
Akhirnya Ehan sudah selesai dengan ijab qobul nya, iya kini ceria lagi bahkan dia sangat bahagia terlihat jelas dari wajahnya yang berseri-seri.
" Sekarang giliran mu... jangan sampai kamu salah bicara kalau salah kamu batal nikah sama Ina " bisik Ehan membuat Satria gugup
" Ehan... kamu bukannya semangati aku " ucap
Satria kesal
" Ayahku seram loh kalau lagi marah.. apalagi Ina sampai nangis gara-gara ga jadi nikah.. bisa-bisa kamu dilempar ke tiang monas " Bisik Ehan sambil ketawa-ketawa
" Astaga... Ayah Leo serem.. terus aku harus gimana " batin Satria
" Pasti Satria sekarang sedang ketakutan " batin Ehan
" Aku takut Pasti Ka Ehan ngerjain Satria lagi " batin Ina dari kejauhan
Sebenarnya calon mempelai wanita duduk diruangan khusus mereka dilarang mendekati mempelai laki-laki sebelum ijab qobul. Diruangan itu Disediakan sebuah layar yang memperlihatkan percakapan ijab qobul para mempelai laki-laki
Sang penghulu menyuruh Satria untuk menjabat tangan Leo sebagai wali nikah Ina. dengan wajah tegangnya mereka saling berhadapan.
" Tuan Leo silahkan duduk disini saling berhadapan " ucap Sang penghulu
" Baik Pa " ucap Leo segera duduk saling berhadapan dengan Satria
" Saudara Satria apakah anda sudah siap " ucap Pa penghulu
" Saya.. sudah siap .. pa " ucapnya terbata-bata karena gugup
" Tenang.. kamu jangan tegang... kamu harus bicara dengan lantang " ucap sang penghulu
" Kamu mengerti " ucap Leo dengan wajah tegangnya juga
" Mengerti ayah... " ucap Satria tidak bisa menyembunyikan jika sebenarnya iya sangat gugup dan tegang
" Kalau ini sih tegangnya lebih-lebih dari aku lagi mengoperasi pasien yang sedang sekarat.. " batin Satria
" Mari kita Mulai, jabat tangan Tuan Leo " ucap Sang penghulu pada satria
" Baik Pa " ucapnya dengan bercucuran keringat
" Panas.. panas... gerah... gerah... " bisik Ehan pada satria
" Ehan diam " ucap Satria kesal
" Ehan ya.. selalu bikin aku kesal.. disaat seperti ini malah godain aku " batin Satria
" Pa penghulu... saya boleh minum dulu " ucap Ehan
" Oh tentu silahkan jangan tegang " ucap sang penghulu
__ADS_1
Renalpun mengambilkan minum untuk satria, sebenarnya Renalpun khawatir jika satria tidak bisa bicara ijab qobul karena iya tegang.
" Ini nak " ucap Renal
" Makasih ayah " ucapnya
Tiba-tiba air itu tumpah pada celana Ehan sedikit, hal itu membuat Ehan kesal dan permisi pergi ketoilet.
" Satria ih... liat basah celana ku " ucap Ehan kesal
" Maaf ga sengaja " ucap Satria
" Ayah, pa penghulu dan semuanya Ehan ke toilet dulu ya " ucapnya
" Ok " ucap Mereka
Ehan langsung pergi dari sana sementara satria langsung meminum Minumannya sampai habis, lalu memberikan gelas kosong itu pada sang ayah
" Bisa kita mulai ijab qobul nya " tanya sang penghulu
" Bisa pa.. " ucap Satria lebih tenang setelah meminum air putih dan juga tidak ada Ehan
" Ada bagusnya Ehan kena tumpahan air jadi aku bisa sedikit lega " batin Satria
" Silahkan Tuan Leo dan Satria berjabat tangan kembali " ucap Sang penghulu
Satria dan Leo mulai berjabat tangan kembali sedangkan Pak Penghulu mulai menuntun Mereka untuk memulai mengucapkan kata-kata Sakralnya.
" Saya terima Nikah dan kawinnya Farina Leosil Putri Wiratmaja binti Leo Wiratmaja dengan mas kawin perhiasan berlian satu set , satu buah Rumah, dan satu mobil sport dibayar Tunai " ucap Satria dengan lantang dan cepat-cepat takut Ehan keburu datang
" Bagaimana para saksi " ucap sang penghulu
" Tidak Syah " ucap Ehan langsung datang
" Syah " ucap Renal dan diikuti semua orang yang ada disana
" Sialan aku terlambat " batin Ehan
" Untung... ayah dan yang lainnya keburu bilang Syah.. jadi ga harus diulang " batin Satria
" Aku tau Tuan Ehan jahil dan suka ngerjain Satria makanya tadi aku sengaja menumpahkan sedikit air agar iya tidak membuat Satria grogi " batin Renal
" Alhamdulillah " ucap Mereka
Sang penghulu pun langsung memimpin Doan untuk Satria dan Ina, Sekarang Satria merasa sangat lega bahkan Seyum mengembang pun terpancar dari wajahnya
" Jangan pernah bikin Ina menangis kalau tidak kamu akan berhadapan denganku " ucap Leo
" Ayah tenang saja aku akan selalu membuat Ina tersenyum dan bahagia " ucap Satria
__ADS_1
" Yakin... " ucap Ehan
" Sangat Yakin Ayah " ucap Satria sambil tersenyum
" Baiklah aku percaya padamu " ucap Leo
" Terima kasih ayah " ucap Satria
" Jangan senang dulu... setiap hari Kau akan bertemu denganku " bisik Ehan
" Satria kamu harus kuat setiap hari harus menghadapi kejahilan Ehan " batin satria
Sang pengantin wanita pun dipersilahkan untuk memasuki ruangan ijab qobul untuk menandatangani berkas-berkas untuk kelengkapan surat nikahnya.
Ketiga pengantin wanita pun melangkah menuju ruangan itu, ketiga pengantin Pria pun dibuat terpesona melihat kecantikan mereka. mereka sampai tidak berkedip
" Astaga Mey-mey cantik sekali " ucap Farel memandangi wajah cantik sang istri yang terasa sangat terpancar
" Bidadari surgaku... cantik banget... " ucap Ehan menelan ludahnya sendiri
" Ina cantik sekali.. perasaanku jadi tak menentu " ucap Satria
Setelah menandatangani berkas-berkas lalu waktunya mereka dipasangkan cincin ke pengantin wanita masing-masing.
Setelah mereka selesai memasangkan cincin pasangan, lalu mereka menuju ke sesi Poto, dikarenakan Farel akan segera pergi menuju Surabaya untuk menghadiri pemakaman sang ayah mertua
'
.
.
.
.
Bersambung....
Semoga kalian suka sama visualnya
Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......
Biar saya lebih semangat nulisnya..
Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......
So... Ikuti terus kisahnya...
__ADS_1
Jangan bosen-bosen ya .....
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz