Kisah Cinta Anak Kembar CEO

Kisah Cinta Anak Kembar CEO
Episode 155


__ADS_3

Keesokan harinya,,


Yesi bersama salsa sudah tiba bandara kota Surabaya, mereka segera menuju rumah sakit dimana Farel dirawat dengan buru-buru menggunakan taksi menuju rumah sakit tersebut


Sesampainya disana iya segera menuju ruangan UGD tempat dimana Farel berada, disana mereka melihat Ehan, Ina dan Satria masih tidur.


" Nak bangun na " ucap Yesi membangunkan sang putranya


" Mamah " ucap Satria


" Ina sayang bangun nak " ucap Salsa


" Tante salsa " ucapnya Ina pun segera bangun


" Ka Ehan bangun, ada Tante salsa dan mamah yesi " ucap Ina menggoyang-goyangkan tubuh Ehan.


" Eh, Tante salsa sama mamah Yesi " ucap Ehan sambil mengucek-ngucek matanya


" Bagaimana keadaan Farel.. " tanya Yesi


" Belum ada perkembangan Mah " ucap Ina dengan wajah sedih


" Kau yang sabar ya nak, Mamah Yesi yakin abang Farel pasti dia akan segera sadar " ucap Yesi memeluk ina


" Aamiin mah, semoga Abang Farel cepat sadar " ucap Ina membalas pelukan Yesi


" Ehan bundamu mana " tanya Salsa


" Bunda lagi dikamar perawatan " ucap Ehan


" Memangnya bundamu kenapa " tanya Salsa


" Bunda drop karena kecapean " ucap Ehan


" Yasudah kita temui dulu Sisil " ucap Yesi mengajak Salsa


" Baiklah " ucap Salsa


Mereka hendak melangkah dari sana tiba-tiba Sisil datang bersama sang suami


" Sisil " ucap Yesi dan salsa berbarengan


" Kalian " ucap Sisil sambil meneteskan air matanya


" Kamu jangan sedih ya, aku yakin Farel akan segera sadar " ucap Yesi memeluk Sisil


" Terimakasih kalian sudah datang kesini " ucap Sisil


" Sama-sama, harusnya kami yang minta maaf baru bisa menengok sekarang " ucap Salsa


" Tidak apa-apa ka, aku tau Kaka sibuk " ucapnya Sisil memeluk sisil


" Kamu harus kuat tidak boleh menangis.. kasian Farel nanti ikutan sedih " ucap Salsa melepaskan pelukannya


" Iya Calon besan kamu harus kuat ya " ucapnya Yesi sambil tersenyum


" Sombong yang sebentar lagi akan menjadi besan " ucap Salsa sambil tersenyum


" Iya dong, kita harus kompak " ucap Yesi


Seorang dokter tiba-tiba keluar dari ruangan Farel sambil tersenyum


" Dok bagaiman keadaan putra saya " ucapnya Sisil menghampiri sang dokter


" Alhamdulillah Tuan Farel sudah sadarkan diri.. " ucapnya sang dokter sambil tersenyum


" Alhamdulillah " ucap Mereka merasa bersyukur

__ADS_1


" Kalau begitu saya boleh menemui Farel " ucap Sisil


" Boleh, tapi Tuan Farel meminta saya untuk memanggilkan seseorang yang bernama Mey-mey " ucap Sang dokter


" Mey-mey " ucap Yesi dan salsa heran


" Ehan mana Mey-mey " tanya Sisil


" Kan kemarin Mey-mey pingsan " ucap Ehan


" Memangnya dia belum sadarkan diri " ucap sang dokter


" Sepertinya belum dok, karena kemarin Dokter mail memberikan obat penenang agar Nona Mey-mey tenang, melihat kondisinya Nona Mey-mey kurang beristirahat karena banyak tekanan " ucap Sang Suster


" Biar saya yang berbicara dahulu dengan Farel " ucap Sisil


" Baiklah kalau begitu Nyoya " ucap Sang dokter


" Mari ikut kami " ucap Sang Suster


" Terima kasih sus " bentak Sisil


" Sayang, aku kedalam dulu " ucap Sisil pamit pada sang suami


" Iya sayang " ucap Leo


Sisil pun segera mengikuti langkah sang suster menuju ruangan Farel, dilihatnya Farel masih tampak lemah namun semua alat sudah dicabut dalam tubuhnya kecuali infus.


