Kisah Cinta Anak Kembar CEO

Kisah Cinta Anak Kembar CEO
Episode 38


__ADS_3

Kini menatap kepergian Rena dengan senyum bahagianya, Niko yang melihat hal itu menjadi heran dengan tingkah Ehan.


" Kamu senang sekali goda Rena " ucap Niko sambil tersenyum


" Dia menggemaskan " ucap Ehan dihadapan Marni


" Rasanya aku mau nangis " batin Marni


" Malah diam yu Kita keruang makan aku juga sudah lapar " ucap Niko pada Marni


" Iya " ucap Marni melangkah berjalan menuju ruang makan bersama Niko


" Wah, ini buatan kamu semua bidadari surgaku " ucap Ehan melihat semua makananya


" Aku masak bersama Marni " ucap Rena Sambil terseyum manis


" Kalau yang asli buatanmu mana " ucap Ehan


" memangnya kenapa " tanya Rena


" Biar rasanya dihati tidak terkontaminasi oleh si beruang bawel itu " ucap Ehan membuat Marni kesal


" Ga ada semua makanan ini buatan aku dan Marni " ucap Rena


" Yasudah makan saja " ucap Marni kesal


" Ye sirik " ucap Ehan tampak kesal


" Sudah-sudah jangan bertengkar sebaiknya kita berdoa dahulu terus langsung makan " ucap Rena


" Baik Kamu yang pimpin doanya Bos " ucap Niko


" Alloohumma barik lanaa fiimaa razaqtanaa waqinaa 'adzaa bannar Aamin " ucap Ehan


" Aamiin " ucap mereka serempak


Setelah itu Mereka mengambil makanan sesuai dengan selera mereka, terlihat Niko mengambil makananya banyak semua yang ada disana pun heran dengan tingkah Niko


" Nik, kamu yakin bakal tuh habis makanan dalam piringmu " ucap Ehan


" Insya Allah bos aku yakin semua enak soalnya " ucap nya


" Pelan-pelan makannya kaya yang ga pernah makan saja " cibir Marni


" Kan kamu tahu di rumah sakit makananya ga enak-enak " ucapnya langsung menguyah makananya


" Aku Lupa " ucapnya


Kini terlihat mereka makan dengan lahap menikmati makanan hasil memasak Rena dan Marni walau sebenarnya yang mendesak adalah Rena, Marni hanya bantu untuk mengiris-iris sayuran saja.


Setelah mereka selesai makan, Marni dan Rena pun segera pamit, Ehan mau mencoba mengantar mereka pulang namun mereka menolaknya dengan terpaksa Ehan membiarkan Rena pulang bersama Marni


.


...****************...


.


Sedangkan ditempat Lain, Ina sudah seminggu menghindari satria, karena ucapan Dokter Dinda tersebut.


Ina berangkat paling pagi dan pulang paling malam, sedangkan untuk istirahat iya selalu mengunci diri diruangannya karena tak mau ketemu dengan satria,


Meskipun satria merasa ada yang aneh dengan Ina namun iya tak dapat menemui Ina meskipun mereka satu rumah.


Hari ini seperti biasa Ina sudah bangun pagi-pagi sekali, iya sudah rapi dan cantik. Iya segera turun ke bawah, terlihat disana Yesi sedang meyiapkan sarapan untuk keluarganya.

__ADS_1


" Mamah Yesi " ucap Ina


" Eh Ina cantik sini sayang " ucap Yesi


" Mamah lagi apa " tanya ina


" Lagi bikin sarapan, kamu sudah mau berangkat jam segini " tanya Yesi


" Iya mah, Ina banyak Kerjaan " ucapnya sambil tersenyum


" Kamu kenapa loh nak, kamu lagi ada masalah sama satria " tanya Yesi yang merasa aneh dengan sikap Ina


" Tidak ko mah " ucapnya


" Syukurlah " Yesi merasa lega


" Aku pamit ya mah " ucap Ina


" Kamu belum sarapan nak " ucap Yesi


" Nanti saja sarapannya disana " ucap Ina


" Yaudah kamu bawa bekalnya double ya " ucap Yesi


" Iya mamah Yesi " jawabnya Ina memeluk Yesi


" Kalau satria macam-macam bilang sama mamah biar mamah jewer " ucap Yesi membalas pelukan ina


