
Sisil datang kekamar perawatan Rena setelah mendapat telepon dari Farel, iya segera menghampiri Rena dan menanyakan keadaannya dengan wajah yang sangat bahagia
" Sayang ada kabar gembira " ucap Sisil pada sang suami
" Memangnya ada apa sayang, kamu seperti sedang mendapatkan hadiah undian saja " ucap sang suami sambil tersenyum
" ini hadiah yang tak ternilai harganya " ucap Sisil sambil tersenyum
" Memangnya ada apa bunda " ucapnya Ehan
" Mey-mey sekarang sedang hamil " ucap sang bunda membuat mereka senang
" Alhamdulillah " ucap mereka senang
" Kapan ya aku bisa seperti kakak-kakak ku yang lainnya mereka sudah hamil dan aku belum " batin Ina sedikit kecewa
" Ina.. " panggil Rena
" Iya ka Rena ada apa " tanya ina
" Kamu yang sabar ya, aku yakin cepat atau lambat kamu juga akan hamil seperti aku dan Ka Mey-mey " ucap Rena sambil tersenyum
" Iya nak kamu harus semangat ya jangan putus asa, bunda akan selalu doain kamu segera punya baby jadi bunda punya banyak cucu " ucap sang bunda memeluk ina
" Aku lupa jika Ina belum hamil, kasian dia harusnya aku jangan terlalu senang " batin Sisil
" Satria kurang tokcer nih " cibir Ehan
" Mas ga boleh begitu " ucap Rena pada sang suami
" Nanti Bunda suruh Iyem masakin sayur toge buat kamu agar cepat hamil " ucap sang bunda
" Iya bunda Terima kasih " ucapnya Ina
" Pokonya kamu jangan sedih.. Anak itu rezeki mungkin kamu belum diberi rezeki dan kepercayaan, yang penting kamu banyak-banyak berdoan " ucap Leo memeluk ina
" Makasih ayah... " ucap Ina senang karena masih banyak orang yang menyemangatinya meskipun disisi lain iya sedih
" Oh iya sayang, umi dan Abi sekarang dalam perjalanan ke Jakarta, tadi aku menelepon mereka soalnya aku takut terjadi apa-apa padamu " ucap Ehan sambil tersenyum
" Iya sayang ga papah ko, aku malah senang umi dan Abi kesini " ucapnya Rena
" Bunda,, Bolehkan Umi dan abi nya Rena untuk sementara tinggal dimansion kita " ucapnya Ehan
" Kenapa tidak sayang, umi dan Abi Rena keluarga kita juga " ucap Sang bunda sambil tersenyum
" Bunda juga rencananya mau ke Surabaya mau melihat keadaan Mey-mey tapi Rena keadaanya masih seperti ini " ucapnya Sang bunda
" Nanti kalau Rena sudah keluar rumah sakit baru kita pergi ke Surabaya " ucap Leo
" Kenapa ga sekarang aja bunda, Rena sudah tidak apa-apa.. " ucap Rena sambil tersenyum
" Sayang, kalau bunda ga ada aku bagaimana merawat kamu " ucap Ehan merasa keberatan
" Kan ada umi dan Abi sayang, biarkan bunda dan ayah menjenguk Mey-mey kasian mereka.. lagian kita setiap hari bertemu bunda dan ayah sedangkan mereka jauh " ucapnya Rena
" Kamu yakin ga papah ditinggalkan bunda dan ayah " tanya Sang bunda
" Iya bunda, Rena baik-baik saja apalagi disini banyak dokter dan suster " ucap Rena
__ADS_1
" Mas bagaimana ini " tanya Sisil pada sang suami
" Kalo ayah ya terserah bunda saja " jawabnya
" Ah ayah ini " ucapnya Sisil kesal
" Ayah akan selalu ada dimana bunda berada " ucap Leo dengan senyum menggoda
" Inget umur dong ayah, bunda.. masih lebay begitu sebentar lagi juga akan dipanggil Oma dan opa " ucapnya Ehan sambil Tertawa
" Biarin bunda akan menjadi nenek muda " ucap nya senang
Merekapun Tertawa senang sambil berbincang-bincang sedangkan Ina kembali bekerja, diruangan itu tinggalan Sisil, Leo, Ehan dan Rena.
