Kisah Cinta Anak Kembar CEO

Kisah Cinta Anak Kembar CEO
Episode 176


__ADS_3

Kembali lagi acara Resepsi pernikahan Ehan dan Ina, terlihat semua orang menikmati pestanya apalagi makananya yang enak-enak.


Satria pun mengajak sang istri untuk berdansa, awalnya Ina malu-malu tapi karena ajakan Sang suami akhirnya iya mau


" Sayang " ucap Satria pada istrinya


" Iya sayang " ucap Ina sambil tersenyum


" Kamu hari ini sangat canyik " ucap Satria sambil tersenyum


" Jadi sebelum hari ini aku tidak cantik " ucap Ina kesal


" Bagiku setiap harinya kamu sangat cantik " ucap Satria


" Awas kalau satria merayu jangan dipercaya pasti ada maunya " ucap Ehan


" Biarin saja.. Ina sekarang menjadi istriku " ucap Satria


" Sayang berdansa lah denganku " ucap Satria pada sang istri


" Tuh kan apa aku bilang " ucap Ehan


" Kaka iparku.. biarkan adikmu berdansa bersama suaminya " ucap Satria


" Aku ga larang dia " ucap Ehan


" Ayo sayang " ucap Satria


" Aku ga bisa dansa " ucap Ina


" Nanti aku ajarkan " ucap Satria


" Tapi aku malu " ucapnya sambil tersipu malu


" Ayo sayangku " ucap Satria Menggandeng sang istri



Disaksikan oleh para tamu undangan, mereka langsung berdansa meskipun Ina terlihat malu-malu namun satria hari ini sangat senang iya ingin menunjukan pada dunia kalau iya suami Ina dan Ina istrinya.


Ehan yang melihat pertunjukan itu dibuat kesal, karena iya tidak mungkin mengajak Rena berdansa, iya tidak mau jika semua orang memperhatikan istrinya yang cantik itu apalagi lekuk tubuh Rena iya terlalu posesif jika menyangkut masalah Rena.


" Kamu kenapa sayang " ucap Rena menghampiri Ehan


" Tidak apa-apa " ucap Ehan dengan senyum dipaksakan


" Kamu mau berdansa seperti mereka " ucapnya Rena


" Tidak mungkin aku berdansa seperti mereka " ucap Ehan


" Memangnya kenapa " tanya Rena


" Aku tidak mau semua orang melihat wajah dan tubuhmu " ucap Ehan memeluk Rena dari belakang


" Ehan.. ingat ini ditempat umum " ucapnya Rena gugup


" Kita sudah menjadi suami istri apa salahnya.. " ucap Ehan dengan senyum menggodanya


" Ehan sayang... malu diliatin sama ayah dan bunda " ucap Rena melihat kearah Sisil dan Leo yang kebetulan sedang melihat kemesraan mereka


" Ayah dan Bunda juga pernah muda.. mereka akan maklum " ucap Ehan

__ADS_1


" Tapi aku risih " ucap Rena


" Yasudah tapi nanti dikamar kamu jangan malu-malu ya padaku " ucap Ehan mampu membuat pipi Rena merah merona


" Ish sayang... kamu ya godain aku terus " ucap Rena


" Yasudah aku mau ketoilet dulu.. apa kamu mau ikut " ucap Ehan masih menggoda sang istri


" Ehan... " ucap Rena malu tapi iya juga kesal


" Iya iya sayang... aku ke toilet dulu ya.. tungguin aku nanti " ucap Ehan melangkah pergi dari sana menuju toilet


" Iya sayang " ucap Rena sambil tersenyum


" Aku tak menyangka jika pada akhirnya aku menikah denganku, takdir membawa kita bersama sampai hari ini.. padahal dari dulu kamu selalu membenciku... Allah sang maha membulak balikan hati.. " ucap Rena dalam hatinya


.


...****************...


.


Sedangkan Ehan segera menuju toilet, karena iya tidak tahan jika bersama dengan Rena hasratnya naik, mungkin hasrat lelaki apalagi Rena sekarang sudah menjadi istrinya.


Iya segera mencuci wajahnya dan mencoba menenangkan hatinya dan bersabar menanti acara selesai. setelah salah hatinya tenang iya segera keluar dari toilet dan iya kaget saat seseorang memanggil namanya.


