Kisah Cinta Anak Kembar CEO

Kisah Cinta Anak Kembar CEO
Episode 20


__ADS_3

Hari ini Farel dan Mey-mey sudah menjadi tetangga selama dua hari, mereka selalu berangkat bekerja bersama, Ibu Mey-mey tampak menyukai Farel bukan karena kaya, tapi karena Iya sopan pada Ibu Mey-mey meskipun dia atasan anaknya.


Kini Ibu Mey-mey sudah memasakkan makanan untuk Farel, seperti biasanya iya selalu mengirimkan makanan, sebagai ucapan terima kasih sudah baik padanya dan Mey-mey


Ting... Tong... Ting.. Tong...


Ceklek,,


" Ibu " ucap Farel


" Iya nak ini ibu, ibu bawakan kamu makanan semoga kamu suka " ucap Sang ibu Mey-mey bernama susi


" Silahkan masuk bu " ucapnya


" Terima kasih nak " ucap Bu susi


" Bu harusnya ibu tidak usah repot-repot.. ibu harusnya banyak istirahat biar kesehatan ibu semakin membaik " ucapnya Farel


" Kalau cuma masak ibu ga repot nak, ibu sudah membaik ko nak " ucap Bu susi


" Ibu silahkan duduk " ucap Farel sopan


" Makasih nak "


" Sama-sama Bu " ucap Farel mempersilahkan duduk disamping dia


Kini Farel membuka kotak makanan tersebut, dan Ternyata isinya Rendang salah satu kesukaan Farel


" Wah ibu tau kesukaanku " ucapnya senang


" Alhamdulillah kalau kau senam " ucap Bu susi


" Ibu boleh tanya-tanya sama Nak Farel " ucapnya


" Boleh Bu " ucapnya sambil memakan makananya


" Kamu sebenarnya tinggal dimana nak " ucap Bu susi


" Saya tinggal di Jakarta " ucapnya masih memakan makananya


" Benar kata ibu, kamu memang bukan orang sini " ucap Bu susi terseyum


" Nak Farel tinggal sendiri kemana orang tua Nak Farel " tanyanya lagi


" Kedua orang Tua ku sedang diluar negri mengurus Oma ku yang lagi sakit " ucapnya


" Apa Nak Farel mempunya Kaka atau mempunyai adik " tanyanya


" Aku anak pertama Bu, Adikku ada dua, tepatnya kami anak kembar " ucapnya


" Oh jadi nak Farel punya kembaran " ucap Bu susi terseyum


" Iya Bu, Kami kembar tiga, dua laki-laki dan satu perempuan " ucap Farel sambil tersenyum


" Aku boleh tanya sesuatu pada ibu " ucapnya Farel pada ibu susi


" Boleh nak, mau tanya apa " ucap Bu susi


" Apa Mey-mey tidak punya Kaka atau adik " ucapnya


" Iya nak, Mey-mey anak ibu satu-satunya " ucapnya dengan wajah sedih


" Kenapa ibu sedih " tanyanya kembali

__ADS_1


" Mey-Mey selama ini belum pernah ibu bahagiakan, selama sekolah dulu iya paling rajin jualan bahkan ketika kuliahnya juga tidak menyusahkan ibu " ucapnya sambil meneteskan air matanya


" Aku bangga sama Mey-mey.. ibu harus bahagia demi Mey-mey jangan mau kembali sama ayahnya Mey-mey, maaf ya bukan ingin mencampuri urusan keluarga kalian namun disini saya hanya ingin menyampaikan jika Mey-mey sangat menyayangi ibu.. ibu segalanya bagi dia " ucap Farel membuat Bu susi menangis


" Ibu berpikir jika ibu berpisah atau meninggalkan ayahnya Mey-mey dulu hidup ibu akan menderita dan membuat Mey-mey sedih " ucapnya masih sedih


" Ibu jangan menangis, sudah tidak ada lagi yang membuat ibu menangis.. semua sudah berakhir waktunya ibu bahagia " ucapnya sambil tersenyum


" Makasih ya nak Farrl " ucapnya Bu susi


" Tidak perlu sungkan bu " ucapnya


Tak terasa mengobrol, Riki sudah siap dan rapi dengan pakaian kantornya segera menemui sang majikan di apartemennya


Ting... Tong... Ting... Tong...


