
Hari pun semakin sore, Kini Ehan mengajak Ina dan semuanya untuk pulang, Ehan berencana akan membawa Ina pergi kerumah yang iya sewa.
" Sudah pelukannya, bikin iri saja ayo pulang " ucap Ehan memegang tangan Ina dan membawanya kedalam mobilnya
" Tunggu " ucap Satria menghalangi langkah mereka
" Apa " jawab Ehan
" Ina pulang dengan aku ya " ucapnya
" Ga usah, nabati kamu bawa kabur Ina lagi " jawabnya sinis
" Ya ga mungkin dong " Ucap satria Sambil terseyum
" Ina kamu ikut Kaka pulang, satria biarin aja lah mau tidur dimana pun ga ngurusin " ucap Ketus Ehan
" Please.. Ehan aku harus bicara serius dengan Ina " ucap Satria dengan wajah nemelas
" Ga boleh " ucap Ehan kekeh
" Ehan " rengek Satria
" Ga boleh " ucap Ehan sambil melotot
" Ini drama sama jam berapa, aku mau pulang " ucap Ina dengan wajah malas nya
" Ina cantik, kita memang harus bicara empat mata " ucap Satria mencoba membujuk Ina
" Nanti saja kita bicaranya di rumah " ucap Ina pada satria sedangkan Ehan terlihat senang karena iya menang, iya pun menjulurkan lidahnya kepada Satria
" Niko, kamu bareng sama satria biar aku Antarkan Rena dan Marni dulu " titah Ehan
" Ga adil masa Ehan deket-deket sama cewek sedangkan aku sama Dia " protes Satria
" Siap bos " ucap Niko meskipun iya protes juga percuma karena Ehan Majikannya
" Orang Niko ya juga ga protes yey " ucap Ehan sambil tersenyum kemenangan lagi
" Bukanya protes ayo masuk " ucap Satria mengajak Niko kemobilnya
Sedangkan Ehan pun mengajak Ina, Rena dan Marni kedalam mobilnya, Ehan pun mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang dan hati-hati.
Sepanjang perjalanan terlihat Ina begitu bawel tidak seperti biasanya, mungkin karena perasaanya sekarang bahagia dan iya juga bahagia bertemu dengan sang kaka
" Maf kak yang ini siapa namanya " ucapnya Ina
" Nama saya Rena " ucapnya sambil tersenyum manis
" Bentar deh.. entah kebetulan atau tidak nama mantan pacar ka Ehan juga namanya Rena " ucap Ina curiga
" Oh ia " ucapnya menyembunyikan kegugupanya
" Iya loh, mantan pertama dan terakhir ya ka Ehan, soalnya semenjak itu ka Ehan paling anti pacaran Deket sama cewe aja selalu bertengkar " ucapnya Ina sambil meledeknya
" Jangan sampai Ina dan Ehan curiga sama aku " batin Rena
" Apa pacarnya Ehan cemburu pada Rena, tapi ko dia kaya gitu dia tadi digombal Niko mau, dipeluk satria juga mau, kasihan Ehan " batin Marni
" Ya ga mungkin Rena mantan pacar Ehan, Ina ga usah cemburu, Rena sama aku ga akan rebut Ehan dari kamu " ucapnya Sambil terseyum dipaksakan
" Ini orang aneh dari tadi kenapa ya " batin Ina
" Cemburu kenapa " ucap Ina ketus
" Ya cemburu soalnya Ehan dekat dengan kami " ucapnya terseyum kembali
" Kenapa harus cemburu, orang dia kakakku terserah saja dia mau dekat dengan siapa saja, aku sih dukung malah " ucap Ina dengan dingin
" Apa kaka " ucap Kaget Marni
" Iya "
" Jadi dari tadi aku salah paham, Alhamdulillah ternyata Ehan belum punya pacar " batin Marni senang
" Kamu pikir Ina itu pacar aku " ucapnya Ehan sambil tertawa
" iya " jawab polos Marni
__ADS_1
" Dia itu bukan tipe aku " ucap Ehan
" Ye, siapa juga yang suka sama sikap Kaka yang kaya gini " ledek Ina
" Terus tipe kamu yang kaya ginana " ucap Marni mencoba memberanikan diri menanyakan hal itu
" Tuh, perempuan disebelahmu " ucap Ehan menunjuk pada Rena
" Rena.." ucap Marni
" Em, oke lah kalau tipenya kaya Rena.. bisa meimbangi Kaka kalau sudah nikah nanti " jawab ina
" Loh kenapa jadi ke aku " tanya Rena
" Doain aja biar Kaka cepat nikah " bisik Ehan pada Ina
" Siap ka " ucap Isa Sambil terseyum
" Ga papah ya, boleh dong punya tipe-tipe pilihan gitu " ucap Ehan
" Boleh dih " ucap Marni dengan wajah kesal
.
