Kisah Cinta Anak Kembar CEO

Kisah Cinta Anak Kembar CEO
Episode 226


__ADS_3

Ehan dan satria dan yang lainnya segera membuka ambulance lalu menggotongnya kedalam Mansionnya.


Rena dan Ina pun segera menghampiri peti jenazah itu dengan wajah sedih dan tangisnya.


" Oma.. " Ucap Ina langsung menghampiri peti jenazah itu


Ehan dan satria langsung membuka peti tersebut. lalu Ehan membuka penutup kepala yang ditutup oleh kain putih.


" Oma.. " ucapnya Ehan meneteskan air matanya


" Maf kan Ehan Oma belum bisa jadi cucu yang bisa Oma banggakan " ucapnya


" Kaka ipar harus ikhlas ya.. ini semua sudah takdir " ucap Satria mencoba menenangkan Ehan


" Ina juga minta maf, Ina belum sempat jenguk Oma lagi " ucap Ina


" Sudah sayang, jangan begini... kasian Oma biarkan dia tenang di alam sana " ucapnya Satria memeluk sang istri


" Meskipun aku belum mengenal Oma Natalia, tapi aku berharap Allah mengampuni semua dosa-dosa Oma dan ditempatkan bersama orang-orang Sholehah " batin Rena memeluk sang suami


" Sudah mas.. ikhlaskan supaya Momi Natalia tenang di sana " ucapnya Rena


Sedangkan Marco segera kebawah dan menghampiri peti jenasah sang mantan istri. Ada rasa sesak di dada kala itu apalagi ketika melihat Natalia terbaring kaku disana dengan wajah pucat.


" Natalia.. " ucap Marco sambil mematung melihat berdiri disamping peti jenazah itu


" Maafkan aku dulu belum bisa jadi suami yang bisa membahagiakan mu, bahkan kamu meninggalkanku karena aku diambang bangkrut.. " ucap Marco sambil menangis sesenggukan


" Sudah lah Marco, itu bukan salahmu " ucap Sang Oma menepuk punggung sang putranya


" Maafkan aku Natalia... " ucapnya membelai wajah natalia


" Andaikan Kamu dulu mau rujuk denganku mungkin akan ku berikan semuanya yang aku mau " batin Marco


" Marco sangat mencintaimu dari dulu Natalia, andaikan dulu kamu tidak menuruti kedua orang tuamu untuk meninggalkan Marco dan Leo mungkin kamu akan hidup bahagia sepanjang hidup mu " batin sang Oma


" Natalia..... " ucap Marco masih terisak


Pa Anwar yang hadir disana segera memeluk Sang besan


" Sudah Pa, ikhlaskan... biarkan dia tenang dialam sana " ucapnya


" Natalia " ucapnya Marco masih menangis


" Melihat ayah mertua begitu sedih aku yakin beliau masih sangat mencintai Momi " batin Sisil sedih


" Bunda... Oma... " ucap Ina memeluk sang bunda

__ADS_1


" Sudah nak... jangan menangis " ucapnya Sisil menenangkan sang putri kesayangannya


" Ehan dimana Abang Farel " tanya sisil


" Masih dijalan Bunda " ucap Ehan


" Baiklah " ucap Sisil menghapus air matanya


" Oma... " ucapnya Ina


" Kamu harus kuat sayang, cucu Oma ga ada yang lemah " ucapnya


" Iya Oma " ucap Ina menghapus air matanya


Tak lama kemudian Farel datang dengan menggunakan taksi online dengan wajah yang kusut dan sedih.


Seketika langkahnya pelan menuju peti jenazah berisi Sang Oma, meskipun iya tidak terlalu dekat namun iya menyayangi Natalia


" Oma.. " ucap Farel sambil meneteskan air matanya dan menghampiri peti jenasahnya


" Oma " tangis farel pun pecah


" Oma... Hiks.. hiks...hiks... " ucap Farel menangis tersedu-sedu Ehan segera memeluknya dan menenagkanya


" Sudah bang sudah " ucapnya Ehan memeluk sang abang


" Aku Tau ini semua berat bang, Aku pun merasakan hal itu tapi kita harus kuat kasian ayah dan bunda " ucap Ehan


" Kamu benar Ehan... " ucap Farel menghapus air matanya, Farel pun menatap sang Oma lebih dalam


" Oma.. maf karena farel belum bisa jadi cucu yang bisa membahagiakan Oma.. Oma yang tenang disana, semoga amal ibadah Oma diterima oleh Allah serta di ampuni dosanya " ucap Farel mencoba tegar dihadapan Keluarganya


" Dimana Mas Leo " tanya sisil pada sang Oma


" Aku tidak melihatnya dari tadi " ucap sang oma


" Aku tidak melihat ayah, bunda " ucap Ina


" Kamu di mana Mas .. " ucap Sisil mencoba mencari keberadaan sang suami


" Aku juga tidak melihat ayah " ucap Ehan


" Apalagi Abang, belum melihat ayah " ucap Farel


" Coba kamu cari dikamarnya " ucap Sang Oma


" Baik Oma, Sisil ke kamar dulu " ucapnya pergi meninggalkan semua yang ada disana dan segera menuju kamarnya

__ADS_1


" Kamu dimana Sih Mas " batin Sisil


Sisil sudah berada didepan kamarnya, iya pun segera masuk ke dalam namun iya tak menemukan keberadaan sang suami, hanya sebuah kran yang menyala yang terdengar


Ceklek,,


" Apa Mas Leo di dalam " ucap Sisil langsung mengetuk pintu kamar mandinya


Tok... Tok... Tok...


" Mas apa Kamu ada di dalam.. " tanya Sisil dengan wajah khawatir


Tok... Tok... Tok...


" Mas buka pintunya " Sisil kembali mengetuk pintu kamar mandinya namun tak ada jawaban


" Mas jangan bikin aku khawatir.. " ucap Sisil mulai gelisah


" Aku akan mengambil kunci cadangan " batin Sang Sisil


Sisil berlari mencari kunci Dangan kamar mandinya, dengan wajah panik dan juga khawatir takut terjadi sesuatu pada sang suami.


Setelah mendapatkan kunci tersebut, Sisil segera membuka pintu kamar tersebut.


Ceklek,,


" Mas... " ucap Sisil kaget


.


.


.


.


Bersambung....


Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......


Biar saya lebih semangat nulisnya..


Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......


So... Ikuti terus kisahnya...


Jangan bosen-bosen ya .....

__ADS_1


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz


__ADS_2