
Kini Marni sudah siap-siap dandan yang cantik agar terlihat menarik didepan Ehan, entah mengapa kini perasaan Marni pada Ehan sudah tidak membencinya
" Aku pakai baju yang mana ya " tanyanya pada diri sendiri sambil melihat cermin
" Anak Umi lagi apa " tanya sang ibu
" Em.. lagi milih baju umi " ucapnya
" Emang kamu mau kemana nak " ucap sang ibu
" Aku mau ke pasar malam bersama temanku umi " jawabnya
Tok... Tok... Tok...
" Assalamualaikum "
" Sebentar " teriakan sang umi
" Sayang, pasti itu teman kamu yang datang, umi lihat dulu ya.. kamu siap-siap dulu " ucap sang ibu meninggalkan Marni dikamarnya
" Waalaikumsalam.. sebentar " ucapnya lagi buru-buru membuka pintunya
Ceklek,,
" Rena.. pasti kamu mau ketemu Marni dan kalian mau ke pasar malam " tanya sang ibu namun Rena malam terseyum tanpa menjawab apa-apa
" Umi.. Marni masih di kamar " tanyanya mengalihkan pertanyaan sang umi yang sebenarnya Rena pun tak tau jika sahabatnya mau main ke pasar malam
" Iya nak, masuk aja ke kamarnya yuk umi antar " ucap Sang umi
" Iya umi " ucapnya mengikuti dari belakang
Tok... Tok... Tok...
Ceklek,,
" Marni, teman kamu datang " ucap Sang ibu
" Iya Bu " ucapnya melihat kearah Rena
" Ibu tinggal dulu ya " ucap sang ibu
" Iya Bu makasih " ucap Rena sambil tersenyum
" Marni kata umi kamu mau pergi ke pasar malam, sama siapa " tanya Rena
" Sama temen aku " ucapnya dengan terseyum canggung
" Gimana ini ada Rena tapi kalau aku ga ajak Rena pasti umi ga ijinkan.. aku ajak aja deh " ucapnya batinnya
" Kamu ikut ya " ucap Marni dengan wajah penuh harap
" Boleh sih, tapi kita Kesana sama siapa " tanya Rena semakin penasaran
" Nanti juga kamu tahu " ucapnya
Sepuluh menit kemudian, Marni sudah selesai berdandan lalu iya dan Rena pamit pada sang ibu untuk pergi ke pasar malam tersebut.
.
...****************...
.
Sementara ditempat berbeda kini Ehan sedang bersiap-siap untuk pergi ke pasar malam, iya tak lupa mengajak Niko, pikirnya sekalian nongkrong disana. Bukan dia semangat bertemu Marni karena iya senang bisa nongkrong-nongkrong seperti dikota.
" Bos rapi amat " tanya Niko
" Ganti bajumu.. kita nongkrong " ucapnya dengan wajah senang
" Serius bos " ucapnya senang
" Kamu lama aku tinggal nih " ancamnya
" jangan dong bos.. sekarang aku ganti baju dulu " ucap langsung menuju kamarnya dan berganti baju
Lima menit kemudian Niko pun sudah siap dan wangi, iya segera menghampiri sang majikan
" Gimana bos penampilan ku ganteng " ucapnya sambil tersenyum senang
" Kamu bau " ledek Ehan
__ADS_1
" Masa bau bos.. aku pake parfum yang banyak ko " ucapnya
" Kamu mandi parfum pun percuma, " cibirnya
" Loh kenapa bos " tanyanya
" Karena Kamu bau ketek " ucap Ehan sambil tertawa
" Ah bos ini " ucapnya malu
"Ayo berangkat " ucap Ehan
" Ayo bos aku hidupkan dulu mobilnya " jawabnya
" Kita ga pake mobil ko " ucapnya membuat Niko heran
" Terus kita naik apa Bos " ucapnya
" Naik sendal " ucap Ehan dengan terseyum jahat
" Maksud bos, jalan kaki " ucapnya
" pinter kamu " jawabnya
" Tapi bos, aku sudah wangi begini " protes Niko
" Sudah jangan protes, Allah ga suka orang yang suka protes " canda Ehan agar Niko tidak banyak ngomong
" Ayo cepat " ucap Ehan
" Astaga, Bos jalanmu cepat sekali " ucapnya lumayan cape
" Sudah sampai " ucap Ehan
" Sampai dimana bos " tanyanya heran teman nongkrong yang dibilang sang majikan berubah menjadi pasar malam
" Iya ini tempat nongkrong kita " ucap Ehan
" Apa " ucapnya kaget
" Sebentar lagi ada kejutan buat kamu " ucapnya dengan terseyum jahat
" Apa Bos jangan bikin saya penasaran " tanya Niko
" Bos tunguin " ucap Niko mengejar sang majikan
Mereka segera menghampiri Marni yang ternyata membawa Rena Kesana, ada rasa senang dihati Ehan.
