
Dinda sudah sampai didepan rumahnya, iya segera turun dari mobil itu menuju kamarnya karena iya merasa mules pada perut nya.
" Aduh kenapa dengan perutku " ucap Dinda sembari memegang perutnya menuju kamarnya
" Hey, kamu kenpa " ucap Toni Kaka dari Dinda
" Awas bang mingir Gue sakit perut " ucapnya langsung menuju WC rumahnya
Setelah lima menit berlalu, Dinda keluar dari WC dengan perasaan Lega, namun tepat lima langkah iya berjalan perutnya mulai sakit lagi.
" Astaga perutku " Keluhnya
" Kamu kenapa Nak, " ucap sang ibu yang menghawatirkan nya dan menghampiri WC tersebut.
" Nak, kamu sakit perut kedokter yu " ucap Sang ibu
" Ga usah peduli sama aku.. " ucap Dinda dibalik pintu
" Ibu hanya ga mau kamu kenapa-kenapa "
" Pergi sana jangan ikut campur " teriakan Dinda
" Tapi Nak " ucap sang ibu sambil menggedor-gedor pintu WC tersebut
" Sudah lah Bu, Biarkan Ka Dinda.. dia Takan menganggap ibu " ucap Toni sambil tersenyum
" Tapi Nak, dia itu anak ibu juga " ucapnya
" Percuma baik sama Dia, Biarkan saja " ucap Toni
Setelah melewati Sakit diperutnya, iya segera mencari obat dan meminumnya, agar iya cepat pulih, dengan keadaan Lemas iya mencoba pergi ke kamarnya.
Karena tenaganya terkuras, Dinda tak bisa menopang tubuhnya iya hampir jatuh namun sang ibu menangkapnya, Dinda yang sadar akan hal itu menjadi marah-marah pada sang Ibu
" Minggir kamu, aku ga butuh bantuanmu " ucap Dinda Sambil tersenyum jahat
" Biar mamah bantu Nak " ucap Sang ibu
" Lepaskan " Tolak Dinda
" Tapi Nak " ucapnya mencoba berbuat baik sama sang anak namun tidak pernah dianggap
" Minggir " ucapnya mendorong dengan sisa tenaganya sehingga sang ibu jatuh kelantai
Iya pun segera menuju kamarnya dan beristirahat dengan Yaman. meskipun perutnya sakit namun tak separah tadi.
.
...****************...
.
Keesokan harinya seperti biasanya Yesi sudah meyiapkan makan sahur untuk semua anggota keluarganya di rumah, iya pun membangunkan satu-persatu.
__ADS_1
Kini Renal, Siska dan Ina sudah bangun. Mereka menunggu kedatangan satria, mamah Yesi pun berinisiatif untuk membangunkan sang anak.
Tok... Tok .. Tok ..
" Sat bangun sat... sahur " ucapnya Yesi sambil terus mengetuk-ngetuk pintu kamar sang anak
Tok... Tok .. Tok ..
" Sat.. ayo bangun.. " ucap Yesi masih mengetuk-ngetuk pintu
Karena tak ada jawaban iya pun segera membuka pintu kamar nya dan mencoba membangunkan nya kembali
" Sat ayo bangun " ucap Sang mamah
" Iya mah bentak lagi " ucapnya
" itu Ina nungguin kamu " ucapnya lahar Sang anak bangun
" Mana ina " ucap Satria langsung bangun
" Dibawah, ayo cepat bangun.. " titah Yesi
" tunggu mah " ucap Satria
" Kenpa.. " ucap Yesi dengan wajah kesal
" Aku boleh nanya sesuatu "
" Mamah apakan dokter Dinda sampai perutnya mules-mules " tanya satria
" Mamah ga ngapa-ngapain dia " Yesi mencoba mengelak
" Masa sih ko satria ga percaya ya "
" Sudah jangan dipikirkan, ayo kita sahur " ucap Yesi mengalihkan pembicaraan
" Mah, ayo jujut " ucap Satria
" Mamah ga apa-apa on Dia "
" Jangan bohong mah " tanya satria
" Dengarkan mamah baik-baik, jauhi Dinda agar hubungamu dengan Ina berjalan lancar " ucap Yesi
" Memangnya kenapa " ucap satria
" Ayo kita sahur kasian ina" ucap Yesi
Merekapun turun kebawah dan memulai sahurnya dengan makanan yang sudah disiapkan Yesi
Setelah selesai makan Siska segera pergi menuju kamarnya, sedangkan Ina dan Satria disuruh Renal untuk duduk disana karena ada hal yang mau Renal sampaikan.
" Ina, satria, Ayah minta kalian harus berhati-hati dengan dinda " ucap Renal
__ADS_1
" Memangnya kenapa Ayah " tanya ina
" Coba lihat ini " ucap Renal meyerahkan amplop coklat kepada mereka
" Buka " ucap Renal, Ina dan satriapun membuka amplop coklat tersebut
" Ini kan dokter Dinda " ucap Ina heran
" Dokter Dinda itu sekarang keluarganya lagi banyak hutang " ucap Ina heran
" Kasian" Ceplos Ina
" Bukan itu maksud ayah, ayah hanya mengingatkan kalian terutama Satria, jika iya hanya ingin memfaatkanmu " ucap Renal
" Aku sudah bilang kalau dokter Ina jahat. " ucap satria
" Aku kan ga tau "
" ingat Jauhi dokter dinda " ucap Renal
" iya ayah " ucapnya
" Ina jika satria menyakitimu secuil saja bilang sama ayah " ucap Renal
" Loh ko Ayah kaya begitu " ucap satria
" Ina cantik kalau kamu mau bobo lagi sok silahkan " Ucap Yesi
" Ina pamit ya Ayah ibu " ucap l
.
.
.
.
Bersambung....
Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ...... belum
Biar saya lebih semangat nulisnya..
Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......
So... Ikuti terus kisahnya...
Jangan bosen-bosen ya .....
Marhaban ya Ramadhan
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... dan selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan, jangan lupa jaga kesehatan ya guyz
__ADS_1