
Keesokan harinya,,
Yesi bersama salsa sudah tiba bandara kota Surabaya, mereka segera menuju rumah sakit dimana Farel dirawat dengan buru-buru menggunakan taksi menuju rumah sakit tersebut
Sesampainya disana iya segera menuju ruangan UGD tempat dimana Farel berada, disana mereka melihat Ehan, Ina dan Satria masih tidur.
" Nak bangun na " ucap Yesi membangunkan sang putranya
" Mamah " ucap Satria
" Ina sayang bangun nak " ucap Salsa
" Tante salsa " ucapnya Ina pun segera bangun
" Ka Ehan bangun, ada Tante salsa dan mamah yesi " ucap Ina menggoyang-goyangkan tubuh Ehan.
" Eh, Tante salsa sama mamah Yesi " ucap Ehan sambil mengucek-ngucek matanya
" Bagaimana keadaan Farel.. " tanya Yesi
" Belum ada perkembangan Mah " ucap Ina dengan wajah sedih
" Kau yang sabar ya nak, Mamah Yesi yakin abang Farel pasti dia akan segera sadar " ucap Yesi memeluk ina
" Aamiin mah, semoga Abang Farel cepat sadar " ucap Ina membalas pelukan Yesi
" Ehan bundamu mana " tanya Salsa
" Bunda lagi dikamar perawatan " ucap Ehan
" Memangnya bundamu kenapa " tanya Salsa
" Bunda drop karena kecapean " ucap Ehan
" Yasudah kita temui dulu Sisil " ucap Yesi mengajak Salsa
" Baiklah " ucap Salsa
Mereka hendak melangkah dari sana tiba-tiba Sisil datang bersama sang suami
" Sisil " ucap Yesi dan salsa berbarengan
" Kalian " ucap Sisil sambil meneteskan air matanya
" Kamu jangan sedih ya, aku yakin Farel akan segera sadar " ucap Yesi memeluk Sisil
" Terimakasih kalian sudah datang kesini " ucap Sisil
" Sama-sama, harusnya kami yang minta maaf baru bisa menengok sekarang " ucap Salsa
" Tidak apa-apa ka, aku tau Kaka sibuk " ucapnya Sisil memeluk sisil
" Kamu harus kuat tidak boleh menangis.. kasian Farel nanti ikutan sedih " ucap Salsa melepaskan pelukannya
" Iya Calon besan kamu harus kuat ya " ucapnya Yesi sambil tersenyum
" Sombong yang sebentar lagi akan menjadi besan " ucap Salsa sambil tersenyum
" Iya dong, kita harus kompak " ucap Yesi
Seorang dokter tiba-tiba keluar dari ruangan Farel sambil tersenyum
" Dok bagaiman keadaan putra saya " ucapnya Sisil menghampiri sang dokter
" Alhamdulillah Tuan Farel sudah sadarkan diri.. " ucapnya sang dokter sambil tersenyum
" Alhamdulillah " ucap Mereka merasa bersyukur
__ADS_1
" Kalau begitu saya boleh menemui Farel " ucap Sisil
" Boleh, tapi Tuan Farel meminta saya untuk memanggilkan seseorang yang bernama Mey-mey " ucap Sang dokter
" Mey-mey " ucap Yesi dan salsa heran
" Ehan mana Mey-mey " tanya Sisil
" Kan kemarin Mey-mey pingsan " ucap Ehan
" Memangnya dia belum sadarkan diri " ucap sang dokter
" Sepertinya belum dok, karena kemarin Dokter mail memberikan obat penenang agar Nona Mey-mey tenang, melihat kondisinya Nona Mey-mey kurang beristirahat karena banyak tekanan " ucap Sang Suster
" Biar saya yang berbicara dahulu dengan Farel " ucap Sisil
" Baiklah kalau begitu Nyoya " ucap Sang dokter
" Mari ikut kami " ucap Sang Suster
" Terima kasih sus " bentak Sisil
" Sayang, aku kedalam dulu " ucap Sisil pamit pada sang suami
" Iya sayang " ucap Leo
Sisil pun segera mengikuti langkah sang suster menuju ruangan Farel, dilihatnya Farel masih tampak lemah namun semua alat sudah dicabut dalam tubuhnya kecuali infus.
