
Waktu yang ditunggu pun tiba, Ehan dan yang lainnya sedang duduk di meja makan menunggu adzan magrib tiba, setelah Adzan berkumandang mereka membatalkan puasa dengan makanan dan minuman yang sudah disediakan Niko dan Marni
" Rena.. kamu mau yang mana " ucap Ehan
" Em.. aku " ucapnya terpotong
" Ehan Aku mau kolak " ucap Lala
" Ambil saja sendiri " ucap Ehan ketus
" Lala mau kolak biar Niko yang ambilkan " Tawarkannya
" Ga usah biar Lala ambil sendiri " ucap Marni ketus
" Lah kenapa.. kasian dia " ucap Niko
" Dia kan punya tangan sama ambil saja sendiri "
" Kamu cemburunya " ucap Niko sambil tersenyum senang
" Tidak " ucapnya gugup
" Sudah jangan bertengkar biar aku ambil sendiri " ucap Lala kesal
" Kamu mau es buah, ini rasanya enak sekali " ucap Ehan menawarkan pada Rena
" Aku mau dong " ucap Lala merebut es buah ditangan Ehan
" Ish.. apaan sih, " ucap Ehan merebut kembali minuman itu
" Pelit amat " ucap Lala
" Kan disana juga ada " ucapnya Ehan kesal
" Ehan benar-benar ga peduli lagi sama aku " batin Lala
" Kasian Lala pasti dia lagi kesal sama Ehan " batin Rena
" Kenapa sih tingkah Lala jadi aneh begitu, nanti aku harus bilang sama Lala agar tidak bersikap seperti itu lagi " batin Ehan
Setelah menyantap minuman yang manis-manis saatnya mereka makan nasi, terlihat Ehan mengambilkan Rena nasi dan lauk pauknya sesuai kesukaan Rena
" Makasih " ucap Rena
" Sama-sama " ucap Ehan tersenyum manis pada Rena
" Lama-lama hatiku sakit melihat mereka " batin Lala
" Lala " ucap Niko
" Eh, iya.. "
" Kenapa kamu ga makan " tanya Niko
" Aku ga nafsu makan " ucapnya
" Sini aku ambilkan " ucap Niko
" Tidak usah " ucap Lala
" Sini.. ga papah " Ucap Niko sambil tersenyum
Disudut lain Marni terlihat tidak senang melihat kebersamaan Niko dan Lala
" Kemarin bilang suka sama aku, sekarang perhatikan begitu sama Lala, ini cowok maunya apa sih " batin Marni
Niko sudah selesai mengambilkan nasi beserta lauk pauk untuk Lala kini giliran Niko mengambilkan nasi dan lauk pauk dipiting Marni namun Marni menolaknya
" Tidak usah, biar aku ambil sendiri " ucap Marni kesal
__ADS_1
" Loh memangnya kenapa " ucap Niko merasa heran
" Ga papah kamu urus aja tuh Lala " ucap Marni ketus
" Memangnya Lala kenapa " ucapnya sengaja menggoda Marni
" Suapin sekalian " ucap Marni yang masih kesal
" Kalau Lala mau boleh aku suapin " ucap Niko sengaja mengeraskan suaranya
" Oh jadi kamu sekarang lebih suka Lala dibanding marni " ucap Ehan tampak memperhatikan raut wajah marni
" Em aku ga tau, keduanya aku suka " ucap Niko sambil tersenyum jahat
" Dasar Playboy " cibir marni
" Ternyata, Niko ga sebaik yang aku kira padahal aku udah buka hati aku buat dia, tapi ternyata dia menyebalkan " batin Marni
" Aku ga suka kamu " ucap Lala
" Tidak apa-apa cinta ada karena proses dan butuh waktu " ucapnya sambil melihat wajah Marni yang terlihat murung
" Kamu benar menyukaiku kan Marni, buktinya sekarang kamu merasa kesal dan sedih " batin Niko
" Lebih baik aku pergi " batin Marni
" Semuanya aku izin ketoilet dulu " ucapnya Marni bohong
" Baiklah " ucap Niko cuek
Akhirnya Marni pun pergi dari sana, bukanya ketoilet iya malah duduk ditaman belakang rumah itu, sembari menenangkan hatinya kacau balau
" Padahal aku tak menyukainya tapi kenapa aku kesal melihatnya bersikap baik pada Lala " ucapnya sendiri
.
