
" Keputusan Ayah sudah bulat, bentak Leo
" Kasih Abang kesempatan " ucap Ehan
" Tidak " ucap Leo tegas
Tiba-tiba Farel datang ketempat itu sendirian tanpa didampingi Mey-mey
" Apa maksud ayah menyuruh Ehan datang ke Surabaya " ucap Farel dengan wajah heran
" Ayah sengaja memanggil Ehan kemari karena ada hal penting yang ayah akan bicarakan " ucap Leo
" Jadi Ehan benar akan menggantikan ku " batin Farel
" Kenapa harus ada diposisi ini, ayah dan Abang Farel kan sama-sama keras kepala " batin Ehan
" Abang sini duduk " ucap Ehan
" Jangan sok peduli... kamu sengaja ngajak aku nongkrong-nongkrong karena kamu mau famer kalau ayah akan memberi hartanya padamu " ucapnya Farel dengan wajah marah
" Apa yang sebenarnya direncanakan ayah, semakin tidak mengerti " batin Ehan
" Ayah maksudnya apa, Ehan ga ngerti " ucap Ehan dengan wajah bingung
" Duduk " ucap Leo membuat Farel segera duduk di kursi yang sudah disediakan
" Ayah Jangan begitu pikirkan baik-baik tentang keputusan ayah " ucap Ehan
" Diam kamu, jangan pernah membelanya " ucap Leo dengan wajah kesal
" Aku ga membela Abang Farel ayah.. coba ayah pikirkan jika bunda tau kalau ayah berbuat begitu, apa Bunda ga akan marah " ucap Ehan membawa-bawa nama sang bunda karena tau kelemahan sang ayah ada di bundanya
" Benar juga, kalau Sisil tau bisa aku tidur diluar " batin Leo
" Maaf kan Ehan Bunda, karena menyangkut pautkan masalah ini dengan bunda, habis Ehan sudah tidak tau caranya membela Abang Farel dan ayah tidak menentangnya " batin Ehan
" Sebenarnya Ehan di pihak mana " batin Farel
" Lalu apa pendapatmu " tanya Leo pada Ehan
" Permasalahannyakan ada dikeraguan ayah pada Mey-mey jadi harunya kita uji Mey-mey saja, sebagaimana dia mencintai dan setia pada Abang Farel " ucap Ehan
" Ehan benar juga " batin Leo
" Lalu bagaimana caranya " ucapnya Leo
" Tapi ayah aku tidak setuju " ucap Farel
" Tak ada yang menanyakan pendapat mu " ucap Leo
" Tapi ayah... " ucap Farel terpotong
__ADS_1
" Diam kamu " bentak Leo
" Lebih baik Aku diam saja, dari pada Ayah marah padaku " batin Farel
" Lanjutkan, apa rencana mu Ehan " tanya Leo
" Wanita itu biasanya diuji saat lelaki itu tidak punya apa-apa, tapi jangan kelamaan juga ayah, bagaimana jika satu bulan " ucapnya Ehan sambil tersenyum
" Satu bulan " ucapnya Farel kaget
" Sebentar sekali " ucap Leo
" Sebulan juga lama ayah kalau kita tidak punya apa-apa " ucap Ehan
" Aku yakin Mey-mey orangnya setia dan tulus " ucap Farel memuji sang kekasih
" Diam kamu " bentak Leo
" Heran deh sama ayah Dan Farel... ga ada yang mau ngalah " batin Ehan
" Aku akan tempatkan Abang Farel di salah satu Restoran punya ku " ucap Ehan
" Dari mana kamu punya restoran " ucap sang ayah heran
" Baru-baru ini ayah, tapi ayah tenang itu hasil dari Ehan nabung " ucapnya
" Terus apa yang akan aku lakukan direstoran mu " tanya Farel
" Abang dan Mey-mey akan bekerja disana jadi pelayan " ucap Ehan
" Abang juga akan tinggal disana, tapi Abang tenang saja aku Takan memberi tahukan jika Abang adalah kakakku agar semua bisa memperlakukan Abang sebagai karyawan biasa " ucap Ehan dengan senyum jahatnya
" Niat nolong ga sih si Ehan " batin Farel
" Bagaimana " tanya Ehan
" Ayah seyuju " ucap Leo dengan senyum jahatnya
" Apa yang harus aku lakukan " batin Farel
" Jadi bagaimana apa Abang mau " tanya Ehan
" Sudah jangan banyak mikir, cepat ambil pekerjaan itu, dan buktikan padaku jika Mey-mey layak di jadikan menantuku dan istri mu " ucap Leo
" Sudah bang, cepat bilang setuju " bisik Ehan
" Kamu yakin ini cara terbaik " bisik Farel
" Percaya padaku " ucapnya Ehan
" Baiklah aku setuju " ucap Farel
__ADS_1
" Baiklah Mulai besok kamu harus bekerja di restoran Ehan " ucap Leo
" Iya ayah " ucapnya
" Jangan kecewakan ku " ucap Leo lagi
" Baik Ayah " ucap Farel
" Setidaknya ini lebih baik, dari pada Ayah dan Abang bertengkar terus " batin Ehan
" Nanti sore aku akan ajak Abang kerestoranku, besok Abang tinggal bawa Mey-mey saja " ucap Ehan
" Ok " ucap Farel
Kini Farel segera pergi dari sana dengan perasaan lebih lega dan terpancar aura bahagia karena sang ayah tidak menghukum nya lebih lama
" Selama bisa dibicarakan baik-baik kenapa tidak ayah " ucap Ehan
" Tadinya ayah juga maunya begitu tapi Abang mu selalu emosi yang membuat ayah juga ikut emosi " ucap Leo
" Ayah kan tau sifat Abang memang begitu, jadi ayah mengalah saja " ucap Ehan
" Maunya begitu " ucapnya Leo
" Benar-benar selalu salah, tapi biarkanlah aku cape jika harus bertengkar terus " batin Ehan
Tak lama kemudian sang pelayan membawakaan makanan yang sudah dipesan Renal
" Mari silahkan Tuan " ucap Sang pelayan
" Makasih " ucap Ehan
Merekapun segera memakan makanannya dengan lahap dan sampai habis, perdebatan mereka memang menguras tenaga.
.
.
.
Bersambung....
Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......
Biar saya lebih semangat nulisnya..
Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......
So... Ikuti terus kisahnya...
Jangan bosen-bosen ya .....
__ADS_1
Marhaban ya Ramadhan
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... dan selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan, jangan lupa jaga kesehatan ya guyz