" Siap mah " ucapnya melepaskan pelukan Yesi dan menyalaminya lalu pamit, Ina pergi dengan mengunakan Taksi online


" Anak Muda kalau bertengkar seperti itu jadi inget dulu " ucap Yesi senyum-senyum sendiri


" Cie mamah senyum-senyum terus awas Kesambet loh mah " ucap Satria bangun dan menghampiri Yesi


" Mana Ina cantik mah " tanya Satria


" Tuh, udah pergi " ucap Yesi


" Kenapa dia pergi sepagi ini terus.. ada apa denganua " ucap Satria bicara sendiri


" Makanya kalau punya masalah selesaikan baik-baik ga harus menghindar begitu kasian Ina cantik " sindir Satria


" Satria ga ada masalah sama Ina, justru Satria heran kenapa Ina tak bisa Aku temui " ucapnya dengan wajah sedih


" Kamu yakin ga ada masalah "


" Iya mah, satria ga punya salah juga sama ina " ucapnya


" Apa Ina punya pacar " Tanya mamah Yesi


" Em, kayanya ga deh soalnya dia itu tipe cewe yang jutek dan dingin sama cowo " ucap Satria


" Ya kalo dingin diangetin dong, kasih perhatian, tunjukan loh kalau kamu suka dia, ya jangan dibiarin begitu saja, nanti dia udah punya cowo nyesel kamu " ucap Yesi merasa gas sama satria


" Caranya gimana mah " tanya Satria


" Loh ko kamu nanya mamah, kamu harus punya siasat dong " ucap Yesi memberi pencerahan pada Satria


" Awas ya kamu punya pacar selain ina " Ancam Yesi


" Ga lah mah, aku dari dulu cintanya sama Ina cantik doang " ucap Satria melangkah pergi kekamarnya dan bersiap-siap untuk pergi kerja.


Kini Satria, dan Siska menuju ruang makanya sedangkan diruang makan tersebut sudah ada Renal dan Yesi


" Loh mana ina " tanya Renal

__ADS_1


" Ina sudah pergi tadi pagi-pagi " ucap Yesi


" Satria, apa Ina ada masalah kenapa dia seminggu ini berangkat paling pagi dan pulang paling malam " tanya sang ayah


" Satria juga bingung " ucapnya


" Mungkin ka Ina punya pacar yang ganteng ga kaya satria jorok " ucap Siska


" Didunia ini ga ada yang lebih ganteng dari aku " ucap Satria


" Ish " ucapnya Siska kesal


" Sudah jangan banyak bicara makan yang benar " ucap tegas Renal


" Baik Ayah " ucap mereka


Mereka pun makan dengan sangat lahap tanpa suara, setelah selesai Satria segera pamit dan mengendarai mobilnya menuju tempat kerjanya karena ingin bertemu Ina


Sesampainya dirumah sakit iya dengan terburu ingin masuk kedalam ruangan Ina namun dokter Dinda memangilnya dan langkahnya terhenti.


" Dokter satria " panggilnya


" Ada apa dokter Dinda " ucapnya


" Tangan Aku terluka, boleh minta tolong untuk obati tangan saya " ucap Dinda


" Tapi Dok " ucap Satria merasa serba salah


" Ayolah dok cuma sebentar Ko ga akan lama " jawabnya


" Tapi kan bisa minta tolong sama yang lain " tolak Satria


" Sebentar saja Dok " ucap Dinda dengan wajah memelas


Akhirnya Satria menuju ruangan Dinda dan mengobati tangan Dinda yang terluka karena takut infeksi.


.


.


.


.


Bersambung....


So... Ikuti terus kisahnya...


Insya Allah selama bulan puasa saya up nya akan banyak, saya lagi bersemangat nulisnya, menurut kalian mana yang harus didahulukan part nya..


coba mana tim Rena dan Ehan, mana Tim Satria dan Ina, dan mana tim Farel dan Mey-mey


Komen dibawah ya ditunggu !!!


Tapi jangan lupa Like....Komen..... dan Vote ......


Biar saya lebih semangat nulisnya..


Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku


Jangan bosen-bosen ya .....


Marhaban ya Ramadhan


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... dan selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan

__ADS_1


__ADS_2