Tok... Tok... Tok...
Ceklek,,
" Maaf Nona sudah waktunya Anda makan siang dan minum vitamin " ucap Sang suster
" Baik sus, terima kasih " ucap Rena, dan Ehan yang mengambil makanannya ditangan sang suster
" Biar sama saya saja sus " ucap Ehan
" Baik Tuan, kalau begitu saya pamit permisi semuanya " ucap sang suster segera keluar lagi dari ruangan itu
" Sayang aku suapin ya " ucap Ehan menatap wajah sang istri
" Aku bisa sendiri sayang " ucap Rena merasa canggung bermesraan didepan mertuanya
" Bunda sepertinya Rena canggung kita pulang dan bersiap-siap untuk pergi ke Surabaya " bisik Leo pada sang istri
" Ehan, Rena, bunda dan ayah pamit ya.. mau bersiap-siap menuju Surabaya " ucap sisil
" Iya bunda ayah, kalian hati-hati dijalan " ucap Rena
" Kabari Ehan kalau sudah sampai disana " ucap Ehan menyalami kedua orangtuanya
" Kamu cepat sembuh ya sayang, jaga baby nya baik-baik " ucap Sisil mengusap rambut Rena
" Iya bunda " ucap Rena menyalami ayah dan bunda
" Assalamualaikum " ucap Sisil dan Leo segera pergi dari sana
" Waalaikum salam " ucap Rena dan Ehan
Sisil dan Leo segera menuju Mansionnya dan menyiapkan segala perlengkapan mereka selama Surabaya.
Sedangkan Abi Ismail dan Umi Rahmi sudah sampai dirumah sakit , mereka terlebih dahulu mampir ke mansion Leo, dan menaruh barang-barangnya terlebih dahulu, sebelum sang supir mengantar mereka ke rumah sakit dimana Rena dirawat.
Sang supir pun memberitahukan kamar Rena dirawat, merek segera menuju kamar dimana tersebut. Sesampainya disana mereka melihat Ehan begitu sabar menyuapi Rena yang sedikit manja
" Assalamualaikum " ucap Umi Rahmi dan Abi Ismail
" Waalaikum salam, Umi Abi.. " ucap Rena senang
" Anak umi kenapa bisa sampai begini.. bikin umi dan Abi khawatir " ucap Umi Rahmi menghampiri Rena dan memeluknya
" Umi,, Rena hamil " ucapnya melepaskan pelukan sang ibu
__ADS_1
" Yang benar kamu nak " ucap Abi Ismail kaget dan senang
" Selamat ya sayang " ucap Bu Rahmi meneteskan air matanya
" Iya Umi, umi jangan nangis Rena jadi sedih " ucapnya menghapus air mata sang Umi
" Iya sayang " jawabnya
" Rena, Ehan selamat ya sebentar lagi kalian akan menjadi orang tua " ucap Abi Ismail
" Iya abi " ucap mereka
" Ehan jaga Rena baik-baik apalagi bayinya " ucap Abi Ismail
" Itu pasti Abi, Ehan akan menjadi suami siaga " ucapnya sambil tersenyum
" Sayang minum dulu vitaminya " ucap Ehan memberikan vitamin dan segelas air
" Iya sayang terima kasih " ucap Rena
" Sama-sama istriku " ucap Ehan
" Ehan mana bunda dan ayahmu " tanya Pa Ismail
" Bunda dan ayah sedang bersiap-siap untuk terbang ke Surabaya " ucap Ehan membuat pa Ismail heran
" Memangnya ada apa " tanya Bu Rahmi
" Istri abang Farel, ka Mey-mey juga hamil sama Edang dirawat juga dirumah sakit jadi bunda dan ayah mau menjenguknya Kesana " ucap Ehan
" Astaghfirullah kasian Mey-mey tapi Alhamdulillah Mey-mey juga sedang hamil, Rena kamu makanya jangan cape-cepe kamu harus banyak istirahat " ucap Sang umi
" Iya umi " jawabnya
.
.
.
.
.
.
Bersambung....
Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......
Biar saya lebih semangat nulisnya..
Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......
So... Ikuti terus kisahnya...
Jangan bosen-bosen ya .....
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz
__ADS_1