" Hai, kalian sudah lama nunggu " ucap Ehan membuat Rena kaget dan memandangi wajahnya
" Kita juga baru datang ko .. Iyan kan Ren " ucap Marni namun dihiraukan oleh Rena
" Sudah jangan memandangi aku seperti itu, aku memang benar-benar ganteng " ucapnya kepedannya
" Ko Rena liatin Ehan begitu, apa Rena juga ada rasa ke Ehan " batin Marni
" Astaghfirullah " ucap menundukkan kepalanya karena malu namun Ehan hanya tersenyum melihat tingkah Rena
" Kenapa kamu bawa Niko " ucap Marni seperti yang tidak suka
" Loh kenapa, biar rame-rame dong jadi aku ajak " ucapnya cuek membuat Marni jadi kesal
" Gimana kejutanya " bisik Ehan pada Niko
" Aku suka bos " ucap sambil memandang wajah Marni
" Sukur deh kalau kamu suka, sekarang giliran kamu deketin dia, kalau perlu Pepet terus dia .." ucapnya Ehan sambil tersenyum jahat
" Makasih bos saranya " ucap Niko sambil tersenyum
" Kalian sudah makan " tanya Ehan
" Sudah " ucap mereka
" Kita naik yang mana dulu nih " tanya Ehan
" Aku mau naik kincir " ucap Marni
" Yaudah yu, Nik kamu beli tiketnya " ucap Ehan
" Baik Bos tunggu sebentar " jawabnya dengan terseyum
__ADS_1
Niko pun mengantri dan membelikan empat tiket untuk mereka naiki
" Bos ini tiketnya " ucapnya
" Ya udah yu kita Kesana " ajak Ehan
Merekapun mengantri untuk menaiki Kincir tersebut tanpa sadar Ehan pun menarik tangan Rena dan segera masuk kedalam kincir tersebut
Marni yang melihat pun terburu-buru segera mengikuti Ehan namun sang petugas pun menghalanginya.
" Maaf, Mba ga bisa masuk ini kapasitas nya cuma untuk dua orang " ucap sang petugas
" Tapi Pak mereka teman saya " jawabnya kesal
" Tetap tidak bisa, kalau mau anda bisa naik kincir yang ini " ucap sang petugas masih menghalangi langkah Marni
" Yaudah Pak yang itu saja, ini tiketnya " ucap Niko yang menghampiri Marni
" Baik pa silahkan masuk " ucap snag petugas
Dengan terpaksa Marni pun segera naik kedalam kincir itu bersama Niko,
" Sudah jangan cemberut ada aku disini " ucap Niko
" Ish " ucap jutek
" Kamu tenang aja aku Takan macem-macem " ucap Niko
" Em "
" Aku akan membuatmu mencintaiku Marni suatu saat nanti " batin Niko
Sementara dikincir lain Ehan tampak senang bisa berduaan dengan Rena, begitu pula degan Rena iya terlihat malu-malu dan kaku pada Ehan.
" Maaf ya kita jadi kepisah sama mereka soalnya aku takut didahului yang lain " ucapnya sambil tersenyum manis
" Tidak apa-apa " ucapnya malu
" Mimpi apa gue semalem sampai bisa beduaan gini sama pujaan hatiku " batin Ehan
" Ya Allah aku degdegan banget " Batin Rena
" Aku boleh nanya " ucap Ehan tampak sangat cangung
" Nanya apa " jawabnya
" Kamu sibuk apa sekarang, atau kerja apa sekarang " tanya Ehan memulai pembicaraan
" Aku bantuin ayah aku ngajar di pesantren " ucapnya
" Wah, seru ya pasti banyak murid yang bandel " ucapnya Ehan sambil tersenyum
" Sudah biasa namanya juga anak Remaja " ucapnya
" Apa kamu sudah punya pacar " ucap Ehan To the point
" Aku ga punya pacar dan tak mau punya pacar " jawabnya mampu membuat Ehan kaget
.
.
.
.
.
Bersambung....
So... Ikuti terus kisahnya...
Aku up nya pagi dan sore ya guys...
Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan Dukung Aku dengan cara
Like....Komen..... dan Vote ......
Jangan bosen-bosen ya .....
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua....
__ADS_1
Karena Doa yang baik akan kembali kepada orang memberi Doa.... 😁😁😁