" Mari silahkan Nyoya " ucap Suster
" Terima kasih " ucap Sisil
Sisil segera menghampiri Farel dengan senyum bahagia terpancar di wajahnya
" Farel sayang " ucap sang bunda
" Bagaimana keadaan mu " ucap Sisil sambil meneteskan air matanya
" Bunda kenapa nangis, aku sudah tidak apa-apa " ucap Farel
" Bunda menangis bahagia melihatmu kembali sadar setelah berjuang dengan rasa sakitmu " ucap Sisil
" Bunda jangan menangis, jangan bikin Farel sedih " ucapnya sambil tersenyum
" Bunda ga nangis lagi " ucap Sisil sambil tersenyum
" Terima kasih bunda, sudah sayang sama Farel.. farel juga sayang bunda " ucapnya
" Bunda sangat menyayangi anak-anak Bunda " ucap Sisil
" Bunda, dimana Mey-mey " tanya Farel
" Mey-mey... em... " ucap Sisil bingung memberi tahunya
" Kenapa bunda, apa ayah meyakiti Mey-mey " tanya Farel
" Tidak nak, ayahmu sudah merestui mu mana mungkin dia menyakiti Mey-mey " ucap Sisil membuat Farel enang
" Terima kasih bunda berkat bunda Ayah akhirnya menyetujui hubungan ku dengan Mey-mey " ucap Farel bangun dan memeluk sang bunda
" Apa aku harus katakan bahwa Mey-mey sakit dan belum sadarkan diri, tapi kalau terjadi apa-apa dengan Farel bagaimana " batin Sisil
" Bunda belum jawab pertanyaan ku, dimana Mey-mey " ucap Farel mencari sang kekasih hati
" Mey-mey.. em.. Mey-mey " ucap Sisil bingung
" Yasudah kalau bunda tidak mau bicara aku akan pergi keluar dan mencari Mey-mey sendiri " ucap Farel bangun dari tempat tidur namun ditahan Sisil
__ADS_1
" Jangan nak, jangan ingat kondisi mu " ucap Sisil
" Lepaskan bunda, Farel mau bertemu Mey-mey " ucapnya kekeh
Farel hendak melangkah dari tempat tidur tiba-tiba kepalanya sakit
" Aw " ucap farel memegang kepalanya
" Tuh kan Bunda juga sudah bilang, kamu sebaiknya istirahat " ucap Sisil
" Aku ga mau bunda, aku mau cari Mey-mey " ucap Farel
Dengan terpaksa akhirnya Sisil bicara bahwa Mey-mey sedang dirawat disebelah ruangan Farel karena kemarin dia pingsan
" Baiklah bunda akan katakan " ucapnya
" Ayo katakan bunda " ucap Farel khawatir
" Kemarin Mey-mey pingsan saat melihat keadaanmu tak sadarkan diri.. " ucap Sisil terpotong
" Astaga, lalu sekarang Mey-mey dimana " Tanya Farel kembali dengan wajah paniknya
" Mey-mey ada diruangan sebelah, dia sedang beristirahat " ucap Sang Bunda
" Aku harus melihatnya dan memastikan jika Mey-mey tidak kenapa-kenapa " ucap Farel
" Kamu masih sakit nak " ucap Sisil mencoba menenangkan Farel
" Aku ga papah Bunda, sus ijinkan saya menemui pacar saya Mey-mey " ucap Farel
" Tapi Tuan... " ucap sang suster
" Hanya sebentar saja.. aku mohon " ucap Farel
" Baik, tapi hanya sebentar ya Tuan, karena anda harus beristirahat kembali " ucap sang suster
" Baik Sus " ucap Farel senang bisa melihat sang kekasih hati
Sang suster membawakan Kursi roda untuk mengantarkan Farel keruangan Mey-mey berada, Farel pun tidak protes ketika sang suster memapahnya untuk duduk dikursi roda.
Sang suster mendorong kursi roda Farel sedangkan Sisil mengikuti mereka dari belakang menuju ruangan Mey-mey.
Sesampainya disana Farel kaget melihat sang kekasih hati terbaring disana sendirian tanpa ada yang menemani, sang suster pun mendekatkan Farel ketempat tidur Mey-mey
" Sayang " lirih Farel
.
.
.
.
Bersambung....
Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......
Biar saya lebih semangat nulisnya..
Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......
So... Ikuti terus kisahnya...
Jangan bosen-bosen ya .....
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz
__ADS_1