Kisah Cinta Anak Kembar CEO

Kisah Cinta Anak Kembar CEO
Episode 142


__ADS_3

" Keputusan Ayah sudah bulat, bentak Leo


" Kasih Abang kesempatan " ucap Ehan


" Tidak " ucap Leo tegas


Tiba-tiba Farel datang ketempat itu sendirian tanpa didampingi Mey-mey


" Apa maksud ayah menyuruh Ehan datang ke Surabaya " ucap Farel dengan wajah heran


" Ayah sengaja memanggil Ehan kemari karena ada hal penting yang ayah akan bicarakan " ucap Leo


" Jadi Ehan benar akan menggantikan ku " batin Farel


" Kenapa harus ada diposisi ini, ayah dan Abang Farel kan sama-sama keras kepala " batin Ehan


" Abang sini duduk " ucap Ehan


" Jangan sok peduli... kamu sengaja ngajak aku nongkrong-nongkrong karena kamu mau famer kalau ayah akan memberi hartanya padamu " ucapnya Farel dengan wajah marah


" Apa yang sebenarnya direncanakan ayah, semakin tidak mengerti " batin Ehan


" Ayah maksudnya apa, Ehan ga ngerti " ucap Ehan dengan wajah bingung


" Duduk " ucap Leo membuat Farel segera duduk di kursi yang sudah disediakan


" Ayah Jangan begitu pikirkan baik-baik tentang keputusan ayah " ucap Ehan


" Diam kamu, jangan pernah membelanya " ucap Leo dengan wajah kesal


" Aku ga membela Abang Farel ayah.. coba ayah pikirkan jika bunda tau kalau ayah berbuat begitu, apa Bunda ga akan marah " ucap Ehan membawa-bawa nama sang bunda karena tau kelemahan sang ayah ada di bundanya


" Benar juga, kalau Sisil tau bisa aku tidur diluar " batin Leo


" Maaf kan Ehan Bunda, karena menyangkut pautkan masalah ini dengan bunda, habis Ehan sudah tidak tau caranya membela Abang Farel dan ayah tidak menentangnya " batin Ehan


" Sebenarnya Ehan di pihak mana " batin Farel


" Lalu apa pendapatmu " tanya Leo pada Ehan


" Permasalahannyakan ada dikeraguan ayah pada Mey-mey jadi harunya kita uji Mey-mey saja, sebagaimana dia mencintai dan setia pada Abang Farel " ucap Ehan


" Ehan benar juga " batin Leo


" Lalu bagaimana caranya " ucapnya Leo


" Tapi ayah aku tidak setuju " ucap Farel


" Tak ada yang menanyakan pendapat mu " ucap Leo


" Tapi ayah... " ucap Farel terpotong

__ADS_1


" Diam kamu " bentak Leo


" Lebih baik Aku diam saja, dari pada Ayah marah padaku " batin Farel


" Lanjutkan, apa rencana mu Ehan " tanya Leo


" Wanita itu biasanya diuji saat lelaki itu tidak punya apa-apa, tapi jangan kelamaan juga ayah, bagaimana jika satu bulan " ucapnya Ehan sambil tersenyum


" Satu bulan " ucapnya Farel kaget


" Sebentar sekali " ucap Leo


" Sebulan juga lama ayah kalau kita tidak punya apa-apa " ucap Ehan


" Aku yakin Mey-mey orangnya setia dan tulus " ucap Farel memuji sang kekasih


" Diam kamu " bentak Leo


" Heran deh sama ayah Dan Farel... ga ada yang mau ngalah " batin Ehan


" Aku akan tempatkan Abang Farel di salah satu Restoran punya ku " ucap Ehan


" Dari mana kamu punya restoran " ucap sang ayah heran


" Baru-baru ini ayah, tapi ayah tenang itu hasil dari Ehan nabung " ucapnya


" Terus apa yang akan aku lakukan direstoran mu " tanya Farel


" Abang dan Mey-mey akan bekerja disana jadi pelayan " ucap Ehan


" Abang juga akan tinggal disana, tapi Abang tenang saja aku Takan memberi tahukan jika Abang adalah kakakku agar semua bisa memperlakukan Abang sebagai karyawan biasa " ucap Ehan dengan senyum jahatnya


" Niat nolong ga sih si Ehan " batin Farel


" Bagaimana " tanya Ehan


" Ayah seyuju " ucap Leo dengan senyum jahatnya


" Apa yang harus aku lakukan " batin Farel


" Jadi bagaimana apa Abang mau " tanya Ehan


" Sudah jangan banyak mikir, cepat ambil pekerjaan itu, dan buktikan padaku jika Mey-mey layak di jadikan menantuku dan istri mu " ucap Leo


" Sudah bang, cepat bilang setuju " bisik Ehan


" Kamu yakin ini cara terbaik " bisik Farel


" Percaya padaku " ucapnya Ehan


" Baiklah aku setuju " ucap Farel

__ADS_1


" Baiklah Mulai besok kamu harus bekerja di restoran Ehan " ucap Leo


" Iya ayah " ucapnya


" Jangan kecewakan ku " ucap Leo lagi


" Baik Ayah " ucap Farel


" Setidaknya ini lebih baik, dari pada Ayah dan Abang bertengkar terus " batin Ehan


" Nanti sore aku akan ajak Abang kerestoranku, besok Abang tinggal bawa Mey-mey saja " ucap Ehan


" Ok " ucap Farel


Kini Farel segera pergi dari sana dengan perasaan lebih lega dan terpancar aura bahagia karena sang ayah tidak menghukum nya lebih lama


" Selama bisa dibicarakan baik-baik kenapa tidak ayah " ucap Ehan


" Tadinya ayah juga maunya begitu tapi Abang mu selalu emosi yang membuat ayah juga ikut emosi " ucap Leo


" Ayah kan tau sifat Abang memang begitu, jadi ayah mengalah saja " ucap Ehan


" Maunya begitu " ucapnya Leo


" Benar-benar selalu salah, tapi biarkanlah aku cape jika harus bertengkar terus " batin Ehan


Tak lama kemudian sang pelayan membawakaan makanan yang sudah dipesan Renal


" Mari silahkan Tuan " ucap Sang pelayan


" Makasih " ucap Ehan


Merekapun segera memakan makanannya dengan lahap dan sampai habis, perdebatan mereka memang menguras tenaga.


.


.


.


Bersambung....


Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......


Biar saya lebih semangat nulisnya..


Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......


So... Ikuti terus kisahnya...


Jangan bosen-bosen ya .....

__ADS_1


Marhaban ya Ramadhan


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... dan selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan, jangan lupa jaga kesehatan ya guyz


__ADS_2