
Sedangkan Farel, Riki beserta Tim Audit Pusat sedang duduk santai diruang Meting itu. karena sudah cape dengan drama-drama tadi yang dilakukan Pa Daniel dan Pa Danu.
" Terima kasih kalian sudah membantu saya " ucap Farel pada Samuel dan Timnya
" Sama-sama memang sudah menjadi tugas saya " ucap Samuel sambil tersenyum
" Riki " panggil Farel
" Iya Tuan "
" Bawakan mereka kopi " ucap Farel
" Baik Tuan "
" Saya senang jika kasus ini sudah dibongkar dan mereka sudah mendapatkan balasan atas semua perbuatannya " ucap Samuel
" Harusnya dari sejak satu Minggu yang lalu saya merencanakan hal seperti hari ini, namun saya rasa waktunya tidak pas " ucap Farel
" Anda jangan khawatir Tuan, mulai hari ini akses pemantauan data di perusahaan ini kami akan tibgkatkan " ucap Samuel
" Terima kasih untuk kerjasama " ucap Farel memberikan amplop coklat
" Apa ini " ucap Samuel
" Ini bonus untuk kalian karena sudah membantu saya " ucap Farel
" Tidak perlu Tuan ini memang sudah kewajiban kami " ucap Samuel menolak uang tersebut
" Ambillah ini hak kalian " Ucap Farel sambil tersenyum
Lalu Riki dan pekerja Office Boy pun datang dan memberikan kopi kepada mereka
" Silahkan " ucap Riki
" Terima kasih.. " ucapnya
" Sama-sama " ucap Riki
" Tuan ada hal yang saya mau bicarakan pada Tuan " ucap Riki
" Baik Kita bicara di ruanganku " ucap Farel
" Baik Tuan "
Sang Office Boy pun disuruh oleh Farel untuk membelikan makanan untuk Tim audit tersebut, sedangkan iya pergi keruangannya dengan buru-buru
Farel kini sudah ada diruanganya diikuti oleh Riki, Mey-mey yang melihat hal itu mengikuti mereka menuju ruangan Farel
Ceklek,,
" Aduh ngapain Mey-mey pake Dateng segala lagi " batin Riki
" Tuan Maaf saya mau meyerahkan Laporan untuk anda tanda tangani " ucap Mey-mey sopan dan Profesional
" Sayang tunggu sebentar ya, Saya harus bicara serius dengan Riki " jawab Farel
" Semoga Mey-mey tidak curiga " batin Farel
" Baik Tuan, laporan saya taruh disini " ucap Mey-mey segera keluar dari ruangan itu
" Apa Ada dengan mereka bukanya masalahnya sudah beres " batin Mey-mey
Farel dan Riki pun sudah berdua didalam Ruangan Farel, dengan wajah serius merekapun bicara
" Ada hal apa yang mau kamu sampaikan, cepat waktuku tak banyak nanti Mey-mey curiga " ucapnya
" Iya Tuan ini masalah Pa Edi " ucap Riki sambil memelankan suaranya takut Mey-mey dengar
" Pa Edi, ada apa lagi dengan Dia " ucap Farel heran
" Saya dapat kabar dari salah satu anak buah saya yang mengawasi pa Edi dipenjara, katanya kemarin Dona datang kepenjara " ucap Riki
__ADS_1
" Apa Dona, ngapain dia kesana " tanya Farel dengan Kaget
" Dari informasi yang saya dapat, nona Dona akan membebaskan Pa Edi bagaimana pun caranya " ucap Riki
" Tapikan Kasusnya saya sudah tuntun dengan hukuman yang berat " tanya Farel
" Dari informasi yang saya dapat juga bilang bahwa nona Dona akan menyewa banyak pengacara agar Pa Edi bebas " ucap Riki
" Apa sih maunya Dona, saya heran dengan pikirannya dulu saja dia cuek padaku tapi sekarang mati-matian ingin aku kembali " ucap Farel
" Mungkin Nona Dona hanya akan memanfaatkan kekayaan Tuan Farel saja " batin Riki
" Apa perlu saya tangani Dona " ucap Riki
" Tidak usah, saya hanya akan bicara Pada Pa Edi saja " ucap Farel
" Baik Tuan "
" Siapkan Mobil kita kepenjara sekarang " ucap Farel
" Baik Tuan " ucap Riki hendak melangkah namun langkahnya terhenti karena sang majikan memanggilnya kembali
" Riki " ucap Farel
" Iya Tuan "
" Jangan sampai Mey-mey tahu kita menemui Pa Edi " ucap Farel sambil memelankan suaranya
" Baik Tuan " ucap segera pergi menuju Parkiran untuk meyiapkan mobil
Farel pun melangkah pergi dari ruangannya namun didepan ruangannya malah iya bertemu sang kekasih hati
" Sayang, kamu mau makan siang bareng ya " ucap Mey-mey sambil menghampiri Farel
" Em, tidak sayang hari ini kamu makan siang sendiri tidak apa-apa kan, saya harus mengurus masalah yang tadi bersama Pa Danu dan Pa Daniel di kantor polisi " ucap bohong Farel
" Tidak bisanya Farel ga ngajak aku " batin Mey-mey
" Tidak apa-apa, saya mengerti, kamu hati-hati dijalan jangan lupa makan siang " ucap Mey-mey memeluk erat sang kekasih
" Kamu tenang saja aku akan cepat kembali " ucap Farel melepaskan pelukannya
" Iya " ucap Mey-mey sambil tersenyum
" Saya pergi dulu kamu jaga diri baik-baik " ucapnya Farel sambil tersenyum
" Iya sayang "
Farel segera pergi keluar gedung itu, sedangkan Riki sudah menunggunya dari tadi, mereka kini segera melajukan mobilnya menuju penjara.