...****************...
.
" Ko kamu ketawa " ucap Rena
" Marni udah dikerjain sama niko " ucap Ehan
" Dikerjain gimana " ucap Rena heran
" Habisnya aku heran sama Marni, ga peka banget jadi aku kerjain deh, seperti yang bos lihat Marni cemburu " ucap Niko senang
" Jadi yang kamu ucapkan itu bohong " ucap Lala
" Yang mana ya " ucap Niko sambil tersenyum jahat
" Kalau kamu suka sama aku " jawab Lala
" Ya ga lah.. aku sukanya sama Marni bukan kamu " ucapnya Niko sambil tersenyum
" Jadi ga ada yang cintai aku tulus ternyata " batin Lala sedih
" Ya udah Nik, kamu samperin Marni sana, pasti Marni kesel lihat kamu kaya begitu " ucap Ehan
" Bos betul juga yasudah aku pamit ya..." ucap Niko shio membawakan piring makanan punya marni
" Ko piringnya dibawa " tanya Rena
" Biar lebih romantis " ucap Niko meninggalkan ruang makan
Terlihat suasana disana canggung, Ehan yang semakin romantis sama Rena membuat Lala sakit hati
" Ehan, kenapa kamu lakukan ini padaku " ucap Marni dalam hatinya
__ADS_1
" Em.. Ehan aku mau kekamar dulu " ucap Lala berharap Ehan menahannya tapi Ehan malah cuek padanya
Lala segera pergi dari sana menuju kamarnya dengan perasaan kesal dan sedih terhadap Ehan, sementara itu ditempat lain Niko tampak menghampiri Marni yang berada ditaman belakang itu
" Lagi apa disini " ucap Niko mengagetkan Marni
" Lagi drum aja " ucapnya
" Aku bawakan makanan untukmu " ucap Niko sambil tersenyum
" Aku ga laper " ucapnya
" Ayolah makan.. " ucap Niko memaksa Marni
" Kamu aja yang makan " jawab Marni ketus
" Kamu kenapa marah sama aku " ucap Niko
" Tidak "
" Yakin "
" Iya " ucap Marni semakin ketus
" Aku mau jujur sama kamu " ucap Niko dengan wajah serius
" Apa " ucap Marni
" Aku menyukaimu " ucap Niko memberanikan diri
" Palingan kamu bohong, kamu kan playboy " ucap Marni antara senang namun takut dikecewakan
" Aku minta maaf soal yang tadi, itu Rencanamu Agara kamu cemburu dan ternyata memang kamu cemburu " ucap Niko tersenyum menggoda Marni
" Aku ga cemburu " jawabnya
" gengsian " ucap Niko
" Ga, sana pergi aku ga mau lihat kamu " usir Marni
" Serius aku menyukai mu, aku mencintaimu dan aku menyayangimu " ucap Niko
" Ga percaya.. "
" Harus aku umumkan dimasjid jika aku menyukai mu, aku mencintaimu dan aku menyayangimu " ucap Niko sambil tersenyum
.
.
.
.
Bersambung....
Kira-kira Marni akan menerima cinta Niko ga ya...
Kalau aku sih maunya mereka jadian .... kalau kalian gimana...
Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......
Biar saya lebih semangat nulisnya..
Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......
So... Ikuti terus kisahnya...
Jangan bosen-bosen ya .....
__ADS_1
Marhaban ya Ramadhan
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... dan selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan, jangan lupa jaga kesehatan ya guyz