" Ehan "


" Kamu " ucap Ehan sambil tersenyum


" Selamatnya Ehan " ucapnya Lala


" Iya terima kasih sudah datang " ucap Ehan


" Kamu berhak bahagia walau bukan aku.. aku yakin kamu akan menemukan seseorang yang lebih baik dari aku.. " ucap Ehan


" Bolehkah aku memelukmu " ucap Lala


" Maaf aku sudah punya istri, ada hati yang harus aku jaga, bukannya aku tidak mau atau tidak menghargai mu tapi kita harus punya batasan ku harap kamu mengerti " ucap Ehan


" Ehan.. " ucap Lala


" Sudah jangan menangis... " ucap Ehan


" Apakah kita masih bisa berteman " ucap Lala


" Kenapa tidak.. " ucap Ehan


" Terima kasih Ehan " ucap Lala


" Sama-sama " ucap Ehan mau melangkah pergi namun Lala menahan tanganya


" Ada apa " tanya Ehan


" Aku mau menemui Rena apa boleh " ucap Lala


" Boleh, tuh Rena " ucap Ehan menunjukan tempat Rena berada


" Kita bareng saja kesannya " ajak Lala


" Maaf aku mau mengambil kue " alasan Ehan, karena sebenarnya iya tak mau Rena sedih dan kecewa jika Lala dan Ehan terlihat bersama-sama bahkan Ehan sudah berniat memindahkan kantor Lala yang jauh

__ADS_1


" Yasudah aku duluan " ucap Lala


" Silahkan " ucap Ehan


" Maaf Lala aku tak bisa lagi terlalu dekat denganmu.. karena aku tak mau Rena cemburu atau bahkan kecewa padaku.. Kamu berhak bahagia meski bukan dengan aku " batin Ehan


" Kenapa sekarang kamu berubah Ehan, padahal aku tidak apa-apa jika tak bisa dapatkan hatimu.. aku bisa berada dekatmu saja aku sudah bahagia " batin Lala


Lala segera menghampiri Rena, iya bersalaman bahkan berpelukan dengan Rena sambil meneteskan air mata


" Selamat ya Rena " ucap Lala


" Terima kasih Lala " ucap Rena sambil tersenyum


" Jaga Ehan baik-baik, bahagiakan dia.. karena jika aku mendengar Ehan tak bahagia denganmu makan aku akan merebut Ehan kembali " bisik Lala meneteskan air matanya sambil memeluk Rena


" Kamu tenang saja, aku akan selalu membahagiakan Ehan " ucap Rena mencoba lapang dada dan tak marah kepada Lala


" Bisakah aku berteman dengan Ehan " ucap Lala melepaskan pelukannya


" Kamu boleh berteman dengan Ehan.. bahkan denganku juga.. karena teman Ehan temanku juga begitupun temanku teman Ehan juga " ucap Rena sambil tersenyum dan menghapus air matanya Lala


" Makasih Rena " ucap Lala bahagia


" Sama-sama.. nikmati pestanya terima kasih sudah datang " ucap Rena


" Iya.. aku Kesana dulu " ucap Lala melangkah pergi


Sementara Ehan dari tadi berada dibelakang Rena dan iya mendengarkan pembicaraan antara Rena dan Lala


" Kamu bisa sesabar itu menghadapi Lala, mungkin kalau orang lain sudah marah dan kesal ada Lala.. kamu memang bidadari surgaku " ucap Ehan menghampiri Rena dan memeluknya dari belakang kembali


" Ga semuanya kejahatan dibalas kejahatan sayang.. aku mencoba mengerti diposisi dia saja.. lagian aku percaya padamu.. kamu akan menjadi imam yang baik " ucap Rena sambil tersenyum


" Terima kasih kamu sudah mengerti keadaan ku.. Aku Takan berpaling darimu.. " ucap Ehan mencium pipi kiri Rena


" Sayang... " ucap Rena


" Itu bonus dari aku " ucap Ehan bahagia


'


.


.


.


.


Bersambung....


Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......


Biar saya lebih semangat nulisnya..


Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......


So... Ikuti terus kisahnya...


Jangan bosen-bosen ya .....

__ADS_1


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz


__ADS_2