Sedangkan Mey-mey makan siang dikantin perusahaan bersama karyawan yang lainnya.
.
...****************...
.
Mereka sudah sampai dipenjara, mereka segera menemui petugas yang berada disana.
" Maaf Pa permisi saya mau bertemu dengan Pa Edi " ucap Riki ramah pada salah satu petugas disana
" Maf anda siapa " ucap sang petugas
" Saya anak sepupunya Pa Edi " ucapnya Riki bohong
" Baik Saya akan panggilkan Pa Edi, anda sebaiknya duduk disebelah sana " ucap Sang petugas menunjukan ruangan khusus
" Baik Pa " ucap Riki
Sang petugas pun segera masuk kedalam dan memberitahu jika ada pihak keluarga pa Edi yang ingin bertemu dengannya
__ADS_1
Lalu petugas yang satunya segera memanggil Pa Edi dan menyuruhnya untuk menemui pihak keluarga.
" Pa Edi ada tamu untuk anda " ucapnya sang Petugas yang ada disana
" Siapa " ucap Pa Edi senang berharap sang istri atau anaknya menjenguk
" Dia mengaku sebagai sepupu anda " ucap sang petugas
" Sepupu " ucapnya heran
" Iya "
Sang petugaspun segera membawa Pa Edi keruangan khusus itu, Pa Edi heran dengan kehadiran dua lelaki berjas yang rapi.
" Maaf anda siapa " ucap Pa Edi heran
" Perkenalkan nama saya Farel "
" Oh jadi ini yang namanya Farel, yang selalu dibilang namanya Oleh Nona Dona .. ganteng juga dan tampak seperti orang kaya beneran " batin Pa Edi
" Saya Edi "
" Saya sudah tahu, Bapak apa kabar " ucap Farel tampak berbasa basi
" Kabar saya baik, sebenarnya anda siapa " ucap Pa Edi pura-pura tidak tahu
" Saya Farel kekasih Mey-mey putri bapak "
" Mey-mey anak kesayangan ku, berpacaran denganmu " jawabnya
" Anak kesayangan apaan, Kamu bapak yang buruk selalu meyakiti anakmu " batin Riki gemas dengan ucapan Pa Edi
" Benar Pa, bahkan saya sudah melamar anak bapak, secepatnya saya akan menikahinya " ucap Farel
" Bagus, ternyata mantuku orang kaya, kalau dia sampai menikahi Mey-mey pasti aku akan ketularan kaya juga, tapi bagaimana kesepakatan aku dengan Nona Dona " batin Pa Edi bingung
" Kalau buat saya sih ga masalah Mey-mey mau nikah sama siapapun mau orang kaya atau miskin asalkan dia mampu membahagiakan Mey-mey " ucapnya
" Bapak tenang saja, saya akan membahagiakan Mey-mey dengan sekuat tenaga saya dan saya tidak akan menyakitinya apalagi menyia-nyiakan Mey-mey " ucap Farel tampak seperti menyindir Pa Edi
" Sialan dia menyindir aku, tapi aku tidak boleh marah, dia mau sama Mey-mey juga udah syukur banget " batin Pa Edi
.
.
.
.
Bersambung....
Aku mau mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri..
Minal Aidzin wal Paidin..
Mohon maaf lahir dan batin semuanya..
Mey-mey dan Farel mana suaranya...
Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......
Biar saya lebih semangat nulisnya..
Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......
So... Ikuti terus kisahnya...
Jangan bosen-bosen ya .....
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua
__ADS_1