" Sebentar ya Bu " ucap melangkah pergi dan membuka pintu apartemennya


" Pagi Tuan " sapa Riki


" Pagi " ucapnya


" Tuan sudah sarapan biar aku buatkan " ucapnya


" Tidak perlu " jawabnya


" Kenapa Tuan " tanyanya


" Aku sudah makan, Bu susi sudah buatkan makanan " ucapnya


" Bu Maaf saya siap-siap kekamar dahulu " ucapnya sopan


" Kalau begitu ibu pulang saja ya nak " ucapnya


" Iya Bu terima kasih makanannya enak " ucap Farel


" Mari nak Riki " ucapnya pada Riki


" Mari Bu " ucap Riki heran


" Sejak kapan Tuan seramah itu pada Ibunya Mey-mey " batin Riki


Ibu Susi pun segera melangkahkan kakinya menuju Apartemennya bersama Mey-mey. dan tidak lama kemudian sang majikan sudah siap.


" Riki, cepat kau panggilkan Mey-mey kita akan pergi kekantor bersama " titahnya pada sang asisten


" Baik Tuan " ucapnya segera melangkah menuju Apartemen yang dihuni Mey-mey


Ting... Tong... Ting... Tong...


Ceklek,,


" Nak Riki " ucap sang ibu


" Mey-Mey nya ada " tanya Riki


" Tunggu sebentar ya nak ibu panggilkan dulu " ucapnya


" Baik Bu " ucapnya menunggu di depan pintu apartemennya


Sang ibu pun segera menuju kamar sang anak, dan membangunkan ya, setelah Mey-mey siap merekapun menuju depan pintu Apartemennya


" Ibu Mey-mey pamit " ucapnya

__ADS_1


" Hati-hati dijalan ya nak " ucap sang ibu sambil tersenyum


" Ibu juga hati-hati disini jangan terima tamu yang tidak dikenal, dan jangan kemana-mana " ucap Mey-mey


" Baik sayang " ibu Mey-mey terseyum


" Bu saya pamit " ucap Riki


" Hati-hati nak Riki " ucapnya


Merekapun segera melangkah menuju apartemen sang majikan yang sedang menunggunya


Ting... Tong... Ting... Tong...


Ceklek,,


" Tuan, kami sudah siap " ucapnya Riki


" Ayo " ucap Farel langsung melangkahkan kakinya menuju mobilnya diikuti oleh Mey-mey dan Riki setelah sampai di mobilnya, mereka segera menuju kantornya, Riki pun mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang


Sesampainya di kantor semua mata memandang kehadiran mereka terutama pada Mey-mey, merekapun terlihat dengan sorot tajam memandang Mey-mey


" Mereka kenapa ya, ko memandang aku seperti itu " Batin Mey-mey


" Pagi Tuan " sapa Yayu dengan memandang Mey-mey dengan sorot mata tajam


" Pagi " ucapnya dingin


" Tuan Sudah sarapan " tanya Mey-mey


" Sudah " masih dengan raut wajah cuek dan pergi melangkah meninggalkan Yayu menuju ruanganya


" Tunggu " ucapnya Yayu memegang tangan Mey-mey


" Ada apa " Tanya Mey-mey


" Ikut aku " ucapnya Yayu membawa Mey-mey kedalam toilet


Setelah didalam toilet iya pun berbicara dengan Mey-mey dengan raut wajah tak suka


" Ada hubungan apa Kamu dengan Tuan Farel " ucapnya dengan nada kesal


" Aku tidak ada hubungan apa-apa " Ucap Mey-mey


" Bohong " bentak Yayu


" Serius " jawabnya


" Kamu jangan coba-coba deketin Farel, karena aku yang pantas sama Farel bukan kamu " ucapnya sambil marah


" Aku ga deketin Tuan Farel, sumpah " ucap Mey-mey


" Menurut mu aku akan percaya " ucap Yayu


" Terserah " ucap Mey-mey kesal


" Mau kemana kamu " ucap Yayu tambah kesal


" Mau keruanganku " ucap Mey-mey meninggalkan Yayu


" Aku belum selesai bicara " jawabnya


" Sialan, lihat saja aku ga kan biarkan Tuann menyukai perempuan kegatelan itu " ucapnya tambah kesal dan iya pun segera melangkah menuju ruangannya

__ADS_1


Kini Mey-mey segera masuk keruangan sang majikan dan mengerjakan tugasnya kembali seperti kemarin, mencocokan Data di laptopnya


Kini dia semakin mahir mengerjakannya, bahkan laporan yang ditumpuk oleh Riki tinggal setengahnya lagi, dan memang terdapat beberapa data tidak cocok iya terus bersemangat mencocokkannya.


__ADS_2