" Mari silahkan Nyoya " ucap Suster


" Terima kasih " ucap Sisil


Sisil segera menghampiri Farel dengan senyum bahagia terpancar di wajahnya


" Farel sayang " ucap sang bunda


" Bagaimana keadaan mu " ucap Sisil sambil meneteskan air matanya


" Bunda kenapa nangis, aku sudah tidak apa-apa " ucap Farel


" Bunda menangis bahagia melihatmu kembali sadar setelah berjuang dengan rasa sakitmu " ucap Sisil


" Bunda jangan menangis, jangan bikin Farel sedih " ucapnya sambil tersenyum


" Bunda ga nangis lagi " ucap Sisil sambil tersenyum


" Terima kasih bunda, sudah sayang sama Farel.. farel juga sayang bunda " ucapnya


" Bunda sangat menyayangi anak-anak Bunda " ucap Sisil


" Bunda, dimana Mey-mey " tanya Farel


" Mey-mey... em... " ucap Sisil bingung memberi tahunya


" Kenapa bunda, apa ayah meyakiti Mey-mey " tanya Farel


" Tidak nak, ayahmu sudah merestui mu mana mungkin dia menyakiti Mey-mey " ucap Sisil membuat Farel enang


" Terima kasih bunda berkat bunda Ayah akhirnya menyetujui hubungan ku dengan Mey-mey " ucap Farel bangun dan memeluk sang bunda


" Apa aku harus katakan bahwa Mey-mey sakit dan belum sadarkan diri, tapi kalau terjadi apa-apa dengan Farel bagaimana " batin Sisil


" Bunda belum jawab pertanyaan ku, dimana Mey-mey " ucap Farel mencari sang kekasih hati


" Mey-mey.. em.. Mey-mey " ucap Sisil bingung


" Yasudah kalau bunda tidak mau bicara aku akan pergi keluar dan mencari Mey-mey sendiri " ucap Farel bangun dari tempat tidur namun ditahan Sisil

__ADS_1


" Jangan nak, jangan ingat kondisi mu " ucap Sisil


" Lepaskan bunda, Farel mau bertemu Mey-mey " ucapnya kekeh


Farel hendak melangkah dari tempat tidur tiba-tiba kepalanya sakit


" Aw " ucap farel memegang kepalanya


" Tuh kan Bunda juga sudah bilang, kamu sebaiknya istirahat " ucap Sisil


" Aku ga mau bunda, aku mau cari Mey-mey " ucap Farel


Dengan terpaksa akhirnya Sisil bicara bahwa Mey-mey sedang dirawat disebelah ruangan Farel karena kemarin dia pingsan


" Baiklah bunda akan katakan " ucapnya


" Ayo katakan bunda " ucap Farel khawatir


" Kemarin Mey-mey pingsan saat melihat keadaanmu tak sadarkan diri.. " ucap Sisil terpotong


" Astaga, lalu sekarang Mey-mey dimana " Tanya Farel kembali dengan wajah paniknya


" Mey-mey ada diruangan sebelah, dia sedang beristirahat " ucap Sang Bunda


" Aku harus melihatnya dan memastikan jika Mey-mey tidak kenapa-kenapa " ucap Farel


" Kamu masih sakit nak " ucap Sisil mencoba menenangkan Farel


" Aku ga papah Bunda, sus ijinkan saya menemui pacar saya Mey-mey " ucap Farel


" Tapi Tuan... " ucap sang suster


" Hanya sebentar saja.. aku mohon " ucap Farel


" Baik, tapi hanya sebentar ya Tuan, karena anda harus beristirahat kembali " ucap sang suster


" Baik Sus " ucap Farel senang bisa melihat sang kekasih hati


Sang suster membawakan Kursi roda untuk mengantarkan Farel keruangan Mey-mey berada, Farel pun tidak protes ketika sang suster memapahnya untuk duduk dikursi roda.


Sang suster mendorong kursi roda Farel sedangkan Sisil mengikuti mereka dari belakang menuju ruangan Mey-mey.


Sesampainya disana Farel kaget melihat sang kekasih hati terbaring disana sendirian tanpa ada yang menemani, sang suster pun mendekatkan Farel ketempat tidur Mey-mey


" Sayang " lirih Farel


.


.


.


.


Bersambung....


Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......


Biar saya lebih semangat nulisnya..


Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......


So... Ikuti terus kisahnya...


Jangan bosen-bosen ya .....


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz

__ADS_1


__ADS_2