria pada sang istri
" Baiklah " ucap Ina
__ADS_1
" Sayang kamu Tarik napas perlahan melalui hidung, kemudian buang melalui mulut, Kamu harus rileks ya sayang " ucap Satria
" Iya sayang " ucap Ina
" Sayang aku ga kuat mules " ucapnya ina
" Ok, sekarang sudah tiba waktunya " ucap satria
" Suster tolong bantu kedua kakinya harus ditekuk dan terbuka lebar " ucap Satria
" Baik Dok "
" Sayang dengarkan aku, Pusatkan kekuatan kontraksi dengan sedikit mengangkat punggung sehingga kepala di posisi agak terbangun, sembari mengejan sepeti sedang mendorong sesuatu " ucap Satria
" Iya sayang " jawabnya
" Ko aku yang degdegan " batin Ehan
" Sekarang kamu Tarik napas sedalam-dalamnya, kemudian buang napas sambil mendorong tubuh dengan mengejan seperti layaknya saat Kamu sedang buang air besar " ucap Satria
" He..... he...... " ucap Ina mengejan
" AW... rambutku kenapa dijambak " ucap Ehan meringis kesakitan
" Maf ka rasanya sakit " ucap Ina
" Bahkan anakku pun kesal dengan sikapmu Kaka ipar sehingga disaat seperti ini Ina malah menjambakmu " batin satria
" Ayo terus sayang sedikit lagi " ucap Satria
" He..... he...... " ucap Ina mengejan kembali
" AW..... " teriakan Ehan kembali dijambak rambutnya oleh ina
" Oek... Oek... Oek... "
" Alhamdulillah " ucap mereka merasa senang dan bahagia kecuali Ehan yang meringis kesakitan
" Laki-laki sayang " ucapnya satria
" Akhirnya selesai juga " batin Ehan merasa lega
" AW sayang aku merasakan kontraksi lagi " ucapnya Ina
" Apa " ucap Ehan kesal
" AW.... AW... AW.... " ucap Ehan langsung pegang tangannya lalu diremas oleh Ina
" He..... he...... " ucap Ina mengejan kembali
" AW..... " teriakan Ehan
" Oek... Oek... Oek... "
" Alhamdulillah " ucap Ehan dengan wajah kesal dan marah
" Anak kita perempuan sayang " ucapnya satria senang
" Tapi sayang aku kontraksi lagi " ucapnya ina
" Astaga sebenarnya anak kalian berapa sih " ucap Ehan dengan wajah pucatnya
" Kalau dilihat hasil Usg ada tiga " ucap Ina
" Ayo sayang aku sudah tidak kuat " ucap Ina
" AW.... AW... AW.... " ucap Ehan langsung pegang tangannya lalu diremas oleh Ina
" He..... he...... " ucap Ina mengejan kembali
__ADS_1
" AW..... " teriakan Ehan
" He..... he...... " ucap Ina mengejan kembali
" Oek... Oek... Oek... "
" Ya Allah aku ga kuat jika terus begini " ucap Ehan dengan wajah menahan marahnya
" Semuanya sudah selesai ko ka " ucap Ina sambil tersenyum
" Terima kasih ya ka Ehan " ucap Satria dengan senyum jahatnya
" Badanku semuanya sakit, rambut lengan, hati dan pikiran " ucap Ehan membuat yang ada disana tersenyum
" Dokter satria silahkan untuk di Adzanin dulu " ucap sang suster
" Baik sus terima kasih " jawabnya sambil tersenyum
" Sayang aku Adzanin mereka dulu " ucap Satria
" Iya sayang " jawabnya
Satria segera menuju box ketiga bayinya dengan senyum bahagia nya yang terpancar
" Kalian adalah malaikat kecilnya ayah " ucap Satria sambil meneteskan air matanya
Dengan tangis bahagianya iya segera mengadzani satu persatu sang putra dan putrinya. lalu iya menciumi ketiga ketiga bayinya.
" Permisi Dok, saya bersihkan dulu bayinya " ucap Sang suster
" Silahkan sus " ucap Satria
" Terima kasih " ucap satria
Satria kembali lagi menghampiri sang istri, dilihatnya wajah yang lelah dan lesu.
" Terima kasih ya sayang " ucap Satria mencium kening dan pipi sang istri
" Sama-sama sayang " jawab Ina
" Kamu mau satu kamar perawatan dengan Ka Rena atau bagaimana " tanya satria
" sudah satu kamarkan saja " ucap Ehan
" Ka Ehan benar " ucap Ina sambil tersenyum
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung....
Aku percepat ya part nya...
Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......
Biar saya lebih semangat nulisnya..
Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......
So... Ikuti terus kisahnya...
__ADS_1
Jangan bosen-bosen ya .....
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz