Kisah Cinta Anak Kembar CEO

Kisah Cinta Anak Kembar CEO
Episode 65


__ADS_3

Jam istirahat pun sudah berakhir semua orang masuk kembali kedalam gedung proyek termasuk Ehan, Niko dan Satria mereka kembali kedalam dengan segera.


Sedangkan Ina dan Marni sedang duduk di meja itu dan istirahat sejenak. karena pekerjaan mereka sudah selesai.


Sang mandor pun menghampiri Ina lagi yang sedang duduk bersantai bersama marni


" Hai Ina " sapa sang mandor


" Hai Pa " ucap Ina


" Marni saya perlu bicara serius dengan Ina bisa " ucap sang mandor


" Bisa pa, kalau begitu saya pamit " ucap Marni melangkah masuk kedapur warungnya


" Ada apa pa " ucap Ina


" Aku sudah dapatkan uangnya " ucapnya Sang mandor terseyum melihat wajah ina


" Alhamdulillah pa " ucap pura-pura senang


" Iya .. ini semua rezeki kamu " ucapnya masih terseyum pada Ina


" Bapak bisa saja " ucap ina


" Jangan pangil bapak, panggil saya mas " ucapnya


" Iya Mas " ucap ina


" Nah gitukan enak " ucap sang mandor


" Iya Mas " ucap ina


" Aku Transfer sekarang uangnya " ucap sang mandor bersemangat


" Iya Mas, " ucap Ina sambil memikirkan cara untuk lebih mendapatkan bukti


" Kamu kenapa " tanya sang mandor


" Aku cuma merasa ga enak saja sama mas " ucap Ina dengan wajah sedihnya


" Tidak usah sungkan... aku akan selalu ada untukku " ucap sang mandor


" Iya mas terima kasih " ucap Ina


" Kalau bukan karena rencana itu aku ogah dah.. ini kakek-kakek kegatelan .. " ucapnya Ina dalam hatinya


" Aku sudah transfer ke no rekening yang kemarin " ucapnya


" Iya Mas sekali lagi maksih " ucapnya Ina dengan wajah senang


" Kamu ga boleh sedih lagi ya nanti cantik nya hilang " rayuan sang mandor


" Ah Mas bisa aja " ucap Ina pura-pura malu-malu


" Mas " pangil Ina


" Iya cantik " ucapnya


" Boleh aku pinjam handphone nya " ucap Ina dengan wajah ragunya


" Memangnya ada apa " ucapnya sang mandor bertanya

__ADS_1


" Aku akan menghubungi Mamah agar iya tidak khawatir lagi soal biaya " ucap Ina bohong


" Yasudah nih " ucap Sang mandor menyodorkan handphone nya


" Makasih ya Mas " ucapnya Ina sambil tersenyum


Ina segera menelepon nomor acak agar iya tak ketahuan, tanpa disadari Ina menempelkan sebuah aplikasi penyadap handphone yang di tugaskan oleh Ehan tinggal menunggu satu menit dan aplikasi itu sebenarnya langsung terpasang tanpa tahu sang pemilik handphone


" Gimana " ucap sang mandor


" Nomornya tidak aktif mungkin karena sinyal " ucap Ina berbohong


" Mungkin karena dikampung " ucap sang mandor


" Mas ada nomor lain siapa tau dengan nomor lain akan terhubung " ucapnya padahal iya hanya ingin mengetahui jika sang mandor memiliki beberapa handphone


" Aku punya enam handphone tapi tidak semua aku bawa " ucapnya


" Emang Mas bawa berapa handphone sekarang " tanya ina


" Bawa tiga " ucapnya


" Pakai nomor apa saja " ucapnya


" Pakai Nomor Telkomsel dan Indosat " ucapnya


" Kalau yang ini " tanya Ina sambil menunjuk handphone yang tadi iya sudah masukan perangkat sadapnya


" Itu pakai Xl " ucap nya


" Boleh aku coba dengan nomor Telkomsel " ucap ina


" Terima kasih " ucap Ina


" Nih " ucap sang mandor memberikan handphone pada Ina


Dengan sigap Ina pun menempelkan aplikasi itu lagi, dan pura-pura menelepon seseorang dan mengacak nomor telepon salah.


" Masih tidak nyambung " ucap ina


" Kamu sabar saja, mungkin sinyalnya jelek " ucap sang mandor


" Kalau saya pakai handphone yang itu bagaimana mas " ucap Ina masih penasaran


" Boleh, nih " ucapnya memberikan handphone satu lagi


" Makasih ya Mas " ajak ina


" Sama-sama "


Dengan senyum liciknya Ina pun menempelkan aplikasi itu lagi, dan pura-pura menelepon seseorang dan kali ini dia menelpon nomor Ehan sayang satu lagi, yang belum diketahui orang banyak.


Tut... Tut... Tut... Tut...


" Alhamdulillah nyambung " ucap Ina pura-pura senang


" Halo " ucap Ehan diseberang sana


" Kalo mang, disana ada mamah .. gimana keadaan mamah" ucap Ina membuat Ehan bingung


" Mamah .. mang... siapa mereka " tanya Ehan bingung

__ADS_1


" Bolehkah aku bicara sama mamah " ucap Ina membuat Ehan semakin bingung


" Terserah lah " ucap Ehan


" Mah... gimana keadaan mamah, aku sudah dapatkan uang untuk mamah dioperasi mamah tidak usah khawatir ya " ucap Ina


" Iya mah, dari bos aku udah baik ganteng lagi " ucap Ina berbohong


" Si botak " ucap Ehan


" Iya mah.. nanti sore aku pulang naik kereta " ucapnya


" Naik becak saja sekalian " goda Ehan


" Ya udah mah, kalau begitu sudah dulu ya... mamah jaga kesehatan ya tunggu aku pulang " ucap Ina lalu mematikan teleponnya


" Dia bilang aku baik dan ganteng " batin sang mandor senang


" Ini Mas .. maksih ya mas " ucap Ina


" Sama-sama "


" Alus sekarang sudah lega dan senang, karena aku cuma mamah, bapak aku sudah meninggal " ucapnya dengan raut wajah sedih


" Yang sabar ya ... kamu pasti kuat " ucap sang mandor


" Iya mas, aku kuat demi mamah aku " ucapnya


" Yasudah Mas harus kedalam dulu memantau semua orang yang bekerja " ucap sang mandor


" Iya mas. " ucap Ina


Kini sang mandor melangkah pergi dari sana dengan perasaan senang karena Ina sudah memujinya didepan mamahnya itu berarti pertanda baik pemikirannya


.


.


.


.


.


Bersambung....


Hayo tim Satria Sama Ina mana suaranya...


sudah dipencet belum tombol Like....Komen..... dan Vote ......


Biar saya lebih semangat nulisnya..


Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......


So... Ikuti terus kisahnya...


Jangan bosen-bosen ya .....


Marhaban ya Ramadhan


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... dan selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan, jangan lupa jaga kesehatan ya guyz

__ADS_1


__ADS_2