...****************...
.
Ehan sudah mengantarkan Rena dan Marni kerumahnya, iya segera menuju rumah yang iya sewa, sesampainya disana iya segera masuk dan membersihkan tubuhnya.
" Ina ini kamar kamu .. " ucap Ehan mengantarkan Ina kedepan pintunya
" Iya ka makasih " jawabnya
" Kamarku mana " ucap Satria pada Ehan
" Kamu, tamu ga diundang pulang saja sana " usir Ehan
" Ehan kamu jangan begitu sama aku " ucap Satria
" Kita sebentar lagi akan jadi keluarga.. kamu harus baik sama aku " ucap Satria sambil terseyum jahat
" Keluarga " ucapnya bingung
" Iya kamu nanti sebentar lagi akan menjadi calon Kaka iparku " ucapnya sambil cengengesan
" Aku ga Setuju kamu sama Ina " ucapnya
" Ehan ga boleh begitu " rengek Satria
" Aku mau mandi by.. " ucapnya melangkah pergi kekamar Ehan
Satria pun segera mendekati Niko dan masuk kekamar Niko
Ceklek,,
" Hai Niko " ucapnya sambil tersenyum
" Ada apa " ucap Niko mulai curiga
" Bolehkah aku tidur denganmu " ucapnya
" Ogah.. tidur saja sana di sofa " ucap Niko
" Kamu tega sama aku " ucapnya dengan wajah memelas
" Yasudah kamu boleh tidur disini " ucap Niko Merasa kasihan pada satria
" Makasih banyak, kamu memang the best " ucapnya senang
Satria kini mandi dikamar mandi Niko, iya sekarang sudah rapi dan wangi, untung saja tadi Dia membawa baju ganti beberapa di mobil jadi iya tak perlu khawatir.
Satria keluar kamar Niko iya mencari-cari keberadaan ina dan ternyata Ina ada dihalaman belakang sedang menggambar pemandangan disana
Satria duduk disamping Ina tanpa Ina tahu, iya pun tersenyum senang melihat gambar Ina yang begitu bagus.
" Gambarnya rapi " ucap Satria
__ADS_1
" Sejak kapan kamu disini " tanyanya
" Kamu ga sadar keberadaan ku " ucap Satria sambil tersenyum
" Tidak " ucapnya
" Aku mau bicara sama kamu " ucap Satria
" Bicaralah "
" Kamu kenapa menghindari aku selama ink " tanya Satria
" Aku cuma ga mau jadi perusak hubungamu dengan pacarmu " jawabnya
" Pacar " ucap Satria kaget dan heran
" Iya pacar, kamu punya pacar tapi kenapa ga bilang sama aku " ucapnya sambil menatap wajah satria
" Aku ga punya pacar " ucap Satria jujur
" Kamu jangan bohong .. "
" Sumpah "
" Tapi dokter Dinda bilang kamu sama dia pacaran, dan aku harus menjauhi kamu biar kamu dan dia hubungannya harmonis, dan aku juga ga mau dicap sebagai perebut pacar orang " jawab Ina dengan wajah sedihnya
" Kamu salah paham, aku sama dokter Dinda sumpah ga ada hubungan apa-apa.. kalau kamu ga percaya kita temui Dokter Dinda " ucap Satria
" Ga usah, kalaupun ada hubungan ga apa-apa ko, kan kita memang ga ada hubungan apa-apa " ucap Ina
" Ina Cantik, dari dulu sampai sekarang aku sukanya sama kamu ga ada wanita lain dihati aku " ucap Satria
" Bohong tuh " ucap Ehan yang tiba-tiba datang
" Ehan " ucapnya dengan wajah kesal
" Sekarang kita makan dulu jangan dengarkan cecunguk ini menggombal " ucap Ehan menarik tangan Ina dengan lembut
" Ehan tunggu "
Kini mereka berkumpul dimeja makannya dan memakan makanan yang sudah dibeli oleh Niko, meskipun itu bukan masakan restoran mahal namun dilidah mereka sangat lezat.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung....
So... Ikuti terus kisahnya...
Insya Allah selama bulan puasa saya up nya akan banyak, saya lagi bersemangat nulisnya, menurut kalian mana yang harus didahulukan part nya..
coba mana tim Rena dan Ehan, mana Tim Satria dan Ina, dan mana tim Farel dan Mey-mey
Komen dibawah ya ditunggu !!!
Tapi jangan lupa Like....Komen..... dan Vote ......
Biar saya lebih semangat nulisnya..
Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku
Jangan bosen-bosen ya .....
Marhaban ya Ramadhan
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... dan selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan, jangan lupa jaga kesehatan ya guyz
__ADS_1